Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 180 kamu matang


__ADS_3

Bella sekarang bersama suaminya sedang sarapan di pinggir pantai banyak juga yang sarapan di sana, karena ya memang bukan mereka saja yang berlibur banyak orang yang berlibur juga.


"Sayang apakah kau mau ke air terjun kita ke sana mau tidak, pasti akan menyenangkan main air disana"


"Boleh saya sih mas. Tapi, apakah tidak terlalu siang kita pergi ke air terjun jam segini mas "


"Tidak akan sayang, yang ada akan menyenangkan hanya kita berdua di sana dan kita bisa melakukan apa saja "bisik suaminya dengan sensual.


"Oh itu ya ada dalam pikiran mu mas, selalu saja itu "


"Memangnya aku memikirkan apa sayang, aku hanya mengatakan kalau kita di sana hanya berdua. Memangnya apa yang aku katakan lagi sayang selain itu "


"Aku sudah tahu jalan akhirnya akan seperti apa mas, aku sudah tahu bagaimana dirimu "


"Iya, nggak apa-apa sama istri sendiri ini kan bukan sama orang lain sayang, ayo cepat habiskan sarapanmu dan kita pergi ke sana "


"Hemm, baiklah "


"Oh ya tadi saat aku tidur, aku dengar kamu teleponan dengan Cempaka dan Andaru, ada masalah apa di rumah sepertinya sangat serius"


"Seperti biasa Andaru membuat masalah ,sudahlah itu hanya masalah kecil saja Andaru tidak patuh pada Rizki, kau tahu sendiri kan bagaimana Andaru itu "


"Hemm, memang sulit mengatur Andaru, tapi ya sudahlah aku dulu juga seperti itu. Aku kecil juga waktu itu memang sulit sekali diatur seperti Andaru mungkin Andaru memang sama sepertiku tidak bisa diatur dan akan angkuh sepertiku nantinya"


"Itu yang aku tidak mau, aku tidak mau Andaru akan sepertimu menyebalkan dan kau juga kasar pada perempuan, aku tidak mau dia seperti itu mas "


"Itu kan dulu sayang jangan diungkit-ungkit lagi, yang sudah terjadi ya sudah jangan dibawa-bawa lagi "


"Ya tetap saja kau kasar padaku, pada awalnya kau menyiksaku kau menabrak aku, memangnya tidak sakit ditabrak sakit tahu mas sampai-sampai aku harus koma, beberapa minggu, beberapa bulan atau berapa tahun aku lupa lagi. Kau itu sangat kasar menyebalkan sekali, datang-datang sudah memukulku, menembak ku"


"Aku minta maaf. Sudahlah jangan bahas masa lalu, aku tidak mau mengingat-ingat hal itu lagi aku kan sudah minta maaf padamu sayang, apakah aku harus bersujud lagi "


"Ya ya ya, aku tahu kau yang dulu sangat menyebalkan dan sudah minta maaf. Tapi, tetap saja aku masih mengingat bagaimana brutalnya dirimu padaku. Aku ini diperlakukan olehmu seperti binatang saja"


"Apa kita akan terus membahas masa lalu, apakah harus begitu sayang "


"Sudah ah aku tidak mood makan, kau saja yang makan sendiri"

__ADS_1


"Lah kok gitu sih. Kenapa sih sayang kamu ini tiba-tiba kayak gini. Ayo udah sarapan kita kan mau pergi ke air terjun"


"Kamu aja yang makan, aku nggak mood deh kalau udah bahas-bahas masa lalu tuh kayak gini, aku jadi ga mau bicara sama kamu "


"Lah kan kamu yang duluan bahas masa lalu, aku nggak bahas loh kamu yang bahas sayang kenapa jadi kamu yang marah coba "


"Tapi, tetep aja kamu yang ngingetin udah ah aku mau siap-siap aja, kamu aja sana yang makan aku ga mau"


"Sayang jangan gitu dong, aku minta maaf sayang"


Adi mengejar istrinya yang pergi begitu saja meninggalkannya. Kenapa jadi dirinya yang salah kan dia yang duluan membahas masa lalu. Ada-ada saja perempuan itu kadang memang membingung kan ya dan memusingkan sekali. Mereka yang membahas tapi mereka juga yang marah dan laki-laki juga yang harus membujuknya.


Bruk tiba-tiba Bella tak sengaja menubruk seseorang "Aduh maaf aku nggak sengaja"


Bella membersihkan tangannya dan ada sebuah tangan terulur untuk membantunya, Bella hanya bisa diam dan menatap tangan itu, lalu tangan itu ditepis oleh seseorang.


