
Galang memeluk Aliya "sudah lupakan semua itu, jangan seperti ini kamu menakuti ku. Bagaimana kalau kita mati bersama-sama jangan seperti itu lagi ya, aku sangat ketakutan sekali, lain kali jangan mengajak bertengkar orang yang sedang menyetir itu sangat bahaya sekali Aliya "
"Lepaskan"
Aliya langsung mengeluarkan ponselnya dan menelepon Bella, dia langsung menelpon kedua orang tua Cempaka dan juga Andaru
"Halo tante"
"Iya ada apa Aliya, kenapa ga biasanya "
"Tante harus tahu, kalau Andaru dan juga Cempaka mereka berpacaran, bukannya mereka Kakak adik kan, mereka sedang berkencan bahkan aku melihat dengan kepala mataku sendiri kalau mereka berciuman, mereka sudah sangat melebihi batas. Sangat melebih batas sekali Tante, pasti kalau Tante ada disini akan sangat kaget sekali. Lupa aku tadi tidak mengambil gambarnya, tau videonya tante"
"Mereka berpacaran, yakin kamu anak Tante kayak gitu"
"Tentu aku yakin ada saksinya juga Galang, kami berdua melihat semuanya mereka berpacaran. Mereka melakukan sesuatu yang seharusnya mereka tidak lakukan. Kamu harus memisahkan mereka berdua sebelum hal yang lebih fatal terjadi tante, bisa-bisa mereka nanti melakukan zina Tante "
"Terima kasih informasinya"
Bella langsung mematikan sambungannya sepihak, Aliya sendiri langsung masuk ke dalam mobil "Aliya apa kamu gila, berbicara pada ibunya langsung mereka tidak melakukan ciuman, ingat itu mereka hanya mengobrol dan berpelukan. Gila ya bicara seperti itu pada ibunya. Kalau begini kamu tidak akan diterima oleh keluarga mereka ";
"Biar mereka dipisahkan, tidak usah bersama-sama lagi biarkan saja, Tante Bella hanya akan percaya padaku saja. Dia sudah dekat denganku dan aku yakin dia akan mempertimbangkan tentang perjodohan itu. Apalagi Tante Bella berteman dengan bundaku juga "
Galang menghembuskan nafas lelahnya, dia naik dan menyetir mobilnya tidak membiarkan Aliya untuk yang menyetir mobilnya. Yang ada akan seperti tadi.
...----------------...
Aksa mendengar semua ucapan dari Aliya tadi yang memang dia sedang bersama mamanya, sedang memasak tepatnya.
"Benar apa yang dikatakan Aliya Aksa, kenapa dia berkata seperti itu. Apa yang dia mau sebenarnya kenapa berbicara seperti itu "
"Jangan percaya di itu bohong, masa Andaru sama Cempaka pacaran, ya mungkin mereka jalan-jalan. Emangnya salah kalau mereka jalan-jalan mah. Udahlah jangan pikirin, dia tuh emang kayak gitu cemburu kalau Cempaka sama Andaru sama-sama. Dia tuh udah terlalu terobsesi sama Andaru, makanya apapun caranya akan dia lakukan untuk memiliki Andaru, dia itu gila mah"
"Tapi mama harus bicara dengan mereka berdua, coba kamu telepon Andaru sekarang di mana dia"
"Baiklah mah"
Bella yang lemas mendengar kabar itu langsung duduk,tidak melanjutkan masaknya tadi Aksa sendiri langsung menghubungi Andaru "Kamu di mana, kenapa coba jam segini belum pulang "
"Aku sedang di jalan pulang, tiba-tiba tadi mobilku mogok aku dan Cempaka pergi jalan-jalan untuk naik kuda hanya itu saja. Aku hanya ingin lebih dekat lagi dengan Cempaka agar tak canggung dirumah "
"Cepat pulang ada masalah besar, ini semua Aliya penyebabnya, dia benar-benar gila Andaru. Kenapa sih dulu kamu sampai mau pacaran sama ular itu. Apa kamu diguna-guna sama dia "
"Baiklah aku akan cepat pulang, jangan beritahu aku sekarang aku pusing memikirkan dia. Sekarang aku sedang menuju pulang jalan pulang, akan sedikit lama karena ada kendala, tapi tenang pasti kami pulang"
"Baiklah baik"
Aksa segera mendekati mamahnya dan menggenggam tangan mamanya "Mama tenang ya. Mama jangan nangis ini semua nggak bener masa Andaru sama Cempaka pacaran. Ini nggak bener banget, mereka pasti ingin dekat kayak kakak adik biasanya. Mama suka lihat kan kalau Aksa sama Cempaka gimana, kita dekat emang kita nggak boleh dekat. Kita kan satu keluarga mah. Banyak tuh di luaran sana yang kakak adek lengket jadi mamah jangan terlalu pikirin kata-kata Aliya ya"
Bella hanya diam saja, dia terus saja menangis rasanya masih tak percaya masa anak-anaknya seperti itu saling menyukai. Masa Andaru belum bisa melupakannya. Masa Andaru terus menginginkan adiknya tak mungkin kan itu.
