
"Bella buka pintunya ini papih, kau kenapa Bella "
Ayahnya Bella terus saja mengetuk pintu, tadi dirinya mendengar dari Aisyah kalau Bella langsung tiba tiba masuk dan mengatakan kalau dia sedang tidur.
"Bella tamunya sudah tak ada, apakah kau baik baik saja, ayo buka pintunya nak, buka "
Bella yang masih ada di dalam kamar mengusap air matanya dan segera bangkit, jangan sampai papihnya tahu kalau dirinya menangis.
Bella membuka kunci pintu dan menatap papihnya yang sedang risau padannya, ayahnya langsung memeluknya dengan begitu erat, sangat erat sekali
"Kamu kenapa nak, ada apa "
Pelukan mereka segera terlepas dan Bella hanya menggelengkan kepalanya saja " tidak pih, ayo kita kerumah sakit, Bella tadi hanya mengantuk makannya bilang seperti itu pada Aisyah "
"Benarkah apakah kau kenal dengan tuan Adipramana "
Bella yang ditanya begitu sampai gelisah, namun dengan cepat Bella mengendalikan raut wajahnya menjadi biasa biasa saja.
"Tidak pih ayo "
Bella sampai menarik tangan papihnya, takut takut nanti papihnya bertanya kembali, bertanya sesuatu yang tak ingin dirinya bahas.
Kenapa dirinya selalu menangis kalau mengingat tentang mas Adi yang sudah mempunyai istri, mengingat mas Adi yang bermesraan dengan kak Ziva rasanya dirinya tak rela dan ada rasa cemburu, apakah dirinya mencintai suami kak Ziva.
Tidak tidak jangan sampai, dirinya tak mau sampai harus merebut suami orang, jangan sampai dirinya bertemu dengan mas Adi, jangan sampai dirinya memperlihatkan anaknya pada mas Adi yang ada dia akan mengambilnya.
**
"Akhhh ya begitu Piyan, lebih cepat Piyan "
Piyan dengan semangat melakukan apa yang diinginkan Ziva, Piyan makin menghentakan pinggangnya agar burungnya makin masuk kedalam sarangnya Ziva.
"Beginikah sayang"
"Ya begitu, ahh Piyan aku suka dengan permainanmu, aku suka sekali akhh Piyan " teriak Ziva dengan tak karuan.
Tiba tiba pintu terbuka brak, tapi mereka berdua yang sedang bercinta tak mendengar pintu yang dibuka dengan begitu keras.
__ADS_1
Dor dor dor "Sialan kalian " teriak orang itu
"Akhhh " Ziva sampai berteriak dan melihat Piyan yang memegang tangannya. Piyan yang ketakutan langsung melepaskan penyatuan mereka dan langsung pergi dari dalam kamar.
Sedangkan Ziva hanya bisa menarik selimut dan menatap suaminya yang menatapnya dengan begitu garang dan sangat menyeramkan sekali.
"Maafkan aku Adi, aku sungguh minta maaf aku tak bermaksud seperti itu, aku tak bermaksud untuk mengkhianatimu ini semua adalah salah mu sendiri karena tak pernah menyentuhku, kalau saja kau memberikan aku kepuasan aku pasti tak akan meminta pada orang lain "
Namun Adi tak menjawabnya dia terus saja berjalan kearah Ziva dan langsung menarik rambutnya sampai Ziva terjatuh kelantai, lalu Adi menariknya, dia terus saja berjalan menarik Ziva keluar dari dalam kamar.
Adi tak memperdulikan istrinya yang telanjang bulat, kemarahannya sudah ada diubun ubun, sudah tak bisa ditahan lagi kemarahannya ini.
"Adi sakit Adi, lepaskan aku Adi lepaskan " teriak Ziva sambil memegang tangan suaminya yang menarik rambutnya.
Bahkan saat menuruni tangga pun Adi tak membiarkan rambut Ziva lepas dari pegangannya, "Adi sakit Adi sakit tolong jangan seperti ini, biar aku jelaskan dulu semuanya, Adii "
Saat sudah ada diruangan pribadinya Adi melempar Ziva, sampai menabrak tubuh Piyan yang sudah ada diruangan itu bersama Zack.
