
"Nah anak mamah udah cantik, "
"Mah kayaknya Cempaka ga usah ikut aja deh "
"Kenapa sayang "
Cempaka sangat takut sekali, takut kalau orang itu akan menyebarkan semuanya. Sebenarnya siapa temannya itu.
"Aku merasa ga pede aja Mah, aku dikamar aja yah"
"Engga kamu harus ikut, kamu harus ikut makan. Kamu harus gabung "
"Mah "
"Udah sayang, ayo kita turun kebawah ya "
Tangan Cempaka ditarik oleh Bella. Mereka turun kebawah, Cempaka melihat belum datang, tiba-tiba saja perutnya sakit.
"Mah Cempaka pengen ke air dulu, nanti Cempaka nyusul ya "
Cempaka langsung lari, entah kenapa perutnya sakit sekali. Semoga saja nanti yang datang bukan orang yang menyebalkan.
"Tante "
Bella membalikan badannya dan langsung tersenyum kearah Aliya "Aliya akhirnya kamu udah dateng, mana bunda sama Papih mu"
"Itu Tante, aku kangen banget udah lama kita ga ketemu tante "
"Tante juga sama udah lama ga ketemu sama kamu "
"Dimana Aksa sana Andaru Tan "
"Mereka masih siap-siap ayo kita ketaman ya ayo "
Bella membawa Aliya kearah taman, Sani juga sudah ada disana mereka langsung berpelukan dan langsung mengobrol sedangkan Aliya terus saja menunggu kedatangan Andaru.
Cempaka yang baru saja selesai keluar dari kamar mandi, Cempaka berjalan kearah taman, tapi alangkah kagetnya saat melihat wajah Aliya. Kenapa Aliya, apa itu anak teman mamahnya..
"Ya ampun kenapa Aliya, akhh bisa gagal dong "
__ADS_1
"Sayang kenapa ada disini. Ayo gabung "
"Ayah aku pusing, aku mau tidur aja ga apa-apakan"
"Kamu sakit yaudah ayo kerumah sakit "
"Engga Ayah, aku hanya perlu istirahat aja "
"Yaudah kamu istirahat aja ya, Ayah nanti bilang sama mamah ya "
"Iya ayah makasih ya "
Cempaka perjalan dengan pelan kearah lantai atas, ayahnya sudah tak ada dia sudah menemui mamahnya. Baru juga melangkah naik malah muncul Andaru dan Aksa.
"Kenapa malah naik lagi Cempaka "Tanya Aksa
"Aku pengen istirahat aja "
Aksa dan juga Andaru saling pandang, lalu dengan kompak membawa Cempaka dengan mengangkat tangan Cempaka satu-satu kanan kiri.
"Ehh lepasin aku ga bisa ikut "
"Ada apa ini " tanya Bella saat melihat anak perempuannya dibawa seperti itu.
"Dia mau istirahat mah, ga adil dong "celetuk Andaru.
"Ayu ngapain lo disini, ga tahu malu banget ya " teriak Aliya dan langsung melepaskan tangan Andaru yang terus memegang tangan Cempaka.
"Ehh Aliya kenapa begitu, ini anak Tante Cempaka, kenalan dulu dong kenapa tiba-tiba kasar gitu "
"Hah anak Tante, kenapa bisa "
Bella mendekati Cempaka dan menariknya duduk "Sini sayang duduk disamping mamah, kenalin ini teman mamah namanya Tante Sani dan ini suaminya om Sena "
Cempaka segera menyalami Sani dan juga Sena sambil menyapanya. Aliya duduk kembali tapi tatapannya begitu tajam.
"Kalian udah saling kenalkan "
"Udah Tante tapi kenapa bisa dia jadi anak Tante, awas dia nipu, Ayu itu pembuat onar dia itu ga pernah baik"
__ADS_1
Sani langsung menyenggol Aliya, Bella hanya tersenyum lalu mengenyam tangan Cempaka " Sama kayak Tante dulu, Tante juga sama disekolah selalu aja buat ulah. Bisa kamu tanya sama bunda kamu, kita dulu satu sekolah. Sekarang jangan panggil Ayu lagi tapi Cempaka ya "
Aliya tidak menjawab dia melipat tangannya, Cempaka menatap Aliya dengan tatapan mengejek "Yaudah kita makan ya "
Mereka segera makan malam, sesekali mereka berbincang. Akhirnya mereka selesai makan, para anak-anak langsung berpisah.
Aliya langsung menarik tangan Cempaka dan membawanya kearah belakang "Lo kenapa ada disini Ayu "
"Kenapa emangnya, udah dengerkan tadi kata mamahku siapa aku itu "
"Ga mungkin pasti lagi sandiwara ya, jangan coba coba nipu keluarga ini. Ingat mereka ini keluarga kaya jangan coba-coba jadi Cempaka apa kamu ga malu"
"Hemm gimana ya, takut ya Andarunya makin deket sama aku, kasian banget"
"Sialan ya " Aliya mendorong Cempaka dan mencengkam dagu Cempaka juga.
Namun Cempaka langsung melepaskannya dan menampar Aliya "Denger ya Aliya jangan pernah macam-macam sama aku, aku ini bisa lakuin apapun itu. Ingat itu aku ga akan pernah kalah sama kamu. Mau seberkuasa bagaimana pun kamu aku akan lawan kamu. Aku ga peduli kamu mau percaya aku Cempaka atau bukan yang terpenting orang tua aku kenal aku "
Wajah Aliya sudah memerah bahkan nafasnya sudah tak beraturan "Berani ya kamu sama aku, akan aku bilangin semua ini sama Tante "
Aliya Langsung berlari sambil memegang pipinya, dia langsung menangis, Cempaka mengikuti Aliya dari belakang dan Cempaka melihat Aliya langsung memeluk mamahnya.
"Tante kenapa Cempaka kasar banget sama aku, dia tampar aku Tante gara-gara aku pacar Andaru dia ga terima Tante "
Cempaka menghampiri Aliya dan menarik bahunya "Ulu ulu mana yang sakit "
Cempaka menepuk tamparannya tadi, "Aw lihat Tante"
"Cempaka "
"Apa mah, aku cuman pegang pipinya aja, tadi aku ga sengaja mah. Tangan aku tiba-tiba melayang aja dan kena pipi Aliya, emang ni ya tangan ga bisa diem mah. Nanti aku hukum tanganku ini "
"Tuh Tante dia emang kasar kan "
"Ya ampun maaf ya Aliya yang cantik, oh iya mah, ayah kalian harus tahu kalau Aliya itu_"
Andaru langsung membekap mulut Cempaka "Andaru lepaskan biar adik kamu bicara "
"Dia lagi pusing dan juga lagi sakit jadi bicaranya melantur Andaru bawa dulu kekamar "
__ADS_1
Cempaka langsung dibawa oleh Andaru kekamar, bahkan mututnya masih dibekam.