Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 227 jangan perlakukan dia seperti itu lagi


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan Ayu. Apakah kau menamparnya"


"Tidak, aku sama sekali tidak menamparnya dia sudah menjelaskannya kan kalau kami hanya bercanda saja. Bapak sudah dengar penjelasan darinya lalu apakah aku harus menjelaskannya lagi"


"Kau di sini adalah murid beasiswa jadi jaga sikapmu. Jangan terlalu berani pada teman-temanmu di sini. Mereka sekolah di sini bayar sedangkan kau tidak, kau itu anak pintar jadi kau bisa berpikir dengan jera. Kau juga jangan macam-macam dengan Aliya orang tuanya bisa mengeluarkan mu"


Ayu hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya saja. Kepala sekolah langsung meninggalkannya. Ayu yang sudah kehilangan jejak Aliya akhirnya pergi saja untuk pulang. Percuma juga kan mengejar Aliya tanpa tahu di mana rumahnya.


"Ayu "


Ayo membalikan badannya dan menatap Aksa yang menghampirinya "Ada apa"


"Biar aku antar kau pulang"


"Untuk apa kau mengantarku pulang. Apakah kau ingin mempermalukan aku seperti Kakakmu, apakah kau ingin melakukan apa yang telah Kakakmu lakukan. Pasti ini rencana kalian semua kan untuk mempermalukan aku dengan cara seperti itu. Apakah tidak ada cara lain selain itu, apakah harus ditelanjangi, apakah kalian tidak punya etika sama sekali, atau setidaknya punya hati "


"Aku sama sekali tidak terlibat dalam masalah itu. Kenapa kau malah marah-marah padaku. Ayo biar aku antar kau pulang. Di mana rumahmu aku antar"


"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri tanpa harus kau antar pulang. Tidak usah mengasihani ku dan tidak usah pura-pura untuk peduli padaku, karena aku tahu sebenarnya kau sama sekali tidak peduli padaku. Kau sama saja dengan Andaru dan juga anak-anak yang lainnya. Kau hanya ingin mempermainkan ku saja kan, kau hanya ingin membuat aku melambung tinggi lalu kau menjatuhkan ku seperti apa yang Aliya lakukan padaku"


"Tadi aku berbeda dengan Aliya "


"Aku tidak peduli. Mau kau berbeda ataupun sama aku tidak peduli"


Ayu langsung pergi begitu saja meninggalkan Aksa, Aksa yang akan mengejar Ayu di hentikan oleh Kakaknya Andaru.


"Sudahlah, kenapa kau terus mengejarnya biarkan dia pulang sendiri"

__ADS_1


"Sepertinya apa yang sudah Aliya dan Galang lakukan sangat keterlaluan sekali. Ini tidak ada dalam rencana kita Andaru, aku tidak pernah mau mempermalukan dia seperti itu, sampai ditelanjangi seperti itu. Apa bagusnya kenapa harus seperti itu"


"Aku tidak tahu, kalau kejadiannya akan seperti itu, ini semua rencana Aliya aku tidak ikut-ikutan"


"Itu sangat keterlaluan. Jangan pernah usik dia lagi. Jangan perlakukan dia seperti itu lagi. Saat aku melihat dia dipermalukan seperti itu aku mengingat Cempaka adikku. Kau tahu kan wajah dia begitu mirip dengan Cempaka. Bahkan Mama saja menyadarinya aku tidak mau dia disakiti seperti itu lagi"


Andaru melihat adiknya yang pergi sambil mengusap air matanya. Memang dirinya juga menyadari kalau wajah Ayu begitu mirip dengan Cempaka, tapi dirinya tak yakin itu Cempaka karena adiknya Cempaka tidak akan se- berani itu.


...----------------...


Sedangkan kedua teman Ayu, Aina dan juga Danu mereka masih ada di dalam sekolah. Mereka dikurung oleh teman-temannya Aliya, mereka tidak dikeluarkan mereka ada di dalam gudang.


