
Aliya yang sedang fokus mendengarkan pelajaran dari Pak Renaldi tiba-tiba mendengar ponselnya yang berbunyi. Dengan cepat dia membuka pesan itu ternyata ada yang mengirim sebuah foto.
foto Andaru dan juga Ayu.Apakah ini tidak salah Aliya mencoba untuk memperbesar foto itu dan benar. Apalagi dengan tatapan Andaru yang begitu sangat memuja pada Ayu.
Sangat berbeda sekali. Andaru tersenyum dan tatapannya itu sangat-sangat membuatnya marah, Aliya langsung memperlihatkannya pada Cassandra yang tadi bertanya padanya.
Cassandra pun kaget dengan apa yang dia lihat. Pak Renaldi yang sedang menjelaskan dan Aliya yang terus saja fokus ke arah ponselnya langsung merebut ponsel Aliya dan melemparkannya ke bangkunya.
Lalu kembali menjelaskan dan menatap Aliya "Coba kau jelaskan apa yang aku tadi jelaskan Aliya, dari tadi kau tak fokus pada pelajaran ku "
"Kembalikan ponselku , kau tidak seharusnya mengambil ponselku seperti itu"
Bukannya menjawab Aliya malah meminta ponselnya untuk dikembalikan "Nanti aku akan mengembalikan ponselmu setelah pelajaran selesai, kau bisa mengambilnya dariku jadi tenang dan jelaskan apa yang tadi aku jelaskan"
"Aku mohon kembalikan ponselku sekarang juga jangan bermain-main denganku, kembalikan "
Aliya bangkit dan berjalan ke arah Pak Renaldi dan mencoba untuk mengambil ponselnya, tapi dengan cepat juga Pak Renaldi mengambil ponsel itu "Sudah aku bilang kan nanti akan aku berikan setelah pelajaran ini selesai. Apakah kau tidak mendengarku ku, kembali duduk dan jelaskan "
"Kau ingin bermain-main denganku, jangan sampai kau mempunyai masalah denganku, lebih baik kembalikan ponselku, karena ada masalah yang harus segera aku selesaikan "
"Masalah apa, sampai-sampai kau harus membuka ponselmu di saat pelajaranku. Sudah aku bilang kan aku punya peraturan sendiri aku tidak mau ada yang membuka ponsel, aku sudah bicarakan pada kalian semua untuk mematikan ponsel kalian"
"Kembali kan "
"Keluar kau tidak sopan" teriak Pak Renaldi.
Aliya dengan marah keluar dan membanting pintu, Pak Renaldi tersenyum pada murid-murid yang menatapnya, lalu kembali menyelesaikan pelajarannya yang tadi sempat terpotong karena Aliya.
...----------------...
"Terima kasih atas makanannya juga minumannya. Aku bisa pulang sendiri dan kau tidak usah mengantarku pulang"
"Kenapa begitu Ayu, aku bisa mengantarmu pulang"
"Tidak usah aku bisa pulang sendiri "
"Aku ingin bertanya padamu. Apakah aku tidak menyenangkan, apakah aku membosankan sampai-sampai Kau dari tadi diam saja, kau cemberut saja bahkan saat aku bertanya kau hanya menjawab seadanya saja. Apakah kau tidak tertarik padaku, aku tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang perempuan. Kenapa denganmu ini"
"Tidak kau tidak membosankan. Aku hanya ingin segera cepat-cepat menyelesaikan masalah aku"
"Masalah apa, bukannya kau tadi bolos sekolah untuk pulang ke rumah"
__ADS_1
"Iya masalah di rumah, aku harus segera membereskan masalah di rumah jadi selamat tinggal dan sampai jumpa di sekolah nanti. Aku pulang sendiri tidak usah diantarkan olehmu, kau juga lebih baik segera pulang"
"Sebuah alasan yang tidak masuk akal, baiklah"
Ayu menganggukan kepalanya saja, sudahlah daripada makin panjang lebih baik iyakan saja. Ayu memberhentikan taksi dan segera masuk ke dalam taksi.
Andaru masih saja diam di sana, tapi pandangan Ayu lurus ke arah depan "Kita ke kantor polisi sekarang pak"
"Baik nona "
Saat sudah di kantor polisi, Ayu bergegas masuk dan mencari polisi yang menangani kasus Sinta. Untung saja mereka berpapasan.
