Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 142 Ketahuan


__ADS_3

Adi memasang kancing kemejanya dan dirinya merasakan ada tangan yang memeluknya dengan erat, meskipun terhalang oleh perut besarnya.


Adi membalikan badannya dan mengecup beberapa kali bibir ranum yang merekah itu, bahkan Adi sempat memasukan lidahnya kedalam mulut sang istri yang begitu membuatnya candu.


Adi menyudahi ciuman itu dan menggenggam kedua pipi chubby sang istri " kenapa kau bangun sayang apakah aku menganggu tidur mu "


"Tidak sama sekali, aku hanya ingin memeluk mu saja aku bangun sendiri mau kemana kau sudah rapi, baru juga kemari pulang dari rumah sakit sekarang sudah siap siap pakai kemeja rapih seperti ini "


"Ada sesuatu yang harus aku urus sayang "


"Apa itu kau seharusnya banyak beristirahat bukannya bepergian seperti ini "


"Ada sesuatu yang mendesak sayang, kau bisa berenang atau melakukan apapun sayang, aku hanya akan sebentar"


"Kita tak akan pulang kerumah kemarin yang baru saja kita tempati beberapa hari "


"Tidak kita disini saja sayang, kita pulang kerumah kita saja yang sesungguhnya seperti akan lebih aman disini "


"Kau ini ya pindah sini pindah sana, awas saja nanti kalau berubah tempat lagi "


Bella melepaskan pelukannya dan memanyunkan bibirnya "kenapa kau betah disana, apakah kau mau aku membangun rumah disana"

__ADS_1


"Tidak, hanya enak saja disana suasananya dan banyak sekali pepohonan buah buahan "


"Akan aku tanam disini sayang"


"Benarkah "


Bella langsung tersenyum dan mengalungkan tangannya pada leher suaminya " aku akan menanamnya untuk mu sayang, saat panen kau harus memakan semuanya "


"Siap aku akan memakan semuanya "


Adi mengusap bibir istrinya yang sedang tersenyum, alangkah indah cintaan mu Tuhan.


"Dia yang telah berani menusuk ku laki laki ini "


"Iya tuan dia yang telah menusuknya "


Adi mengelilingi tubuh laki laki itu dan memegang pundaknya lalu menatap wajah laki laki itu dengan intens.


"Kau ada masalah denganku "


Laki laki itu malah tertawa sambil menatap Adi dengan horor " pantasan kau gila ternyata "

__ADS_1


"Kau adalah laki laki yang harus mati, kau tak pantas hidup kau biadab, kau laki laki biadab , seharusnya aku lebih dalam lagi menusuk mu, kau adalah laki laki sialan"


Adi mengusap dagunya sendiri melihat lihat wajah laki laki yang duduk dan ditali ini, apakah dirinya mengenal laki laki ini, tapi rasanya dirinya tak mengenal laki laki ini.


"Cwih aku jamin perempuan yang sekarang menjadi istrimu akan mati olehku " teriak laki laki itu sambil meludah.


Adi yang kesal karena laki laki ini membawa bawa istrinya segera mengayunkan tangannya dan memukulnya, laki laki itu malah tertawa lagi, dia seperti tak merasakan sakit sama sekali. Dia malah meledek Adi.


"Kau lemah ini sama sekali tak sakit ini sama sekali tak terasa kau adalah laki laki lemah, baru saja aku tusuk kau sudah seperti itu koma "


Adi mengambil balok yang ada didekatnya dan memukulkan beberapa kali kelelaki itu, wajahnya sudah babak belur, tapi laki laki malah makin tertawa terbahak bahak Adi menatap kearah Zack.


"Bawa gergaji besi akan aku bunuh dia "


"Baik tuan "


"Kau begitu bodoh Adi, aku tak akan pernah mudah untuk kau bunuh, kau laki laki tak berguna "


"Diam kau sialan aku tidak suka suaramu "


Adi Kembali memukul laki laki itu, lalu mengores tangannya mengunakan pisau yang dia bawa.

__ADS_1


__ADS_2