Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 216 Tidak ada


__ADS_3

Tok tok tok


Sera segera membuka pintunya di hadapannya ada beberapa polisi.


"Ada yang bisa saya bantu"


"saya inspektur Bagas ingin bertemu dengan Tuan Adi "


"Akan saya panggilkan dulu "


"Ada apa Sera "


"Tuan ada inspektur Bagas ingin berbicara dengan anda "


Tuannya sudah nongol saja, mungkin dia sedang kebetulan saja lewat kemari.


"Ada apa inspektur ada yang bisa saya bantu "


"Anda tahu kan tentang kasus yang menimpa sekolah punya anda, tentang kasus penabrakan seorang perempuan dan ini ada sangkut pautnya dengan anak Anda Andaru. Apakah saya bisa bicara dengannya"


"Andaru, kenapa anak saja bisa terlibat, Sera panggilkan Andaru "


"Baik Tuan "


Adi menyuruh para polisi untuk masuk terlebih dahulu dan menunggu di ruang tamu. Sedangkan anaknya Andaru, Aksa dan istrinya malah ikut turun juga mereka berjalan ke arah ruang tamu dengan panik"


"Kau ingin bertemu denganku inspektur"


"Andaru bisa kita bicara empat mata"


Andaru menatap Ayahnya dan dia menganggukan kepalanya "Mari diruang kerja ku saja "


Andaru dan juga inspektur segera mengikuti Adi, mereka masuk ke ruangan Adi dan Adi tidak ikut dia keluar kembali dan membiarkan anaknya untuk berbicara dengan inspektur. Sebenarnya ada apa ini kenapa anaknya bisa masuk dalam kasus itu"


Setelah mereka duduk inspektur menatap Andaru dengan sangat fokus "Kau tahu kan tentang kasus penabrakan seorang perempuan yang tak jauh dari sekolahmu, ada yang melihat bukti dalam loker mu "


"Siapa dia "

__ADS_1


"Aku tidak akan memberitahu siapa orangnya. Aku hanya ingin kejujuranmu Andaru, kau terlibat dalam tabrak lari itu kau yang menabraknya kan. Helm yang dipakai oleh penabrak itu ada dalam loker mu dan saksi sangat mengenali helm itu dengan ada tempelan tiga anak kembar di sana"


Andaru diam, dia menatap inspektur dengan rahang yang sudah mengeras menahan marah yang akan keluar.


"Aku sama sekali tidak bersalah. Aku tidak melakukan itu jika aku memang menabrak perempuan itu, mungkin aku sudah menyerahkan diriku pada kalian untuk apa aku diam dan menyembunyikan semuanya"


"Sekarang timku sedang ada di sekolahmu dan akan membobol lokermu bersama kepala sekolah. Kita lihat apakah kau berkata jujur atau tidak"


Andaru langsung panik, namun sebisa mungkin dirinya menyembunyikan kepanikannya. Polisi ini tidak boleh tahu tentang semua ini.


Tiba-tiba ponsel inspektur berdering, inspektur segera mengangkatnya sambil menatap Andaru.


"Jadi bagaimana sudah ada buktinya "


"Kenapa bisa kau sudah mengeceknya dengan benar-benar kan "


"Baiklah kalau bereskan lagi semuanya "


Inspektur mematikan sambungannya dan menatap Andaru "Mungkin sekarang kau selamat, tapi untuk lain kali kau tidak akan selamat Andaru "


"Ada apa ini " tanya Bella saat anaknya sudah turun bersama polisi


"Maaf Nyonya ini hanya kekeliruan saja, sekali lagi kami semua mohon maaf karena telah menuduh anak anda dengan bukti yang tidak memadai selamat malam"


Setelah inspektur itu pergi, Bella menatap anaknya dengan lekat "Ada apa Andaru, apa yang kau lakukan"


"Tidak ada Mah, tidak ada yang aku lakukan itu hanya salah paham saja semuanya baik-baik saja"


"Mama akan sangat kecewa sekali jika benar kau yang menabrak perempuan itu dan tidak bertanggung jawab seperti ini. Kau lari dari tanggung jawab"


"Mama hanya perlu percaya pada Andaru, mana mungkin Andaru harus berbohong pada Mama, kalau memang Andaru yang melakukan itu, Andaru pasti akan tanggung jawab"


"Mamah pegang kata-katamu "


Bella berlalu begitu saja, Adi menatap kedua anaknya"Jika ada salah satu di antara kalian yang menabrak perempuan itu, maka Ayah akan menikahkan kalian nantinya"


"Apa " teriak Andaru dan juga Aksa serempak.