Dan kalian bisa tahu seseorang itu siapa, kalau bukan suaminya. Adi membantu istrinya bangun "Kalau jalan tuh hati-hati "ucap Adi pada laki-laki itu.


"Udah mas, aku yang salah kok bukan dia maaf ya aku nggak sengaja tadi lagi buru-buru "


"Ya tentu tidak apa-apa, Nona dia kakakmu" sambil menatap kearah Adi.


"Emm, maaf saya kira anda kakaknya karena nona ini terlihat sangat muda dan maaf tuan terlihat seperti lebih dewasa saja, jadi maafkan saya "


"Ayo sayang kita pergi"


Adi segera menggandeng tangannya istrinya tanpa menghiraukan laki-laki itu, enak saja dirinya dibilang kakaknya Bella dirinya ini suaminya dan sudah berhasil menghamili perempuan yang dia sebut lebih muda ini. Bahkan dia sudah melahirkan 3 anak.


"Kamu harusnya nggak boleh gitu mas aku yang salah bukan dia, tapi malah kamu balik marah sama dia kasian tahu dia dimarahin kayak gitu mas "


"Udah sama aja, kamu juga udah minta maaf kan, jadi aku ga usah minta maaf, salah dia juga bilang aku kayak gitu, aku itu suami kamu ya sayang "


"Ya tapi responnya nggak gitu juga kali mas, masa sih kamu jutek banget sama dia padahal aku yang salah"


"Makanya kamu tuh harus selalu ada di samping aku, nggak boleh jauh-jauh gini kan kalau jauh-jauh kamu senggol sana sini. Untung aja kamu nggak senggol ombak sayang "


"Kamu marah ya karena dibilang kakakku"

__ADS_1


"Mana ada orang nggak marah suaminya malah dibilang kakaknya, enak aja tuh laki-laki bilang kayak gitu awas aja kalau ketemu lagi habis tuh laki, "


"Udahlah dia kan nggak tahu kalau kamu suami aku, yang terpenting kita suami istri kan,"


"Jujur sama aku apakah aku sudah terlihat sangat tua, sampai-sampai dia melihat kalau kita ini hanya sebatas kakak beradik saja "


Bella menatap wajah suaminya menelitinya dengan serius "Menurutku wajahmu lebih dewasa saja tidak tua tidak muda matang mungkin, seperti buah mangga matang "


"Kalau begitu aku mendekati busuk. Iya mendekati tua gitu"


"Aku tak bilang ya. Kau yang bilang, jadi jangan marah padaku ingat itu mas "


"Sudahlah sekarang mood ku berantakan gara-gara laki-laki itu"


"Hanya karena dibilang lebih dewasa saja kau marah, bagaimana kalau kau dibilang tua mungkin kau sudah mengamuk di sana dan mencaci maki laki-laki itu. Sudahlah kau harus tahu diri juga karena memang kau tua mas, jadi jangan tersinggung ya suamiku tercinta"


"Sama saja kau dengan dia"


Adi melepaskan pegangan tangan pada istrinya dan berjalan lebih dulu. Bella hanya bisa tertawa melihat sikap suaminya yang seperti anak kecil, dengan cepat Bella berlari dan memeluk pinggang suaminya.


"Nggak kok suami aku tuh nggak tua, kamu itu hot banget, udah jangan pikirin omongan orang lain yang terpenting kan kamu masih kuat di ranjang"


"Udah mulai nakal nih mulutnya"


"Ya nggak apa-apa nakal sama suaminya ini bukan sama suami orang, jadi kita jadikan pergi ke air terjun"


"Tentu jadi dong sayang, mana mungkin nggak jadi cuman gara-gara aku tersinggung sama laki-laki itu. Lagian kita juga nggak akan ketemu lagi sama dia kok kita kan mau bulan madu di air terjun ,jadi dia gak mungkin ada dan ganggu kita "


"Jangan bilang kita akan nginep di sana mas"


"Aku juga kurang tahu kita lihat aja nanti, kalau nginep juga sama aku kan sayang "


"Mas"


"Apa sayangku, sudah kau bisa tenang kan bersamaku perginya bukan dengan orang lain, jadi kau bisa tenang, kau aman bersamaku sayang, tak akan ada yang berani menganggu mu aku jamin itu sayang"


Adi mencium pipi istrinya dan lebih mendekap tubuh sang istri, disini banyak sekali yang menatap tubuh istrinya dan juga wajahnya.

__ADS_1


Sepertinya dirinya salah membawa istrinya liburan kesini, yang ada malah banyak orang ketiga yang ingin merebut istrinya ini.


__ADS_2