Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 255 Munafik


__ADS_3

Aliya yang sudah melihat Ayu keluar dia menangis. Sungguh fotonya ada di sana, apa semua ini akan terbongkar. Tiba-tiba saja Casandra membisikan sesuatu pada Abigail.


"Kau tahu drama apa yang terjadi di sini, bukan film tadi tapi Aliya yang menangis sungguh drama yang mengharukan. Aku jadi ikut terharu "


Abigail tertawa dan teman-teman yang lain yang mendengarnya juga tertawa. Aliya langsung menghapus air matanya dan menatap Cassandra.


"Apa kau bilang drama, air mataku drama hah, jangan sampai ada yang membagikan foto ini atau membagikan video ini. Jika sampai itu terjadi aku akan memberikan pelajaran pada kalian semua ingat itu"


"Lebih baik sekarang kalian semua keluar dari sini dan jangan pernah ikut campur lagi tentang masalahku, keluar kalian semua dasar ular "


Semua orang langsung keluar, termasuk teman-teman Aliya juga, Andaru langsung mencengkram tangan Aliya "Kau sudah sangat keterlaluan Aliya, seharusnya kau tidak seperti ini menangis dan membuat orang lain curiga dengan tindakan ini"


"Aku tidak peduli Andaru, aku tidak peduli. Aku tidak suka foto ku ada disana. Apalagi foto kau dan juga Ayu "


"Terserah kau saja ah "


Andaru dan Aksa segera keluar. Aliya di dalam teater itu mengamuk, melempar tasnya dan ingin mengejar Andaru tapi Galang yang ada di sana langsung mencegahnya.


"Jangan seperti itu, kau harus menenangkan dirimu dulu"


"Ini tidak bisa dibiarkan, dia sudah tidak menurut lagi padaku Galang, dia sudah berubah. Kau kan yang telah memajang foto ini di video terakhir"


"Mana ada, aku kan bersamamu. Mana mungkin aku menghianatimu dan mana mungkin aku menyebarkan foto-foto ini"


"Lalu kalau bukan dirimu siapa, kau kan yang hanya punya foto itu"


"Aku seharian denganmu. Mana mungkin aku bisa pergi darimu dan mana mungkin aku bisa mengirim foto itu pada Ayu, tidak mungkin kan sedangkan aku saja tidak mempunyai nomor Ayu. Sudah ayo kita pulang saja kau hanya perlu percaya padaku aku tidak mungkin melakukan itu. Aku tidak mungkin membuatmu sakit hati dan dipermalukan oleh teman-teman sendiri"

__ADS_1


Aliya diam dia duduk dan menutup wajahnya. Sungguh dirinya begitu sial sudah masalah di rumah, ditambah masalah sekolah makin pusing saja kepalanya ini.


...----------------...


Ayu yang berhasil mengejar Sinta segera berjongkok dan memegang tangan Sinta "Maafkan aku karena telah berkata seperti itu, sungguh aku tidak bermaksud untuk mengatakan itu"


"Tidak bermaksud untuk mengatakan itu, kau mempermalukanku di depan teman-temanmu. Aku seperti terejek dengan kau menunjukku dan mengatakan kalau aku lumpuh yang tidak berguna, aku malu Ayu saat kau melakukan itu aku sangat malu sekali. Kenapa kau melakukan itu Ayu kenapa"


"Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku melakukan ini untukmu aku ingin menangkap orang itu"


"Ya aku tahu setiap yang kau lakukan untukku, setiap yang kau lakukan hanya untuk diriku saja. Bahkan kau mencium Andaru pun untukku kan iya hah. Kau mewakili aku untuk mencium Andaru "


"Tidak seperti itu, kau salah sangka aku bisa menjelaskan semuanya. Kenapa kau tidak bisa mendengarkan penjelasanku. Kenapa kau harus terbawa emosi dulu sebelum mendengar penjelasanku"


"Dengan aku melihat foto itu, aku sudah mengerti tanpa kau harus menjelaskannya. Kau sudah mempermalukan aku di sekolah ini dan kau juga sudah mengecewakan aku kembali Ayu, sudah awas menyingkir jangan halangi jalanku"


Budi mencoba untuk membantu Ayu bangkit tapi terdahulu oleh Andaru.


"Ayo ikut aku, kita selesaikan semua masalah ini kau ingin tahu kan siapa pelakunya"


"Tidak, aku tidak mau lepaskan tanganku aku harus mengejar Sinta "


"Ayo ikut aku dulu"


Ayu ditarik oleh Andaru, Aksa dia berlari keluar entah akan melakukan apa. Budi yang bingung harus mengikuti yang mana akhirnya mengikuti Ayu saja, dia juga berlari dengan cepat.


