Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 242 pura-pura


__ADS_3

"Terima kasih Paman Aris karena kau sudah mau mengantarku ke rumah sakit. Biasanya dari rumah sakit suka ada yang menjemput ku, tapi sekarang tidak ada"


"Tidak masalah Sinta, aku juga sedang tidak ada kerjaan maka aku antarkan kau ke rumah sakit. Mungkin rumah sakitnya sedang sibuk atau mobilnya sedang dipakai"


"Hemm, mungkin ya. Paman Aris percaya tidak kalau aku akan sembuh dan berjalan lagi. Lalu bisa sekolah dengan Aina"


"Tentu Paman yakin. Kau pasti bisa berjalan lagi, kau bisa sekolah lagi bersama Aina. Paman yakin itu kau jangan putus asa ya sekarang kan mau berobat mau dicek"


"Iya Paman, tapi terkadang aku berpikir aku tidak akan bisa berjalan lagi. Seperti apa yang dikatakan dokter kalau aku ini sembuhnya akan lama dan tingkat kesembuhanku juga rendah"


"Jangan berkata seperti itu, itu kan hanya prediksi dokter saja. Kau hanya perlu terus berdoa pada Tuhan pasti Tuhan akan mengabulkan semua doa-doamu. Paman yakin itu kau bisa sekolah lagi seperti anak-anak yang lain"


"Iya paman semoga saja "


Paman Aris tersenyum dan kembali fokus menyetir, paman Aris adalah Ayahnya Aina. Paman Aris juga adalah teman ayahnya Sinta.


...----------------...


"Aliya "


"Apa Galang "


"Aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu, kau juga pasti akan sangat kaget dan syok mungkin"


"Memangnya kenapa sampai-sampai aku harus syok "


Galang mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto Andaru dan Ayu yang sedang berciuman, ternyata yang memfoto itu adalah Galang.


"Kau yakin ini, bukan editan kan"


"Untuk apa aku mengedit foto Andaru dan juga Ayu. Bagaimana coba caranya menyatukan mereka untuk berciuman. Kau ini suka aneh-aneh saja sudah terlihat kan kalau ini jelas-jelas Andaru dan juga Ayu. Apakah kau masih tidak percaya dengan bukti ini, aku sampai rela mengikuti mereka ke dalam hutan mungkin mereka sengaja masuk ke dalam hutan"


"Kirimkan fotonya padaku "


"Baiklah tuan putri "


Galang dengan senang hati mengirimkan foto itu, tanpa banyak bicara lagi Aliya pergi meninggalkan Galang untuk mencari Andaru.


Satu-satunya tempat yang pasti Andaru datangi adalah ruangan basket dan benar saja dia ada disana sedang bermain basket bersama teman-temannya.

__ADS_1


"Bisa kalian pergi " usir Aliya


Tanpa banyak bicara lagi teman-teman Andaru langsung pergi dan menyisakan Andaru dengan Aliya saja.


"Kau jangan berbohong lagi padaku dan jangan mengelak lagi padaku Andaru, sudah ada buktinya kau berciuman kan dengan Ayu "


"Tak ada bukti "


Aliya langsung memberikan buktinya "Ini aku punya buktinya lalu kau akan mengelak seperti apa lagi, kau sudah lihat kan buktinya kalau kau memang menghianatiku. Kau berciuman dengan Ayu s jelek buruk rupa itu "


"Kita duduk dulu disana "


Andaru membawa Aliya duduk "Jelaskan semuanya padaku apa maksudmu mencium Ayu si jelek itu, aku tidak terima. Aku kira Ayu yang berbohong ternyata dirimu"


"Ini pura-pura saja Aliya, kau tahu kan Ayu sekarang sedang mencari bukti siapa orang yang telah menabrak temannya itu. Maka dari itu aku harus mengalihkannya aku hanya berpura-pura untuk mendekatinya dan mendapatkan hatinya saja, kau jangan cemburuan seperti ini dong "


"Benarkah kau hanya pura-pura saja. Sepertinya kau seperti serius pada Ayu, dari tatapan mu saja sudah berbeda "


