
Zack yang melihat perubahan tuannya mengerutkan keningnya tak bisa nya tuanya tertawa terbahak bahak seperti ini karena seorang wanita, dirinya tak menyangka perempuan yang dirinya tabrak ada calon istri kedua tuannya.
Tiba tiba dirinya ingat saat tuanya marah mengetahui kalau perempuan itu menghilang.
flashback on
Zack yang baru saja sampai disebuah ruangan dikagetkan dengan teriakan tuannya "Tuan ada apa "
"Perempuan siapa tuan "
"Cari dia Zack dia pasti belum jauh dia memakai pakaian rumah sakit dengan wajah yang pucat "
"Apa perempuan yang tadi " gumam Zack
"Cepat Zack tunggu apa lagi "
"Baik tuan "
Zack segera berlari di ikuti oleh Adi juga, dia begitu murka dengan Bella, saat Zack menemukan perempuan itu langsung berlari dengan cepat namun kalah cepat dengan tuanya.
Tuanya sudah membekap perempuan itu memakai saputangan yang pastinya sudah diberi bius, dan tuanya dengan cepat membawa perempuan itu keluar rumah sakit, dirinya dengan masih binggung mengikutinya dan diperintahkan untuk membuka pintu.
Dan sekarang sudahlah selesai kebingungannya dan penasarannya sudah terjawab.
flashback of
***
"Sekarang kau akan ke mana Ziva "
__ADS_1
"Aku sepertinya akan pulang saja, untuk apa aku pergi keluar aku ingin bersama suamiku"
"Apakah kau tidak mau bersenang-senang denganku"
"Bukannya begitu aku ingin lebih dekat dengan suamiku agar dia tidak terlalu berpaling pada perempuan itu, memang aku yang mengizinkannya tapi aku pun takut"
"Laki-laki banyak di dunia ini bukan Adi saja bahkan yang berkecimpung di dunia hitam pun bukan Adi saja banyak, kau bisa mendapatkan laki-laki itu dengan gampang dengan wajahmu yang cantik jangan terpaku oleh satu laki-laki. Aku sudah bilang kan saat Adi menikah dengan perempuan itu maka kau bebas untuk berselingkuh dengan siapa saja karena dia pun menikahi perempuan lain kan"
"Tapi aku yang menyuruhnya untuk menikah dengan perempuan itu bukan keinginan Adi, aku yang sudah menyuruhnya "
"Ya tetap saja kau pun terpaksakan menikahkan Adi dengan perempuan itu, karena paksaan dari mertuamu yang selalu saja cerewet menanyakan kapan kau hamil kapan kau punya anak dan yang lain-lainnya, aku tahu kau dikekang oleh ayah mertuamu untuk mendapatkan keturunan"
"Ya itu adalah sebuah alasannya tapi tetap saja aku tidak bisa melepaskan Adi begitu saja, makanya aku mengambil keputusan ini, keputusan yang sangat besar untukku untuk kehidupanku aku ingin mempunyai keturunan dari Adi sendiri darah dagingnya"
"Hemm terserah kau saja "
Ziva tidak menjawab lagi dia membuka ponselnya dan ada sebuah pesan dari ayah mertuanya, huff rasanya engan untuk membukanya tapi bagaimana lagi harus dirinya buka.
datang ke rumah utama sekarang juga saya ingin berbicara denganmu
Ziva menghembuskan nafasnya pasti pembahasan tentang anak lagi dan anak lagi, baiklah kita hadapi dia, kita hadapi laki laki tua itu.
"Aku turun saja di sini Zea terima kasih atas tumpangannya"
"Kau yakin tidak akan aku antarkan sampai rumah aku takutnya kau kenapa-napa"
"Aku baik-baik saja ayah mertuaku memintaku untuk datang ke rumah utama maka aku harus datang ke sana, maafkan aku, aku harus pergi hati-hati kau dijalan"
"Baiklah hati hati juga kau "
__ADS_1
"Ya "
Ziva membuka pintu dan keluar dari mobil dia memberhentikan sebuah taksi dan segera pergi ke rumah utama untuk menemui ayah mertuanya yang cerewet dan tak tau diri.
