
"Bell buka pintunya papih ingin bicara ayo sayang "
Bella dengan perlahan membuka pintu dan papihnya langsung masuk dan kembali menutup pintunya.
"Ada temen temen kamu didepan, jangan seperti itu ya mereka ngerti kok dengan keadaan kamu, kamu jangan khawatir, ayo kita keluar " sambil mengusap air matanya Bella.
"Tapi pih, akan seperti apa tanggapan Alvaro saat melihat Bella seperti ini, Bella belum siap ketemu sama mereka "
"Tidak apa apa, papih sudah berbicara dengan Alvaro dia tak masalah ayo, dia tak mempermasalahkan apapun itu sayang, kasian mereka jauh jauh pengen ketemu sama kamu sayang "
Bella menarik nafasnya lalu menganggukan kepalanya, Bella membuka pintu diikuti oleh papinya dengan senyum yang canggung Bella duduk berhadapan dengan mereka.
Pas juga dengan datangnya bibi yang membawa minuman serta cemilan, sedangkan ayahnya Bella pergi meninggalkan mereka.
"Udah berapa bulan Bell kok besar banget ya " tanya Rizki sambil mengusap perut Bella bahkan Rizki berjongkok.
"Baru 6 bulan, anakku kembar tiga Ki, makannya gede banget perutnya "
"Yes satu satu nih, nanti kalau Bella lahiran kita bisa gendong satu satu, sebentar lagi gue jadi om om nih " girang Rizki.
Dia langsung bangkit dan memeluk Alvaro dengan Arzan, Rizki begitu senang sekali, Rizki dan yang lainnya sudah sepakat tidak akan membahas tentang Bella yang diculik dan Bella yang kenapa bisa menikah dengan suaminya.
Bella tersenyum dengan senang melihat sahabat sahabatnya bahagia " kalian gak kecewa kan dengan apa yang aku alami sekarang "
"Kenapa harus kecewa sayang, mana mungkin kita kecewa sama kamu " ucap Alvaro sambil menatap wajah Bella dengan intens.
"Syukur deh kalau kalian gak kecewa gimana kalian kuliahnya lancar kan, baik baik aja kan dan Sani mana"
"Mana mungkin kita kecewa udah jangan bahas itu, Sani ada dirumah " ucap Alvaro kembali dengan wajah kecewanya.
Rizki dan Arzan saling pandang lalu mereka keluar dari dalam rumah meninggalkan Bella dan Alvaro berdua.
"Kamu lagi ada masalah " tanya Bella karena dirinya sangat tahu bagaimana Alvaro jika sedang ada masalah seperti ini.
"Kamu pasti tau aja saat aku lagi ada masalah kayak gini"
"Hemm aku udah lama sama kamu, jadi aku tahu gimana kamu "
Alvaro tersenyum dan mendekati Bella lalu memegang tangan Bella, namun Bella langsung menepisnya " maaf Al"
"Seharusnya aku yang minta maaf, maaf aku udah pegang kamu "
Bella mengangguk kepalanya dan mengusap perutnya, tiba tiba saja anaknya menendang nendang seperti ini, ada apa coba.
"Aku harus gimana Bella, Sani udah nikah sama ayahku "
__ADS_1
Bella diam dia kaget dengan apa yang dikatakan Alvaro, dirinya kira Alvaro bersama Sani berpacaran, tapi nyatanya tidak.
"Emang mereka gak bilang dulu sama kamu "
"Gak, malahan aku taunya sekarang, aku harus gimana, kalau misalnya kamu ada diposisi aku gimana "
"Kecewa tapi mau gimana lagi, kita harus terima, lagian Sani juga baik, dan gak akan mungkin cuman mau harta ayah kamu aja. Mungkin dari segi umur mereka jauh berbeda tapi kita gak akan tahu pada siapa kita akan jatuh cinta, biarkan mereka untuk berumah tangga, Sani adalah pilihan ayah kamu "
Alvaro menganggukan kepalanya " iya dia pilihan ayahku, tapi kenapa mereka gak bilang dulu "
"Mungkin ada sebuah alasan kenapa mereka gak bilang sama kamu Al, kamu bisa tanya baik baik sama mereka"
"Kamu akan terus ada disamping aku kan Bella "
Bella menghembuskan nafasnya " aku gak janji"
"Kenapa apa karena kamu udah nikah "
"Mungkin itu adalah salah satunya "
"Kamu cinta sama laki laki itu " tanya Alvaro dengan wajah yang was was
"Mungkin awalnya enggak tapi lama kelamaan aku suka sama dia "
"Tapi dia udah punya istri "
"Iya aku tahu, aku tahu dia udah beristri dan aku juga gak akan balik lagi sama dia, aku tahu diri kok Al, aku tahu dimana posisiku, jadi sebisa mungkin aku akan terus menghindar dari mantan suamiku, mungkin sekarang aku dan dia sudah bercerai karena ayah mertuaku akan mengurus semuanya "
Ada sebuah ketenangan di hati Alvaro, dirinya masih bisa mengejar Bella dirinya masih bisa bersama Bella dirinya yakin dirinya akan hidup bahagia bersama Bella.