"Ayu kau ada di sini ada apa"
"Aku ingin berbicara denganmu"
"Tentang kasus Sinta lagi, apa yang kau lihat mobilnya, orangnya atau apanya. Kau bisa tenang Ayu aku akan mengurus semuanya. Kau tidak usah ikut campur biar aku yang mengurusnya ya, percaya kan semuanya padaku. Aku tahu kau ingin keadilan untuk sahabatmu, tapi kau harus tenang biarkan aku yang mencari semua. Biarkan aku yang mencari buktinya"
"Aku melihat bukti, aku melihat helm yang mereka pakai. Maksudku kalau salah satu dari mereka memakai helm itu"
"Siapa yang memakainya dan di mana kau melihatnya"
"Aku melihat helm itu ada di loker salah satu anak, ada di dalam loker Andaru"
"Iya dia orangnya"
Pak polisi hanya diam menatap Ayu, masih tidak percaya kalau orang yang Ayu tuduh adalah anak dari Tuan Adipmana.
...----------------...
"Aina "
Aina membalikkan badannya dan menatap Aksa yang berlari kecil kearahnya.
"Iya"
"Bisa kita bicara, sebentar saja ada yang ingin aku bicarakan denganmu"
Aina menatap kedua temannya dan mereka menganggukan kepala untuk Aina berbicara dengan Aksa. Akhirnya mereka berjalan ke arah kantin dan Aina menunggu apa yang Aksa akan katakan. Karena setelah duduk beberapa menit Aksa belum mengucapkan apa-apa.
"Ada apa, apa yang ingin kau bicarakan padaku"
__ADS_1
"Aku ingin tanyakan sesuatu tentang Ayu"
"Ada apa dengan Ayu dan apa yang membuatmu penasaran"
"Sudah berapa lama kau kenal dengan Ayu"
"Sudah lama kami satu SMP dan kami juga teman dekat. Memangnya ada apa"
"Tidak hanya ingin lebih tahu saja tentang Ayu, lalu dia tinggal bersama siapa saja dan sudah berapa lama dia tinggal di kota mu itu "
"Apakah kau seorang Intel"
"Kau lucu sekali aku Aksa adiknya Andaru. Aku bukan intel aku hanya ingin lebih tahu saja tentang Ayu, karena ada sesuatu yang membuatku tertarik untuk mengetahui masa lalu Ayu dan itu berhubungan dengan keluargaku. Bisa kau bekerja sama denganku "
"Masa lalu. Memangnya kalian dulu saling kenal"
"Tolong jawab dulu pertanyaanku tadi"
"Baiklah baik Ayu baru 5 tahunan mungkin tinggal di kota yang sama denganku, dia penduduk baru sih sebenarnya dia hanya tinggal bersama ibunya, tapi sesekali ada kakeknya yang datang ke rumah"
"Apakah ayah Ayu tidak ada"
"Yang aku tahu tante Nadia itu seorang janda dan Ayu anak satu-satunya. Aku tidak terlalu tahu lebih dalam lagi tentang keluarga mereka, karena memang tante Nadia tertutup pada orang-orang di sekitar rumahnya. Dia hanya bekerja di butik lalu pulang dan itulah pekerjaannya setiap hari, dia tidak terlalu suka berbaur dengan warga-warga yang lain"
"Begitu ya, apakah kau ingin aku antarkan pulang"
"Sepertinya tidak usah, aku pulang dengan teman-temanku saja. Apakah ada yang ingin kau tanyakan lagi padaku"
"Tidak ada, tapi bisakah sesekali kita keluar bersama mungkin jalan-jalan"
Aina mengerutkan dahinya tidak biasanya, ada apa dengan Aksa apa dia akan mengorek lagi tentang Ayu "Akan aku pikirkan nanti"
"Oke aku tunggu keputusanmu"
Aina mengganggukan kepalanya dan pergi meninggalkan Aksa sendirian. Sepertinya ada sesuatu di antara Aksa,Andaru dan juga Ayu. Apa mereka ada hubungan atau mereka terlibat masa lalu entahlah.
...----------------...
Sedangkan Sinta sendiri dia sedang menunggu pesan dari Andaru, karena tidak mau menunggu lama akhirnya Sinta mencoba untuk memberanikan diri menghubungi Andaru dengan mengirimkan pesan.
Sinta : Andaru bagaimana sekolahmu. Apakah kau di sana baik-baik saja. Apa ada sesuatu yang ingin kau ceritakan lagi padaku. Ayo cepat cerita aku akan setia mendengarkan semua ceritamu"
__ADS_1
Sinta diam menunggu balasan dari Andaru, tapi tidak tidak ada balasnya. Sinta menunggu beberapa menit tapi tak ada. Dengan suasana hati yang sudah tidak mendukung lagi Sinta menyimpan ponselnya dan menutup seluruh tubuhnya memakai selimut. Andaru selalu saja hilang datang semaunya.