Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 136 begitu bersemangat


__ADS_3

"Nyonya "


"Kenapa kak Zack "


"Aku baru saja mendapatkan info kalau para mafia akan berkumpul bagaimana ini, apakah aku saja yang datang kesana "


"Apakah harus datang "


"Tentu nyonya "


"Baiklah aku yang akan datang ke sana bersamamu, bawa sekitar 50 anak buah untuk jaga-jaga saja takut mereka tiba-tiba menyerang karena tidak ada suamiku" .


"Baik nyonya apa ada lagi "


"Kau bisa bawakan pakaianku pada kak Sera ya mungkin pakaian serba hitam akan lebih cocok untuk datang ke sana agar lebih menjiwai saja dan jangan lupa sepatu boot juga ya, kita berangkat dari sini saja,"


"Baik nyonya saya akan menyiapkan semuanya dulu "


"Tentu terimakasih "


"Sama sama nyonya "


Bella menganggukan kepalanya dan kembali membaringkan kepalanya disamping suaminya " lihat aku akan datang ke perkumpulanmu. Apakah itu akan baik atau tidak aku hanya tidak mau kau terlihat jelek di depan mereka karena tidak datang, tenang saja aku bisa berbohong pada mereka kalau kau tidak bisa datang ke sana"


Bella menatap lama wajah suaminya mengusapnya dengan perlahan, Bella makin menggenggam tangan suaminya dan ada pergerakan.


"Ki suamiku tangannya gerak Ki, cepat panggil dokter "


"Iya sebentar ya "


Rizky sampai melemparkan kertas-kertas yang sedang dia baca karena tadi Bella berteriak begitu kencang padanya, kaget untung saja jantungnya tidak copot.


Dokter datang dengan beberapa perawat dan Bella segera menyingkir membiarkan dokter dan juga perawat itu mengecek keadaan suaminya, lalu dokter tersenyum ke arah Bella.


"Tuan sudah memberikan respon dan saya yakin sebentar lagi Tuan akan sadar terus ajak dia bicarain Nyonya ya, karena dia bisa mendengar semuanya apapun yang Nyonya katakan "


"Apakah dalam beberapa hari ini dia akan sadar"


"Kita lihat saja Nyonya pasti Tuan akan sadar dia itu pria kuat tidak mungkin kalah "


"Baik terima kasih"


Bella yang tak puas dengan jawaban dari dokter segera duduk dan menatap kembali suaminya " kapan kau akan bisa bicara denganku lagi mas, aku ingin bicara denganmu, aku ingin makan bersamamu, dan saat melahirkan aku ingin ada dirimu"


"Aku ingin saat aku kembali kemari setelah beres semua urusanku dengan komplotanmu itu, aku ingin kau sadar aku ingin melihat kau tersenyum padaku dan menyambutku pulang , itu perintah untukmu, semua bawahanmu sudah aku perintahkan untuk patuh padaku dan kau juga harus patuh padaku kau harus bangun"


"Nyonya ini pakaiannya "

__ADS_1


Bella menatap kak Sera yang sudah datang dan mengambil pakaiannya, Bella membawanya ke kamar mandi, baju yang bagus untuknya dan perutnya juga pasti akan sangat terlindungi.


Bella memakai dress berwarna hitam tangan panjang lalu memakai sepatu boots nya tak lupa memakai anting berwarna hitam dan juga kalung dan terakhir memoles wajahnya sedikit lebih tua, kalau dirinya menampakan wajah seperti anak kecil ini pasti mereka akan meremehkan dirinya.


Bella keluar dan mereka yang ada disana melongo melihat Bella " waw kau seperti sudah dewasa saja Bella padahal kau masih anak kecil "


"Aku bukan anak kecil ya Ki, aku akan mempunyai bayi masa anak kecil mempunyai bayi "


"Tetap saja umur masih 19 tahun dan kau masih kecil"


"Terserah kau saja kau di sini diam bersama Kak Sera jaga suamiku dengan baik, kalau ada apa-apa kau yang tanggung jawab kalau ada pergerakan lagi dari suamiku kau langsung hubungi aku ya jangan sembunyikan apapun dariku apapun itu keadaannya" .


