
"Hallo Sinta "
Ayu yang baru saja masuk kedalam kamar dikagetkan dengan telfon yang terus berdering ternyata itu dari Sinta. Dengan cepat dan tanpa fikir panjang Ayu langsung mengangkatnya.
"Ayu aku ingin minta maaf "
"Minta maaf untuk apa, memangnya kau punya salah apa padaku kau tidak punya salah. Lalu kenapa kau tiba-tiba minta maaf padaku Sinta"
"Aku minta maaf atas sikapku tadi padamu, aku tiba-tiba mengusirmu tanpa sebab dan aku juga menuduh mu ingin memamerkan baju seragam. Sungguh aku minta maaf atas apa yang telah aku lakukan tadi aku sedang marah pada seseorang tapi aku malah melampiaskannya padamu"
"Tidak usah meminta maaf seperti itu, memang seharusnya aku tidak datang dengan pakaian seragam ini dan seharusnya juga aku menelpon mu dulu sebelum datang ke rumah mu. Maafkan aku sudah lancang tiba-tiba saja datang ke rumahmu dan ingin menemuimu. Kapan-kapan jika aku ingin main ke rumahmu, aku akan menelpon mu atau memberi pesan dulu setelah kau mengizinkannya aku akan pergi ke rumahmu"
"Tidak jangan seperti itu, kita dari dulu tidak pernah melakukan itu kan kalau aku ingin datang ke rumahmu aku juga langsung datang. Jadi tolong maafkan sikapku yang tadi sungguh aku sedang drop sekali jadi aku tidak bisa mengontrol emosiku ini"
"Iya aku tahu, aku mengerti keadaanmu tidak usah terus minta maaf seperti itu"
"Hemm, yasudah aku hanya ingin meminta maaf saja. Jika kau ingin main-main ke rumahku kapan saja boleh. Kau jangan tiba-tiba menghilang ya kalau bukan kau siapa yang akan menemaniku"
"Iya. Aku ingin istirahat kau juga segeralah istirahat ya"
"Iya dah Yu "
"Iya "
Ayu mematikan sambungannya dan menyimpan ponselnya, kenapa Sinta minta maaf, apa Mamahnya tadi datang kerumah Sinta. Tapi ga mungkin kalau itu terjadi mungkin Sinta akan marah-marah pada dirinya kan.
...----------------...
"Aina kenapa kau memakai kacamata " tanya Danu.
"Hanya ingin saja, memangnya tidak boleh bila aku pakai kacamata"
"Ya aneh saja memakai kacamata hitam. Memangnya kau mau kemana "
"Sudahlah jangan urusi aku "
Budi malah mengambil kacamata Aina dan menghampiri para perempuan-perempuan yang ada dikelasnya namun dirinya malah diusir oleh para perempuan itu.
Sedangkan Ayu sendiri yang melihat Aliya sedang berdiri sendirian segera menghampirinya, pasti Aliya sedang menunggunya.
__ADS_1
Saat sudah ada didekat Aliya, Ayu memegang tangan Aliya, tapi Aliya diam saja" Kau pasti menunggu kan Aliya"
Tapi Aliya tak menjawab, dia hanya fokus kebelakang Ayu dan melepaskan pegangan tangan Ayu, lalu berjalan kearah mobil yang baru datang.
Ayu yang binggung mengikuti Aliya, meskipun tadi tak direspon oleh Aliya tapi Ayu tak masalah. Sekarang temannya disini adalah Aliya.
"Hai sayang, turun kemarilah " ucap Aliya dengan manja.
Andaru dan juga Aksa yang masih ada didalam mobil mendelikan mata, "Aku duluan Andaru "
Aksa langsung pergi dan meninggalkan kakaknya, Andaru juga turun dan menutup pintu mobilnya. Aliya dengan cepat memeluk Andaru.
Tapi dengan cepat juga Andaru melepaskannya "Lepaskan Aliya, kita sudah tidak punya hubungan apa-apa jadi kau jangan seperti ini"
Aliya menatap sekitar lalu pura-pura memegang kepalanya dan menyender ke mobil, Andaru yang binggung hanya diam melihat tingkah Aliya.
"Kau memang sudah tidak mencintaiku lagi Andaru makanya seperti ini kan,ya sudah ya sudah kita akhirnya hubungan ini"
"Kau ini apa-apaan " Andaru mencengkram erat tangan Aliya, dasar ya perempuan penuh drama.