"Untuk apa aku berbohong padamu. Memangnya kau mau masuk kantor polisi dan penjara aku sih tidak ya. Aku melakukan ini hanya untuk mengecoh Ayu saja agar dia tidak terus mencari bukti. Aku harus mengalihkannya tidak mungkin kan kita membiarkan dia berkeliaran dan mencari bukti-bukti itu, kalau dia sampai mendapatkannya kita habis "


"Awas saja nanti kau malah kebablasan dan jatuh cinta beneran sama Ayu. Aku tidak akan pernah menerima itu semua Andaru "


"Tapi semenjak berpacaran denganmu aku tidak ya, hanya bersamamu saja. Intinya aku tidak mau kau benar-benar mencintai Ayu, kalau sampai itu terjadi aku tidak akan pernah tinggal diam"


Andaru hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja. Sebenarnya sih dirinya sudah jatuh cinta pada Ayu. Ini hanya untuk membuat Aliya percaya dan tidak membully Ayu lagi. Dirinya tidak mau Ayu sampai dibully seperti kemarin-kemarin itu.


Hal itu sangat keterlaluan sekali, apalagi Ayu ditelanjangi bersama laki-laki lalu dilihat oleh murid-murid yang lain. Mau taruh di mana muka Ayu kalau hal itu terjadi kembali atau sampai rekaman videonya disiarkan ke media sosial bisa gawat kan.


"Kenapa kau malah melamun. Apakah kau merencanakan yang lainnya "


"Tidak aku tidak merencanakan apa-apa, sudah kau tenang saja. Aku hanya ingin membuat dia jatuh cinta padaku. Lalu setelah itu aku akan meninggalkan Ayu kau tenang saja kau bisa percaya padaku Aliya "


"Sebelum kau buktikan aku belum terlalu percaya, aku ingin bukti dulu baru aku percaya "


"Ya akan aku buktikan, makanya kau jangan terus mengganggu Ayu yang ada kau akan mengganggu rencanaku. Biarkan aku bebas "


"Aku tidak bisa melihatmu dengan perempuan lain, "


"Kalau begitu kau siap dipenjara"

__ADS_1


"Tidak begitu juga"


"Ya sudah ikuti saja permainanku. Kau hanya mengikutinya saja tidak melakukannya aku yang memimpin semuanya"


Aliya menghembuskan nafas kasarnya dan memijat kepalanya, dirinya tidak rela kalau sampai Andaru terus bersama Ayu. Sungguh dirinya tidak akan pernah siap melihat itu.


...----------------...


"Ayu"


"Iya Aksa ada apa"


"Kau mau ke kelas"


"Iya aku mau ke kelas kenapa"


"Tidak, ayo sama-sama saja. Kemarin malam kau baik-baik saja kan aku mencoba untuk mencarimu. Tapi kau tidak ketemu aku begitu khawatir dengan mu "


"Aku baik-baik saja, kau lihat aku sekolah kan berarti aku baik-baik saja. Terimakasih ya kemarin kau mau membantuku "


"Kau tidak bisa berenang. Kenapa kau tidak belajar berenang. Sama-sama aku pasti akan selalu menolong mu"


"Entahlah dari dulu aku tidak bisa berenang, entah kenapa rasanya sulit sekali untuk berenang"


"Begitu ya, kapan-kapan mau tidak ke rumahku,"


Ayu mengurutkan keningnya menatap Aneh ke arah Aksa "Tenang saja aku tidak akan aneh-aneh kok. Aku hanya ingin mengajakmu datang ke rumahku saja, ya kita mulai pertemanan saja yuk mungkin nanti di sana kau bisa mengingat sesuatu"


"Mengingat apa Aksa. Memangnya apa yang harus aku ingat"


"Tidak, ya maksudku mungkin saja ada sesuatu yang mengingatkanmu saat datang ke rumahku nanti "


"Yah kapan-kapan aku akan main ke rumahmu, tapi aku tidak janji ya"


"Tidak masalah"


Aksa membukakan pintu masuk ke dalam kelas untuk Ayu, mereka berdua masuk bersama-sama lalu Cassandra yang melihat itu langsung berbicara "Sudah kakaknya sekarang adiknya, ga sekalian satu sekolah aja gitu"


Ayu mendelikan matanya dan tak menghiraukan kata-kata dari Cassandra. Biarkan saja dia mau berbicara apa saja dirinya hanya ingin berteman bukan apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2