...----------------...
"Ada apa dengan Aksa, tiba-tiba menelpon ada hal penting, kenapa aku juga tidak ditelepon oleh Aksa juga "
"Tidak, tidak ada apa-apa. Kan kamu lagi sama aku, ya makannya dia hanya telfon aku. Udah tenang bukan masalah besar kok" Andaru mencoba untuk berbohong karena kalau jujur habis sudah, Cempaka tak akan mau berdekatan dengannya.
"Maaf karena hal ini kamu jadi tidak nyaman, tadinya kita mau jalan berdua tapi tiba-tiba datang mereka, aku juga tidak tahu kalau mereka akan datang aku tidak pernah memprediksi kalau mereka akan datang seperti itu, sungguh aku tidak tahu. Kalau saja aku tahu kita tak usah pergi kesana "
"Ya aku mengerti ini bukan salah kamu kok, kayaknya emang mereka memata-matai kita deh "
Tiba-tiba ada bis yang lewat, Andaru langsung memberhentikannya. Mereka langsung naik ke dalam . Untung saja ada kan kalau tidak mereka akan berjalan dan entah sampai kapan, mereka akan sampai rumah mungkin nanti atau besok, tidak besok mungkin seminggu lagi karena ini jauh sekali.
Mereka duduk berdua paling belakang, masih dengan tangan yang saling menggenggam, karena Cempaka yang memang sudah sangat kecapean dia menyadarkan kepalanya ke kaca. Tapi Andaru langsung menariknya dan menyadarkan kepala Cempaka ke dadanya, tanpa banyak bantah sedikitpun Cempaka melakukannya dan tertidur di dada kakaknya.
Sedangkan Aliya sendiri, dia masih sedih dengan pilihan dari Andaru yang meninggalkannya, kenapa harus begini seharusnya Andaru ada disampingnya, memeluknya dan sedang bercanda dengannya bukan dengan perempuan tidak tahu diri itu.
__ADS_1
...----------------...
Sinta yang melihat foto itu dan ingin cepat-cepat segera berjalan di rumah dia latihan berjalan, dengan memegang meja makan dan perlahan dia melangkahkan kakinya. Meski kadang terseok-seok tapi dia terus mencobanya.
Karena dia ingin sekali untuk bisa berjalan seperti semula lagi, ingin membuktikan pada semua orang kalau dirinya mampu dan bisa pulih lagi. Apalagi ingin memperlihatkan pada Ayu kalau dia bisa berjalan lagi.
Dirinya yakin, sebentar lagi akan bisa berjalan seperti semula, dan orang-orang yang selalu saja meremehkannya akan malu, apalagi Ayu dia yang sudah bersalah dalam kecelakaan ini sebenarnya dialah pelakunya.
"Aku akan membalas semuanya Ayu, aku menjadi seperti ini gara-gara kamu aku tidak bisa berjalan gara-gara kamu"
"Kamu harus menanggung akibatnya, aku mau kamu merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Semoga saja ada yang menabrak mu seperti aku ini. Agar kamu bisa merasakannya bagaimana jadi aku"
"Mungkin kamu sekarang sedang bahagia tapi tidak nanti, kamu akan menerima semuanya. Kamu harus menerimanya Ayu, aku akan merebut apapun yang kamu punya, bahkan orang tua pun akan aku rebut kamu tak boleh bahagia melebihi aku "
Sinta mengusap peluhnya dan berjalan kearah tempat duduk, menatap foto dirinya dan juga Ayu yang masih terpajang diruang tamu.
