
"Wah makanannya banyak sekali, ada kue, ada daging, ada sayur, ada jus dan banyak lagi, apakah akan ada sebuah perayaan "tanya Andaru
"Tidak ada Andaru, memang setiap hari makanan selalu banyak, di dapur memasak bukan hanya untuk kita saja tapi untuk yang lainnya cepat makan dan setelah itu belajar. Kalian bertiga harus belajar"
"Kenapa Tante Sera sekarang cerewet seperti mamah, Mama sedang jalan-jalan tante Sera yang cerewet,huf Tante Sera jangan ikut-ikutan menjadi mamah " protes Cempaka.
"Sudah ayo cepat makan kalian ini ya susah sekali dibilangin"
"Baik Tante Sera " jawab Aksa dengan patuh.
Tiba-tiba saja Andaru memikirkan sesuatu yang sepertinya akan membuat meja makan ini heboh, mumpung ayah dan Mama nggak ada kan bisa-bisa dirinya membuat masalah yang besar, pasti tidak akan ada yang mengganggu mama dan ayah.
Andaru mengambil satu potong kue dan melemparkannya kearah Cempaka " ayo kita perang" teriak Andaru dengan menggelegar.
"Ayo perang " .
Cempaka bukannya marah pada sang kakak, dia malah ikut-ikutan dan melempari kue itu ke arah Aksa lalu ke arah Sera. Zack yang baru saja datang juga terlempari.
Aksa yang diam saja akhirnya ikut-ikutan melakukan itu, dia melemparkan segala hal macam yang ada di meja makan sampai-sampai Sera yang baru saja melahap makanannya terkena lemparan kue lagi, tepat sekali ke arah wajahnya yang cantik ini.
__ADS_1
Anak-anak bukannya menyudahinya, saat melihat wajah Sera yang belepotan mereka malah tertawa dan melakukan kembali aksi mereka dengan melempar kue-kue yang ada di sana, baru saja kue itu matang tapi mereka sudah menghancurkannya dengan sekejap.
"Ada apa ini kenapa rumah berantakan seperti ini" tiba-tiba ada suara lain.
Anak-anak langsung berhenti dan menatap ke arah sosok laki-laki yang tadi berteriak dengan sangat keras. Cempaka yang melihat siapa laki-laki itu langsung berlari dan memeluk kakinya dengan erat. Karena memang Cempaka belum sejajar dengan laki-laki itu.
"Paman datang kemari kenapa tidak menelpon dulu"
"Siapa yang menyuruh kalian untuk mengacau seperti ini. Apakah kalian tidak tahu di luaran sana masih banyak orang yang membutuhkan makanan. Sedangkan kalian yang dilimpahkan oleh makanan sebanyak ini malah dipermainkan dengan sedemikian rupa, membuang-buang bahan makanan juga, makanan yang sudah jadi. Apakah kalian tidak bisa menghargai orang yang telah memasak yang telah capek-capek menyiapkan semua ini untuk kalian, kenapa kalian lakukan ini siapa yang lebih dulu melakukan kekacauan ini? " teriak Rizky yang baru saja sampai.
Rizky sampai tidak menjawab kata-kata dari Cempaka, karena dia marah melihat ruang makan yang begitu hancur makanan berserakan di mana-mana, kue, sayur daging semuanya berantakan di mana-mana. Tak ada yang tersisa seharusnya ini dimakan bukan dilempar seperti ini.
Andaru langsung mengangkat tangannya, Aksa yang melihat kakaknya mengangkat tangannya dia juga ikut, lalu Cempaka yang masih memegang kaki Rizki juga ikut angkat tangan.
