Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 265 Dibawa


__ADS_3

"Ayu bangun "


"Ist kamu nakutin aja Bagas, kenapa kamu bisa masuk bukannya mamah udah kunci pintu "


"Ah ga usah mikirin itu, yang terpenting kita kabur kamu udah sadarkan atau perlu aku ceritain siapa kamu"


"Ga usah aku udah tahu aku ini siapa, gimana caranya kita kabur sedangkan pintu aja dikunci satu lagi jendela juga ga dikasih cela "


"Tara " Bagas memperlihatkan kunci pada Cempaka.


"Kok bisa sih "


"Bisa dong, Bagas gitu ayo kita harus kabur dari sini. Kita harus cepet-cepet pergi "


Bagas segera pergi ke arah pintu dan membuka kuncinya. Dengan perlahan Cempaka juga mengikuti dari belakang. Mereka berdua mengendap-ngendap untuk pergi dari tempat ini semoga saja bisa.


"Bagas emang mama udah tidur ya"


"Biasanya bibi jam segini udah tidur, ga mungkin masih bangun. Aku juga tadi kasih obat tidur sih di makanannya"


"Yakin mempan"


"Ga tahu udah yuk ah"


Tangan Cempaka ditarik oleh Bagas. Mereka mengendap-ngendap untuk keluar dari dalam rumah ini semuanya gelap.Rumah ini sangat gelap sekali bahkan sesekali mereka tersandung karena saking gelapnya.Rumah ini sangat besar.


"Di mana jalan keluarnya"


"Di mana ya itu kali ya, ini gelap banget cari lampu cari lampu"


Saat Bagas menyalakan lampu dia langsung kaget karena di depannya sudah ada Dania.


"Mau kamu bawa pergi ke mana Ayu, jangan macam-macam Bagas "


"Bibi aku mau bawa Ayu jalan-jalan sekitar sini, kasihan kan Ayu jam segini udah tidur"


"Masuk kamar Ayu "


"Cuman sebentar keliling-keliling sini aja tak akan jauh-jauh juga. Ayu juga nanti pulang lagi bi, ga akan lama kok. Emangnya bibi ga percaya sama Bagas"

__ADS_1


"Engga aku engga percaya sama kamu, bawa Ayu ke kamar lagi cepat "


Bagas menatap Cempaka sambil mengedipkan sebelah matanya ,dengan cepat Bagas langsung memeluk Dania "Lari Cempaka cepat lari, kabur sejauh-jauhnya cepat "


Dengan cepat Cempaka lari terbirit-birit dia tak peduli tadi sampai terjatuh, tapi yang terpenting sekarang adalah dia keluar dari rumah ini.


"Lepaskan Bagas lepaskan"


"Sudahlah Bi jangan terus kurung anak itu, Cempaka itu anak orang lain. Kasih aja ke orang tuanya. Dia juga pengen tahu pasti siapa orang tuanya bi "


"Ga ya, ga bisa gitu. Ayu akan tetap menjadi anakku sampai kapanpun Ayu adalah anakku tak boleh ada yang mengambil Ayu "


Dada Bagas di sikut dengan kuat oleh Dania dan pelukan itu langsung terlepas. Dania langsung berlari mengejar Ayu yang sudah jauh. Sekarang Cempaka sudah berlari ke jalan tapi Cempaka yang memang tidak tahu daerah sini kebingungan harus lari kemana.


"Harus ke mana ngumpet dulu di mana ya"


Cempaka lari ke kandang kambing dan dia berjongkok di sana. Semoga saja tidak ketemu. Tapi disini begitu bau Cempaka menutup hidungnya.


"Keluar Ayu, jangan membuat marah Mamah. Ayo cepat keluar kamu ingin Mama marah seperti dulu, ayo cepat kamu bukannya mau mamah berubah kan. Mamah udah berubah buat kamu ayo cepat keluar Ayu "


"Mama sayang sama kamu Ayu. Jangan tinggalin Mama, cepet sayang keluar ayo kita pulang ke rumah yang dulu kalau kamu ga betah di sini, kita pulang ya. Kamu boleh sekolah lagi ayo cepat ayo kita pulang jangan ngumpet Ayu "


Cempaka mencoba untuk mundur dan pergi dari sini, tapi malah menginjak sesuatu ada sebuah ranting di sana. Cempaka langsung keluar dari kandang kambing itu dan berlari, akhirnya sekarang mereka saling kejar mengejar.


