
Bella yang masih mengantuk mencari ponselnya yang dari tadi berdering terus menerus.
"Hallo " ucap Bella dengan malas.
"Apakah mama jam segini baru bangun. Kenapa tidak biasanya Mama selalu bangun pagi-pagi tapi saat Cempaka telepon sekarang mama malah bangun siang, apakah mama begadang, apakah mama bersama ayah pergi jalan-jalan jauh sampai-sampai mama belum bangun"
Bella yang mendengar suara sang anak segera bangun dan menarik selimutnya agar menutupi tubuhnya yang tanpa busana.
"Maafkan Mama sayang, kami datang malam dan mama tidak lihat jam makanya mama bangun siang. Ada apa Cempaka apakah kau sudah rindu pada mamah"
"Tentu saja Cempaka sangat rindu pada Mama, rasa-rasanya ditinggalkan sehari oleh mamah itu sama dengan 100 tahun lama sekali Mama, di sana Mama jangan lama-lama ya ingat selalu telepon Cempaka karena setiap detik, setiap menit Cempaka selalu rindu pada mama"
Bella yang mendengar kata-kata anaknya hanya bisa tersenyum, karena ini memang pertama kalinya dirinya meninggalkan anak-anaknya untuk pergi berlibur bersama suami berdua. Biasanya mereka suka pergi sama-sama tidak pernah berpisah seperti ini.
"Iya Mama pasti tidak akan lama kok hanya sebentar di sini, hanya beberapa hari setelah itu mama dan ayah akan pulang Cempaka. Baiklah Mama akan terus menelpon mu, tapi kalian di sana baik-baik saja kan tidak ada hal yang terjadi atau ada masalah"
"Sepertinya ada masalah sih Mama, karena aku dengar kemarin Paman Rizki dan juga Andaru bertengkar. Kau tahu Mama Andaru membuat masalah dia mengajak kami untuk melempar semua makanan. Jadi kami kemarin malam itu perang makanan Mama. Memang sih seru tapi kata paman Rizki itu tidak baik, kata dia masih banyak orang yang membutuhkan tapi kita malah membuang makanan seperti itu. Jadi kemarin Andaru dan Paman Rizki bertengkar sekarang Paman Rizki mau ajak kami bertiga untuk jalan-jalan, tapi, tidak tahu kemana kami sedang menunggu Andaru dia belum juga bangun, dia tidur terus malah pintunya dikunci tidak mau ada orang masuk bahkan Paman dari tadi menggedor-gedor pintu dan sekarang lagi dibongkar pintu kamar Andaru "
Bella hanya bisa menghela nafas mendengar anak sulungnya berbuat onar, Andaru kapan dia akan patuh, sulit sekali memang mengurus Andaru.
"Benar kata paman Rizki kalian semua tidak boleh membuang makanan seperti itu, masih banyak orang di luaran sana yang membutuhkan makanan. Jadi ingat jika Andaru mengajak kalian lagi untuk membuang-buang makanan seperti itu jangan mau dan kau harus bisa mencegah Andaru untuk melakukan itu ya"
"Baiklah mamah, sesuai perintahmu aku akan melakukannya, selamat menikmati liburan Mama dan Ayah semoga kalian di sana baik-baik saja ya, tidak terjadi apa-apa kami di sini selalu menunggu kalian untuk segera pulang kami bertiga rindu mama dan ayah bye bye mama"
"Bye-bye sayang kalian juga di sana baik-baik ya, turuti perintah dari Paman Rizki. Selama Mama tidak ada Paman Rizki yang akan mengatur semuanya dan beritahu Andaru jangan terus bertengkar dengan paman Rizki suruh Andaru menelpon mama setelah dia bangun ya"
__ADS_1
"Baik mamah laksanakan "
Cempaka yang sudah selesai menelepon mamanya segera berlari ke arah kamar Andaru dan benar saja kamar Andaru pintunya sudah dibongkar oleh Paman Rizki. Andaru sedang berkaca pinggang dia sepertinya sangat marah pada Paman Rizki dan mereka juga saling tatap mereka seperti sedang perang mata saja, mata mereka melotot dua-duanya.
