
Bella hanya diam diatas balkon, melihat kepergian mas Adi dan juga kak Ziva, bahkan mas Adi sama sekali tak melirik Bella.
"Ada apa ya dengan mas Adi setelah aku berbicara tentang Alvaro kok sepertinya dia agak berubah ya. Memangnya aku salah ya. Kan dia bertanya aku akan memilih mana aku jawab kalau aku akan memilih Alvaro kalau nanti aku pilih mas Adi yang ada aku di sini sebagai pelakor dong "
Bella menatap mobil yang mulai menjauh dibarengi dengan pintu yang diketuk, Bella segera membuka pintu dan ternyata itu ayah Anggabaya.
"Ayah "
"Kenapa kau belum bersiap nak, ayo kita pergi kerumah ayah sekarang "
"Sekarang ayah, apakah ayah yakin membawa aku pergi kerumah ayah "
"Tentu, ayah membawa mu, ayah juga akan mengumumkan kehamilan mu ayo, kita berangkat untuk pakaian tak apa kau tak usah bawa, baju istriku ada banyak dan pasti akan cocok saat kau gunakan ayo "
Tangan Bella langsung ditarik, dan mau tidak mau Bella ikut kemana ayah Anggabaya membawanya. Saat masuk mobil sudah ada kak Zack yang menyetir.
Mobil pun melaju meninggalkan rumah mas Adi, Bella menatap sekitar sebentar dan kembali fokus menatap kedepan.
***
Saat sampai dirumah utama, rumah ayah Anggabaya Bella langsung dibawa kesebuah kamar, bahkan Bella tadi melewati Adi dengan begitu saja.
Mereka tidak tegur sapa sama sekali, dan Bella juga tidak mau bertanya terlebih dahulu takut nanti di kacangin kan gak enak ya.
"Kau tidur disini ya nak, didalam lemari sana ada pakaian ibunya Adi, kau pakai saja "
"Apakah tidak apa apa "
"Tentu tak apa, aku kan sudah mengizinkan ayah adalah suaminya, dan ayah mengizinkan kamu untuk memakai pakaian almarhumah istri ayah. Sekarang aku ganti pakaian dan kita akan makan "
"Baiklah ayah terimakasih "
"Iya nak "
Ayah Anggabaya pergi dan Bella mengelilingi kamar yang sangat mewah ini, tempat tidurnya begitu besar memakai kelambu, " kamar siapa sebenarnya ini, sangat indah sekali "
__ADS_1
Bella mengelilingi semua ruangan ini, kamarnya tak hanya kamar saja tapi ada meja bundar di pojok dan belok kanan lagi ada tempat untuk memasak, ini bukan kamar tapi seperti rumah saja.
Sekarang Bella membuka lemari dan banyak sekali gaun gaun indah, Bella mengambil satu gaun berwarna hijau army dengan tangan pendek.
"Cantik sekali "
Bella membawa gaun itu dan masuk kedalam kamar mandi, membersihkan dirinya terlebih dahulu, dan nanti dirinya akan turun kebawah untuk makan.
***
Semua orang sudah berkumpul dimeja makan tinggal Bella saja yang belum, Ziva sudah mengomel dari tadi karena Bella yang tak kunjung datang, sangat lama sekali.
"Nah ini ada juga lama sekali kami menunggumu "
Bella langsung menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Adi, tadi Adi kaget melihat Bella yang memakai baju ibunya, sejak kapan ayahnya membiarkan orang lain memakai pakaian ibunya.
"Kenapa Bella memakai pakaian ibu ayah "
Kembali semua mata menatap Bella " kenapa ayah yang meminta, ukuran badan ibumu dan Bella sama, bahkan perawakan mereka begitu mirip, makannya ayah membolehkan Bella memakai pakaian almarhumah ibumu, dia pasti akan senang bila pakaiannya dipakai oleh anak perempuannya "
Semua diam, bahkan Ziva yang tak pernah tau makin panas hati saja, kenapa Bella bisa seperti itu, guna guna apa yang Bella punya.