Aksa langsung menghalangi jalan Sinta, lalu menatapnya dengan sangat benci dengan kebencian yang begitu dalam.

__ADS_1


"Hei kau wanita tidak tahu diri. Ayu itu membantumu untuk mendapatkan bukti tapi balasannya apa, kau sama sekali tidak memberikan balasan yang sepadan pada Ayu. Kau malah memperlakukan Ayu seperti itu. Kau mendorongnya. Siapa kau sampai berani melakukan itu pada Ayu "


Sinta masih diam menatap laki-laki itu, ini kan Andaru kenapa dia marah-marah padanya dan tidak mengenalnya "Jangan diam saja, kau tadi berani menghina Ayu mencaci maki Ayu, tapi di hadapanku kau diam saja. Aku tidak habis pikir orang yang selama ini Ayu bangga-banggakan selalu dia bela ternyata begini. Bahkan dia mencari orang yang telah membuatmu lumpuh di sini dengan susah payah, tapi pada akhirnya tidak dihargai sama sekali olehmu"


"Mungkin kau tidak tahu seberapa banyak perjuangan Ayu yang dilakukan di sini, dia sampai di bully di sini gara-gara hanya untuk mencari bukti tabrak lari itu, tapi balasanmu melah seperti ini, kau malah meremehkan apa yang Ayu lakukan. Kalau aku jadi Ayu aku tidak akan pernah mencari siapa pelaku itu dan aku akan membiarkan dirimu seperti ini. Dasar perempuan lumpuh tidak tahu diri, kau hanya angkuh dan tidak menghargai pengorbanan seorang teman. Sungguh Ayu memiliki teman yang begitu egois dan tidak tahu diri seperti ini"


Setelah mengatakan semua unek-uneknya Aksa segera pergi. Sinta masih diam masih menatap laki-laki itu, tapi Sinta kembali tersadar saat melihat tangan Ayu ditarik oleh laki-laki yang sama yang tadi memarahinya, tapi beda orang.


Karena orang yang tadi memarahinya sudah pergi dengan mobil yang lain dan Ayu pergi bersama Andaru, apakah Andaru ada dua dirinya baru ingat kalau Andaru punya kembaran.


Mungkin saja yang tadi marah padanya adalah kembaran Andaru dan sekarang Andaru membawa Ayu pergi, di hadapan dirinya menaiki mobil mewah itu dan menghiraukannya.


Selicik itu Kak Ayu sampai-sampai merebut laki-laki pujaannya. Dasar Ayu munafik tidak tahu diri dan hanya bisa menusuknya dari belakang.


"Ayo Aina, aku mau pulang ayo cepat aku tidak mau di sini"


"Danu pesankan taksi dulu"


Danu menganggukkan kepalanya dia mencari taksi dan Budi juga baru ada di hadapan mereka "Ayu mana dia dibawa ke mana oleh Andaru, ya ampun aku kehilang Ayu "


"Ayu sudah pergi bersama Andaru "jawab Aina


"Aku takut terjadi sesuatu pada Ayu"


"Diamlah Budi, jika kau takut terjadi sesuatu pada Ayu maka kau susul dia cari dia. Dia teman baikmu kan maka cari dia sampai ketemu. Aku muak mendengar nama Ayu Ayu Ayu. Semua orang selalu saja membela perempuan munafik itu, semua orang hanya peduli pada dia kau tahu kan dia adalah perebut pacar orang seperti yang dikatakan oleh Aliya tadi, tapi kau malah terus saja mengejarnya dan membelanya maka sekarang carilah dia sampai ketemu, perempuan munafik itu akan selalu seperti itu dan tidak akan pernah berubah"


Budi, Aina dan Danu diam mendengar kata-kata pedas dari Sinta. Budi lalu menggelengkan kepalanya "Apakah ini Sinta yang aku kenal. Kenapa kau seperti membenci Ayu. Apa karena Andaru kau mencintai Andaru. Apa karena laki-laki saja kau berubah seperti ini pada Ayu. Apa karena laki-laki saja Sinta " teriak Budi.

__ADS_1


Sinta tidak menjawab, saat ada taksi dia langsung menggerakkan kursi rodanya dan mengajak Aina serta Danu untuk segera pergi dari sini, dirinya sudah sangat muak dan ingin pulang.


__ADS_2