"Kenapa Paman selalu saja menggangguku, aku masih mau tidur. Aku tidak mau ikut paman yang akan jalan-jalan melihat orang-orang tidak penting itu pergi saja bersama Aksa dan juga Cempaka. Aku tidak mau ikut aku lebih baik tidur saja atau aku pergi ke sekolah saja, karena memang seharusnya aku sekarang sekolah daripada ikut dengan Paman "
"Sekarang mandi dan ikut bersama aku, jangan ada bantahan lagi Andaru, kau sudah keterlaluan cepat mandi ganti bajumu dan pergi dengan kami sama-sama. Kita tunggu 10 menit jika kau sampai tidak datang dalam 10 menit maka aku akan menggusur mu. Tidak peduli penampilanmu seperti ini baru bangun tidur. Aku tidak akan pernah peduli yang terpenting kau harus ikut, dan aku tak suka dibantah ingat itu Andaru "
"Tidak mau, aku tidak mau ikut kalian saja yang pergi, kau jangan memaksaku Paman, aku tidak suka dipaksa akan aku adukan semuanya pada mama, mama pasti akan sangat marah padamu, aku yakin itu mamah akan marah"
"Silakan saja kau adukan pada mamamu itu, aku tidak peduli mau dia marah padaku atau tidak. Kau adukan saja sekarang . Aku ingin dengar apa jawaban mamamu" Rizki melipat kedua tangannya dan menatap Andaru dengan angkuh seperti Andaru menatapnya.
Andaru segera mengambil ponselnya dan melakukan apa yang disuruh oleh Paman Rizki, dia menelpon Bella dan pada deringan pertama sudah diangkat oleh mamanya itu.
"Mama lihatlah Paman Rizki di sini sangat menyebalkan, dia selalu saja mengaturku. Aku tidak suka dia atur aku hanya akan patuh pada mamah saja, bukan pada orang lain"
"Aku hanya melempar makanan saja. Apa salahnya makanan banyak di sini, maka tak usah takut akan kelaparan kan mamah "
"Itu tidak baik Andaru, Mama tidak pernah mengajarkanmu untuk menghambur-hamburkan makanan. Mama juga tidak pernah mengajarkanmu untuk tidak sopan pada orang yang lebih tua darimu. Mama selalu mengajarkanmu kesopanan, mana yang Mama ajarkan padamu mama tidak mau mendengar kau bertengkar lagi bersama paman Rizki. Meskipun Paman Rizki hanya sahabat Mama saja tapi kau harus menghormatinya. Mau bagaimanapun dia pernah mengurusmu, dia pernah ada bersamamu. Kau tidak boleh seperti itu, kau harus mematuhi apa perintah dari Paman Rizki. Mama sudah memberikan tanggung jawab itu kepada Paman Rizki saat Mama pergi berlibur jadi jangan buat masalah. Mama tidak mau anak mama menjadi seorang pembangkang, angkuh dan tidak tahu diri"
Andaru menatap Rizki dengan benci, mamanya malah membela Paman Rizki bukan dirinya "kenapa Mama membela Paman Rizki. Apa karena dia sahabat mama sampai-sampai mama membelanya, harusnya mamah ada di pihakku bukan dia "
"Tidak, Mama membelanya bukan karena Paman Rizki sahabat mamah, karena mama tidak suka dengan apa yang kau lakukan. Kau menghambur-hamburkan makanan dan kau juga tidak mau mematuhi apa kata-kata pamanmu itu, kau sudah keterlaluan Andaru, mama bilang kan jangan pernah membuat masalah lagi. Apakah kau ingin membuat mamamu ini punya penyakit darah tinggi ? "
"Maafkan Andaru mah, bukannya Andaru tidak mau patuh hanya saja Andaru tidak suka dinasehati oleh orang lain selain mama, sudah Andaru bilangkan Andaru hanya akan patuh pada mamah saja, untuk yang lain tidak "
__ADS_1
"Maka dari itu ubahlah semua itu Andaru, kau harus bisa dinasehati oleh siapapun, jangan hanya oleh Mama saja. Kau jangan patuh hanya karena Mama saja. Mama ingin yang terbaik untukmu, jangan jadi orang angkuh meskipun kita orang berada tapi kita tidak boleh merendahkan orang yang dibawah kita, kita tidak boleh angkuh, tidak boleh merasa di atas. Dunia itu berputar sayang bisa saja nanti kita di bawah dan mereka di atas. Jadi jangan pernah sia-siakan makanan, sekarang kau ikut kemana Paman Rizky pergi pasti dia akan memberikan sebuah pelajaran untuk kalian bertiga dan jangan pernah membantah kata-katanya lagi"
