
Mereka semua sedang berpesta ada satu laki-laki yang pergi masuk ke dalam sekolah. Dia menenteng sesuatu dan membuka salah satu loker anak-anak di sana. Lalu menyimpan barang itu di dalamnya dia tersenyum dan pergi lagi dari sana.
Pagi hari tiba di sekolah Ayu sudah mengadakan olahraga. Ayu yang sedang berganti pakaian tiba-tiba saja didatangi oleh Aliya dan juga kedua temannya Abigail dan Cassandra.
Ayu tersenyum ke arah Aliya dan menatapnya, tapi Aliya dia menampakan wajah yang begitu marah padanya "Ada apa Aliya "
"Kau bilang ada apa, kau telah berdansa dengan pacarku. Apakah kau tidak ingin minta maaf padaku, aku sudah bilang kan kau jangan pernah dekat dengan pacarku. Apakah kau tuli selama ini "
Ayu mengambil almamaternya dan kembali berhadapan dengan Aliya "Itu hanya salah paham saja Aliya, aku juga tidak bermaksud untuk berdansa dengan Andaru. Gelang kami tak bisa dilepaskan dan kau tanyakan saja pada Andaru, kenapa dia mengajak aku berdansa bukan aku yang pertama mengajaknya, jadi lebih baik kau tanyakan saja padanya jangan padaku"
Saat Ayu akan menyimpan gantungannya tangannya malah dipegang oleh Aliya dan mendorongnya ke loker "Sudah aku bilang kan. Jangan pernah main-main denganku Ayu, jika aku melihat sekali lagi kau dekat dengan Andaru kau tidak akan pernah lepas dariku ingat itu"
Kedua teman Aliya malah memanas-manasi mereka berdua. Ayu tak menjawab dia hanya menatap Aliya. Dengan cepat juga Aliya serta kedua temannya meninggalkan Ayu.
...----------------...
Ayu masuk ke ruangan lukis. Ayu yang melihat ada pemutar musik segera menyalakannya lalu Ayu berteriak dengan keras.
"Kenapa sekolah ini begitu aneh, kenapa orang-orang di sini begitu menyebalkan mereka seenaknya mentang-mentang mereka orang kaya dan punya segalanya malah menginjak-injak aku seperti itu. Kalau saja aku mau mungkin aku akan menunjukkan siapa aku yang sebenarnya. Sialan, sialan, sialan sekolah ini sangat sialan "
Tiba-tiba saja musik dimatikan dan ada orang yang berteriak "Berisik di sini aku butuh ketenangan"
Ayu melongo saat melihat Andaru keluar dari ruangan kecil. Andaru menatapnya dengan sangat dekat "Sebenarnya ada apa dengan mu. Kenapa kau masuk ke sekolah ini, apa ada sesuatu yang ingin kau cari"
"Tidak ada. Sudah aku bilang kan aku tidak sedang mencari apa-apa"
"Lalu apa alasannya bersekolah di sini"
Ayu yang tidak mau berurusan dengan Andaru segera pergi, tapi lagi-lagi gelangnya itu tersangkut ke arah gelang Andaru sialan.
__ADS_1
Andaru membalikkan tubuh Ayu dan mereka berhadapan lagi "Sudah kubilang kan, kalau ini adalah takdir untuk kita berdua. Sebelum kau mengungkapkan semuanya maka gelang ini tidak akan terlepas bicara yang sebenarnya apa yang terjadi dan apa yang kau cari di sini"
"Sudah aku bilang kan, tidak ada yang aku cari di sini. Kenapa sih kau selalu saja memaksaku. Aku tahu ini sekolahmu aku mengerti kau berkuasa di sini tapi jangan paksa aku dalam hal apapun"
Andaru malah mendekap Ayu dan mata mereka kembali bertatapan. Bel berbunyi dan masuk beberapa siswa ke sana. Andaru hanya mengusap pipi Ayu sebentar dan pergi begitu saja meninggalkan Ayu yang bingung karena tiba-tiba datang beberapa murid masuk ke sini.
