Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 153 Tak terduga


__ADS_3

"Sayangg "


Bella membalikan badannya dan menatap suaminya " hemm ada apa "


"Ayo kita berendam sayang, disana ada kolam air hangat"


"Aku ganti pakaian dulu "


"Sebentar aku sudah membuatkan baju khusus untuk mu "


"Maksudmu, kau membuatnya sendiri"


"Aku hanya mendesain saja dan ada orang ku yang menjahitnya "


"Mana coba ku lihat "


Adi dengan semangat membuka kopernya dan mengambil salah satu pakaian, Bella yang melihatnya melongo.


"Baju apa ini "


"Baju bersenang senang sayang "


"Kenapa sangat terbuka " teriak Bella


"Tak apa agar aku dengan leluasa menatap tubuhmu sayang"


Bella malah menjauh bayangkan saja, itu pakaian sangat aneh, masa hanya menutup *********** saja seperti bikini, tapi itu adalah kain transparan anehnya lagi di bagian putingnya bolong, lalu ********** juga cuman rok pendek tapi tak akan menutup pantatnya dan juga vaginanya.


"Apakah kau gila aku memakaikan ku pakaian seperti itu. Aku baru tahu kau mendesain pakaian seperti ini memang ada yang mau menjahitnya"


"Ini buktinya jadi sayang yang pasti ada dong yang mau menjahitnya, aku membayar mahal untuk ini dan ini desainku sendiri, ayolah pakai sayang aku ingin melihatnya apakah cocok di tubuhmu apakah akan cantik tapi aku sudah membayangkannya itu akan sangat cantik sekali"


"Emm aku tak yakin akan bagus, lebih baik aku telanjang saja lah "


Bella yang tak mau memakai pakaian itu malah membuka seluruh pakaiannya dan melewati Adi untuk masuk kedalam kolam hangat itu, Adi yang senang melihat tubuh istrinya yang berisi langsung mengejarnya dan memukul pantatnya dengan gemas.


"Mass "


"Apa sayang aku suka kau seperti ini lebih sering sering lagi ya "


"Maunya itu "


"Tak apa sayang hanya dihadapan ku saja dan hanya untuk ku saja ya "


Adi dengan semangat juga membuka seluruh pakaiannya dan memangku istrinya, karena saat melihat istrinya berjalan dengan pantat yang naik turun makin membuatnya tergoda.


"Akhh aku masih belum bisa mas "


"Akhh masa bodoh "

__ADS_1


***


"Sayang bangun sayang "


Bella yang sedang tertidur nyenyak segera bangun dan melihat suaminya yang membawakannya pakaiannya dan juga sandal.


"Ada apa mas "


"Ayo cepat pakaian mu sayang, kapal akan tengelam dalam 3 jam lagi ayo cepat sayang ayo "


"Apa "


Bella dengan cepat memakai pakainya dan bersiap untuk keluar bahkan suaminya tak membawa apa apa mereka keluar dari kamar air sudah masuk kedalam.


"Mas ada apa ini "


"Pegang saja tangan ku sayang kita harus keluar "


Bella dengan patuh melakukan apa yang suaminya katakan, Bella memegang erat tangan sang suami, mereka keluar dengan desak desakan banyak orang yang menangis terutama perempuan perempuan yang memakai pakaian tipis mereka saling menjerit pada tuannya.


Saat sudah ada diatas, banyak yang pergi mengunakan skoci kapal, dan anehnya mereka tidak membawa para perempuan maksudnya hanya sebagian yang mereka bawa.


"Tuan sudah tak ada skoci "


"Apa bukannya sekoci banyak "


"Iya tuan tapi mereka yang dari tadi sudah keluar lebih dahulu mereka pergi dengan sekoci dan hanya beberapa orang saja yang masuk, seharusnya sekoci itu masuk untuk 100 orang pun bisa, tapi mereka tidak mengisinya dengan penuh tuan"


"Baik tuan "


"Mas ini kenapa bisa begini "


"Ada yang menyerang kita sayang, kalau kita sampai jatuh dan ikut tengelam yang ada kita akan mati kedinginan, air didalam sana sangat dingin sayang "


"Kita percaya saja kalai kita akan selamat mas "


Adi menganggukan kepalanya dan makin mempererat pegangannya pada sang istri, Bella yang melihat para perempuan berlari tak beraturan segera melepaskan tangan suaminya dan mendekati mereka.


