
Ziva menatap Adi dan menyusuri taman yang sudah dihias dengan sedemikian rupa bahkan ada meja bundar disana dengan 1 bunga mawar merah, Ziva mengambilnya dan tersenyum kearah Adi.
Ziva berlari dan memeluk Adi dengan seneng " ini semua untuk ku "
"Tentu ini kejutan untuk mu, kau suka "
"Suka sekali, kau sekarang menjadi romantis Adi, aku suka, aku begitu senang, aku bahagia sekali Adi "
"Baguslah jika kau senang tadinya aku ingin makan malam bersamamu di sini, tapi sepertinya perut kita sudah kekenyangan tapi ada satu lagi kejutan untukmu pasti kau akan sangat menyukai kejutan itu"
"Benarkah kau mempersiapkan berapa kejutan untuk ku "
"Banyak sekali, ayo sekarang kau tutup dulu matamu ya"
Adi mengeluarkan selembar kain panjang , Ziva dengan senang membalikan badannya dan Adi membantu menalikan kain itu untuk menutupi kedua bola mata Ziva.
"Ayo pegang tangan ku "
Adi menuntun Ziva untuk terus berjalan, Adi hanya bisa tersenyum licik, rencananya akan segera terlaksana, saat Adi akan masuk kesebuah ruangan sudah ada yang membantu untuk membukakan pintunya.
"Duduk disini sayang "
Ziva dengan patuh melakukannya, Adi mengambil kawat dan mengikat tangan Ziva dan juga tubuhnya.
"Aw Adi sakit kau melakukan apa "
"Shut diam kau jangan berisik sayang "
Adi menjentikkan tangannya dan terbukalah pintu depannya, memperlihatkan dua orang yang digantung tangannya.
Adi membuka ikatan Dimata Ziva " surprise sayang bagaimana. Apakah kau suka dengan kejutanku kau mengenal perempuan itu dan kau mengenal laki-laki itu juga "
"Zea kenapa kau ada disini "
__ADS_1
Zea yang sudah sangat lemah melihat kearah Ziva " tolong aku Ziva tolong aku "
"Adi apa ini maksudmu, kenapa kau mengikatku seperti ini juga. Sakit sekali kau mengingatku dengan kawan kau gila Adi "
"Diam sayang kau sudah membuat kesalahan dan membuatku marah, maka inilah konsekuensi yang akan kau tanggung kau menyuruh laki-laki itu untuk mencelakai Bella dan kau juga meminta bantuan pada temanmu Zea, jadi aku harus mulai dari mana dulu siapa dulu yang harus aku hukum di antara kalian bertiga"
"Tolong Adi lepaskan aku, ini Ziva yang minta dia yang ingin melenyapkan Bella dia tidak mau kau terus bersama Bella ini kesalahan Ziva, dan aku tidak ikut campur atas masalah ini, Ziva sendiri yang menyewa laki-laki itu kau tanya saja pada orangnya aku sama sekali tidak ikut campur dalam hal ini, aku hanya mendengarkan cerita-cerita yang Ziva katakan " Zea mencoba untuk membela dirinya.
Dor Adi menembak kaki Zea " akhhh sakit aku sudah berkata jujur padamu, kenapa kau malah melukaiku "
Adi mengeluarkan belatinya mendekati Zea dan ujung belati itu membelai wajah Zea bahkan Adi sampai menekannya dan membuat goresan yang begitu panjang di wajah Zea. Sedangkan Zea sendiri hanya bisa menangis badannya sudah tak bisa melawan lagi, energinya sudah terkuras.