"Jangan sakiti aku Andaru, aku hanya ingin lepas dari mu" kembali Aliya berteriak.
"Hei lepaskan. Jangan kasar seperti ini pada perempuan"
Guru bahasa Indonesia baru datang dan mencoba membantu Aliya untuk lepas dari cengkraman Andaru, dengan senang hati pula Andaru melepaskan cengkraman itu lalu menatap guru bahasa Indonesianya.
"Tidak usah ikut campur kau tidak tahu apa-apa"
Andaru langsung pergi meninggalkan mereka, sialan Aliya sudah membuat drama seolah-olah dirinya lah yang diputuskan oleh Aliya.
"Kau tidak apa-apakan "
"Aku tidak apa-apa dan kau jangan peduli apapun yang terjadi padaku"
Aliya melepaskan pegangan dari Pak Renaldi dan melengos begitu saja, bahkan Ayu pun di lewatinya. Ayu yang kebingungan kembali mengikuti Aliya.
...----------------...
"Keisya kau sudah mulai sekolah "
__ADS_1
"Sudah Abigail. Akhirnya aku bisa sekolah lagi. Pemotretan ku sudah selesai dan aku juara 1 dilomba itu, kau lihat aku membawa piala sini-sini ayo kita foto kita foto semuanya sini ayo kita foto-foto"
"Wahh selamat, aku ikut senang Kei"
Mereka semua berfoto dengan piala yang dibawa oleh Keisha, awalnya tidak ada masalah sedikitpun mereka bahagia dengan temannya yang membawa piala. Mereka ikut bangga.
Sedangkan murid para laki-laki hanya fokus dengan pembahasan mereka. Budi yang baru masuk kedalam kelas langsung ikut berfoto dengan para perempuan.
"Hei kau siapa" tanya Keisya yang tak tahu ada murid baru.
"Kau tidak kenal aku ya, aku murid disini aku Budi "
"Oke, kacamatamu itu beli dimana "
"Hemm dimana ya, ada deh, selalu saja menanyakan beli dimana "
Keisya dan yang lainnya malah tertawa dan Budi langsung duduk ditempat tidurnya. Pintu kembali terbuka dan menampakan Ayu dan Aliya yang sedang bercengkrama.
Aliya yang melihat ada Keisya dan sedang berfoto dengan teman-teman yang lain langsung menerobos dan mengambil tas Keisya, lalu melemparnya.
"Mulai sekarang kau tidak duduk di sini, ini adalah tempatnya Ayu. Jadi kau tidak berhak untuk duduk di sini carilah tempat yang lain"
"Apa maksudmu Aliya. Aku baru saja masuk sekolah tapi tiba-tiba kau memperlakukan aku seperti ini "
Ayu mengambil tas Keisya dan menyimpan kembali di tempat semula "Sudah jangan bertengkar, biar aku duduk di mana saja di sini kan banyak bangku kosong aku tidak masalah. Aliya jangan dipermasalahkan ini adalah tempat duduknya dia sudahlah"
Aliya mengambil tas itu kembali dan membuangnya ke tong sampah, lalu kembali lagi ke hadapan Ayu dan juga Keisha.
"Sudah Ayu kau boleh duduk di sini dan kau pergilah ke tempat yang seharusnya, aku sudah menyimpan tasmu di tempat yang seharusnya kau cocok di sana"
Murid laki-laki malah tertawa mendengar ucapan dari Aliya tidak ada yang berani membela Keisha. Murid perempuan pun sama saja mereka diam dan tak mau ada yang ikut campur antara masalah Keisha dan juga Aliya.
"Sudah Aliya kasihan dia aku tidak masalah tidak duduk di sini, aku bisa duduk di mana saja"
"Kau jangan ikut campur " bentak Keisya dengan mata yang melotot.
Aliya maju dan memegang kerah pakaian Keisya "Kau boleh menjadi pemenang, tapi tidak usah sombong seperti ini. Aku tidak pernah suka orang sombong. Di sana kau pemenangnya tapi di sini aku"
Aliya mengambil piala itu dan membuangnya keluar jendela. "Duduk Ayu "
__ADS_1
Keisya yang marah keluar dari kelas bahkan dia sampai menabrak bahu Ayu.