"Tolong siapa saja, tolong kenapa kami dikurung seperti ini" teriak Aina


"Apakah di dalam ada orang"


Pintu kembali dipecahkan, Aina sangat bersyukur akhirnya ada orang yang lewat dan membantunya untuk keluar dari sini" Terima kasih Aksa karena kau telah membantu kami"


"Tidak masalah. Kenapa kalian berdua ada di sini"


"Kau tahu temannya Aliya yang telah melakukan ini pada kami. Tiba-tiba mereka menarik kami berdua dan memasukkan kami ke dalam gudang ini "ucap Danu dengan menggebu-gebu.


"Baiklah, sebaiknya kalian pulang, sekolah diliburkan tadi ada kebakaran teman kalian Ayu dan juga Budi mungkin sudah pulang. Coba kau Aina temui Ayu ya"


"Ada apa dengan Ayu"


"Temui saja dia ya"

__ADS_1


"Baiklah terimakasih"


Aksa hanya menganggukan kepalanya saja. Aina dan juga Danu segera pergi dari sekolah. Benar saja sudah basah di sini dan berantakan.


...----------------...


"Kenapa kau tidak melawan Budi. Kenapa kau seperti pasrah saja saat mereka tadi men video kita"


"Aku bingung Ayu harus melakukan apa. Aku sangat bingung kenapa ini bisa terjadi pada kita. Apakah ada kaitannya dengan Sinta, apakah karena kau melaporkan Andaru makanya dia melakukan ini pada kita. Kenapa harus aku yang dibawa-bawa. Sudahlah sudah kubilang kan lupakan masalah ini. Aku tadi mendengar kau bertengkar dengan Sinta "


Ayu menatap Budi dan kembali berjalan. Lalu Budi meneruskan bicaranya "Kau lihat sendiri kan bagaimana Sinta tidak berterima kasih sama sekali padamu. Dia malah berteriak menyalahkan mu, dia bilang kalau kau tidak sungguh-sungguh mencari orang itu, orang yang menabraknya. Lebih baik kau sudahi saja, kita fokus sekolah saja sudah biarkan Sinta. Dia tidak akan pernah berterima kasih padamu"


"Kenapa kau malah berbicara seperti itu Budi, tetap saja dia teman kita. Dia hanya salah paham saja. Seharusnya aku tadi lebih berani dan melawan mereka. Yang aku aneh adalah dirimu kenapa aku tak melawan kenapa kau malah pasrah saja "


"Aku tidak mau membuat masalah lagi Ayu, makanya aku diam saat diperlakukan seperti itu. Aku tidak mau masalah ini makin besar kau tahu sendiri kan aku tidak mau sampai dikeluarkan dari sekolah itu, makanya kau jangan terus membuat ulah"


"Budi yang sekarang dan Budi yang dulu sangat berbeda ya. Empat tahun yang lalu saat kita bertemu kau sangat berbeda. Kau sangat pemberani dan selalu membelaku saat aku di-bully ataupun diperlakukan tidak baik oleh teman-temanku yang ada di sini, tapi sekarang kau tidak seperti itu Budi, kau malah diam saja saat diperlakukan demikian"


"Aku hanya tidak mau membuat masalah Ayu, sudah aku bilang kau juga jangan membuat masalah lupakan masalah tentang Sinta dan kita fokus sekolah saja. Jangan sampai Aina dan juga Danu ikut-ikutan ingat itu. Kau harus pikirkan nasib orang lain juga. Jangan pikirkan nasib orang yang tidak menghargai mu"


"Aku kecewa padamu Budi, seharusnya kau tadi bertindak kau di sana adalah laki-laki. Aku tidak mengenal Budi yang dulu lagi kau sudah sangat berubah apakah kau akan tunduk pada orang kaya itu. Apakah kau akan mengikuti semuanya? "


"Ayu sudah aku bilang, aku tidak mau buat masalah dan kau juga jangan bicara pada mamamu ya jangan sampai masalah ini tersebar"


"Lalu video kita bagaimana, ponselku masih ada pada Aliya dia tidak memberikannya. Dia pasti akan menyebarkannya dan mamaku sebentar lagi pasti akan tahu masalah itu"


Ayu segera pergi meninggalkan Budi tidak ada gunanya lagi berbicara dengan Budi. Yang ada membuat kepalanya sakit saja.

__ADS_1


__ADS_2