Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 123 Kau belum mengenalku seutuhnya


__ADS_3

Bella memegang perutnya, tiba tiba saja sakit dan linu, aduh padahal sedang asyik asyiknya malah sakit " nak yang sabar ayolah dukung ibu mu ini supaya menang jangan seperti ini ya "


"Nyonya kau baik baik saja biar aku saja, luka ditangan mu semakin parah, darahnya terus mengucur lebih baik diobati dulu "


Bella menatap tangannya dan menekannya "tak apa aku belum puas, aku ingin mereka yang berani menganggu ketentraman rumah ku habis "


"Tapi nyonya "


"Shutt "


Bella melihat orang yang sepertinya adalah ketua dari peperangan itu, Bella berhenti memborbardir mereka dan langsung keluar saja.


"Nona kau mau kemana "


Bella tidak bicara dia mengambil panah yang ada di punggungnya dan membidik orang itu dan kena dadanya. Musuh langsung melihat kearah dirinya dan menyerangnya bersama sama.


Bella yang belum siap berlari dengan terbirit birit dan bruk tubuhnya terjatuh dan tembok dekat pintu hancur. Bella menatap orang yang menyelamatkannya.


"Mas kau disini, kenapa kembali bukannya kau sedang pergi ya "


Adi yang mendengar ucapan istrinya tak habis fikir kenapa coba berkata seperti itu, kalau dirinya tak datang istrinya sudah habis.


Dengan cepat Adi memangkunya dan memasukannya kedalam mobil anti peluru dan tak akan ada yang berani menyerang mobil itu.


"Diam disini biar aku yang membereskan ini semua kenapa kau malah ikut ikutan Bella, kenapa kau melakukan ini "


"Ist aku sedang perang "


"Ya tapi jangan kau juga ikut sayang tunggu disini jangan kemana mana "


Adi menutup pintu mobil dan segera melawan mereka yang berani telah menghancurkan rumahnya dan juga menyerang istrinya.


"Hebat juga kau, kau ini perempuan atau bukan "


Bella menatap orang yang ada disampingnya lalu kembali menatap keluar " kau siapa "


"Aku temannya Adi, aku tak menyangka istri Adi akan setangguh ini, dari penampilannya saja kau seperti anak kecil tapi ternyata aku salah, Adi menikahi perempuan tangguh dan sedikit menyeramkan "

__ADS_1


Bella kembali menatap orang itu dan menelitinya dari atas sampai bawah, " kau diam saja tak bantu suamiku "


"Aku ditugaskan untuk menjaga mu sayang "


"Aku tak perlu dijaga "


Bella yang fokus melihat pertempuran begitu gatal ingin menyerang lagi, rasanya belum puas, rasanya ingin sekali menghabisi mereka semua dengan tangannya meski itu akan mustahil dilakukan.


***


Bella yang sudah selesai diobati langsung dibawa kedalam kamar lain oleh Adi, digantikan pakaiannya dan juga disisir rambutnya yang berantakan.


"Bagaimana kalau kau celaka kenapa kau tak keruang bawah tanah, kenapa kau nekat melawan mereka " marah Adi


"Aku bisa melawan mereka kenapa aku harus keruang bawah tanah, aku sanggup mengalahkan mereka kau jangan memarahiku seharusnya kau bangga memiliki aku yang tangguh seperti prajurit " jerit Bella yang kesal dirinya bukannya di puji malah dimarahi


Adi menghembuskan nafasnya, berjongkok dihadapan Bella dan memegang kedua tangannya tak seharusnya dirinya berteriak seperti itu pada Bella.


"Maafkan aku, aku hanya khawatir dengan mu, sebenarnya kau ini siapa "


"Ya aku tau kau istriku, siapa yang mengajari mu berperang seperti ini, aku belum pernah mengajarkan mu atau memperlihatkannya padamu "


"Ternyata kau belum menyelidiki semua keluargaku, ku kira kau sudah tau "


Adi menatap mata istrinya, maksudnya apa memangnya keluarga Bella siapa.


Bella bangkit dan menatap keluar jendela, halamannya sudah hancur dan berantakan sekali rumah ini seperti rumah tak berpenghuni saja berantakan.