"Adi jangan sakiti Zea dia sahabatku "
Adi menatap istrinya dan berjalan kearah Ziva "temanmu sahabatmu memangnya ada sahabat yang menusuk dari belakang Ziva. Kau terlalu bodoh untuk dimanfaatkan oleh perempuan ini, Jadi aku bertanya pada kau pria bodoh juga yang telah mau mengikuti perintah dari perempuan-perempuan ini, siapa yang telah menyewa mu"
Laki laki itu yang mulai ketakutan hanya bisa menelan ludahnya lalu menatap Zea dan beralih menatap Ziva " yang menyuruhku nyonya Ziva dia sendiri yang menemui ku"
Ziva menggelengkan kepalanya " bukan aku Adi, yang salah adalah Zea dia yang menyewa mereka aku sama sekali tak ikut campur "
Ziva yang mendengar ucapan Zea memelototkan matanya " tidak Adi bohong aku aku tak selingkuh mana mungkin aku selingkuh, tolong jangan percaya pada mereka, aku sungguh tak selingkuh"
Adi tak menjawab dia malah pergi kearah meja dan membawa 2 paku serta palunya tak lupa, membuka sepatu istrinya dan memaku kaki Ziva.
"Akhh Adi sakit, sakit Adi akhh "
Namun Adi sama sekali tak menghiraukan kata kata dari istinya dia terus memaku kaki Ziva dua duanya kakinya dipaku oleh Adi.
Setelah itu Adi bangkit dan mengambil beberapa belati, mundur dan melemparkannya kearah tubuh Zea, satu persatu belati melayang kearah tubuh Zea.
"Adi aku ini istrimu kenapa kau begitu kejam padaku, kenapa Adi, kenapa "
Adi lagi lagi tak mendengarkan kata kata dari istrinya, mengambil timah panas dan sedikit membuka pakaian Ziva dan menempelkannya ke dadanya" bagaimana sayang apakah kau puas bermain main denganku, apakah kau sudah jera bermain main dengan ku "
__ADS_1
Ziva hanya bisa menganggukan kepalanya suaranya sudah habis karena berteriak menahan sakitnya timah panas ini mengenai dadanya.
Adi merenggangkan badannya mengambil pemukul bisbol dan juga bolanya tak lupa, dan tanpa aba aba Adi memukul bola itu kearah laki laki itu.
"Akhh" bola itu mengenai kepala laki laki itu, Adi kembali memukul bola nya sampai beberapa kali. Lalu mendekati laki laki itu dan memukul kepalanya mengunakan tongkat bisbol sampai sekarat.
"Adi tolong ampuni aku " ucap Ziva dengan lemah
"Apa jaminannya " jawab Adi tapi tak melihat kearah Ziva, dia sedang menodongkan pistol kearah Zea dan menembaknya beberapa kali di kepalanya sampai Zea tutup usia.
"Aku akan mengikuti apa perintahmu aku pun jika harus menjadi pelayannya Bella aku tidak masalah asal lepaskan aku"
Adi membalikan badannya dan berjongkok dihadapan Ziva"benarkah "
"Ya aku bersedia, "
"Bawa selingkuhan mu kehadapan ku "
"Aku sama sekali tidak selingkuh Adi, aku sama sekali tidak selingkuh dengan siapapun aku berkata jujur padamu. Memangnya kau punya bukti kalau aku selingkuh jika kau memang punya bukti maka kau boleh membunuhku "
Adi mengangkat sebelah alisnya sepertinya penawaran yang bagus, mari kita buktikan ucapan Ziva. "Baiklah "
Adi menarik paku yang menancap di kaki Ziva dengan wajah yang dingin, tak memikirkan tangisan Ziva yang kesakitan.
Saat Adi akan melepaskan kawat yang membelit tubuh Ziva ponselnya berdering. Saat melihat siapa yang menelfon Adi segera mengangkatnya.
"Ada apa Zack "
"Nona Bella kabur tuan "
"Apa, kenapa bisa dia ada dirumah ayah, kenapa dia bisa kabur " Adi segera meninggalkan Ziva, kenapa Bella bisa kabur "kerahkan semua anak buahku untuk mencari Bella dan siapapun yang membawa Bella kabur bunuh dia di tempat sekarang juga"
"Baik tuan "
__ADS_1
Adi mengakhiri sambungannya dan pergi meninggalkan Ziva yang sedang kesakitan, menahan semua kesakitan yang suaminya berikan.