Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 244 nanti akan ada lagi


__ADS_3

"Apakah kau mau istirahat Sinta "


"Tidak sus, aku masih kuat "


Sinta sekarang sedang belajar berjalan dan ayah Aina masih menunggu Sinta di luar.


"Kau sudah berkeringat sayang, istirahat dulu ya nanti kita akan belajar berjalan lagi "


"Tidak sus aku ingin belajar terus. Aku ingin cepat-cepat bisa berjalan"


"Kukira kau tidak akan kembali lagi ke sini, bulan lalu kau berbicara tidak akan pernah datang lagi kemari ternyata sekarang kau datang lagi, aku begitu senang dan bahagia Sinta "


Sinta tersenyum "Iya sus, aku berubah pikiran. Aku ingin bisa berjalan lagi dan aku ingin bisa kembali sekolah itulah yang selalu aku impi-impikan. Aku ingin seperti teman-temanku yang pergi sekolah, belajar, main dan banyak lagi hal yang ingin aku lakukan Sus "


"Bagus, aku akan selalu mendukung mu. Ayo kita belajar lagi, tangan kananmu lebih maju ya "


Sinta menganggukan kepalanya dan kembali mencoba berjalan, suster yang melihat itu tersenyum senang kemajuan Sinta cukup cepat.


...----------------...


"Jangan ikuti aku " teriak Aliya pada teman-temannya..


"Tapi, Aliya kau mau kemana. Kenapa ingin pergi sendiri"


"Tinggalkan aku "


Teman-teman Aliya langsung diam dan tak mengikuti Aliya lagi, mereka membiarkan Aliya saja.


Sedangkan ditempat Ayu. Lia sudah keluar. Ayu segera merangkulnya "Ayo kita pergi dari sini. Kau sudah baik-baik saja kan "


Lia menganggukan kepalanya. Tapi tiba-tiba saja pintu dibuka dan itu Aliya dia berkaca pinggang di hadapan Ayu dan juga Lia.


"Tinggalkan aku berdua bersama Lia Ayu"


"Tidak, aku akan di sini kalau mau bicara ya di hadapanku saja"


"Keluar Ayu. Jangan ikut campur aku ingin bicara dengan Lia empat mata"


"Bicara saja langsung"


"Kau harus minta maaf padaku Lia "

__ADS_1


Ayu langsung pasang badan di depan Lia "Harusnya kau yang minta maaf, apa kau tidak punya malu sampai-sampai harus meminta Lia untuk meminta maaf padamu. Sungguh aneh sekolah ini yang paling aneh sih dirimu. Bukan sekolahnya aku salah sebut"


"Awas dan biarkan dia minta maaf"


Ayu langsung mendorong Aliya dan mereka saling dorong lalu mereka saling tatap "Ya aku minta maaf Aliya " teriak Lia takut-takut Ayu akan celaka.


"Bagus dan kau Ayu jangan pernah ikut campur"


"Kenapa tidak "


"Kalian berdua harus patuh padaku, karena aku adalah bagian dari sekolah ini dan aku juga bisa mengeluarkan kalian berdua dari sekolah dan tidak akan pernah bisa diterima di sekolah manapun nantinya"


"Harus patuh ya, apakah dirimu yang membangun sekolah ini ? "


Ayu melihat ada sebuah ember yang pastinya ada air bekas pelnya kan. Ayu dengan cepat mengambil ember berisi air pel yang kotor lalu menyiramkannya ke tubuh Aliya dari belakang.


Aliya yang kaget menatap tubuhnya yang bau dan basah. Aliya menatap Ayu dan akan mencekiknya namun Ayu mendorong tangan itu "Apa-apaan kau ini hah "


"Seperti apa yang telah kau lakukan padaku, dan ini balasannya sesuai perkataan ku juga, aku akan membalasnya. Aku tidak takut dengan ancaman mu Aliya. Kau hanya bisa mengacau dan mengancam saja. Saat kau sedang sendiri seperti ini kau tak bisa melakukan apa-apa kau hanya bertindak saat ada yang membantumu. Dasar pengecut "


Ayu membawa Lia keluar, tapi kepala sekolah sudah ada dihadapan mereka "Ada apa ini Ayu "