"Kakekku yang mengajarkan semuanya "


Adi diam tak menyela atau pun mengatakan apa apa, dirinya akan membiarkan sang istri berbicara semuanya.


"Kakek ku adalah seorang prajurit dia mengajarkan ku bagaimana strategi perang, bagaimana berkelahi dan bagaimana memegang senjata, sejak kecil aku sudah diajarkan oleh kakek ku, dan sekarang dia sudah tiada meninggalkan ku " Bella menarik nafasnya dalam dalam lalu membalikan badannya untuk melihat suaminya yang berdiri tak jauh darinya.


"Aku sejak kecil sudah diasuh oleh kakek dan nenek, lalu aku selalu diajarkan olehnya, dan satu lagi aku selalu diajak berburu oleh papih ku saat berumur 12 tahun dan aku menikmatinya karena aku sudah bisa memakai senjata atas arahan kakekku yang tangguh. Kenapa aku tak lari saat ada peperangan ini, karena kakekku pernah berkata kalau aku tak boleh mundur seperti pengecut sebelum menghadapi musuh yang mengincar ku "


Bella berjalan kearah suaminya dan memegang dagunya " kau belum mengenalku sepenuhnya sayang, sepertinya kau harus selalu bersama ku agar kau tahu aku yang sebenarnya, mungkin aku kalah saat dulu kau menyiksaku itu hanya untuk kamuflase saja agar kau menganggapku wanita lemah dan gampang untuk ditindas aku ingin lihat sehebat apa kau "

__ADS_1


Bella melepaskan dagu suaminya dan berjalan keluar dari kamar sedangkan Adi masih diam menatap lurus, jadi Bella adalah cucu dari seorang prajurit tapi siapa kakeknya Bella yang sebenarnya kenapa dirinya tak menemukan tentang itu semua.


***


"Hey mau kemana nyonya Adi "


"Bukan urusan mu "


Bella terus saja berjalan keluar rumah dan melihat anak buah suaminya yang sedang membereskan puing puing rumah yang sudah hancur.


"Kenapa kalian tak istirahat, jangan langsung bekerja istirahat lah dulu "


"Tapi nyonya kami harus segera merenovasi rumah ini, sebelum rumahnya rubuh "


"Begitu ya tapi kalian harus istirahat ya jangan memaksakan diri seperti itu, kalian tadi hebat karena bisa bertahan untuk melawan mereka dimana biang keroknya "


"Baik nyonya terimakasih nyonya, beliau ada di penjara bawah tanah "


"Baiklah terimakasih "


Bella berjalan kembali dan menatap sekitar masih sangat berantakan akan berapa lama renovasi rumah ini, Bella mengambil senter dan turun kebawah dengan perlahan, tak peduli suaminya akan marah yang terpenting dirinya bisa melihat orang yang sudah berani menyerangnya.


"Nyonya kau kenapa kesini "


"Mana pengkhianatnya "


Bella berjalan dan berhenti di penjara paling ujung dan menatap 1 orang yang sudah luka luka " bagaimana kau kalah " tanya Bella dengan suara yang mengejek.


"Sialan kau "


"Aku sialan kau mungkin yang sialan, kenapa kau berani menyerang wanita hamil saat suaminya tak ada sungguh laki laki yang tak punya harga diri, tapi kau tak bisa menyerang perempuan hamil itu, apakah teman mu yang tadi aku tembak itu, apakah dia yang membuat rencana "


Laki laki itu berlari kearah jeruji besi dan memukul mukulnya " sialan kau, akan aku balas atas apa yang telah kau lakukan, kau tak tahu masalah ku dan suami mu jadi tak usah sok tahu"


"Memang aku tak tahu tapi kau malah menyerang ku, kau anggap aku adalah kelemahan suamiku kau salah besar, sungguh kasian nasibmu, selamat bersenang senang dengan lumpur yang menjijikan ini, aku yakin kau akan bahagia disini "


Bella tersenyum miring dan berjalan dengan angkuh keluar dari bawah tanah yang sumpek dan bau ini.

__ADS_1


__ADS_2