
Ayu yang kembali ke dalam kelas langsung duduk dan tak melihat apa yang ada di tempat duduknya. Ayu kaget saat ada cairan yang mengucur ke kakinya.
Teman-teman Aliya malah tertawa melihatnya yang kaget dan melihat ke arah bawah roknya. Ayu langsung bangkit dan menatap mereka semua lalu berteriak "Apa yang kalian lakukan siapa yang telah melakukan ini padaku, sialan kalian ya "
Cassandra bangkit dan menatap Ayu "Aku yang melakukannya. Memangnya kenapa kau sudah sangat keterlaluan Ayu, kau sudah merebut pacar orang lain lihat kau malah berkencan kemarin dengannya. Katanya kau sakit tapi kenyataannya kau malah berkencan dengan laki-laki ini yang jelas-jelas dia sudah punya pacar"
Cassandra melihatkan foto Ayu dan juga Andaru yang kemarin ada di cafe. Ayu hanya bisa diam menatap foto itu lalu menatap semua temannya. Mereka malah tertawa melihat keadaan Ayu yang seperti ini.
Tiba-tiba saja Bianca datang dan menghampiri Ayu "Ada apa ini kenapa kalian melakukan ini pada Ayu"
"Kau ini tidak usah ikut campur Bianca, kau tidak tahu apa masalah kami semua di sini "
"Sudah Ayu, akan aku bantu kau untuk membersihkannya"
Ayu masih diam marah pada kelakuan Cassandra, tapi Bianca sudah menarik tangannya. Ayu dengan cepat menutupi roknya dengan tas yang dia bawa tadi.
...---------------...
Aliya yang sedang berbelanja karena memang ini belum waktunya pulang juga mendapatkan telepon dari Cassandra, lebih tepatnya video call.
Aliya mencari tempat nyaman dulu dan segera mengangkat telepon itu "Kau pasti akan senang dengan apa yang kami lakukan pada anak beasiswa itu"
Alia mengernyitkan keningnya "Ada apa, apa yang kalian lakukan pada Ayu. "
"Sebentar akan aku kirimkan fotonya padamu "
Cassandra mengirim foto-foto itu pada Aliya, Aliya melihat semua foto itu dari saat Ayu kaget, Ayu berdiri dan lem itu mengucur semuanya Cassandra foto dan berikan pada Aliya.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan"
"Kami memberi pelajaran pada anak itu, agar dia tidak semena-mena lagi padamu. Agar dia juga jera padamu Aliya kami melakukan itu semua untukmu. Bagaimana bagus kan ide kami ini "
"Memangnya aku pernah menyuruh kalian untuk melakukan ini pada Ayu, tidak kan. Aku tidak pernah memerintahkan hal ini padamu dan aku juga tidak butuh bantuan kalian semua. Aku bisa melakukannya sendiri tanpa kalian. Jadi jangan pernah lakukan ini tanpa perintahku, karena aku tidak butuh bantuan kalian aku bisa melakukannya sendiri "
Aliya langsung mematikan sambungannya, dia pergi kembali untuk berbelanja dan menikmati shoppingnya lagi. Dasar mereka ini ceroboh sekali.
Sedangkan di sekolah teman-temannya Aliya kaget dengan jawaban yang Aliya katakan. Cassandra sampai mau menangis karena Aliya marah padanya.
"Kenapa Aliya malah seperti ini responnya. Kenapa malah memarahi kita padahal kita mau membantunya "ucap Cassandra
"Aku juga aneh kenapa dia seperti ini, saat Keisha mendapatkan sebuah piala dia sangat marah kan. Tapi saat Ayu merebut pacarnya dia sama sekali tidak marah. Ada apa dengan dia ini " jawab Abigail
"Sudahlah mungkin ini hanya permainan Aliya saja, mungkin kita sudah merusak ide Aliya. Kita lihat saja permainan apa yang akan Aliya mainkan "ucap teman Aliya yang lain.
"Yah pasti, ini memang akan ada sesuatu yang wah yang akan terjadi pada Ayu, dia pasti akan habis oleh Aliya. Kita hanya perlu menontonnya saja "
...----------------...