"Baiklah tapi apakah kau yakin akan pergi ke sana di sana kan banyak pria. Apakah kau bisa menghadapinya"


"Kau lupa siapa aku kenapa kau meremehkan ku Ki, kau sudah mengenalku berapa tahun sampai kau tidak tahu aku bagaimana meskipun mereka pria dewasa, mau pria tua mau pria apapun aku sanggup melawan mereka"


"Iya iya aku melupakan Bella yang garang aku melupakan Bella yang tidak mau kalah dan aku melupakan Bella yang keras kepala, aku melupakan Bella yang suka berkelahi dan aku melupakan Bella yang sukanya menyindir dan aku melupakan Bella yang pemarah"


"Ya sudah kalau kau tahu , Kak Zack berikan aku sesuatu pegangan pistol, belati atau pisau kecil apapun itu agar aku bisa melawan kalau ada apa apa "


"Ini nyonya kau lebih baik memegang belati saja "


"Cukup bagus, aku akan memanfaatkannya, "


Bella berjalan kearah suaminya lalu berputar didepannya "bagaimana sayang penampilanku apakah bagus seperti ini, apakah aku seperti wanita dewasa atau aku masih seperti anak kecil tapi kalau kau lihat pasti aku akan seperti wanita dewasa, aku pergi kau hati-hati di sini ya aku akan baik-baik saja di sana, aku akan melawan jika mereka macam-macam padaku, kau tidak usah takut aku akan kalah aku pasti akan menang untukmu Kau di sini harus hati-hati ya banyak musuh yang mengincarmu dan aku yang akan menghabisi mereka"


"Tidak Nyonya helikopter sudah ada di atas menunggu kita"


"Disini ada pemberhentian helikopter "


"Diatas balkon nyonya "


"Hemm baiklah ayo kita bereskan semuanya "


Zack yang melihat Nyonya begitu antusias sangat bangga di saat seperti ini nyonya bisa mengurus semuanya, dari perusahaan dari masalah-masalah yang sedang dihadapi dan sekarang dia dengan berani datang untuk mendatangi semua kalangan mafia.


Kalau misalnya istri tuan Adi masih nyonya Ziva mungkin dia akan mundur dan kabur meninggalkan Tuan Adi, tapi dia berbeda meskipun umurnya masih belasan tahun tapi nyalinya sungguh besar dan inilah perempuan yang cocok bersama tuannya.


Tahan banting dan juga tahan serangan, dia juga pintar dalam melakukan strategi dan juga melawan musuh. Apakah anak-anak mereka akan sehebat mereka berdua nantinya.


"Hallo kak Zack apa yang sedang kau pikirkan bantu aku naik, sangat sulit untuk ibu hamil naik ke situ"


"Oh ya nyonya maaf ayo aku bantu "


Zack memegang tangan Bella dan membantunya masuk kedalam helikopter, setelah nyonya masuk disusul oleh dirinya, sedangkan anak buah yang lain mereka naik helikopter yang lain, tuannya memiliki beberapa helikopter jadi itu akan memudahkan untuk mengangkut anak buahnya yang banyak.


***

__ADS_1


"Aku begitu khawatir pada Bella, apakah dia akan baik baik saja , dia itu perempuan ceroboh pemarah dan tidak sabaran. Apakah di sana dia tidak akan membuat ulah. Apakah mereka tidak akan mengacak-ngacak tempat itu di sana nantinya"


"Kau hanya perlu percaya pada Nyonya dia sekarang sudah dewasa dan dia tahu mana yang benar dan mana yang salah dan apa yang harus dia lakukan, kau bisa tenang saat perang waktu itu pun kita menang karena dia, sudahlah dia pasti akan bisa melakukannya dengan baik kita hanya perlu memberikannya sebuah kepercayaan dan dukungan"