"Kau keluarlah Zack biar aku yang menghabisi mereka berdua "
Zack segera pergi dan menutup pintunya dengan sangat perlahan dan meninggalkan tuannya didalam sana bersama kedua mangsanya.
"Zack ada apa kenapa nyonya Ziva ditarik seperti itu" tanya Sera yang memang baru pulang belanja dan mendengar teman teman pelayan yang lainnya berbisik bisik membicarakan nyonya.
"Iya Nyonya ketahuan selingkuh oleh Tuan, kau tau kan apa yang akan tuan lakukan bila ada yang berkhianat padannya sudahlah kau tak usah ikut campur, ini adalah urusan tuan dan nyonya Ziva juga istrinya jadi tak masalah mau diapakan juga, kita tak usah ikut campur "
"Hemm baiklah aku hanya ingin tahu saja "
Sera segera pergi dari hadapan Zack dan tak peduli juga mau diapakan nyonya Ziva, kalau nyonya Ziva sudah tak ada nona Bella kan akan kembali lagi.
Lebih baik tuan bersama nona Bella dari pada dengan nyonya Ziva, nona Bella sangat cocok dengan tuan Adi, dan tuan Adi juga hanya menurut pada nona Bella saja kan.
***
"Selamat bapak ibu, anak kalian kembar tiga "
Bella yang mendengar itu sampai memelotokan matanya " beneran kan ini dok " sambil melihat kearah layar USG.
__ADS_1
"Benar Bu, lihatlah itu ada 3 bayi yang anda kandung"
Bella yang senang sampai menangis dengan haru, ternyata didalam perutnya ada 3 anak sekaligus, dirinya begitu senang.
"Papih lihatlah "
"Yah nak, papih senang papih langsung diberikan cucu 3 sekaligus "
Pemeriksaan pun selesai, Bella dan juga papihnya segera duduk dan menatap dokter, setelah mengobrol sebentar dan juga memberikan resep obat, mereka berdua segera pergi berpamitan.
Selama perjalan Bella hanya tersenyum senang dan sambil mengusap perutnya. " pih aku masih gak percaya didalam perut Bella ada 3 bayi sekaligus emang gak enggap ya "
Papihnya malah tertawa " gak akan sayang, papih seneng bakal punya cucu 3 sekaligus kamu harus jaga mereka dengan baik baik ya nak, ingat papih akan selalu ada disampingmu, saat kamu nanti melahirkan papih akan menemani mu "
"Terimakasih pih "
Papihnya Bella tersenyum dan mengusap kening sang anak"papih ingin bertanya satu kali lagi, apa Adi yang disebut disurat itu sama dengan Adipramana yang bersama papih tadi "
Bella diam, dia tak menjawabnya, apakah harus jujur baiklah lebih baik jujur saja dari pada dipendam terus.
"Iya papih dia yang menikahi Bella, Bella menjadi istri keduanya agar dia dan juga istrinya mempunyai anak, tapi papih jangan apa apakan mas Adi "
"Kenapa " tanya papihnya singkat
"Tidak apa apa aku hanya tak ingin papih berurusan dengannya, dan aku minta tolong jangan sampai papih membawa dia lagi kerumah, aku belum siap bertemu dengannya, aku belum siap anakku akan dibawa oleh ayahnya "
"Apakah kau mencintainya "
Bella diam sebentar lalu tersenyum dengan getir " mana mungkin aku mencintai suami orang lain papih, aku tidak mau menghancurkan rumah tangga orang lain, mas Adi begitu mencintai kak Ziva, aku tak mau menjadi orang ketiga dan anak anak ku yang menjadi senjatanya untuk memisahkan mereka. Aku ingin hidup nyaman tanpa ada musuh, jadi mana mungkin aku mempunyai perasaan pada suami orang "
"Papih tak janji tak memukulnya "
"Tolong jangan lakukan itu papih " sambil memegang tangan papihnya yang sedang menyetir.
"Sekarang papih tahu kau mencintainya "
Bella diam dan tak menjawab, papihnya sudah menjebaknya.
__ADS_1