Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 119 Malam malam dingin


__ADS_3

"Sayang biar aku mandikan "


Bella melongo apa maksudnya dengan dimandikan" tidak aku bisa mandi sendiri "


"Tidak apa sayang, ayo aku mandikan, aku akan membantumu sayang "


"Tidak aku sendiri saja "


Tapi kata kata itu tak berpengaruh, Adi langsung memangku Bella dan mendudukkannya disebuah kursi, entah sejak kapan dikamar mereka ada kursi.


Adi membuka satu persatu pakaian Bella, dan juga aksesoris rambutnya, Adi mengumpulkannya di satu tempat, karena pakaian pernikahan dirinya dan juga Bella akan dipajang di sebuah ruangan khusus.


"Mas jangan buka semuanya "


"Kenapa memang aku suamimu sayang, aku akan membantumu "


Dengan jantung yang sudah tak karuan Bella diam saja saat diperlakukan seperti ini, suaminya membuka seluruh pakainya dan sekarang dirinya telanjang bulat dihadapan sang suami.


Adi mendongakan kelapanya mengambil air hangat dan menyiramkannya ke tubuh Bella " buka kaki mu sayang"


"Mau apa "


"Buka sayang tenang aku tak akan melakukan apa apa"


Bella dengan perlahan membuka kakinya, Adi makin maju kearahnya lalu mencium lututnya, bibir itu maju kearah pahanya bahkan suaminya itu sesekali menjilat pahanya.


"Mas "


Namun tak ada jawaban suaminya masih anteng menjilati pahanya bahkan sekarang makin jauh kedalam dan sudah sampai di intinya dan suaminya Adi disana, Bella yang kaget sampai menjepit kepala suaminya.


Bukannya kesakitan suaminya malah makin membenamkan kepalanya dan menjilati apa yang ada didalamnya.


Bella memejamkan matanya dan mengendurkan jepitan kakinya di kepala suaminya, Bella meremas rambut sang suami.


Rasanya geli dan aneh, tapi Bella hanya bisa menahan setiap ******* yang akan keluar dari mulutnya, bahkan kepalanya sudah mendongak dan tubuhnya sudah bersandar sepenuhnya.


***


Adi yang melihat istrinya kelelahan setelah malam pertamanya apakah masih bisa disebut makam pertama, dirinya senang sudah bisa memiliki Bella seutuhnya dan kembali menyentuhnya, dirinya sekarang akan leluasa melakukan apapun dengan sang istri tak akan ada yang marah lagi.


Adi menyelimuti tubuh yang polos itu dan mengusap perut yang semakin besar, bahkan saat melakukannya dirinya tadi sangat pelan sekali saking tak mau menyakiti sang anak yang ada dalam kandungan istrinya.


Tok tok tok


Adi segera melangkah kearah pintu dan membukakannya" ada apa Zack "


"Maaf tuan saya mengganggu ada sesuatu yang harus saya bicarakan"


Adi menatap istrinya dan menutup pintunya "kita bicarakan di ruanganku "


"Baik tuan "


Adi menutup pintunya dan berjalan terlebih dahulu kearah ruangannya ada masalah apa ini sebenarnya, tak biasannya.


"Jadi ada apa Zack "


Zack menutup pintu dan berdiri dihadapan tuannya " ada musuh yang akan menyerang kita Tuan, bahkan kakaknya Nona Bella Serena dia juga ikut dalam kelompok itu"


"Serena, siapa orang yang bekerja sama dengannya"


"Tuan Deri dan tuan Bandi mereka adalah musuh di masa lalu yang datang kembali dan akan menghancurkan Tuan lewat Nona Bella"


"Sebarkan mata-mata kita buat mereka ada yang masuk ke lingkungan Deri dan juga Bandi"


"Sudah tuan ada satu mata-mata yang masuk ke kelompok Tuan Deri dan dia yang sudah memberitahu tentang masalah ini"


"Baguslah jangan sampai dia ketahuan kita harus menyiapkan senjata sebelum mereka datang, bisa saja mereka melakukan penyerangan kapan saja kan. Apalagi sekarang aku sangat banyak pekerjaan belum aku harus ke Chicago untuk berkumpul dengan para mafia di seluruh dunia dan itu tidak bisa diwakilkan "