"Iya kau benar tapi tetap saja aku merasa khawatir ini untuk pertama kalinya Bella melakukan sesuatu yang di luar kebiasaannya, ya mungkin di sekolah dia sangat berkuasa dulu tapi kan itu sangat berbeda dunia mafia adalah dunia keras dan dunia hitam yang seharusnya tidak dimasuki oleh seorang perempuan hamil seperti dia"


"Inilah konsekuensi istri dari seorang mafia mungkin ada istri seorang mafia yang tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya bisa mengumpat di belakang suaminya, tapi Nyonya Bella itu berbeda dia bisa menghadapi semuanya dia tahu menikah dengan siapa dan apa yang harus dia lakukan "


"Hem ya aku tahu "


"Kau bisa mengerjakan tugas kantor aku tidak tahu kalau kau bisa mengerjakan tugas-tugas memusingkan seperti ini "


"Tentu aku bisa, malahan dari kecil aku sudah belajar ayahku ingin aku menjadi pengusaha sukses makanya dari umur aku masih 6 tahun aku sudah dibawa ke kantor dan belajar hal tentang dunia bisnis, sampai besar pun aku harus membantu ayahku ya memang sulit dan memusingkan tapi mau bagaimana lagi tidak ada penerus dalam keluargaku hanya aku anak satu-satunya dan aku tidak mau mengecewakan mereka semua "


"Hemm baguslah, berbaktilah pada orang tuamu selagi mereka masih ada"


"Memangnya orang tuamu di mana Kak "


"Tidak ada aku tidak tahu di mana orang tuaku yang aku tahu aku hidup di panti asuhan dan dibawa oleh Tuan Anggabaya untuk dijadikan asisten setelah besar dan sekarang aku menjadi orang kepercayaan Tuan Adi juga" .


"Maaf seharusnya aku tidak bertanya itu padamu seharusnya tidak kulakukan"


"Aku juga sudah bertanya banyak padamu kenapa tidak, kau tidak mengetahui tentang diriku. Apakah kau lapar"


"Aku sih sudah makan tapi jika kau lapar aku akan membelikan makanan untukmu, mau dibelikan apa biar aku pergi mencari makanan yang kau inginkan"


"Tidak usah aku hanya bertanya saja bila kau lapar aku bisa memasak di rumah sakit ini, ini kan Rumah sakit tuan Adi jadi aku bebas untuk melakukan apa saja"


"Propertinya begitu banyak. Apakah tidak pusing membayar pajak"


"Entahlah aku tidak tahu mungkin ini nanti untuk anak-anaknya"


"Iya juga ya, selagi ada uang kenapa kita tidak berinvestasi, aku juga nanti kalau sudah sukses akan banyak berinvestasi agar kelak keluargaku tidak usah kesulitan dan anak-anakku mempunyai warisan betul tidak"


"Ya aku betul , apa boleh nanti aku bertemu dengan pujaan hatimu itu"


"Tentu kau ingin berkenalan dengan Kak Fatimah aku dengan senang hati akan memperkenalkan kalian berdua. Kalian pasti akan sangat akrab dan berteman"


"Baiklah kapan-kapan kenalkan padaku ya, aku ingin tahu seperti apa perempuan yang kau suka dan bagaimana rupanya sampai-sampai kau memujinya terus-menerus "


"Kau cemburu"


Kak Sera mengelengkan kepalanya "tidak sama sekali aku tidak berminat untuk menikah, aku tidak mau seperti orang tuaku yang menelantarkan anaknya nanti, aku belum siap untuk menikah dan aku juga belum siap untuk mempunyai anak mungkin sampai kapanpun aku tidak akan pernah siap"


"Jangan seperti itu kau akan menyesal di kemudian hari, menikahlah dan bahagialah bersama anak dan suamimu aku tahu kau bisa"


"Akan aku fikiran "

__ADS_1


Sera tersenyum dan mendekati tuan Adi, Sera mulai mengajaknya mengobrol.


__ADS_2