
"Kita mau nonton film apa nih Cempaka hari Minggu nih, ada film yang seru ga ya "
"Apa ya Bianca, aku bingung nonton apa ya hantu boleh kali ya, ga ga deh apa ya kok jadi bingung ya SpongeBob aja deh"
Bianca langsung menepuk tangan Cempaka "Dari film hantu malah jatuh ke SpongeBob"
"Aku bingung mau nonton apa kalau pagi-pagi gini yang kepikiran cuma Spongebob aja "
Cempaka memeluk Bianca dari samping, akhirnya mereka hanya nonton SpongeBob saja sedangkan Aksa dia sedang berkutat di dapur. Sudah biasa dia seperti itu kalau hari Minggu , dia akan menghabiskan waktu di dapur dengan memasak berbagai macam makanan dan camilan.
"Ini untuk menemani kalian nonton ya, baru aku angkat masih panas awas melepuh "
Aksa memberikan kue yang baru saja dia buat dan juga teh hangat. Sebenarnya masih banyak yang Aksa buat tapi ini salah satunya dulu yang pertama jadi.
"Ya ampun perhatian banget si Aksa ,bikinin kita kue dan juga teh kayak gini pagi-pagi"jawab Bianca dengan riang sambil mengambil tehnya.
"Iya dong nonton apa kok nonton SpongeBob sih, ga ada yang lain gitu "
"Bingung mau nonton apa"
Bel rumah tiba-tiba berbunyi dan ada orang yang masuk. Bianca dan juga Cempaka penasaran siapa yang datang, mereka hanya melongok sedikit lalu kembali fokus menonton film SpongeBob mereka.
Sedangkan Aksa pergi melihat tamunya siapa "Tuan maaf ada tamu Nona Aliya dan temannya katanya Sinta yang ingin bertemu dengan tuan Andaru"
"Mau apa Aliya kemari pagi-pagi, ini waktunya keluarga berkumpul bukannya pagi-pagi bertamu tidak menerima tamu, pulang sana"
"Mau bertemu tante Bella ini aku mau mengembalikan mobil Andaru yang kemarin mogok. Aku sudah memperbaiki semuanya. Biasanya juga aku sering datang ke sini pagi-pagi, tidak ada masalah sekarang kenapa kamu mempermasalahkan semuanya"
Andaru yang baru bangun dan turun menatap Aliya yang datang dengan Sinta, dia mengerutkan keningnya kalau tahu seperti ini dirinya tidak akan turun ke lantai bawah. Mending dikamar saja sampai mereka pergi.
"Andaru"Aliya melambaikan tangannya.
Bianca dan juga Cempaka yang dari tadi diam saja akhirnya pergi ke ruang utama dan melihat ada Sinta dan Aliya. Andaru melangkah kearah Cempaka dan mencium kepalanya lalu beralih mencium kepala Bianca tak lupa Aksa juga.
"Dih apaan sih jijik ya " Aksa langsung mengelap bekas kakaknya mencium pipinya tadi. Andaru malah tertawa saja melihat ekspresi Aksa yang konyol.
Aliya sudah menggenggam erat tangannya, melihat pemandangan seperti ini di pagi hari. Bianca juga kenapa ada di sini pagi-pagi dia datang kemari, apa dia menumpang.
"Ada tamu ya "ucap Bella yang baru turun juga.
Aliya langsung menghampiri Bella dan menyalami tangannya "Iya Aliya datang kemari bawa teman juga ini Sinta tante"
Sinta juga melakukan apa yang Aliya lakukan tadi, lalu Bella menggiring semuanya untuk duduk di kursi tidak berdiri seperti ini.
