
"Kenapa ini bisa terjadi pada mereka, bagaimana kalau ayahnya Andaru tahu, dia bisa membongkar semuanya "
"Aku yakin semuanya akan kacau, kenapa harus Andaru yang jadi tersangkanya mengantikan Aliya, bisa hancur, aku pasti akan ikut hancur "
Galang begitu gusar dia terus saja berbicara sendiri, tak memperdulikan teman-teman yang terus menatapnya.
"Galang ada apa denganmu "
Galang menatap Bu Bahar yang bertanya padanya "Andaru dan Aliya dibawa ke kantor polisi"
"Kenapa bisa, kenapa mereka dibawa ada apa "
"Ini tentang kasus Sinta yang tabrak lari itu. Andaru yang menjadi tersangka sekarang, aku juga tidak tahu bagaimana keadaannya. Pagi-pagi sekali mereka berdua jemput oleh Polisi"
"Ya ampun kenapa tiba-tiba seperti ini. Apa ada yang melaporkan mereka berdua "
"Sepertinya Ayu Bu yang melakukan ini, Ibu tahu sendiri kan dari dulu Ayu mengincar orang yang telah menabrak Sinta, dia ingin balas dendam Bu"
"Baiklah kamu tenang dulu ya ibu akan pergi keruangan kepala sekolah dan meminta izin untuk melihat keadaan Aliya dan juga Andaru "
__ADS_1
"Aku mau ikut Bu "
"Akan aku coba berbicara dulu dengan kepala sekolah ya "
"Iya Bu "
Setelah kepergian Bu Bahar, Galang berjalan masuk kedalam. Dirinya masih sangat panik. Tapi mau bagaimana lagi dirinya tidak bisa gegabah pergi kesana dan membuat onar. Yang ada malah akan diusir kan.
...----------------...
Sinta menatap teman-temannya yang asik mengobrol kan tentang penangkapan Andaru dan juga Aliya, mereka begitu khawatir..
Sinta yang ingin menemui Galang segera mencari keberadaanya, ingin menanyakan kebenaran apa yang Andaru katakan.
Sinta terus saja mencari-cari keberadaan Galang. Akhirnya mereka berhadapan juga "Aku ingin berbicara denganmu Galang"
"Mau bicara apa aku ini sedang pusing, aku ini sedang memikirkan banyak hal kamu ini tidak lihat wajahku yang sedang memikirkan bagaimana keadaan Aliya dan juga Andaru temanku "
"Ini tentang pesan yang selalu Andaru kirim "
__ADS_1
Galang diam, langsung mendorong kursi roda Sinta pergi ketempat yang sepi dan tak akan ada orang yang lewat kemari.
"Apa yang ingin kamu bicarakan "
"Selama ini kamu telah menjadi Andaru, aku sudah tahu semuanya"
"Apa yang kamu tahu memangnya. Apa saja yang sudah kamu tahu selama ini Sinta, selama sekolah di sini kamu mamata matai kami semua ya atau mungkin yang melaporkan Andaru dan juga Aliya adalah kamu"
"Untuk apa aku melaporkan mereka berdua, sedangkan Aliya temanku dan Andaru adalah laki-laki yang aku suka. Mana mungkin aku akan menjerumuskan mereka ke dalam penjara"
"Meskipun mereka bersalah. Apakah kamu akan membela mereka berdua. Kalau mungkin dari salah satu mereka adalah pelaku dari tabrak lari kamu, apa yang akan kamu lakukan mempertahankannya dan membiarkan kasus itu menghilang begitu saja atau bertindak dan memenjarakan salah satu dari mereka"
Sinta menatap wajah Galang yang begitu serius menatapnya, Sinta juga ingin keadilan tapi sangat sulit sekali memilih diantara kedua itu.
Satu sisi dirinya sangat mencintai Andaru, satu sisi dirinya berteman dengan Aliya, mana mungkin dirinya mengkhianati Aliya yang menolongnya dan memasukannya kedalam sekolah ini.
"Aku memilih"
"Memilih yang mana, ayo beri aku jawaban maka aku akan jujur semuanya padamu "
__ADS_1
Sinta sudah memilih jawabannya, ini akan menjadi keputusan akhirnya.