
Dania dia masih saja diam, air matanya sudah bercucuran dia menatap Adi, tapi Adi sama sekali tidak bergeming dia hanya diam saja.
"Kita sudah tidak ada urusan lagi Dania. Masa lalu biarkanlah menjadi masa lalu. Sekarang ini aku sedang menata masa depanku. Lagi pula dari dulu aku tidak pernah melakukan apa-apa denganmu, jadi kau jangan asal bicara pada istriku karena istriku bukan perempuan lain yang bisa percaya dengan kata-kata busukmu itu. Kau hanyalah sepupunya Ziva saja kedekatan kita pun biasa-biasa saja, aku pun tidak pernah tidur denganmu ataupun merusak dirimu jadi lebih baik kau pergi dari sini. Ziva sudah tidak ada, di sini kau sudah tidak ada urusan apa-apa lagi "
"Apakah kau lupa tentang malam itu Adi ? Apakah kau lupa telah mengambil keperawananku waktu itu. Kau melupakan hari itu ! "
"Kapan, di mana ada bukti ada video jika ada berikan padaku"
"Pergi kau dari sini aku tidak sudi melihat wajahmu lagi perempuan busuk" teriak Bella
"Kau yang perempuan busuk, seharusnya kau yang pergi dari sini bukan aku, kau malah mengusirku seharusnya aku yang mengusirmu dasar perempuan pelakor, kau memang perebut suami orang aku tahu kau menjadi istri kedua waktu itu aku tahu kau telah mengambil tempat Ziva"
"Pergi Dania " teriak Adi dengan amarah yang sudah meledak ledak.
"Zack bawa dia keluar dari rumah, jangan sampai dia masuk lagi kerumah ini, aku tak Sudi melihat wajahnya lagi "
"Baik tuan "
Zack menarik tangan Dania untuk keluar dari rumah ini, setelah sampai di depan gerbang Zack mendorong Dania dan mengunci kembali gerbangnya.
"Awas saja Adi aku akan membawa apa yang kau sebutkan tadi, lihat saja aku yang akan menang, kau telah menghancurkan aku Adi "
Bella yang tak mau mendengarkan ocehan perempuan gila itu masuk kedalam rumah, Adi tak mengikuti istrinya tapi Adi menatap Zack " suruh pengacara ke rumah Zack "
"Baik tuan "
Sekarang Adi masuk kedalam rumah, dirinya tak mau kehilangan istrinya, dirinya tak mau kehilangan Bella lagi untuk kedua kalinya.
***
"Tuan! "
Adi menatap orang yang sudah ada dihadapannya. Lalu Adi berkata, "duduklah pengacara aku ingin segera menganti seluruh harta ku menjadi atas nama istriku, dari perusahaan, rumah, segalanya yang aku miliki aku sudah pernah mintakan padamu. Apakah kau sudah membuatkannya apakah kau sudah memindahkannya menjadi atas nama istriku ? "
__ADS_1
"Baru saja selesai Tuan, saya sudah membawa seluruh dokumennya tinggal ditandatangani saja oleh Nyonya Bella"
"Baiklah, Zack tolong panggil istriku kemari "
"Baik tuan "
Zack dengan cepat segera bergegas pergi, dirinya harus cepat cepat melaksanakan apa yang tuannya mau.
