Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 130 Bermimpi buruk


__ADS_3

Adi menatap istrinya yang sudah tertidur dengan nyenyak, selama perjalan pulang sang istri sudah tertidur dan tentu saja dirinya memangku sang istri dan memindahkannya kedalam kamar, tak mungkin kan dirinya membiarkan istrinya tertidur di mobil.


Adi yang melihat ponselnya berdering segera mengambilnya dan keluar dari dalam kamar, Zack menelfonya ada apa.


"Ada masalah apa Zack "


"Bisakah Tuan kemari sebentar ada sebuah masalah yang harus segera ditangani"


"Masalah apa lagi apakah ada penyusup atau apa"


"Barang yang kita kirim lewat pelabuhan itu kapalnya tertangkap oleh polisi dan semua barang-barang kita diacak Acan sabu-sabu narkoba semuanya tidak ada yang terselamatkan, semua disita oleh polisi tuan dan ada masalah juga di rumah kita mendapatkan seorang penyusup lagi"


"Apa kenapa bisa seperti itu, selama aku bekerja tak pernah barang-barangku itu disita oleh polisi pasti di pelabuhan juga ada seorang penyusup, siapa lagi yang berani masuk ke dalam rumah tahan dia sebentar lagi aku akan ke sana biar aku habisi dia sekaligus"


"Baik tuan saya akan menunggu "


Adi mematikan sambungannya sebelum keluar Adi menghampiri Rizki yang sedang memancing di kolam renangnya dan sudah diisi dengan berbagai ikan entah dari mana dia mendapatkannya tapi dirinya tak masalah akan hal itu.


"Ki "


"Ya tuan " Rizki bangkit dan berhadapan langsung dengan Adi.


"Kau jaga Bella, aku harus pulang dulu ke rumahku, ada sesuatu yang harus aku urus jaga rumah ini dengan baik jaga dua perempuan itu, jika ada sesuatu langsung hubungi aku"


"Siap tuan laksanakan akan aku jaga rumah ini beserta isinya kau hanya perlu percaya saja, aku akan menjadi prajurit yang patuh "


"Baiklah jika terjadi sesuatu maka kepalamu taruhannya"


"Apa kenapa begitu lalu aku akan tidak punya kepala begitu "


"Ya kepalamu nanti diganti oleh kepala ikan saja"


"Tuan kau jangan mengada-ngada kepala ikan itu kecil, mana mungkin bisa menopang tubuhku yang besar ini "


Adi malah tertawa dan masuk kedalam mobil " dasar ya mafia edan sudah ah lebih baik memancing lagi "

__ADS_1


Rizki duduk kembali dan membenarkan pancingannya, ikan berenang-renang terlihat olehnya entah apa maksud Rizky memancing ikan di kolam renang seperti ini memang tidak ada kerjaan sekali dia.


***


"Kenapa hujan segala lagi ahh "


Adi memperlambat laju mobilnya tak mungkin dirinya mengebut takut takut ada yang tiba-tiba menyebrang dan dirinya tidak bisa mengeremnya, lebih baik pelan-pelan saja daripada kecelakaan, sebentar lagi dirinya akan menjadi ayah dan harus mengurus anak serta ibunya juga.


Adi sedang fokus fokusnya malah mobilnya di tabrak dari belakang " **** apa apaan ini " teriak Adi sambil mengerem mendadak.


Adi keluar dari dalam mobil dengan cepat dan menatap laki-laki yang sudah keluar juga dari mobilnya, ternyata dia punya nyali juga keluar dari dalam mobilnya itu, yang sudah berani menabraknya.


"Oh tuan saya tidak sengaja saya akan mengganti semuanya, sungguh saya minta maaf saya tak sengaja"


"Lain kali kau harus hati-hati jangan ngegabah ini sedang hujan besar seharusnya kau pelan kan laju mobilmu, memangnya tidak terlihat mobilku ada di depanmu di sini jalan luas kenapa kau tidak jalan ke sebelah sana saja, kenapa harus mengikutiku dari belakang "


"Maafkan saya tuan saya sedang banyak pikiran saya akan ganti semuanya, saya pasti akan menggantinya tuan jangan khawatir ya "


"Tidak perlu aku bisa menggantinya sendiri, kau tak usah menggantinya lain kali kau harus lebih berhati hati lagi, untung saja aku sedang menjalankan mobil dengan pelan kau sedang kebut kebutan bagaimana coba "


Pisau itu akan menusuk jantung Adi namun Adi dengan cepat memegang pisau itu tak memperdulikan tangannya yang berdarah. Adi membalikkan pisau itu untuk menusuk laki-laki itu hanya goresan saja yang laki laki itu dapat, lalu dengan cerdik laki-laki itu mencabut pisau itu dan membuat luka di tangan Adi makin besar.