"Iya tuan akan saya persiapkan apakah kita perlu menyembunyikan Nona Bella terlebih dahulu"


"Itu akan lebih baik tapi aku harus melatih Bella dulu untuk menjadi lebih kuat lagi, karena mungkin kalian semua tidak akan terus mengawasi Bella kan saat sedang perang seperti itu, meskipun aku nanti menyembunyikan Bella mereka bisa menemukannya dia harus bisa melawan, aku takut anak buahku yang menjaganya malah kalah dan Bella tidak bisa melakukan apa-apa, dia harus lebih kuat dari yang lain. Aku takutnya terjadi saat aku tidak ada dan tidak bisa melindungi Bella "

__ADS_1


"Tapi nona Bella sedang mengandung tuan"


"Iya aku tahu aku hanya ingin mengasah keahliannya dalam menembak, dia sudah pintar menembak kan hanya perlu dilatih lagi untuk tepat sasaran"


"Iya tuan "


"Kau selalu awasi saja mereka jangan sampai kecolongan dan jangan sampai saat aku pergi mereka menyerang, biar aku habisi mereka sekalian"


"Baik tuan saya akan selalu mengawasinya "


"Kau boleh kembali "


Zack mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan tuanya, sedangkan Adi dia mulai berkutat dengan laptopnya entah apa yang dia kerjakan tapi Adi begitu serius menatap layar laptop itu.


"Kau ingin bermain main denganku, baiklah aku akan menghabisi mu, lihat saja kalian berdua tak akan pernah lepas dari ku "


***


Rizki yang sedang berkeliling melihat seorang pelayan yang sedang mengendap endap " ada apa dengan dia "


Rizki yang memang penasaran mengikuti perempuan itu yang masuk ke gudang dan menutup pintunya dengan rapat.


"Ada apa dengan dia, sepertinya ada yang mencurigakan"


Rizki makin mendekati gudang itu dan mencoba menguping tapi tak ada suara, dirinya tak mendengar suara apa apa " apakah ruangan ini kedap suara "


Rizki berlari kesamping gudang karena takut orang itu keluar dan benar saja dia keluar dan meninggalkan gudang dengan membawa sesuatu.


"Apa yang dia bawa, kenapa sepertinya mencurigakan, baiklah aku akan menjadi detektif "


Rizki melangkah keluar dari persembunyiannya berjalan lebih cepat kearah tempat lain, apakah disebelah sini ada CCTV.


"Kak Zack "


Zack berhenti dan menatap Rizki " apakah di sekitar gudang ada CCTV"


"Tidak ada"


"Memangnya ada apa Rizki sampai-sampai di gudang harus ada CCTV"


"Pokoknya kau harus menyimpan CCTV di sana di dalamnya kalau perlu dan di luarnya juga, di rumah ini seharusnya semuanya ada CCTV di sini kan banyak orang, kita tidak akan pernah tahu mana musuh dan mana kawan"


"Apakah ada orang yang kau curigai di sini"


"Yah itu tak sengaja tapi aku belum pasti, tapi aku minta tolong ya pasang CCTV di sini di area sini tapi jangan sampai kelihatan oleh orang lain dan jangan tahu juga orang-orang yang ada di sini"


"Lalu bagaimana memasangnya "


"Saat mereka tidur saja baru pasang Cctv yang kecil itu loh yang seperti chip mungkin yang kecil, aku pernah lihat itu akan bagus "


"Baiklah akan aku coba pasang "


"Terimakasih kak atas bantunya "


Rizki melangkah pergi meninggalkan Zack yang juga pergi, Rizki kembali mengelilingi rumah ini, begitu besar dan mewah sekali, sampai sampai tadi dirinya nyasar, apakah Bella tak nyasar disini ya berkeliling dirumah sebesar ini


***


Bella yang terbangun melihat sekitar, masih didalam kamar namun saat melihat kearah samping suaminya tak ada, perutnya keroncongan dan ingin makan, sedangkan dikamar tak ada apa apa.