"Apakah harus, sekarang aku harus sekolah Mama. Seharusnya aku ke sekolah bukan ikut bersama paman Rizki dan yang lain juga sama harusnya sekolah, bukannya ikut jalan-jalan bersama paman Rizki kami harus belajar, mamah tahu kan belajar lebih penting "
"Bersama paman Rizky pun kalian akan belajar bagaimana kehidupan di luar sana dan jangan pernah meremehkan makanan oke, mama mau kamu ikut bersama paman Rizki jangan susah untuk dibawa pergi bersamanya ya dan jangan sulit kalau dibangunkan tidur. Biasanya Andaru bangun pagi-pagi kan kenapa ini sulit dibangunkan oleh Paman Rizki. Apakah Andaru akan begitu terus pada Paman Rizki bertengkar terus seperti kemarin malam"
"Pasti Paman Rizki ya kan yang sudah mengadu pada Mama, makanya mama tahu semuanya tentang kejadian semalam tentang aku yang sekarang tidak mau bangun juga "
"Tidak sama sekali, Paman Rizki tidak mengadu pada Mama. Mama tahu apa yang terjadi di rumah. Mama akan tahu semuanya sayang, jadi jangan pernah bermain-main bersama mama. Kata Mama itu kau harus ikuti dan kau harus mendengarkan nasehat dari orang lain jangan mentang-mentang kau anak mamah dan ayah kau seenaknya pada orang lain. Sekarang bersiaplah dan pergi bersama Paman Rizki dan jangan bertengkar lagi bersamanya ataupun dengan saudara-saudaramu yang lain. Mama tidak mau melihat kalian tidak akur "
"Baiklah, aku akan mandi dan berangkat bersama Paman Rizki, Aksa dan juga Cempaka seperti yang Mama inginkan. Mama di sana hati-hati jangan lama-lama Andaru tidak bisa ditinggalkan lama-lama oleh Mama, jangan ke asyik kan liburan Mama"
"Iya anak mamah yang manja ikuti apa kata-kata Paman Rizki. Mama janji hanya sebentar beberapa hari di sini, cukup untuk mama dan ayah berlibur nanti juga kami berdua akan pulang. Udah senang-senangnya yah Andaru tapi jangan nakal, ingat jangan buat masalah "
"Kalau bersenang-senang tanpa nakal itu tidak seru Mama, rasanya akan flat saja kalau misalnya di bareng kan dengan kenakalan itu akan lebih seru Mama, mamah tahu sendiri kan Andaru suka sekali melakukan kenakalan"
Iya Mama tahu tapi jangan terlalu nakal jangan membuat orang menangis, jangan membuat orang tersinggung, jangan membuat orang tak suka padamu"
"Itu berarti aku harus menjadi anak baik Mama"
"Ya sudah jadi anak baik saja sayang, apa sulitnya menjadi anak baik. Kau pasti akan disukai banyak orang sayang mamah yakin itu "
"Aku tidak suka disukai banyak orang aku lebih suka disukai Mama saja, itu sudah cukup aku tidak peduli dengan dunia luar yang terpenting Mama menyayangiku itu sudah cukup. Sudahlah Mama aku mau mandi dulu mama bersenang-senang saja dengan ayah ya. Aku di sini tidak akan nakal janji, tapi tidak janji deh bye bye mama"
Andaru mematikan sambungannya dan menyimpan ponselnya lalu beralih ke arah kamar mandi seperti perintah mamanya, dirinya harus mandi dan mengikuti ke mana paman Rizki pergi. Sebenarnya sih nggak mau tapi mau gimana lagi kalau mama sudah bicara a ya harus a. Kalau b harus b apapun yang mama katakan harus diikuti.
__ADS_1
Tapi aku akan tetap sayang mamah, mamah adalah segalanya untukku, tak akan ada yang bisa mengantikan mamah didalam hatiku. Meskipun aku nakal hanya mamah saja yang bisa melarangku, orang lain tak bisa termasuk ayah juga tak bisa.