
"Dari mana kamu Aliya, malam-malam begini baru pulang"
Aliya menatap bundanya dan duduk berhadapan dengannya "Bunda mau kan bantuin Aliya"
"Bantuin apa sayang, emangnya kamu lagi ada masalah apa di sekolah"
"Aliya tuh pengen sama Andaru lagi bisa kan Bunda bilang sama tante Bella, buat jodohin aku sama Andaru aja ya dipercepat gitu. Mungkin Andaru sekarang udah mulai lupain aku tapi nanti ke depannya juga dia pasti akan terus sayang sama aku kok Bun, ini cuman karena datangnya Cempaka adiknya itu jadi Andaru lebih fokus sama dia Bunda bisa kan bilang sama tante Bella"
Sani diam, dia mengusap tangan anak dengan sangat lembut "Kamu ini sebenarnya sayang sama Andaru atau terobsisi aja Aliya "
"Bunda kok bilang kayak gitu sih, emangnya Alia terlihat begitu terobsesi sama Andaru"
"Bukan seperti itu. Kalau kamu emang ingin memiliki Andaru tidak usah dijodohkan pun kalian akan bersama, tapi ada satu hal yang perlu kamu tahu kamu harus bisa menerima semua keluarga Andaru dulu, dekat dengan mereka bahkan dengan adik Andaru yang sekarang baru bertemu saja seharusnya kalian bisa akrab dan mungkin itu bisa mengambil hati Andaru, untuk menjadikan kamu istrinya"
Aliya berdecak kesal "Itu tidak akan pernah terjadi Bunda, kita tidak akan pernah dekat bunda, aku juga tidak sudi dekat dengannya. Aku tidak mau, aku tidak sudi untuk dekat dengannya yang ada aku bisa gila kalau bersama Cempaka "
"Kalau kamu ga deket sama adiknya aja mau bagaimana Andaru mau percaya sama kamu, mau bagaimana dia meminang kamu sedangkan kamu saja bersama keluarganya tidak dekat. Andaru juga akan berpikir beberapa kali. Kamu harusnya berpikir kenapa Andaru bisa memutuskanmu apakah ada yang salah dari dirimu, coba kamu pikir-pikir dulu apakah ada sesuatu yang membuat Andaru marah atau benci sama kamu Aliya"
"Gini ya Bunda lihat-lihat kamu pacaran sama Andaru tuh kamu terlalu mengekangnya, saat ada yang mendekati Andaru itu mau teman mau siapapun kamu selalu marah, seharusnya kamu percaya pada Andaru kalau dia tidak akan pernah selingkuh dari kamu seharusnya kamu menyimpan kepercayaan yang lebih pada Andaru, bukan seperti itu dalam sebuah hubungan harus ada kepercayaan Aliya "
"Gini aja deh bunda sebenarnya mau bantu aku nggak sih, kalau mau bantu ya tinggal jawab iya, kalau nggak ya ga. Jangan buat aku pusing dan Bunda terus saja menceramahi aku, karena menurut aku apa yang aku lakukan pada Andaru itu sudah bener, apa yang selama ini aku lakukan tidak ada yang salah sedikit pun "
"Bukan begitu, kamu itu harus dewasa, kamu ini harus lebih berpikir jernih lagi Aliya, apa-apa tuh nggak bisa dipaksain. Kita udah dateng ke rumahnya tante Bella membicarakan tentang perjodohan, tapi Tuan Adi apakah mau enggak kan. Dia cuman bilang dia tidak mau menjodohkan anaknya dan membiarkan anak-anaknya memilih pasangannya sendiri, kamu harus berjuang untuk mendekati keluarganya, bukan untuk memusuhi mereka atau memusuhi salah satunya seperti kamu memusuhi Cempaka kamu cemburu sama dia?"