"Nyonya maaf menganggu waktu mu "
"Ada apa kak Zack "
"Tuan meminta anda untuk masuk ke ruangannya, ada hal penting yang harus bicarakan dengan cepat"
"Ada apa memangnya "
"Saya tidak bisa menjelaskannya di sini nyonya, lebih baik nyonya langsung datangi saja Tuan Adi "
"Baiklah, "
"Anda masih ingat dengan saya nyonya ? "
"Aku lupa lupa ingat "
"Baiklah sama Irham pengacara Tuan Adi "
"Hemm, baiklah maafkan aku melupakan mu "
"Tak apa nyonya "
"Sini sayang duduk "
Bella menghampiri suaminya dan duduk disampingnya "Baiklah biar saya jelaskan di sini saya mewakili Tuan Adi kalau seluruh harta yang dimiliki oleh Tuan Adi dari rumah, properti, perusahaan, bahkan lahan kosong dan yang lainnya akan di balik nama menjadi atas nama Nyonya Bella istri sah dari tuan Adi "
__ADS_1
"Apa-apaan ini mas, kau sudah memberikan rumahmu yang lain padaku, lalu kau memberikan harta-hartamu yang lain juga padaku, apa tidak salah apakah sebegitu percayanya kau padaku? "
Adi memegang kedua tangan istrinya "Kenapa tidak, aku sangat percaya padamu, aku sangat mencintaimu bahkan nyawa pun akan aku berikan untukmu. Aku ingin kau selalu percaya padaku, jika suatu saat aku melakukan kesalahan atau aku sampai ketahuan bersama wanita kau bisa mengusirku. Harta ini sudah menjadi milikmu semuanya milikmu"
"Kau pikirkan dulu semuanya, aku tidak mau kau nanti malah akan menyesali semuanya. Karena telah memberikan hartamu kepadaku, kau sudah mencarinya dengan susah payah lalu dengan mudahnya kau memberikan semua ini padaku ? "
"Aku tidak akan pernah menyesali apapun yang telah aku berikan padamu, untuk apa semua harta ini bila tidak ada kau di sisiku. Aku ingin kau selalu ada di sampingku, aku ingin kau selalu bersamaku dalam keadaan apapun jadi tolong kau terima semua ini"
Bella menatap kedua bola mata suaminya, mencari sebuah kebohongan tapi tak ada. "Baiklah tapi jika kau menyesal nanti kau bisa mengambilnya lagi dariku "
"Tak akan, aku tak akan menyesal ayo tandatangani semuanya sayang"
Bella mengambil bolpoin dan diarahkan oleh pengacara itu mana saja yang harus bela tandatangani, banyak sekali yang harus Bella tandatangani sampai sampai tangannya pegal.
"Baiklah, semuanya sudah ditandatangani oleh Nyonya Bella semua harta Tuan Adi sudah jatuh pada Nyonya Bella"
"Terimakasih kau sudah membantu kami "
"Itu sudah sebuah keharusan bagiku untuk membantu tuan dan juga nyonya, ini dokumennya bisa disimpan oleh Nyonya Bella. Kalau begitu saya permisi pulang"
Adi dan Bella berdiri bersalam dengan pengacara itu, lalu mengantarnya sampai kedepan rumah, setelah pengacara itu pergi Adi memberikan dokumen dokumennya pada Bella.
"Simpanlah semua ini sayang "
"Apa alasanmu memberikan semua hartamu padaku, semuanya bahkan"
"Aku hanya ingin kau selalu percaya padaku, dengan begitu kau tidak akan meninggalkanku dalam masalah apapun. Tapi jika aku salah dan berbuat jahat padamu atau menghianatimu kau bisa mengusirku dan aku akan langsung terkena karmanya, karena aku tak punya apa apa lagi "
"Tanpa kau memberikan ini pun aku sudah percaya padamu mas, seharusnya kau tidak melakukan ini. Seharusnya ini untuk anak-anakmu nanti kelak, aku tidak berhak menerimanya. Aku di sini hanyalah istrimu saja"
"Iya aku tahu kau hanyalah istriku saja, tapi nanti saat tua bukan anak-anak yang menemaniku, tapi istriku yang akan selalu ada disampingku sampai hari tua maka dari itu prioritas utamaku adalah dirimu lalu anak-anak"
Bella memeluk suaminya dengan erat, entah apa yang harus dirinya katakan lagi pada suaminya ini, kenapa suaminya begitu percaya padanya bagaimana kalau tiba tiba dirinya mengkhianatinya.
__ADS_1
Bahkan dia tak memikirkan itu semua, dia hanya memikirkan tentang diriku saja, apakah kalau kalian ada dalam posisiku akan bersikap seperti apa, apa kalian akan senang atau sedih ?