Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
86 Hampir saja


__ADS_3

"Baiklah kita deal bekerja sama ya tuan Rey " ucap Adi dengan ramah sambil bersalam dengan tuan Rey


"Iya tuan kita deal bekerja sama "


"Emm tuan boleh saya bertanya sesuatu "


"Tentu apa itu "


"Nama dari perusahan ini adalah PT Bella abadi apakah nama keluarga anda "


"Iya tuan itu nama anakku, aku memang sengaja mengambil nama depan anakku Bella, karena nanti kedepannya akan dia yang memegang perusahaan ini, dan aku akan fokus pada perkebunan saja "


"Hemm begitu ya, apa saya boleh bertemu " Adi tiba tiba saja ingin bertemu dengan anaknya pak Rey, entah kenapa fikirannya langsung tertuju pada sang istri.


"Tentu boleh saja, tapi kalau untuk hari ini tak bisa tuan, anak saya harus pergi dahulu untuk cek kandungan "


"Ow dia sedang mengandung tuan "


"Iya sedang mengandung, dan akan segera melahirkan "


"Maaf bila saja banyak bertanya suaminya anak tuan ada disini juga "


Ayah Bella diam, dirinya tak mau membuat nama anaknya jelek, jika ada yang bertanya dimana suami Bella, dirinya selalu berbicara kalau suami anaknya bekerja jauh dan tak bisa pulang.


Dirinya tak mau membuat anaknya dihina karena hamil dan tak mempunyai suami, berbohong untuk suatu kebaikan mungkin itu tak masalah.


"Tidak suaminya merantau, dan memang selalu pindah pindah pekerjaan, karena Bella sedang mengandung besar makannya dia tak ikut suaminya, dia memilih untuk ikut dengan saya "


Tiba tiba raut wajah Adi berubah mendengar kalau perempuan yang bernama Bella itu sudah mempunyai suami, berarti itu bukan istrinya, tapi kenapa hatinya mengatakan kalau Bella ada didekatnya istrinya ada didekatnya.


"Baiklah tuan kalau begitu, kapan kapan saya bertemu dengan anak tuan "


"Baik tuan, saya akan senang sekali, sebentar "


Tiba tiba saja ponsel pak Rey berdering, dengan cepat pak Rey mengangkat telfon ya "hallo Bella ada apa "


"Kapan papih pulang, ayo kita kerumah sakit sekarang "


"Sekarang papih pulang nak, kau segeralah bersiap ya"


"Baiklah papih hati hati "


"Tentu nak "

__ADS_1


Sambungan pun terputus dan Adi sedikit mendengar suara dari perempuan itu, perempuan anaknya pak Rey, suaranya adalah suaranya Bella, Bella istrinya, bahkan detak jantungnya pun sudah berdeguk dengan kencang.


"Tuan boleh saya ikut kerumah tuan dan bertemu dengan anak tuan sekarang " kembali Adi merubah fikirannya, dia ingin membuktikan saja, apakah benar Bella itu adalah Bella istrinya.


Pak Rey sampai mengerutkan keningnya " baik tuan boleh "


Adi menganggukan kepalanya dan mereka segera pergi untuk kerumah pak Rey, Adi sudah tak sabar dan ingin bertemu dengan orang yang bernama Bella itu, dirinya yakin itu istrinya, dari suaranya pun dirinya sudah hafal kalau itu adalah istrinya.


**


"Teteh udah kayak gini aja, pake jaket ya teh takut pulangnya malem kan rumah sakitnya cukup jauh "


"Iya Aisyah, aku akan memakai ini saja kau ikut "


"Em sepertinya Aisyah tak ikut dulu deh, Aisyah mau belajar dulu, gak apa apa kan teh "


"Gak apa apa, kamu semangat ya belajarnya kamu harus jadi orang sukses nanti "


"Iya teh pasti aku akan belajar dengan giat "


Bella menganggukan kepalanya dan mengusap kepala Aisyah dengan perlahan mereka segera pergi keruang tamu dan menunggu kedatangan ayah Bella yang akan mengantarnya kerumah sakit.


Mereka tak saling bicara dan masih anteng menunggu kedatangan ayahnya Bella. Saat mendengar ada suara mobil, Bella segera keluar dan akan membuka pintu, namun saat melihat orang yang begitu dirinya kenal dan sangat dirinya rindukan Bella mundur.