Aliya mengalihkan pandangannya saat mendengar kata cemburu pada Cempaka "Tentu saja cemburu mereka itu bukan adik kakak beneran, mereka itu saling suka"
"Renungkan saja dulu semuanya, pikirkan sebenarnya kamu itu suka sama Andaru atau cuman obsesi semata aja atau mungkin hanya ingin memilikinya saja. Masa depan kamu itu masih panjang Aliya, di dunia ini bukan tentang cinta saja banyak yang harus kita pikirkan, setelah nanti lulus sekolah kamu harus kuliah, bekerja kamu tidak akan pernah bisa terus ditangani oleh Papi, kamu harus mandiri Aliya, kamu harus bisa serba sendiri "
"Jadi Bunda nggak mau bantu aku, kalau Bunda nggak mau ya udah aku akan berjuang sendiri buat dapetin Andaru. Ga usah bunda bantu, aku bisa kok berjuang sendiri. Ga usah ada campur tangan bunda juga "
"Jangan berjuang dengan cara licik, berjuanglah dengan cara yang baik-baik. Jang pernah cemburu dengan adiknya, mereka itu baru bertemu mereka itu kembar tiga mereka tidak akan pernah bisa dipisahkan sampai kapanpun, mau bagaimanapun kamu memisahkannya itu tidak akan pernah bisa"
"Kenapa harus dia yang menjadi kembaran Andaru"
"Kenapa Cempaka, Bunda juga tidak tahu itu sudah takdir mereka harus seperti itu, harus bersaudara kenapa kamu harus mempertanyakan. Kenapa harus Cempaka memangnya kamu ingin siapa yang menjadi kembaran mereka berdua, seharusnya kamu bersyukur Cempaka yang menjadi kembaran Andaru mereka itu adik kakak jadi tak akan menikah. Seharusnya dia bukan saingan kamu "
"Aku tidak suka padanya, intinya aku tidak mau dia ada disamping keluarnya "
__ADS_1
"Ya sudah berarti kamu juga tidak akan diterima oleh keluarga besarnya. Kamu tidak akan pernah diterima Aliya. Benci pada salah satu keluarga itu sangat sulit nantinya kamu untuk membangun kepercayaan keluarga yang lain. Apalagi dia anak bungsu pasti akan sangat disayangi oleh orang tuanya dan kakak-kakaknya"
"Aliya mau istirahat"
"Ya udah, kamu istirahat sayang jangan terlalu banyak pikirannya. Tadi ada telepon katanya mobil mogok di pegunungan mobil siapa"
"Mobil Andaru biar aku nanti besok pagi yang mengantarkan ke rumahnya, sambil aku ingin bicara dengan tante Bella tentang masalah ini, percuma aku bicara pada Bunda karena pada akhirnya Bunda juga tidak akan membantuku kan "
Aliya langsung saja pergi kedalam kamarnya percuma berbicara dengan bundanya, tidak akan ada ujungnya. Malah akan dinasehati terus.
...----------------...
"Aliya ada apa kenapa kamu tiba-tiba menjemputku seperti ini pagi-pagi sekali, ini kan hari Minggu memang kita akan kemana, kamu akan mengajakku kemana "
"Kamu pasti akan senang sekali kita akan ke rumah Andaru. Lihatlah aku membawa mobilnya, aku akan mengantarkan mobilnya. Kamu mau tahu kan di mana rumahnya Andaru jadi kapan-kapan kamu bisa main sendiri ke sana. Pasti kamu akan sangat senangkan aku bawa kesana pasti kamu akan happy sekali "
"Beneran kita mau ke rumah Andaru, kamu nggak bohong kan sama aku, kamu ga lagi main-main kan sama aku "
"Ngapain aku bohong sama kamu Sinta, aku itu mana mungkin berbohong. Aku beneran aku bilang jujur kalau kita akan ke rumah Andaru, anterin mobil dan kita ngobrol sama Mamanya oke. Kamu pasti pengen ketemukah sama mamanya, kamu pasti akan sangat senang deh "
Sinta sangat semangat sekali dia tersenyum dengan lebar, tak menyangka akan pergi kerumah Andaru dan bertemu dengan keluarganya. Aliya membantu Sinta untuk masuk kedalam mobil dan mereka segera pergi.
