
"Ayu kau baik-baik saja "
"Aksa kau ada disini "
"Kau baik-baik saja " Aksa bukanya menjawab malah kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama.
"Aku baik-baik saja"
"Di mana Andaru. Bukannya tadi kau pergi bersama Andaru kan, lalu dia sekarang di mana. Kenapa kau pergi sendiri seperti ini"
"Aku dan Andaru sudah berpisah. Maksudku aku pulang sendiri saja tidak usah diantarkan oleh Andaru, rumah aku kan dekat jadi itu tidak masalah untukku, untuk pulang sendiri"
"Tetap saja. Ini sudah malam aku antarkan kau pulangnya"
"Tidak Aksa, aku baik-baik saja sendiri "
"Sini aku ingin memberikan sesuatu padamu "
"Apa "
"Berbalik lah kebelakang "
Ayu dengan patuh melakukan apa yang Aksa katakan. Ternyata Aksa memakaikannya sebuah kalung. "Aw sakit Aksa "
"Ehh maaf aku tak sengaja, rambutmu tadi menyangkut ditangan ku maafkan aku "
"Hemm, tak apa untuk apa kau memberikan kalung ini padaku "
"Untuk pertemanan kita"
"Seharusnya kau tidak usah memberikan kalung ini, tanpa kau memberikan kalung ini kita bisa berteman. Bukannya kita sudah berteman kan "
"Ya agar lebih resmi saja, ini aku belikan pakai uang tabunganku jadi jangan pernah lepaskan ini. Jangan pernah kembalikan kalung ini lagi padaku ya. Ini aku beli dari uang tabunganku bukan uang siapa-siapa"
"Tapi ini sudah sangat berlebihan Aksa, kalung ini sangat mahal"
"Sudah jangan memikirkan itu, yang terpenting aku ikhlaskan memberikan kalung ini padamu. Ayo cepat aku antarkan pulang kau ke rumah. Tidak baik seorang perempuan pulang jam segini. Andaru juga tidak tanggung jawab seharusnya dia mengantarkanmu sampai rumah dan selamat, bukannya membiarkanmu di tengah jalan seperti ini"
__ADS_1
"Tidak jangan salahkan Andaru, ini salahku juga aku memang ingin turun dan tidak mau diantarkan oleh Andaru"
"Baiklah ayo kita pulang "
Tangan Ayu langsung digandeng oleh Aksa. Ayu pun sama sekali tak menghindar. Mereka berjalan berdua. Mereka sesekali juga mengobrol tapi banyaknya diam.
...----------------...
Sinta :Kenapa kau melakukan ini, kau membohongiku Andaru kau munafik.
Sinta :Kenapa kau mencium Ayu, kenapa kau mempermainkan kami bertiga. Ternyata memang ya kau itu playboy.
Sinta :Aku muak denganmu, aku marah padamu Andaru.
Setelah memberikan banyak pesan pada Andaru palsu Sinta membawa kursi rodanya kearah lemarinya. Lalu membukannya dengan kesal dan menyobek-nyobekan foto Andaru.
"Kau sudah membohongiku Andaru, aku benci padamu "
"Kenapa kau melakukan ini padaku, aku marah padamu sangat marah sekali "
Sinta yang ingin berteriak ditahan jangan sampai neneknya khawatir. Jangan sampai neneknya sedih karena dirinya seperti ini.