Alvaro membalikan badannya kearah Bella dan tersenyum" kenapa kamu gak pulang aja ke kota "
"Aku betah tinggal disini "
"Kalau mantan suami mu tahu gimana "
"Dia juga udah pernah kesini "
"Terus ketemu "
Bella menggelengkan kepalanya "gak aku masuk kedalam kamar, aku gak mungkin ketemu sama dia "
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu luar Bella segera melongok kearah pintu itu dan ternyata yang datang adalah ayah Anggabaya dengan senang Bella berlari kearah ayah Anggabaya.
"Ayah kau kemari "
__ADS_1
"Pelan pelan sayang, pelan pelan iya ayah kemari Ayah ada disini, bagaimana dengan kandunganmu "
Bella melepaskan pelukannya dan tersenyum senang, " aku baik baik saja ayah, kandunganku baik baik saja "
"Syukurlah nak "
Tatapan ayah Anggabaya langsung tertuju pada Alvaro, Alvaro dengan sopan mendekati ayah Anggabaya dan menyaliminya.
"Siapa nak ini "
"Saya calon suaminya Bella " ucap Alvaro seketika
Ayah Anggabaya diam, dia tak merespon dan melihat kearah Bella lalu tersenyum kecil.
"Nak bisa kita bicara berdua "
Bella mengangguk, Bella membawa ayah Anggabaya kedalam kamarnya, sedangkan Alvaro hanya diam saja, ini adalah keputusannya dirinya sudah mutlak akan menikahi Bella.
**
"Apakah benar yang diucapkan oleh laki laki itu Bella "
Bella menggelengkan kepalanya " engga dia cuman asal bicara aja dia Alvaro temen ku "
"Hemm begitu tapi sepertinya dia sangat mencintaimu, ayah sudah menyelesaikan surat perceraian dirimu dan juga Adi, kalian resmi bercerai "
Tanpa di sangka sangka air mata Bella mengalir, Bella dengan cepat mengusapnya " makasih ayah sudah mengurusnya "
"Sama sama nak, kamu mencintai Adi "
Bella menggelengkan kepala, entah kenapa dirinya tak mau jujur pada ayah Anggabaya, tapi tiba tiba tuan Anggabaya mempunyai ide agar anaknya lebih susah mendapatkan Bella. Bukannya dirinya tega ingin menjauhkan Bella dan Adi.
Dirinya hanya ingin tahu seberapa kuatnya anaknya bisa menemukan Bella dan sampai kapan dia bisa mencintai Bella tanpa ada wujudnya maksudnya jauh, dan dirinya juga ingin tahu seberapa sayangnya Bella pada Adi, sampai sampai Bella berbohong padanya kalau Bella tidak mencintai Adi.
Dan dirinya juga ingin tahu perjuangan Adi untuk mendapatkan perempuan yang dirinya inginkan dan bagaimana dia mempertahankannya. Kalian semua jangan marah ini hanya untuk menguji apakah mereka akan setiap saat mereka berdua tidak bertemu satu sama lain.
Kalau kalian mau bilang aku jahat silahkan, tapi yang terpenting aku ingin melihat perjuangan anakku sendiri untuk mendapatkan apa yang dia mau, dirinya juga tau Adi sudah kemari dan lambat laun Adi pasti akan bertemu dengan Bella.
"Kalau begitu kita harus pergi dari sini, karena Adi sudah tahu dimana kamu "
Bella hanya diam, dengan raut wajah sedih Bella menganggukan kepalanya mungkin ini yang terbaik untuk hidupnya biarkan mantan suaminya itu bahagia dengan istrinya.
Bella sama sekali tak mengetahui tentang kematian kak Ziva dan Bella masih menganggap kak Ziva masih hidup.
"Baiklah ayah kita pergi lagi, aku tidak mau jadi orang ketiga dalam hubungan kak Ziva dan juga mas Adi "
__ADS_1