"Aku harus bersikap bagaimana Aliya, nanti di depan mereka aku binggung sekali "
"Iya bersikap biasa-biasa saja, jangan terlalu agresif ya Tante Bella nggak suka sama perempuan kayak gitu, dia malah ga akan restuin kamu sama Andaru lagi "
"Iya aku tidak akan seperti itu, aku akan mengikuti kata-katamu saja "
"Baiklah kamu harus tenang, saat di sana kamu hanya perlu mendengarkan kata-kataku saja ya "
"Iya Aliya, tapi apakah mereka akan menerimaku. Apakah mereka tidak akan memandangku rendah, aku takut sekali "
"Kenapa tidak menerima, ya pasti mereka menerima kamulah kita ini di sana tamu, udah tenang aja Tante Bella gak jahat kok dia baik banget, dia itu baiknya kebangetan tahu "
Sinta lagi-lagi hanya menganggukan kepalanya dia begitu senang sekali, akan bertemu dengan calon mertua hari ini. Semoga akan berhasil dan semuanya akan baik-baik saja tidak ada halangan sedikitpun.
"Apakah rumahnya Andaru besar sekali Aliya, apakah lebih besar dari rumah mu atau sama "
__ADS_1
"Ya besar karena mereka tinggal dengan banyak orang dan juga pelayan mereka juga banyak, jadi ya rumahnya juga akan besar. Lebih besar dari rumahku"
"Begitu ya, aku takut kalau mereka tidak menerimaku karena aku orang biasa. Aku bukan orang kaya seperti mereka"
"Tidak akan, mereka tidak akan menatapmu seperti itu mereka akan menyambutmu. Tenang saja pokoknya kamu jangan khawatir di sana kamu akan baik-baik saja, selama kamu bersamaku"
"Aku jadi tak sabar ingin ke sana, aku ingin melihat Andaru di pagi hari "
"Iya kita sekarang lagi mau ke sana kamu tenang ya, yang sabar sebentar lagi kita akan sampai "
"Iya"
Sinta menatap Aliya, lalu kembali menatap kedepan. Sinta juga melihat -lihat apa saja yang ada di mobil Andaru. Wangi sekali mobilnya ini. Nanti dirinya akan setiap hari naik mobil ini.
Aliya sendiri menatap sinis Sinta yang memegang barang-barang Andaru, enak saja dirinya akan rela begitu saja Sinta bertemu dengan Andaru.
Kenapa dirinya membawa Sinta itu untuk memperlihatkan pada Sinta, kalau Sinta dan Andaru tidaklah layak untuk bersama, mereka itu bagai langit dan bumi sangat berbeda sekali dan tidak akan pernah bisa bersatu dan tante Bella juga tidak akan menerima keberadaan Sinta, apalagi dengan keadaan seperti ini.
"Ini perumahan elit kan Aliya "
"Iya kan rumah Andaru di sini. Memangnya dimana lagi rumah Andaru, mau di pinggir jalan tidaklah di sini rumahnya. Bagaimana baguskan rumahnya "
"Iya bagus "
Sinta menatap sekitar dan ada begitu banyak penjaga, bahkan saat akan masuk saja ditanya-tanya dulu. Sinta melihat banyak orang yang memakai pakaian hitam.
Mereka semua begitu menakutkan "Kita tak salah rumah Aliya "
"Salah rumah bagaimana sih Sinta, kamu tahu Andaru itu anak orang kaya, paling kaya ya masa rumahnya mau kecil dia aja punya sekolah, masa rumahnya kalah dari sekolahnya. Udahlah aku ini dari dulu sering ke sini dari kecil malahan, aku sering main ke sini. Jadi aku tidak mungkin salah rumah, udah tenang aja "
Sinta menganggukan kepalanya dan menatap sekitarnya lagi, ada air mancur ditengah-tengah taman, ada berbagai macam bunga disana.
Sinta juga melihat ada pendopo yang begitu luas. Rumahnya begitu terawat sekali. Sinta jadi takut apakah akan diterima dirumah ini. Apakah keluarga Andaru akan baik semua.
"Siap ga untuk masuk kedalam rumahnya "
Sinta menatap Aliya lalu menganggukan kepalanya "Aku siap untuk bertemu Andaru dan juga keluarganya "
__ADS_1