
"Sinta apakah kau yakin tidak akan memakai pengaman nanti kau bisa jatuh"
"Tidak apa-apa suster. Aku ingin seperti ini saja"
"Pasti kau ingin cepat-cepat bisa jalan kan ingin menemui pacarmu, pacarmu yang tampan itu ya "
Sinta hanya diam saja. Dia memegang besi itu dengan sangat erat sekali, dirinya kembali mengingat tentang kejadian waktu itu saat Ayu mempermalukannya di hadapan semua orang.
Ayu telah membuatnya malu, maka dirinya harus membuktikan pada semua orang kalau dirinya bisa berjalan dan membalas apa yang telah Ayu lakukan.
"Ayo kita mulai saja Sus. Jangan banyak bicara aku ingin cepat-cepat bisa berjalan, kalau terus mengobrol kapan aku akan belajarnya "
"Baiklah Ayo Sinta hati-hati ya "
Dengan perlahan-lahan Sinta melangkahkan kakinya, meskipun sedikit berat tapi Sinta mencoba untuk melangkahkan satu persatu kakinya, sampai ujung pegangan besi itu dan berhasil.
Bahkan Sinta sampai menangis karena pencapaiannya akhirnya berhasil juga. Tak menyangka kakinya bisa di langkahkan meski memang sedikit berat.
Neneknya yang ada di sana langsung mendekatinya dan memeluknya lalu suster membantunya untuk duduk lagi di kursi
"Akhirnya Sinta ada kemajuan juga tunggu di sini aku akan memanggilkan dokter untukmu. Jangan kemana-mana ya tetap di sini"
"Ya Allah nenek sangat senang melihatmu bisa berjalan lagi, nenek bangga padamu Sinta nenek bangga sebentar lagi kau akan bisa jalan. Kau bisa sekolah kau bisa pergi bermain lagi bersama teman-temanmu. Nenek sangat senang dan bahagia sekali sayang "
Sinta hanya menganggukan kepalanya dia tersenyum senang. Akhirnya apa yang ingin dirinya capai tercapai juga sebentar lagi akan bisa berjalan. Dan rasa kes marahnya akan segera terbalaskan Ayu akan merasakan apa yang pernah dirinya rasakan.
Ayu adalah pelakukannya maka dia yang harus bertanggung jawab bukan orang lain. Seharusnya Ayu yang dipenjara bukan orang yang telah menabraknya itu.
...----------------...
__ADS_1
"Sudahi semuanya Andaru"
Andaru membalikkan badannya dan menatap Aliya yang sudah menghimpitnya, Andaru lalu mendorong sedikit bahunya karena dirinya tidak suka diperlakukan seperti ini.
"Apa yang harus aku sudahi. Memangnya aku sudah melakukan apa sampai-sampai aku harus menyudahi semuanya, kau ini kalau bicara tak pernah jelas Aliya"
"Sudahi semua tentang sandiwaramu pada Ayu, aku tidak mau melihatmu lagi dekat-dekat dengan Ayu, berenang lagi bersama Ayu, ataupun melakukan hal apapun bersamanya. Apakah kau tidak lihat waktu itu Ayu telah melakukan apa saja pada dirimu pada kita, dia sudah menuduh kita dengan sebegitu beraninya. Kalau kau terus mendekatinya yang ada dia makin berani "
"Aku hampir berhasil jadi kenapa harus diakhiri"
"Hey hey kenapa kalian berubah bertengkar seperti ini, ada apa ini "ucap Galang yang tiba-tiba saja datang.
"Mumpung ada kau Galang maka aku akan berbicara pada Andaru, kalau kita akan mengganti permainan kita pada Ayu, seperti yang sudah kita rencanakan kita rubah semuanya "
"Nah aku datang kemari ingin memberitahu kalian berdua, aku sudah tahu kelemahan Ayu sekarang, aku begitu senang saat mendengarnya "
"Memangnya apa kelemahan Ayu " tanya Andaru
"Apakah itu akan berhasil" tanya Andaru lagi
"Tentu itu akan berhasil, kita akan bisa mengalahkan Ayu dengan cepat bila mengunakan Sinta "
"Benarkah itu bisa mengalahkan Ayu" ucap Andaru masih tidak percaya.
"Iya jadi bagaimana '"
"Aku fikirkan "
Andaru melihat Ayu yang baru datang, Ayu melewati mereka bertiga begitu saja. Ayu menghiraukan mereka bertiga.
__ADS_1
Andaru masih diam menatap Ayu dan masih tidak percaya kalau Ayu adalah adiknya, adiknya Cempaka yang sudah hilang sejak lama dan kembali lagi.
...----------------...
"Lia "
"Ayu "
"Iya ini aku, apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan padaku "
"Apa Ayu aku sama sekali tak punya masalah dengan mu "
"Memangnya aku mengatakan kalau kau punya masalah dengan aku, tidak kan. Apakah kau menyembunyikan sesuatu dariku Lia "
"Tidak, aku tidak menyembunyikan sesuatu apapun darimu memangnya kau melihat apa dariku, aku sama sekali tak menyembunyikan sesuatu darimu "
"Begitu ya, saat teater itu dimulai kemana kau Lia, kau kan yang sudah menyebarkan fotoku dan juga Andaru. Kau yang sudah melakukan itu kan untuk apa sebenarnya apa mau mu Lia, apakah kau marah padamu karena aku telah membelamu, apakah kau membenciku karena aku telah menolong mu"
"Bukan seperti itu, Andaru yang telah mengancamku, dia memerintahkan ku untuk melakukan itu , sungguh aku disini korban aku disini tertekan Ayu, tolonglah mengerti Ayu "
"Kau yakin Andaru yang menyuruhmu atau ini hanya inisiatifmu sendiri"
"Aku sudah berkata jujur padamu Ayu, kalau semua ini Andaru yang menyuruhku. Dia mencegat ku dan menyuruhku menyebarkan fotomu dan juga Andaru. Sungguh aku diancam olehnya kalau aku tidak melakukan itu maka aku akan dikeluarkan dari sekolah ini, kau tahu kan siapa Andaru dia itu punya anak punya sekolah ini "
Ayu masih tak percaya dengan jawaban Lia seperti ada yang ganjal saja. Masa sih.
"Ayu "
Tiba-tiba saja ada kepala sekolah yang memanggilnya, Ayu hanya menatapnya saja..
__ADS_1
"Ikut aku keruangan ku "
Cempaka dengan langkah yang malas mengikuti kepala sekolah. Entah apa yang akan dia bicarakan tapi sepertinya tak akan penting.