"Jadi ada apa nih kalian ada tugas bareng, pagi-pagi udah pada kumpul gini "
"Enggak Tante aku cuman pengen main aja ke sini, sama Sinta sekalian nganterin mobil Andaru, ini kan hari Minggu Pasti kalian semua ada rumahkan. Oh ya kalau Bianca pagi-pagi udah ada di sini aja ya"
"Bianca kan anak Tante, jadi tinggal disini sama tante masa pisah, temenin Cempaka biar ada temennya kan kakak-kakaknya laki-laki semua, kasian dia "
"Oh numpang ya Tante"
"Enggak enggak numpang, kata siapa numpang, dari dulu kan Bianca sudah sangat dekat dengan Andaru dan juga Aksa, tante juga udah anggap Bianca seperti anak tante sendiri, jadi tidak masalah Bianca mau tinggal selama apapun di sini, mau sampai nanti juga tidak masalah tante tidak akan mempermasalahkan dia tinggal di sini karena tante suka dia di sini, Bianca baik pekerja keras selalu membantu dan selalu ada untuk Cempaka Tante sangat suka sekali "
Sinta yang memang tidak tahu harus berbicara apa hanya diam saja menatap Bella yang begitu cantik, wajahnya memang sangat mirip dengan Ayu, Sinta sesekali menatap Ayu, ya mereka wajahnya sangat mirip.
"Ini teman kalian juga yang ada di kursi roda"
"Iya mah itu tuh musuhnya Cempaka "celetuk Aksa
Sinta langsung mendongakan kepalanya dan menatap Bella lalu menggelengkan kepalanya "Aksa ga boleh kayak gitu"
"Emang kenyataannya kayak gitu Mama, Mama kayak nggak tahu aja ih, Aksa kan suka cerita kalau kita masak di dapur, mamah lupa "
"Aksa"
"Iya Mama sayang"
"Udah sana bikin kue lagi aja ya di dapur, Mama kan udah kasih resep baru coba kamu buat apa sama nggak sama yang Mama buat"
__ADS_1
"Ga ah mau gabung aja di sini, mau ngobrol-ngobrol juga kan ada tamu jadi harus dihormati kan mamah, nanti Aksa beresin deh bikinnya "
Andaru menghela nafasnya mendapati dua perempuan yang sangat akan mengganggunya pasti mereka akan sangat mengganggunya, pasti mereka kesini juga ada maksud lain.
"Jadi Aliya ada hal yang ingin kamu bicarakan sampai datang kemari"
"Sebenarnya sih aku pengen bicara sama Andaru tante. Tapi kayaknya dia nggak mau deh bicara sama aku, dia itu kayaknya masih marah deh sama aku"
"Ya siapa yang nggak marah kalau difitnah. Makanya kalau bicara tuh yang bener-bener nggak usah fitnah orang. Oh ya nanti Andaru bakal nikah loh sama Bianca datang ya, jadi pager Ayu ya kalian berdua "lagi-lagi Aksa yang bicara sekarang.
"Aksa "teriak Bianca yang tak terima
"Apa Bianca, emang kamu kok jodohnya Andaru "
Bianca memukul kaki Aksa, memang anak ini ya kalau bicara kemana saja. Andaru juga malah diam saja tak berbicara apa-apa "Andaru lihatlah adikmu"
"Kenapa sayang "
Aliya memicingkan matanya menatap Aksa yang terus saja menjawab. Dia saja yang menjawab padahal kan dirinya tidak berbicara dengan Aksa, dari tadi dirinya tidak bicara dengannya.
Aliya juga menatap sinis pada Biaca apa tadi Biaca calon istri Andaru, mimpi saja karena dirinya yang akan menikah dengan Andaru bukan Bianca.
"Aku tidak bicara dengan kamu Aksa. Kenapa kamu terus yang menjawabnya"
"Ka aku yang mewakili Andaru, wajah kita sama tidak ada yang beda maka aku yang akan menjawab. Sama saja "
"Kalian ini ya Mama akan siapkan dulu sarapan, kita sarapan sama-sama. Oh ya tentang usul Aksa tadi boleh juga Bianca menikah dengan Andaru, nanti Tante bicara aja sama orang tuanya Bianca, biar beneran jadi anak tante kan"
"Tante "
"Apa sayang " Bella mengusap kepala Bianca
Cempaka yang mendengarnya tersenyum dan menoleh dagu Bianca yang ada disampingnya "Cie, nanti bobonya nggak bareng aku deh "
Bella pergi dari hadapan anak muda ini, meskipun dirinya marah pada Aliya tapi tidak bisa menampakan wajah marahnya di hadapan anak itu.