Dia menancapkan pisau itu pada perut Adi lalu menghajar wajah Adi dan menusukkan kembali pisau itu ke arah dada.


"Aku yakin kau akan mati "laki-laki itu mengambil pisau yang menancap di dada Adi dan pergi begitu saja meninggalkan Adi sendirian di jalan yang sepi dengan hujan yang begitu deras.


"Bella " nama itu yang keluar dari mulut Adi sebelum semua kesadarannya hilang


***


"Akhh mas " teriak Bella


Bella bangkit dari tempat tidurnya lalu menatap sekitar tidak ada suaminya ke mana dia "mas Adi mas kau di mana


Bella yang sudah sangat khawatir segera pergi keluar dari dalam kamar dan membuka setiap ruangan "mas Adi mas. Kau di mana jangan membuatku khawatir di mana kau" teriak Bella kembali

__ADS_1


"Ada apa Bell, kenapa kau berteriak teriak apakah kau mimpi buruk"


"Di mana suamiku kenapa dia tidak ada di kamar, kemana dia sebenarnya "


"Dia tadi pergi katanya akan pulang ke rumah dulu entah ada apa aku disuruh untuk menjagamu, jadi kau tenang ya suamimu tak pergi kemana mana kok, dia tak nakal aku jamin itu "


"Antarkan aku pulang Ki, aku harus segera pulang aku tiba-tiba tidak enak hati. Ayo cepat kita pulang dan susul suamiku, Aku tak bisa diam saja menunggu dia pulang "


"Tapi ini sedang hujan deras Bell, jalanan di sini akan sangat licin, kita tunggu saja ya "


"Kau tidak mau mengantarku aku akan pergi sendiri, aku bisa sendiri tanpa mu "


"Baiklah ayo kita pergi sekarang, ayo pergi sekarang pakai jaket mu lebih dahulu. Setelah itu kita akan pergi"


Bella tanpa banyak bicara masuk lagi ke dalam kamar dan memakai jaket suaminya entah kenapa lebih nyaman memakai punya suaminya saja, dengan cepat juga Bella berjalan keluar rumah dia tidak menghiraukan hujan yang begitu deras sekarang yang ada dalam pikirannya adalah suaminya, tiba-tiba saja dirinya bermimpi kalau suaminya sedang dalam bahaya.


Bella mengeluarkan ponselnya untuk menelepon kak Zack siapa tahu suaminya sudah ada di sana kan, tadi dirinya sudah mencoba untuk menghubungi suaminya sambil mengambil jaket tapi tidak bisa.


"Hallo kak apakah suamiku sudah sampai rumah, apakah dia sudah ada disana "


"Belum Nyonya Tuan belum sampai rumah saya juga sedang menunggu"


"Sepertinya kau harus menyusulnya aku memiliki firasat buruk tolong kau cek jalanan ya, kalau perlu kau kerahkan semua anak buahnya untuk mencari suamiku, seharusnya dia sudah sampai ke rumah itu tidak akan lama kan"


"Baik nyonya akan saya laksanakan perintah anda kami akan mencari Tuan sekarang"


"Baiklah bergegas dengan cepat ya, jangan sampai kalian lengah "


Bella mematikan sambungan ponselnya dan dia dengan gelisah menatap kiri kanan mobilnya berjalan dengan pelan memang jalan ini begitu licin saat ingin ke jalan raya.


"Kamu mimpi apa sih Bell tiba-tiba kayak gini suami kamu kan cuman pulang aja ke rumah sebentar"


"Tapi dia belum sampai Ki, kalau udah sampai aku tenang bahkan tadi aku sempat coba buat telepon dia tapi nggak diangkat aku nggak bisa diam aja kayak gini, aku punya firasat buruk aku harus cek dulu keadaannya baru aku akan tenang"


"Ya udah kamu yang sabar ya aku pasti antar kamu sampai tujuan "

__ADS_1


Bella hanya mengangguk saja mengambil ponselnya kembali dan mencoba menghubungi suaminya. Siapa tahu suaminya mengangkatnya.


__ADS_2