"Jangan pernah membuat masalah di sini Ayu"


"Aku tidak membuat masalah, aku hanya membalas apa yang pernah Aliya lakukan. Seharusnya kau sebagai kepala sekolah tahu apa yang muridmu lakukan"


"Kau dihukum selama 1 bulan untuk membantu membereskan perpustakaan dan juga setiap pagi harus mengepel lantai sekolah ini "


"Baik sesuai katamu, aku akan lakukan kepala sekolah yang terhormat"


Ayu membawa Lia keluar. Aliya mencari handuk dan mengelap tubuhnya dengan jijik. Dia sudah sangat marah dan tangannya pun sudah sangat ingin sekali mencekik Ayu. Giginya sampai gemelutuk menahan amarah yang begitu besar pada Ayu.


Kepala sekolah langsung pergi begitu saja dan Aliya langsung membanting pintu ruang ganti itu.


"Akhhhh awas kau Ayu, aku tak akan tinggal diam. Kau akan habis olehku sialan-sialan akhhh biadab "


...----------------...


"Seharusnya kau tidak membantuku Ayu, kenapa kau harus membantuku "


"Kenapa tidak Lia. Aku tidak mau kau diperlakukan seperti itu. Kita bisa melawannya ada Pak Renaldi dan Bu Bahar yang akan membantu kita, kita tidak usah takut"

__ADS_1


"Tapi mereka tidak akan bisa bertahan lama jika melawan Aliya. Pak Farhan juga sama seperti itu dia guru baik dan dia tidak tahan lama di sekolah ini. Aliya melakukan sesuatu dengan melakukan petisi"


"Petisi apa maksudmu"


"Aku tidak bisa menceritakan semuanya. Terima kasih telah membantuku maafkan aku karena kau akan memiliki masalah besar dengan Aliya "


Ayu yang akan mengejar Lia malah ditarik tangannya oleh seseorang. Lalu pintunya ditutup dan Ayu dihimpit oleh laki-laki itu. Saat Ayu mendongkan kepalanya ternyata itu adalah Andaru.


"Kenapa kau mengatakan semuanya pada Aliya, kalau kita melakukan ciuman"


"Kenapa tidak, memang itu kenyataannya kan dia bertanya maka aku menjawab sesuai apa yang dia inginkan, aku tidak pernah takut"


"Baguslah, apalagi yang kau lakukan hari ini"


"Kau akan marah padaku karena pacarmu aku siram menggunakan air pel. Tapi itu tidak sepadan dengan apa yang dia lakukan padaku. Seharusnya aku melakukan lebih dari itu. Tapi secara bertahap aku akan melakukannya lagi"


"Hebat kau berani"


"Tentu, aku tidak akan pernah kalah oleh perempuan seperti itu dan aku tidak akan pernah takut"


"Aku ingin mempunyai keberanian sepertimu"


"Maka beranilah, jangan terlalu tunduk oleh pacarmu itu. Lebih baik sekarang kau beri handuk dia dan keringkan pakaiannya itu. Dia sangat jijik dengan air itu "


Ayu mendorong tubuh Andaru dan pergi dari ruangan itu, nanti malah ada fitnah lagi kalau ada yang memergoki mereka berdua ada dalam ruangan seperti ini.


Ayu segera bergegas pergi ke ruangan Bu Bahar ada sesuatu yang ingin dia bicarakan. Setelah mengetuk pintu dan diperbolehkan masuk Ayu segera masuk.


"Iya Ayu ada apa "


"Ibu apakah ibu tahu tentang masalah Pak Farhan dan petisi. Kata Lia ada masalah itu apakah aku boleh tahu"


"Petisi apa Ayu"


"Entahlah tapi Lia berbicara tentang petisi, tapi aku tidak mengerti makanya aku ingin bertanya pada ibu. Memangnya apa yang telah terjadi di sekolah ini dan petisi apa"


"Ibu juga tidak tahu tentang masalah itu, lebih baik sekarang kau masuk kelas nanti Ibu akan coba cari tahu ya"


"Baiklah Bu aku permisi dulu ya Bu"


"Iya Ayu "

__ADS_1


__ADS_2