Apalagi tadi sepertinya mamahnya Andaru maunya Andaru menikah dengan Bianca, kenapa saingannya banyak sekali.
"Kenapa Sinta tidak bicara dari tadi. Bukannya kamu itu sangat cerewet ya di kelas apalagi kalau masalah Cempaka kamu tuh cerewet sekali"
Sinta menatap ke arah Aksa "Aku tahu diri dan aku tahu tempat, jangan memancingku "
"Oh iya lupa ya kamu itu ingin membangun image yang baik di depan mamahku, karena ingin dekat dengan Kakakku. Ya ampun perempuan-perempuan yang ada di hadapanku ini tertarik dengan kakak ku Andaru, tapi Andaru tidak tertarik pada salah satu pun dari kalian berdua, ya ampun rasanya aku ingin tertawa terbahak-bahak. Disini pemenangnya adalah Bianca "
"Kamu itu kalau bicara benar banget sih Aksa"timpal Bianca "Kalau aku ya ada masalah sama temen aku yang ada di rumah ini, aku nggak akan pernah mau masuk ke dalam rumahnya, mau ditaruh di mana mukaku ini. Malu banget malunya tuh sampai ke ubun-ubun, tapi ya kadang ada sih manusia yang nggak tahu malu juga ga peduli gitu"
Sinta yang tahu Bianca berbicara pada siapa dan terarah pada siapa hanya diam menundukkan kepalanya, di sini dirinya tidak punya energi di sini dirinya tidak punya cara untuk melawan. Karena ingin terlihat baik di hadapan mamahnya Andaru, jangan sampai dirinya kalah oleh Aliya dan terlihat jelek di depan mamahnya Andaru.
"Ayo anak-anak kemeja makan, kita makan sekarang sudah siap "
Mereka beriringan kemeja makan. Aliya akan duduk dikursinya tapi Bella tiba-tiba berbicara "Aliya kamu pindah ya, itu kurusnya Cempaka "
Aliya dengan kesal berpindah dari dulu tempat itu adalah tempatnya disamping Andaru, tapi sekarang malah Cempaka.
"Mah ayah mana "
"Ayah lagi meeting dulu, katanya nanti makannya "
"Oke deh "
Mereka semua segera makan, Sinta disana binggung harus makan apa. Disini banyak sekali makanannya dan dirinya tidak sampai juga tidak bisa berdiri.
Tapi tiba-tiba ada piring yang sudah penuh dengan makanan, saat Sinta melihat itu siapa ternyata Ayu, Sinta mengambilnya "Terimakasih Ayu "
"Eh, namanya Cempaka Sinta, bukan Ayu "beritahu Bella dengan lembut.
"Oh iya Tante maaf udah kebiasaan "
"Iya ga masalah "
__ADS_1
Mereka segera makan, makan dengan hening hanya suara alat makan saja. Sinta melihat sekitar dan mereka juga sibuk dengan makanannya sendiri.
...----------------...
"Tante "
"Iya ada apa Aliya "
"Bisa kita berbicara "
"Tentu "
Bella melangkah kakinya dan menuntun dua perempuan itu untuk keruangan yang lebih tertutup lagi. Karena kalau diruang berkumpul ada anak-anaknya yang sedang menonton tv tapi berisik karena mereka sambil bercanda.
"Ada apa Aliya "
Setelah mereka duduk, barulah Bella bertanya, ada apa tiba-tiba sekali kan.