Bella melangkah kearah lemari dan mengambil pakaian tidur panda yang mengemaskan, lalu pergi dari dalam kamar untuk pergi kedapur dan memasak sesuatu.


Saat dirinya sampai di dapur malah melihat seorang pelayan yang waktu itu membentaknya " nyonya ada yang saya bantu, nona ingin makan sesuatu "


"Siapa namamu "


"Dara nyonya, ada yang nyonya inginkan "


"Tak ada kenapa kau jam segini belum tidur "


"Emm saya tidak bisa tidur nyonya makannya membereskan dapur "

__ADS_1


"Malam malam apakah Sera tahu "


"Tidak nyonya "


Bella mengambil apel dan juga pir lalu membawanya kemeja makan untuk mengupasnya " apakah ingin saya kupaskan nyonya "


Bella belum menjawab melihat dahulu apel dan pir itu, kok agak berbeda ya kenapa basah seharusnya dingin dan sedikit beku kan " kenapa ini basah "


"Emm saya tadi mencucinya lagi nyonya "


"Jangan kau lakukan bila Sera tak menyuruh jangan kau lakukan "


"Baik nyonya maafkan saya "


"Ya sudah kau pergilah "


"Baik nyonya "


Setelah Dara pergi barulah Bella mengupas apel itu dirinya sedang tak mau dibantu siapa siapa, dirinya masih bisa hanya dengan mengupas buah saja, lalu suaminya kemana kenapa dia tak ada.


Apakah dia bekerja atau mungkin dikandang Betrick, ya dirinya belum melihat Betrick apakah dia baik baik saja, besok dirinya akan menjenguk singa itu semoga saja dia baik baik saja.


"Bella lagi makan apa "


"Apel mau Ki, kamu belum tidur "


"Gak bisa tidur pengen menjelajah rumah aja, aku gak suka makan buah buahan jam segini ah "


"Kebiasaan deh "


"Beli itu yu Bella "


"Beli apa "


"Emm beli cuangki yu didepan "


"Emangnya ada "


"Ya siapa tahu ada, ayo bawa mangkok dulu, sebentar aku ambilkan dulu ya "


Rizki berlari kecil dan mengambil 2 mangkok dan sendok, lalu mengandeng tangan Bella keluar dari dalam rumah


"Nyonya mau kemana "


"Emm kita mau menunggu tukang cuangki, ada gak yang lewat " ucap Bella.


"Akan kami carikan nyonya dan dibawa kemari "


"Baiklah aku tunggu "


Beberapa anak buah keluar dari dalam rumah, sedangkan Rizki dan Bella menunggu " gak sabar Bell, biasanya kita kalau lagi kumpul suka makan itu kan, makan apa itu cuangki, masih inget gak waktu kita berkemah terus cari cuangki di pegunungan sulit kan sampai sampai Alvaro turun kebawah dan nyari "


"Iya aku inget parah banget itu, tengah malem cari cuangki malah jadi nyasar kan "


"Kangen gak berkemah "


"Kangen lah, tapi kayaknya kita nggak akan seperti semula lagi deh"


"Kata siapa kita nggak akan seperti semula lagi, semua itu bisa terjadi loh asal Alvaro udah lupain semuanya, tapi aku yakin Alvaro bisa dia nggak akan mungkin hancurin rumah tangga kamu" .


"Emm iya juga sih "


Gerbang dibuka dan ada mang cuangki yang dibawa, Bella dan Rizki yang senang segera memberikan mangkok mereka masing masing dan menunggunya, Bella mengambil lada dan cuka.


"Jangan banyak banyak kali Bel sakit perut aku yang disalahin sama suami kamu "


"Gak akan udah ah aku pengen yang pedes pedes kamu tahu aja deh aku mau apa "


"Ahh udah biasa "


Anak buah Adi membawa meja dan menyimpannya dihadapan Bella dan juga Rizki, membelikan mereka kerupuk dan cemilan yang lain, bahkan para anak buah yang lain membeli juga.

__ADS_1


__ADS_2