"Kalian daripada terus berlari tak tentu arah seperti ini dan berteriak-teriak mencari Tuan kalian lebih baik ayo kita sama-sama keluar dari sini, jangan malah seperti ini"


"Apakah kami boleh ikut dengan mu nyonya " tanya salah satu wanita


"Boleh tapi kita juga sedang mencari sekoci siapa tahu ada dan kita bisa keluar sama-sama ayo cepat "


Bella berjalan kembali pada suaminya dan memegang tangan suaminya, sebenarnya dirinya sangat takut tentang keadaan ini, dirinya tadi melihat ada yang sudah jatuh bahkan kapal ini sudah sedikit miring.


Tapi dirinya tak mau menampakan rasa takut itu, dirinya tak mau membuat suaminya khawatir.


"Tuan kami menemukannya " teriak Zack

__ADS_1


"Bagus ayo kita kesana "


"Baik Tuan tapi perempuan-perempuan di belakang tuan dan nyonya mereka kenapa ada bersama kalian"


"Mereka akan pulang bersama kita kak Zack. Bukannya kau bilang tadi sekoci itu bisa menampung 100 orang sedangkan perempuan di sini kecil kecil badannya dan itu tidak akan membebani kan"


"Tentu nyonya tak akan mari semuanya "


Zack kembali berjalan dan diikuti oleh semuanya. Mereka berjalan dengan rasa takut yang begitu besar.


"Ayo naik kalian semua "teriak Adi


Meraka dengan berbondong bondong naik ke sekoci Zack dan juga anak buah Adi yang lainnya sudah memegang talinya setelah mereka masuk Bella dan juga Adi masuk.


"Saya akan menurunkan talinya tuan " teriak Zack


Adi menganggukan kepalanya dengan perlahan lahan Zack menurunkan talinya, sangat perlahan namun kapal sudah sangat miring dan membuat sekoci pun ikut miring.


Para perempuan mereka berteriak, Adi melihat tangan Zack yang berdarah memegang tali dengan cepat Adi naik kembali dan membantu Zack memegang talinya bersama yang lainnya.


"Kenapa tuan malah naik lagi "


"Sudah diam lah aku tak akan mungkin membiarkan mu untuk menahannya sendiri aku akan membantumu kau tenang "


Mereka kembali menurunkan sekoci itu, Adi sesekali menatap kearah samping " katanya masih 3 jam lagi kapal ini akan tenggelam tapi ini baru saja 1 jam terlewat tapi kapal ini akan tenggelam sialan" gerutu Adi.


"Ayo tuan kau harus kembali ke sekoci biarkan aku dan yang lainnya yang bekerja "


"Tak apa sedikit lagi "


Sekoci malah miring kedepan, "akhhh tolong " teriak perempuan perempuan itu dengan histeris, mereka saling peluk dan saling menghangatkan.


Bella yang melihat ada selimut segera membagikannya dan dirinya juga membagikan pelampung, tak lupa dirinya juga memakai nya.


"Bagaimana ini tuan miring "


"Hey turunkan dulu yang sebelah kiri "


"Baik tuan "


Mereka berusaha menurunkan sekoci ini tapi rasanya sangat lama sekali.


"Susah tuan "


"Potong saja talinya potong " perintah Adi.


Adi melemparkan pisau itu yang selalu dirinya bawa lalu mereka segera memotong tali itu, "mas kenapa di potong apa sekocinya tak akan berbalik " teriak Bella dengan takut


"Tenang saja sayang kau hanya perlu percaya padaku "

__ADS_1


Bella memegang sisi sekoci dirinya menarik nafas dan mencoba untuk tenang. Tiba tiba saja Bella kaget dengan sekoci yang mereka gunakan jatuh.


"Akhhhh "


__ADS_2