"Tante yakin akan menjodohkan Bianca dan juga Andaru, bukannya Tante sudah janji ya sama Bunda mau jodohin aku sama Andaru"
"Tadinya sih sebenarnya nggak mau jodoh-jodohin ya, tapi Tante suka sama Bianca, dia itu baik banget nggak tahu kenapa Tante dari dulu tuh sayang banget sama Bianca, jadikan kalau dia jadi menantu di sini otomatis dia benar-benar jadi anak tante, apalagi dari dulukan Andaru itu dekat banget sama Bianca, tapi Tante nggak akan memaksakan mereka untuk menikah ya semoga saja mereka berdua berjodoh, jodoh tidak ada yang tahu kan ya "
"Satu lagi, Bianca itu ternyata udah berteman sama anak bungsu Tante, seneng banget mereka bisa akrab banget. Sampai-sampai mereka ga bisa dipisahkan. Tante akan restui pacar-pacar Andaru atau nanti calon istri Andaru dan Aksa kalau mereka sayang juga sama Cempaka, dekat sama Cempaka juga, baru deh Tante akan terima "
Aliya diam Sinta juga diam, karena memang mereka berdua sangat tidak dekat dengan Cempaka, Malahan mereka adalah musuh, musuh bebuyutan. Tidak mungkin kan mereka tiba-tiba baik sama Cempaka itu akan terasa aneh sekali.
"Begitu ya Tante, semoga aja Aliya berjodoh sama Andaru "
"Iya semoga jodoh-jodoh anak-anak Tante selalu orang-orang yang baik"
"Ehh iya Tante, jadi ini temen kamu yang mana Aliya, Tante kok baru lihat ya "
"Dulunya tuh ini temennya Cempaka tante, saat Cempaka tinggal di sana"
"Oh ya, beneran temen Cempaka tapi Cempaka ga pernah cerita dan yang pernah ke rumah juga cuman Aina, Budi sama Danu deh kemarin yang nginep di sini juga. Baru aja mereka nginep waktu hari apa gitu, rame banget rumah ada mereka "
"Oh jadi mereka ke sini juga ya Tante, udah pada pernah ke sini ya"
"Iya udah kan mereka teman dekatnya Cempaka sama Bianca juga, jadi mereka main-main ke sini nggak masalah Tante nggak pernah batasin orang untuk main ke sini, selagi mereka kenal sama keluarga tante dan emang deket"
"Tapi Tante ga takut ya ada Bianca disini"
"Kenapa harus takut ada Bianca. Dia anak yang baik Tante udah bilang kan kita itu mengenal Bianca dari dulu, bahkan sebelum kamu ada di sini juga Bianca udah ada di sini terlebih dahulu, Tante bahkan udah kenal orang tuanya dari Andaru kecil dan juga Bianca enggak pernah tuh jelek-jelekin anak tante atau fitnah anak Tante, jadi tante suka banget sama dia pokoknya nggak akan pernah ada yang ngalahin dia"
"Kalaupun dia nggak berjodoh sama Andaru semoga saja berjodoh sama Aksa salah satu dari anak tante aja Pokoknya harus ada yang sama Bianca deh"
"Sesayang itu ya Tante "
"Iya sayang banget, Bianca itu nggak pernah neko-neko dia tuh orangnya gampang diatur dan nggak pernah berbohong, ataupun sakitin orang lain ya cocok ada di keluarga ini dia juga bukan orang munafik"
Aliya diam, dia merapat Sinta yang dari tadi diam dan menjadi mendengar saja, tak banyak bicara juga dia. Seperti apa yang Sinta katakan akan mengikuti kata-kata dari Aliya saja.
"Tante marah ya sama Aliya, tentang yang kemarin"
"Emangnya kamu lakuin apa, sampai-sampai Tante marah sama kamu"
Aliya masih diam, sepertinya Tante Bella marah padanya.Pasti ini gara-gara kemarin deh.
"Emm, kemarin Tante yang Aliya bilang itu apa Tante salah faham dan marah sama Aliya, maaf ya kalau Aliya udah bikin hati Tante sakit"
"Emangnya yang kamu bilang itu bohong"
"Enggak kok, yang Aliya bicarain itu sebenarnya emang bener-bener kayak gitu kenyataannya tante, Aliya nggak mungkin bohong sama tante buat apa Aliya bohong. Beneran Aliya nggak bohong sama tante apa yang Aliya lihat itu benar-benar kenyataan"
"Yang mana, foto yang mana yang memperlihatkan Andaru berciuman dengan adiknya "
Bella melihatkan satu persatu foto anaknya yang diambil oleh anak buah suaminya "Yang mana Aliya, yang mana coba tunjukan "
Aliya wajahnya sudah sangat merah sekali, mendengar setiap bentakan dari Bella jadi takut.
__ADS_1