Tak terasa air matanya mengalir, ada sebuah kerinduan yang menggebu namun ada juga sebuah kesakitan dalam hatinya, kesakitan kalau dirinya tak akan pernah bisa memiliki suami kak Ziva,.


Bella yang tersadar segera berjalan kearah kamar dengan cepat, dirinya belum siap untuk bertemu dengan mas Adi, dirinya belum siap kak Ziva akan mengambil anaknya, dan dirinya belum siap untuk dikurung lagi dan berpisah dengan ayahnya.


"Teh mau kemana teh "


"Bilang sama papih, teteh tidur ya, "


"Tapi teh "


Namun pintu langsung ditutup oleh Bella, Aisyah yang binggung hanya tersenyum pada pak Rey. " Aisyah dimana Bella "


"Teh Bella tidur paman, tadi tunggu paman tapi kayaknya kecapeaan jadi ketiduran "


"Begitu yah kasian dia pasti kecapeaan "


"Tuan maaf anak saya Bella tidur bagaimana tuan "


Adi langsung lesu, filingnya sudah sangat kuat kalau Bella ada disini, Bella istrinya ada dirumah ini "Baiklah tuan tak masalah mungkin lain kali kita bisa bertemu "

__ADS_1


"Baik tuan maaf sekali lagi, maaf telah mengecewakan tuan "


"Ya tak apa tuan, tak masalah, saya permisi pulang dulu"


"Baik tuan saya antar sampai kedepan "


Pak Rey segera mengantar Adi keluar dari rumah, dan Bella yang masih ada dikamar memegang dadanya dan terduduk di lantai sambil bersandar dipintu, Bella merasakan anak yang ada diperutnya bergerak tak karuan.


"Sayang, mamah tahu kamu ingin bertemu dengan Ayah kamu, tapi ini belum saatnya kamu bertemu dengan ayah mu, ingat mamah ini hanya istri kedua, mamah tidak mau kamu sampai dibawa oleh mereka mamah tidak mau "


Ketakutan terbesar Bella adalah kalau bertemu dengan suaminya Adi anaknya akan dibawa, anaknya akan diberikan pada kak Ziva dirinya tidak mau, dirinya tak akan pernah mau memberikan anaknya.


Dirinya tahu kalau mas Adi dan juga kak Ziva hanya ingin anaknya saja, jangan sampai perjuangan ayah Anggabaya sia sia, kenapa bisa papihnya bertemu dengan mas Adi, kenapa bisa.


**


Adi yang sudah ada didalam mobil melihat ponselnya anak buahnya yang sudah dirinya suruh untuk mengawasi Ziva menelfon ada apa.


"Kenapa "


"Tuan nyonya sudah membawa lagi seorang pria kerumah ini, dan orang itu orang yang sama "


"Baiklah tahan mereka biar aku habisi mereka jangan sampai mereka kabur, ingat taruhannya adalah nyawamu kalau kau sampai membuat mereka lepas "


"Baik tuan saya tak akan melepaskan mereka "


Adi langsung mematikan sambungan ya, sekarang saatnya untuk menghabisi wanita murahan itu dan juga selingkuhannya .


"Percepatan lah perjalanan kita sekarang, kita urus dulu perempuan murahan itu dan juga selingkuhannya baru kita fokus lagi untuk mencari Bella cepat "


"Baik tuan "


Adi kembali menatap ponselnya dan menatap wajah Bella yang selalu membuatnya rindu, dirinya tak jadi bertemu dengan anaknya pak Rey, apakah benar perempuan itu adalah istrinya.


Tapi pak Rey bilang Bella anaknya sudah mempunyai suami, tapi lubuk hati terdalamnya mengatakan Bella ada disana.


"Zack apakah kau yakin anak dari pak Rey adalah Bella istinya.


Zack yang ditanya seperti itu kaget " emm tapi tuan kata pak Rey, anaknya yang bernama Bella itu sudah mempunyai suami "


"Tapi wajah pak Rey begitu mirip dengan Bella istriku "


"Siapa tahu mirip saja tuan, nama Bella kan banyak "

__ADS_1


"Ya kau benar "


Adi menghembuskan nafasnya dengan kasar, harus kemana lagi dirinya mencari sang istri.


__ADS_2