"Tentu saja, aku hanya ingin berenang dan tidak tertarik untuk belajar. Aku sudah bilang kan Ayu kau jangan terlalu dekat dengan Aliya dan sekarang aku beritahu kau jangan terlalu dekat juga dengan Andaru , dia itu laki-laki Playboy dan dia tidak akan pernah bertanggung jawab atas apapun yang akan terjadi nanti denganmu "
"Aku sama sekali tidak takut dengan mereka berdua, aku akan melawan mereka berdua "
"Iya aku tahu, tapi kau terlalu polos dan terlalu mudah untuk mereka permainkan. Saat pertama kau datang ke sekolah ini kau langsung dekatkan dengan Aliya tanpa tahu siapa dia. Apa yang sering dia lakukan, kau tidak tahu kan. Apalagi saat kemarin kau pergi bersama Andaru itu pasti ada yang memfoto kalian berdua "
"Andaru yang memaksaku untuk pergi bersamanya"
__ADS_1
"Iya aku tahu, tapi pandangan orang lain itu berbeda Ayu, jadi jauhi mereka berdua jangan bermain-main di sekolah ini . Cobalah untuk menjadi anak yang baik dan tidak membuat ulah"
Bianca segera berenang. Ayu hanya diam menatap Bianca yang berenang. Dia sekarang memakai baju olahraga karena memang pakaiannya sudah tidak bisa digunakan lagi. Apalagi roknya sudah sangat kotor.
...----------------...
Ayu yang baru saja keluar dari gerbang sangat kaget melihat ibunya ada di sini "Mama kenapa ada di sini, ada apa Mah "
"Ayo kita bicara sekarang "
"Ada apa ini mah"
Tangan Ayu langsung ditarik oleh ibunya "Dia datang ke butik "
"Siapa yang datang ke butik Mah "
"Pacar Andaru, kau sudah merebut pacarnya kan kenapa kau lakukan ini Ayu. Aku tidak pernah mengajarkanmu untuk menjadi orang yang licik seperti ini. Bahkan kemarin kau bolos bersama laki-laki itu. Untuk apa aku memberimu bekal tapi ujung-ujungnya kau bolos juga. Apakah kau tidak bisa menghargai aku yang bekerja banting tulang hanya untuk dirimu saja untuk kau bisa sekolah"
"Dengarkan aku mah, Andaru itu dengan Aliya sudah putus mereka tidak punya hubungan apa-apa, dan aku juga tidak bolos bersamanya, aku tidak sedang berpacaran juga dengannya. Aku tidak punya hubungan apa-apa bersamanya kenapa Mama langsung percaya ucapan Aliya, kenapa Mama"
"Tapi dia datang ke butik dan berbicara seperti itu. Dia menangis kau tahu dia menangis di hadapanku, dia mengatakan kalau kau sudah merebut pacarnya"
"Iya, tapi apakah mama percaya dengan kata-katanya , kenapa Mama sangat percaya dengannya. Kita sudah tinggal lama berdua, bahkan di sini aku yang anak mama bukan Aliya, tapi kenapa mama malah mempercayai dia harusnya Mama lebih percaya pada Ayu."
"Kau sudah membuatku malu"
"Mama datang jauh-jauh ke sekolah hanya untuk berbicara ini saja. Apakah tidak ada hal penting lagi aku rasa Mama tidak perlu datang ke sekolah hanya untuk berbicara hal ini. Aku tidak pernah merebut pacar orang dan aku tahu mereka sudah putus. Jadi tidak ada salahnya kan"
__ADS_1
Ayu langsung pergi begitu saja meninggalkan Mamanya, Mamanya di belakang berteriak-teriak. Ayu malu teman-temannya masih ada di sana. Mereka mendengarkan semua pembicaraan dirinya dan juga Mamahnya.
"Ayu kamu mau kemana. Mama belum selesai bicara, jangan pergi ke mana-mana kau kembalilah ke sini. Ayu jangan pergi Mama belum selesai. Awas saja ya masalah ini belum selesai dan akan kita bicarakan di rumah"