"Ya ayo kita mulai makan "
Mereka segera makan dan tak ada pembicaraan lagi, tiba tiba Bella berhenti makan membekap mulutnya dan langsung berlari.
Bella tak tahu dimana kamar mandinya, namun saat masuk ke lorong kanan dirinya melihat ada kamar mandi, Bella memuntahkan makanan yang baru saja dirinya makan.
Adi yang khawatir langsung berlari mengikuti langkah Bella tanpa menghiraukan tatapan semua orang, saat sampai dikamar mandi Adi melihat Bella yang sedang muntah muntah.
"Biar aku bantu "
Adi memijat tengkuk Bella dengan perlahan, dan muntah Bella pun makin banyak, setelah selesai Bella mengelap mulutnya memakai pakaian Adi, sempat sempatnya Bella melakukan itu.
"Kau baik baik saja sayang "
__ADS_1
Bella menganggukan kepalanya "aku baik baik saja terimakasih "
Saat mereka berdua membalikan badan dan akan pergi dari kamar mandi, sudah ada tuan Anggabaya yang menatap mereka berdua.
"Jelaskan pada ayah, apa maksudnya dan ada hubungan apa kalian berdua ini, sekarang kalian ikut kekuranganku"
Adi mengusap wajahnya, sialan kenapa dirinya begitu ceroboh, sekarang dirinya harus menjelaskan apa pada ayahnya.
Apakah dirinya harus berbicara kepada ayahnya kalau Bella adalah istrinya, terus Bella adalah istrinya yang dirinya beli dari ibunya.
Apakah dirinya harus menjelaskan semuanya pada ayahnya, bagaimana ini, sudahlah lebih baik sekarang hadapi saja, dari pada sekarang berpura pura terus.
"Ayo kita jelaskan pada ayah "
Bella menggelengkan kepalanya "kalau kita menjelaskan pada ayah aku tidak akan bisa pergi dari sampingmu, sesuai perjanjian aku akan pergi dari dirimu"
Adi menghembuskan nafas kasarnya tanpa banyak bicara Adi menarik tangan Bella meskipun Bella menolaknya tapi tarikan tangan Adi begitu kuat.
"Adi kau gila kenapa kau lakukan hal tadi bagaimana kalau ayah tahu Adi "
Adi tak mendengarkan apa kata kata dari istrinya Ziva, dia terus saja berjalan kearah ruangan ayahnya, dan Ziva dibelakang mengikuti mereka berdua.
"Adi dengarkan aku Adi " teriak Ziva
Adi berhenti dan diam" kau mau apa keruangan ayah "
"Sepertinya Ayah sudah harus tahu tentang semua ini"
"Tidak jangan pernah jangan, kau ingin menghancurkan aku. Kau ingin menghancurkan istrimu sendiri kita sudah mempunyai kesepakatan dan semua ini tidak boleh terbongkar"
"Ayah sudah tahu, dan aku tidak bisa menyembunyikan nya lagi dari ayah, ayah harus tahu "
"Tidak jangan "
Ziva sudah menangis dia tak mau semuanya terbongkar, Bella melepaskan pegangan tangan Adi "Lebih baik kau tenangkan istrimu. Aku di sini hanyalah istri pengganti untuk mengandung anak kalian, jadi aku tidak usah kau akui sebagai istrimu juga tidak apa karena di sini aku tidak penting untuk kalian berdua, untuk hubungan kalian berdua. Aku tidak mau hubungan kalian berantakan cuman gara-gara mengakui kalau aku sudah dinikahi olehmu. Toh setelah ini pun setelah melahirkan aku akan pergi kan jadi untuk apa membongkar semua yang telah kalian tutup-tutupi selama ini"
__ADS_1
Bella melengos pergi meninggalkan Adi dan juga Ziva, namun bukanlah Adi kalau apa yang diinginkannya tidak terkabul, Adi langsung memangku Bella dan membawanya masuk kedalam ruangan ayahnya, bahkan Ziva pun ikut masuk menemani mereka berdua.
Dirinya takut Adi akan berbicara macam macam dan berbicara kalau dirinya tak bisa mengandung bisa kacau semuanya kalau ayah mertuanya mengetahuinya.