__ADS_1


Adi segera pergi menyusul istrinya, Andaru dan juga Aksa saling pandang.


"Bagaimana ini Andaru"


"Sudahlah jangan terlalu difikirkan ayo kita tidur "


Andaru menarik tangan Adiknya untuk pergi kekamar, Aksa sudah sangat gelisah kata-kata Ayahnya pasti akan selalu terwujud.


...----------------...


"Kenapa bisa ponselmu dibawa oleh Guru pasti kau melakukan kesalahan kan " tanya Sena


"Itu hanya salah paham saja pih. Papi tahu kan aku pernah menyuruh Papi untuk mencari data guru bahasa Indonesia ku, dia membenciku kata dia akan memberikan ponsel aku saat dia selesai mengajar, tapi setelah aku datang ke ruangannya dia malah memberikan surat peringatan dan menyuruhku untuk memberikannya pada Papi dan juga bunda untuk salah satu orang tua datang ke sekolah, tapi lebih baik tidak usah mending beli ponsel baru saja lah"


"Tidak bisa nanti Papi yang akan datang ke sekolah dan menanyakan apa masalahnya, kau tidak bisa dengan seenaknya membeli ponsel baru. Ini pasti ada kesalahan darimu kan"


"Mana mungkin aku tidak pernah membuat masalah"


"Keputusan sudah ada di tangan Papi, dan Papi akan pergi mengambil ponselmu dan menanyakan apa masalah yang telah kau lakukan di sekolah. Apakah kau main ponsel saat sedang belajar. Apakah kau tidak sopan pada gurumu atau apa, sampai-sampai dia menyita ponselmu seperti itu. Pasti ada sesuatu hal yang membuat dia mengambil ponselmu tidak akan mungkin dia tiba-tiba mengambil ponselmu tanpa alasan yang jelas"


"Kenapa Papi tak pernah percaya padaku. Sebenarnya aku ini anak Papi bukan sih"


"Menurutmu apakah kau layak menjadi anakku"


Aliya langsung saja pergi meninggalkan kedua orang tuanya, apa maksud Ayahnya berkata seperti itu.


"Sudahlah Bee biarkan aku saja yang nanti datang ke sekolah jangan kau, nanti kau malah memukul Aliya di sekolah dan itu akan membuatnya malu. Biarkan aku yang datang ke sana ya dan menanyakan apa masalahnya nanti aku akan berbicara kepadamu"


"Kalau kau yang datang ke sana yang ada Aliya akan makin berani membuat masalah. Ini bukan masalah pertama ataupun kedua. Ini sudah masalah yang beberapa kali terjadi pada Aliya, jadi lebih baik aku yang datang ke sana dan menanyakan apa masalah sebenarnya"


"Tidak usah biarkan aku yang ke sekolah ya mungkin saat di sekolah Aliya akan lebih jujur padaku. Kalau bersamamu dia akan takut. Aku akan bicara nanti padamu ya semuanya akan aku bicarakan, tidak akan ada yang aku sembunyikan darimu sungguh"


Sena menghembuskan nafas beratnya, kalau sudah seperti ini dirinya kalah oleh istri tercintanya " Baiklah kau yang datang kesana, tapi ceritakan semuanya padaku jangan sampai ada yang terlewat, aku tidak mau Aliya menjadi anak yang tak sopan dan semena-mena pada orang lain"


"Iya Bee aku akan ceritakan semuanya padamu, aku janji itu "


Sani memeluk suaminya dari samping, semoga saja kesalahan Aliya tak fatal dan tak membuat suaminya marah.

__ADS_1


__ADS_2