"Ayu kembali kesini, kamu ya dasar anak sialan kemari kamu "


"Ga mau, aku ga mau mamah jahat"


"Ayu kembali Ayu"


Bruk "Aduh pantatku sakit "


"Ayu "


"Aksa kamu disini "


"Udah ayo bangun dulu "


Cempaka dibantu bangun oleh Aksa, di belakang juga sudah ada Adi dan juga anak buah hati yang lain. Dania hanya bisa diam menatap orang-orang itu.

__ADS_1


"Ayu ayo kembalilah, Mamah di sini. Kamu mau ikut sama orang jahat itu jangan Ayu, selama ini Mamah ga pernah jahat sama kamu, ayo Ayu sini pulang. Kamu mau sekolah dimana pun mamah turutin ayo sayang kemari sini peluk mamah "


"Sudahi sandiwara ini Dania, kau sudah menculik anakku. Selama ini ternyata orang terdekatku yang telah menculik anakku sendiri"


"Apa, memangnya apa yang aku lakukan. Sandiwara apa aku tidak menculik anakmu. Ayu adalah anakku bukan anakmu Adi. Ayu ayo kembali sama mama kita pulang . Ayo cepet mereka itu orang jahat emang kamu mau nanti disakitin sama mereka ayo pulang kita pulang sayang "


"Cempaka sudah tahu semuanya mah. Mama jangan kayak gini lagi Cempaka juga pengen pulang ke keluarga Cempaka tolong biarin Cempaka pulang Mah"


"Ayu kamu itu bukan Cempaka kamu itu Ayu. Jangan gegabah ayo pulang kita pulang ya jangan bikin Mama sakit hati. Ayu Mama ga akan bisa hidup tanpa kamu ayo kita pulang "


"Cempaka pasti akan temuin Mama, tapi Cempaka ga bisa kalau terus tinggal sama mama. Cempaka harus ketemu dulu sama keluarga Cempaka. Cempaka pasti akan terus tengokin Mama kok, Cempaka juga akan setiap hari tengok mama, Cempaka janji mah "


"Ga Mama ga mau, kamu sadar kamu itu udah di pengaruh sama mereka. Ayo pulang sayang pulang"teriak Dania


"Sudah lah Dania kamu jangan bersandiwara lagi, dia adalah anakku, jangan buat aku marah"


"Tidak dia bukan anakku "


Adi maju dan menodongkan pistol kepada Dania "Silahkan kau bunuh aku, aku tidak peduli asalkan Ayu ada bersamaku"


"Baiklah jika itu keinginan mu, tapi sebelumnya aku akan menyiksamu seperti kau dulu menyiksa Cempaka"


"Ayu kembali sama mamah "


Adi sudah membawa pemukul dan akan mengayunkannya pada Dania, tapi Cempaka langsung memeluk Dania.


"Tolong jangan sakitin Mama aku, aku minta tolong padamu Tuan jangan sakiti mamahku "


"Dia bukan Mama mu Cempaka, mamah mu ada di rumah dia selalu menunggu kepulangan mu, mamamu selalu menangis setiap hari di belakangku hanya menangisi dirimu, tapi kau malah menganggap penjahat ini sebagai mamamu"


Cempaka menangis, dia bangkit dan menatap Adi dengan wajah yang sedih "Tapi tetap saja dia juga mamaku, tolong jangan sakiti mamahku. Aku tidak bisa melihat mamahku disakiti seperti itu. Maafkan mamahku "


"Bawa Cempaka pulang, dan bawa perempuan ini juga sekarang juga "


"Ayu tolong mamah Ayu, tolong mamah Ayu"


Cempaka sudah dibawa paksa oleh beberapa anak buah dari Adi "Mamah, mamah tolong jangan apa-apakan mamahku, tolong jangan lukai mamahku. Aku tidak akan memaafkan kalian kalau sampai melukai mamahku "


Bagaimanapun Cempaka sangat menyayangi mamanya, meskipun dia hanya Mama asuhnya meskipun dirinya dulu diculik olehnya, tapi selama ini dirinya diurus dengan baik dan tidak pernah disakiti lagi.

__ADS_1


Dia sudah menjadi Mama yang baik dan juga mama yang sangat penyayang untuknya. Bahkan dia rela bekerja hanya untuknya saja. Hanya untuk mencukupi keperluanku saja.


__ADS_2