"Terima kasih Aksa karena kau sudah mengantarkan ku pulang sampai selamat seperti ini"
"Tentu ini adalah sudah tugasku untuk mengantarkan mu pulang sampai rumah. Kau langsung tidur ya istirahat aku tahu kau lelah"
"Kau tidak marah tentang apa yang aku lakukan tadi. Bahkan aku memajang fotomu dalam video itu. Apakah kau tak membenci aku Aksa "
"Tidak masalah, aku tahu kau sedang mencari keadilan untuk temanmu. Lalu aku bisa apa mungkin kau curiga padaku tapi aku tidak peduli karena aku tidak bersalah. Aku tidak akan pernah takut"
"Hemm, aku minta maaf padamu Aksa "
"Sudah tidak usah diperpanjang lagi, tapi sepertinya kau harus menjauhi temanmu itu yang duduk di kursi roda. Dia itu bukan teman yang baik dia akan selalu egois sampai kapanpun. Bukannya aku ingin memisahkan pertemanan kalian tapi kurasa dia tidak cocok untuk menjadi temanmu"
Ayu hanya tersenyum saja dia tidak menanggapi kata-kata Aksa tentang Sinta sahabatnya "Ya sudah aku masuk dulu ke rumah ya, terima kasih sekali lagi karena kau sudah mengantarkanku pulang kau juga hati-hati ya di jalan"
"Baiklah. Ayo cepat masuk aku akan pulang sekarang"
__ADS_1
"Iya aku masuk"
Ayu segera masuk ke dalam rumah dan Aksa juga pergi dari depan rumah Ayu, baru juga Ayu akan membuka pintu kamarnya sudah ditahan oleh Bagas.
"Aku ingin istirahat Bagas. Apa yang ingin kau bicarakan bisa kita bicarakan besok saja"
"Aku berkata jujur, bukan aku yang telah menyebarkan fotomu bersama laki-laki tadi. Sungguh aku tidak tahu tiba-tiba saja komputer seperti error dan menampilkan fotomu dengan laki-laki tadi yang membawamu pergi "
"Sudahlah aku tahu itu bukan salahmu. Terima kasih atas bantuanmu itu, aku juga tidak menyangka kalau akan seperti ini. Apalagi Sinta datang dan melihat semuanya aku juga tidak tahu harus bicara apalagi pada Sinta aku sudah banyak membuat masalah padanya"
"Sudahlah kau jangan terlalu memikirkan itu semua, kau juga kan melakukan ini demi perempuan itu maafkan aku ya sekali lagi. Bukannya membuat rencanamu berhasil malah menggagalkannya dan membuatmu terpojok"
"Sudah kubilang kan Bagas itu tidak masalah, sungguh aku baik-baik saja dan mungkin memang sudah ada yang ingin menghancurkan rencana aku. Seharusnya aku lebih berhati-hati lagi di sekolah itu banyak pengkhianat, mereka bertopeng baik tapi nyatanya mereka adalah penjahat "
"Lebih baik kau pindah sekolah saja atau tidak kembali ke rumah kakek. Di sana akan lebih aman sekolah itu tidak akan pernah aman untukmu. Aku lihat murid-muridnya tidak baik padamu"
"Tidak bisa masih ada sesuatu yang harus aku cari, aku tidak bisa begitu saja pergi tanpa mendapatkan hasil apapun Bagas. Aku sekarang sedang mencoba untuk memaafkan diriku sendiri karena apa yang telah aku lakukan pada Sinta "
"Itu bukan semuanya salahmu, Sinta saja yang teledor karena menyeberang tanpa lihat kanan kiri"
"Sudah jangan salahkan Sinta, kau juga segera istirahat ya aku ini istirahat rasanya badanku sakit-sakit dan lemas sekali "
"Apakah laki-laki itu pacarmu yang tadi membawamu pergi dari sekolah "
"Tentu saja bukan. Mana mungkin aku berpacaran dengannya. Tidak jangan berpikir yang aneh-aneh aku bukan pacarnya, kami berdua tak punya hubungan apa-apa "
"Tapi saat aku melihat foto tadi ku kira kalian itu berpacaran"
"Sudah jangan aneh-aneh. Aku sama sekali tidak berpacaran dengan Andaru, kami hanya teman biasa itu hanya salah paham saja ada yang menjebak kami berdua"
"Ya sudah bukannya kau tadi mau istirahat"
'Iya aku mau istirahat, tapi kau terus saja mengajakku mengobrol"
"Ya maafkan aku, sudah sana masuk kamar bibi juga sudah tidur. Tadi dia menunggumu tapi karena kau terlalu lama makanya bibi tertidur"
"Iya iya nanti aku akan minta maaf pada Mama karena telah membuatnya menunggu"
__ADS_1
Ayu bergegas masuk ke dalam kamarnya. Pikirannya penuh sekali masalah, masalah terus saja bermunculan dalam hidupnya. Belum juga yang ini beres sudah datang masalah yang baru. Sepertinya tidak akan pernah ada ujungnya.