"Kenapa seperti itu Paman, Mama tidak pernah menghukum kami bertiga. Kenapa Paman berani-beraninya menghukum kami bertiga. Memangnya salah membuang makanan seperti ini, ini makanan kami , ayah kami yang membeli. Lalu kenapa Paman ikut campur. Seharusnya Paman tidak usah ikut campur" marah Andaru
"Bereskan sekarang dan besok aku akan membawa kalian ke tempat orang-orang yang sangat membutuhkan, cepat bereskan semuanya sekarang juga meskipun mamah kalian tidak pernah menghukum kalian, tapi, dia sekarang tidak ada maka aku yang akan melakukan itu. Aku akan memberikan pelajaran pada kalian bertiga jangan semena mena seperti ini, banyak di luar sana yang membutuhkan makanan kalian ini ya, aku akan membuat kalian belajar bagaimana menghargai makanan, bagaimana menghargai orang "
"Cepat kerjakan dan tak boleh ada yang membantah lagi, apalagi kau Andaru kau harus lebih banyak lagi belajar. Kau itu pintar di sekolah tapi kau juga jangan terlihat bodoh di luaran sana ayo cepat bereskan semuanya"
__ADS_1
Rizki langsung pergi meninggalkan anak-anak nakal ini, sungguh ya mereka bertiga ini membuat kesal saja, mereka tak pernah membuatnya tenang.
...----------------...
"Ayo kita beres-beres jangan membuat Paman Rizki marah-marah lagi, Paman Rizki hanya memberi kita waktu 1 jam untuk membereskan kekacauan ini semua" ucap Aksa yang memang sangat merasa bersalah.
Aksa merasa bersalah sekarang, tadi mendengar kata-kata dari Paman Rizki benar juga banyak di luar sana yang membutuhkan makanan, saat dirinya dijemput oleh Paman Zack dirinya selalu melihat anak-anak yang mengamen dan meminta-minta.
Dirinya sangat beruntung bersama saudara-saudaranya bisa dilahirkan di keluarga yang serba ada, tapi mereka malah menghambur-hamburkan semua makanan seperti tadi.
"Tidak, aku tidak mau beres-beres kalian saja yang beres-beres aku tidak akan mau diperintah oleh Paman Rizki kalau mamah yang memintanya maka aku akan melakukan itu semua, bukan mamah kan yang memerintahnya maka aku tidak akan melakukannya. Silakan saja kalian beres-beres aku lebih baik dihukum lebih berat lagi daripada harus membereskan semua ini, aku tidak sudi .emangnya aku ini pelayan sampai-sampai harus membereskan kekacauan ini, untuk apa kita mempunyai pelayanan kalau masih kita yang membereskan semua masalah ini. Pelayan itu dibayar oleh mamah dan ayah untuk melayani kita bukan malah kita yang dihukum seperti ini. Paman Rizki itu bukan siapa-siapa kita dia hanya orang asing"
Andaru langsung berlari meninggalkan adik-adiknya dirinya tidak mau melakukan apa yang disuruh oleh Rizki. Cempaka dan juga Aksa saling pandang.
"Jadi bagaimana Aksa. Apakah kita yang akan membereskan semua ini, apakah kita mampu membereskan semua ini"
"Ya sudah kita bereskan saja Andaru tidak mau kan, kalau kita tidak membereskan semua ini siapa lagi yang akan membereskannya, kasihan juga pelayan-pelayan di sini kan, mereka juga kelelahan seharusnya mereka sudah beristirahat dan seharusnya juga kita tidak membuat onar seperti ini ayo Cempaka kita bereskan saja berdua"
"Baiklah Aksa aku setuju dengan apa yang kau usulkan itu, lebih baik kita saja yang membereskan karena Andaru sampai kapanpun tidak akan mau membereskan semua ini"
__ADS_1
Aksa menganggukan kepalanya dan mereka memulai membereskan semuanya, Zack dan juga Sera yang masih ada di sana melihat kedewasaan diantara Aksa dan juga Cempaka.
Tapi, tidak pada Andaru yang keras kepala sepertinya Andaru akan tumbuh menjadi laki-laki angkuh dan arogan serta tidak mau diatur seperti Tuan Adi dulu, Andaru akan menjiplak ayahnya yang dulu. Sedangkan Aksa akan menjiplak ayahnya yang sekarang, untuk Cempaka sepertinya dia seperti Nyonya cerewet, pemberani dan juga tidak mau kalah.