
Malam harinya Pak Ginanjar datang bersama orang suruhannya. Dia akan melancarkan aksinya disini. Pasti besok disekolah akan sangat menyenangkan.
"Sudah kamu simpan disana semuanya "
"Sudah Pak, semuanya sudah beres bahkan di sepeda motor itu hanya ada satu sidik jari saja. Semuanya aman dan aku yakin tak akan gagal "
"Ya aku serahkan semua ini padamu, awas saja sepeda motornya diambil oleh orang lain. Kamu harus sembunyi dan pergi saat nanti polisi datang. Ingat telfon polisi juga yang menangani kasus Sinta "
"Baik tuan "
Pak Ginanjar langsung saja pergi, ini adalah rencana besarnya harus berhasil jangan sampai gagal.
...----------------...
"Inspektur ada sepeda motor didekat hutan, tanpa ada pemiliknya dan juga ada sebuah tas yang ditinggalkan isinya flashdisk dan surat kalau anda sendiri yang harus datang kesana "
"Aku, apa kalian sudah tahu itu sepeda motor siapa "
"Belum inspektur, kami belum mengeceknya "
"Baiklah kita berangkat kesana sekarang "
__ADS_1
Pak inspektur segera memakai jaketnya dan segera pergi kesana. Siapa tahu ini ada sangkut pautnya dengan tabrak lari itu.
Tak butuh waktu lama Pak inspektur sudah ada ditempat ,disana juga ada beberapa polisi yang berjaga.
Pak inspektur segera mengambil tas yang diberikan oleh polisi lain "Tolong ambilkan laptopku dimobil"
setelah laptopnya ada ditangannya pak inspektur mengecek isi fidio itu. Ternyata itu bukti di mana kalau orang yang telah menabrak lari Shinta masuk ke dalam sekolah elit itu, berarti selama ini Dion berbohong.
"Ada lagi selain ini "
"Tidak ada pak "
"Baik bawa sepeda motornya kita cek dikantor dan kita selesaikan kasus Sinta ini "
Inspektur segera kembali lagi ke kantor, satu persatu terbuka. Semoga saja secepatnya pelakunya ketemu agar Ayu juga lebih tenang.
...----------------...
Cempaka masih saja melamun memikirkan tentang keberadaan kakeknya dan juga Mamah Nadia, sebenarnya mereka ke mana. Kenapa tiba-tiba tidak ada di ruangan itu.
"Apa Ayah membawa kakek ke rumah sakit, apa aku harus mengecek satu persatu rumah sakit ? "
__ADS_1
"Tapi kapan ayah membawanya kenapa aku tidak tahu, kenapa tidak terdengar ada mobil keluar juga padahal aku tidak tidur "
Cempaka memegang kepalanya, rasannya kepalanya akan pecah memikirkan tentang semua ini. Kenapa begitu sulit sekali ingin menyelamatkan orang tersayangnya.
"Masih memikirkan yang kemarin"
"Tentu saja Bianca, aku masih memikirkannya. Mana mungkin bisa pergi secepat itu. Bahkan dalam beberapa jam, aku pun tidak mendengar kepergiannya maksudnya ada suara mobil atau apa tapi aku tidak mendengar itu"
"Mungkin Ayahmu sudah memindahkan mereka ke tempat lain Cempaka, bisa saja kan ayahmu tahu tentang semua ini. Tapi tidak mau memberitahumu, takut kamu malah marah padanya "
"Kenapa harus begini"
"Apanya harus begini"
"Ya kenapa harus dipindahkan tempatnya. Padahal aku ingin sekali menyelamatkan mereka. Apakah aku tidak boleh menyelamatkan mereka ? "
"Mungkin pertanyaan itu bisa kamu tanyakan pada Ayah kamu, dia pasti punya jawabannya. Kenapa dia menjauhkan kamu dari mereka berdua dan kenapa mereka juga dipindahkan pasti semua itu akan terjawab, jika kamu bertanya pada orang yang tepat"
"Sama saja bunuh diri "
"Ya sudah jangan pernah cari lagi, fokus pada hidupnya yang sekarang. Seharusnya kamu bersyukur punya keluar yang lengkap dan peduli sama kamu, apalagi mereka begitu sayang sama kamu"
__ADS_1
Bianca langsung saja pergi meninggalkan Cempaka sendirian dikamar.