Selama di dalam mobil Ziva begitu gelisah akan kata-kata apalagi yang Ayahnya berikan padanya, bahkan saat itu dirinya datang bersama Adi ke rumah ayah mertuanya namun Adi sama sekali tidak membelanya ya maksudnya setidaknya jangan membentaknya membelanya saat ayahnya seperti itu, dirinya ini istrinya tapi Adi begitu acuh padanya.
Saat awal dirinya menikah dengan Adi memang Adi sangat cuek pada dirinya, tapi karena ayahnya yang terus datang ke rumah selalu menceramahi Adi lambat laun Adi mulai mendekatinya dan baik padanya.
lalu saat Adi tahu dirinya tidak perawan Adi juga menerimanya awalnya dirinya takut tapi mau bagaimana lagi dirinya sudah memberikan keperawanannya pada pacarnya, sebelum bersama Adi dirinya mempunyai pacar dan harus memutuskannya karena harus menikah dengan Adi.
Laki-laki itu sebenarnya tidak mau diputuskan tapi aku tidak mau menentang kedua orang tuaku, dia ingin aku menikah dengan Adi maka aku harus menikah dengannya aku tidak mungkin tidak menikah dengan Adi, bisa saja ayahku dalam bahaya. Karena waktu itu ayahku begitu memaksa dengan wajah yang begitu ketakutan.
Ayahku dan juga ayahnya Adi mereka bersahabat dan terjadilah pertunangan ini pernikahan ini semuanya terjadi dengan cepat dan pernikahannya sekarang sudah genap 7 tahun, tapi kami belum dikarunia anak juga umurnya sudah tidak muda lagi umurku sudah 32 tahun sedangkan Adi sendiri dia sudah 32 tahun sama sepertiku.
Kami seumuran, umur kami memang sangat tua dan sekarang kalau dihitung-hitung Adi dan Bella begitu jauh Adi yang 32 tahun dan Bella yang 17 tahun selisihnya begitu banyak dan jauh sekali.
Saat itu, pertama kali ayah mertuaku marah-marah padaku karena tidak memberikan sebuah keturunan juga, aku langsung pergi ke rumah sakit dan mengecek semua kesehatanku ternyata dirinya mandul dan tidak bisa mempunyai anak.
Saat itu juga aku berbicara pada Adi, dia juga begitu terpukul atas apa yang aku beritahu padanya, apalagi aku kan yang mengalaminya, tapi tiba-tiba aku berpikir kalau Adi sepertinya harus menikah saja dengan sahabatku Zea agar kami mempunyai keturunan.
Tapi Adi menolaknya dengan mentah-mentah dia tidak mau bersama Zea, lalu tiba-tiba ada seorang wanita yang menjual Bella pada suaminya, sebenarnya ada perempuan yang dijual pada Adi juga waktu itu dan Adi membeli dua-duanya dan entah kenapa saat pertama kali Bella datang Adi sudah mengistimewakan dia.
Dengan memberikan dia kamar dan ya lainnya, sedangkan dengan perempuan yang satu lagi hanya disimpan di ruangan bawah tanah sangat berbeda sekali kan memang kadang-kadang Adi selalu membeli budak untuk dia pekerjakan itulah kebiasaan Adi untuk menambah kekuatannya di dunia hitam.
Aku yang sudah sampai di depan rumah utama segera turun sebelum aku menghadapi ayah mertuaku, aku menyemangati diriku sendiri untuk bisa kuat dan mendengarkan ocehan ayah mertuaku.
Ayah mertuaku belum tahu tentang aku yang mandul karena Adi tidak mau memberitahunya, takut-takut ayahnya akan melakukan sesuatu padaku memang Adi sekarang sedikit cuek saat mengetahui aku mandul.
Tapi perhatiannya masih ada tapi tidak seperti dulu sebenarnya makin berubah saat kedatangan Bella, kedatangan perempuan itu sangat menganggu rumah tangganya.
__ADS_1
Apakah aku pantas menyebut Bella perebut suami orang, apakah aku pantas menyebutnya sebagai pelakor ?