...----------------...
Setelah tadi menggoda Ayu, Andaru pergi ke arah lokernya untuk mengambil buku pelajarannya. Menarik juga Ayu dia manis, cantik dan membuat dirinya sangat penasaran pada perempuan itu.
Saat Andaru membuka lokernya alangkah kagetnya Andaru saat melihat ada sebuah helm saat kecelakaan itu. Andaru hanya diam menatap helm itu kenapa tiba-tiba ada di dalam lokernya. Siapa yang telah berani memasukkan ini ke dalam lokernya.
Sedangkan di belakang Andaru, ada Ayu yang diam menatap ke dalam loker Andaru, dia mengingat kembali tentang kecelakaan Sinta dia mengingat helm itu, ya itu helm orang yang telah menabrak Sinta jadi pelakunya Andaru .
Sebenarnya Andaru ini siapa, tadi hatinya sempat bergetar dan ada sedikit harapan pada Andaru tapi setelah melihat apa yang ada di dalam loker Andari, dirinya kecewa, kecewa dengan apa yang dirinya lihat.
Andaru kaget, kalau yang ada dihadapannya sekarang adalah Ayu. Sialan kenapa harus Ayu yang melihatnya, kenapa tak orang lain saja.
Bisa gawat ini, pasti Ayu sekarang mencurigainya. Ayu pasti akan melakukan sesuatu.
Andaru mendekati Ayu, wajah Ayu sudah sangat ketakutan " Kenapa kau seperti ketakutan Ayu"
"Tidak, tidak apa-apa "
"Apa ada yang kau lihat dan membuatmu takut"
"Tidak ada "
Ayu begitu saja pergi meninggalkan Andaru. Andaru pun hanya diam melihat kepergian Ayu apa yang akan dilakukan Ayu setelah ini.
__ADS_1
Ayu masuk ke dalam kelasnya dengan terburu-buru. Dia memasukkan buku-bukunya ke dalam tas. Aksa yang duduk di belakang melihat wajah Ayu yang seperti ketakutan. Saat Ayu akan keluar dari kelas Danu dan juga Budi memberhentikannya.
"Mau ke mana kau, sebentar lagi kelas akan dimulai jangan aneh-aneh" ucap Danu
"Aku tidak enak badan aku ingin pulang"
"Apakah ada yang mengganggumu coba kau cerita padaku, katakan padaku "
"Tidak ada Danu. Aku hanya ingin istirahat tidur itu saja, badanku sedang tidak enak. Aku ingin pulang sekarang kau jangan terlalu banyak bicara ya aku pulang sekarang"
"Baiklah akan aku beritahu nanti pada guru, hati-hati di jalan Ayu "
Ayu hanya mengganggukan kepalanya saja, dia berlari keluar kelas. Sekarang waktunya bertindak ya waktunya untuk pergi ke kantor polisi dan mengatakan apa yang dirinya lihat. Ini adalah bukti kalau orang yang telah menabrak Sinta ada di sekolah ini dan Andaru pelakunya.
Ternyata Paman Dion telah membohongi mereka semua, pasti dia disogok untuk diam dan tak berbicara pada polisi kalau orang yang telah mencelakai Sinta ada di sini ada di sekolah ini.
"Ayu mau kemana kau "
Ayo menatap Ibu Bahar yang memberhentikan langkahnya "Aku tidak enak badan Bu, makanya aku mau pulang"
"Apakah perlu Ibu antar"
"Tidak usah Bu, nanti aku akan naik bus saja. Aku tidak apa-apa aku baik-baik saja aku hanya perlu istirahat"
"Istirahat di ruang UKS saja ya, aku takut terjadi sesuatu padamu nanti "
"Tidak apa-apa Bu, aku tidak akan apa-apa aku pulang ya Bu. Permisi Bu"
Tanpa mendengar jawaban dari Bu Bahar, Ayu langsung berlari keluar gerbang dan pergi dari sekolah itu. Harus cepat-cepat bertindak.
__ADS_1