
"Ki kau disini tak bersama anak-anak "
Rizki melihat ke arah orang yang bertanya padanya lalu membuang rokoknya "tidak, baru saja aku beres dengan anak-anak Andaru sungguh tidak bisa diajak bicara dengan baik"
"Yang sabar saja dengan Andaru, dia memang seperti itu kau tahu sendiri kan Andaru sangat berbeda dari dua saudaranya itu, dia memang nakal dan angkuh"
"Ya aku tahu kak Zack, tapi dia sungguh sangat keterlaluan sudah berapa kali dia menghambur-hambur makanan seperti itu, dia tidak memikirkan bagaimana orang-orang yang membutuhkan makanan bukannya aku lebay atau bagaimana. Tapi kan aku ingin dia tahu kalau itu hal yang tidak baik untuk dia lakukan"
"Aku sangat mengerti dengan apa yang kau maksud, dari awal Nyonya terlalu memanjakan Andaru dan yang lainnya tapi untuk dua anak yang lain mereka tidak seperti Andaru kan, meskipun mereka dimanja tapi mereka mengerti mana yang baik dilakukan dan tidak tapi Andaru dia memang semena-mena. Kau tahu sebelum Nyonya Bella datang kemari Tuan Adi juga seperti itu, mungkin Andaru mengikuti jejak ayahnya"
"Mungkin saja ya, karena yang aku tahu Bella juga tidak terlalu seperti Andaru, memang dulu dia sangat angkuh tapi tidak seangkuh Andaru. Bella masih bisa diajak bicara dan dinasehati dengan baik-baik, dia juga memang keras kepala seperti Andaru, sepertinya Andaru memiliki paket lengkap dari sifat-sifat ibu dan ayahnya"
"Bisa saja Ki, karena buah tak akan jauh dari pohonnya"
"Ya kau benar, Kenapa tadi Kak Sera berlari seperti itu apa kalian bertengkar"
"Tidak kami tidak bertengkar, mungkin dia malu "
__ADS_1
"Malu kenapa"
"Aku menyatakan perasaannya padanya"
"Apa! "
Rizki langsung menatap kak Zack tapi kak Zack masih tenang dan menatap langit malam yang menemani mereka.
"Kenapa kau kaget, apakah kau menyukai Sera "
"Tidak, aku hanya kaget saja kau bisa suka pada Kak Sera, selama yang aku lihat kau tak pernah berbicara dengan Kak Sera atau baik padanya atau bertegur sapa tidak pernah. Kalian yang mengobrol sesekali dan setelah itu ya sudah tidak ada pembicaraan lagi di antara kalian berdua hanya tentang kerjaan kan yang kalian bahas"
"Lalu apakah kak Sera menerima kau, apakah dia juga menyukai dirimu kak "
"Entahlah aku juga tidak tahu malah aku disuruh untuk meminta restu atau meminta dirinya pada ibu panti, katanya kalau ibu panti mengiyakan maka dia akan setuju menikah denganku, dia ingin langsung menikah tidak mau pacaran-pacaran dulu"
"Ya lebih baik seperti itu meminta pada orang tuanya agar lebih enak saja dan terlihat lebih gentle. Mungkin Kak Sera melihat dari usia dia kan sudah tidak muda lagi pasti dia juga ingin merasakan bagaimana hidup berumah tangga. Kalau kau memang mencintai kak Sera dengan sungguh-sungguh ya kau datang saja ke panti dan bicara pada ibu panti itu jika niat kita baik dari awal maka semuanya akan dilancarkan"
__ADS_1
"Iya aku akan datang ke sana Ki. Lalu bagaimana dengan urusan percintaanmu itu dengan Kak Fatimah Kak Fatimah itu kurasa kau sudah lama mengejarnya tapi kau belum mendapatkannya juga"
"Entahlah aku juga pusing kapan aku bisa mendapatkan Kak Fatimah dengan seutuhnya, dia selalu saja menolakku dengan alasan umur lah, dengan alasan trauma karena kakakku, banyak sekali alasan yang dia lontarkan padaku seolah-olah dia memang ingin menolakku, tapi dengan cara halus saja. Kalau memang dia tidak mencintaiku itu tidak apa aku aku akan tetap mencintainya dan berjuang untuk mendapatkan hatinya, aku sudah berjuang sangat lama tapi tidak membuahkan hasil mungkin kalau jawaban Kak Fatimah sama seperti Kak Sera aku dengan semangat akan datang pada kedua orang tuanya, tapi dia tidak mengucapkan itu dia hanya menyuruhku untuk mundur saja setiap kali aku mengatakan perasaanku padanya, dia selalu saja menyuruhku untuk mundur mundur dan mundur"
"Yang sabar apakah kau tidak mencintai perempuan lain, maksudku ya cadangan bukan maksudku menganggapmu laki-laki seperti apa ya kalau perempuan itu sudah dikejar selama bertahun-tahun tapi tak mau kenapa tidak kau mencari yang lain kan "
"Maunya sih seperti itu, tapi belum ada yang cocok hatiku sudah terlalu cocok dengan Kak Fatimah aku tidak memandang usia meskipun usia kami terpaut jauh tapi itu tidak masalah untukku, jika orang tuanya tidak merestui aku bisa datang pada mereka dan meminta Kak Fatimah dengan baik-baik memang kelakuan kakakku dulu sudah membuat Kak Fatimah sangat kecewa bersama keluarganya. Bahkan kakakku sudah membuat kami semua malu, semua keluarga malu apalagi keluarga wanita itu pasti akan sangat memalukan dan jadi hinaan sekali untuk mereka, aku tahu mereka trauma dengan hal itu apalagi kalau sampai Kak Fatimah benar denganku. Aku ini adik mantan dari pacarnya Kak Fatimah pasti dia berpikir kalau aku akan melakukan apa yang pernah kakak ku lakukan"
"Masa lalu mengacaukan semuanya ya Ki, ku doakan kau dapat jodoh, ku doakan kau akan segera menyusul kau pasti bisa mencari perempuan lain jangan memaksakan orang yang tidak mau denganmu, mungkin hatimu tidak bisa berpaling pada yang lain tapi jika kau bersungguh-sungguh untuk melupakannya dan mencari yang lain semua itu pasti bisa, kalau kau terus saja menunggu dia kapan kau akan bahagia mau sampai kau kakek-kakek mengejar dia tidak mungkin kan, kalau dia tidak mau selama ini ya sudah tinggalkan saja jangan menunggu yang tidak pasti"
"Ya kau bentar akan aku coba, aku akan coba berpacaran dengan perempuan lain dan membuka hatiku siapa tahu aku cocok dan bisa bersama yang lain, meskipun sulit ya akan aku coba tapi aku bingung siapa perempuannya Kak"
"Ya carilah, kamu kan punya perusahaan kamu itu bos. Masa nggak ada sih perempuan yang buat kamu tertarik di perusahaan kamu sendiri, ya asisten kamu kek atau pegawai kamu"
"Ah kebanyakan mereka udah punya suami nggak mungkin kan aku jadi pembinor itu tuh mustahil banget"
"Makanya kalau cari pekerja itu sebisa mungkin yang single yang belum bersuami, carilah yang belum bersuami siapa tahu ada yang kecantol tuh satu pegawai ya lumayan kan sambil bekerja sambil cari jodoh"
__ADS_1
"Hemm iya juga kak"
Tiba-tiba didalam rumah ada yang berteriak, Rizki dan Zack langsung berlari kedalam rumah.