"Nenek "
"Iya ada apa cucuku "
"Turunkan foto itu "
"Foto yang mana yang harus nenek turunkan, yang mana sayang "
"Yang ada Ayu, lepaskan dan buang saja "
"Jangan dia adalah sahabat kamu "
"Tidak itu bukan, cepat nenek lepaskan "
"Tidak mau "
Neneknya langsung meninggalkan sang cucu, dirinya tahu cucunya hanya sedang marah pada Ayu. "Nenek"teriak Sinta sangat melengking sekali.
...----------------...
"Di sini ada CCTV. Apa kamu ingin membuat mama salah sangka bersama ayah yang ada kita kan di sidang di rumah. Jangan macam-macam Andaru tolonglah mengerti jangan seperti ini "
"Sekali saja, benar hanya sekali saja tak akan lebih hanya sekali saja Cempaka "
"Tidak tidak kita akan terus diadili, kalau melakukan itu. Sudah aku bilangkan apa yang selalu kita lakukan pasti akan selalu gagal, di manapun kita berada di situ ada Aliya, dia selalu saja ada. Bahkan aku merasa aneh kenapa dia selalu ada, kenapa dia seperti bayanganmu Andaru. Dia itu selalu saja ikut kemanapun kamu pergi, selalu saja seperti itu "
"Aku sudah merasakan bagaimana pacaran denganmu Andaru dan ini untuk yang terakhir kalinya, kita tidak akan melakukan hal ini lagi. Karena sekuat apapun kamu berjuang untuk mendapatkan aku, itu semua tidak akan pernah bisa kita tidak akan pernah bisa bersama sampai kapanpun, mau dipaksakan bagaimana pun tidak akan pernah bisa "
Andaru melepaskan genggaman tangannya, dia membalikkan badannya dan menatap ke arah lain "Ya aku mengerti, kita berdua memang tidak akan bisa bersama tapi terima kasih atas pengalaman yang kamu berikan tadi untuk menjadi pacarku, meski hanya satu hari pun tidak penuh tapi aku bahagia. Aku sangat bahagia sekali. Ini adalah hari paling bahagia untukku"
Andaru kembali menatap Cempaka"Mau masuk bersama atau sendiri-sendiri"
"Kita masuk bersama-sama saja, pasti Aksa juga sudah tahu kan kita pergi bersama. Jadi jangan membuat mereka lebih curiga lagi "
Mereka berjalan masuk ke dalam rumah bersama-sama, tapi agak sedikit menjauh tidak berpegangan tangan lagi, saat mereka masuk sudah ada ayahnya dan juga mamahnya yang menatap mereka ada Aksa juga di sana dia duduk sambil menundukan kepalanya.
"Duduklah kemari Andaru Cempaka"
Mereka berdua patuh dengan kata-kata ayahnya, mereka berdua duduk di hadapan kedua orang tuanya. Andaru sudah tahu kemana arahnya. Ini gara-gara Aliya apapun yang dirinya lakukan selalu saja diberitahu.
"Dari mana kalian berdua"
"Kami pergi menghabiskan waktu, bukannya kalian ingin kalau aku dan juga Cempaka akrab sebagai kakak adik aku sedang melakukan itu bersama Cempaka ada yang salah, apa ada yang membuat kalian ragu pada kami berdua "
"Aliya tadi menelpon Mama, dia mengatakan kalau kalian berdua berpacaran dan berciuman, apakah ini benar kalian bisa melakukan itu. Kalian sudah mengerikan siapa kalian berdua ini "
"Lalu mama percaya pada apa yang Aliya katakan, apakah bisa Andaru mencium adik Andaru sendiri, apakah Andaru melakukan itu mah. Andaru hanya mencium puncak kepalanya saja apa itu salah, banyak diluar saja kakak beradik seperti itu. Mungkin kalian semua sudah tahu kalau aku memang mencintai Cempaka, tapi aku tidak akan melewati batasku. Aku tidak akan melewati itu aku tahu diri aku dan Cempaka tidak akan bisa bersama"
"Lalu apa salahnya kita berdua bersama, hanya jalan-jalan sebagai kakak dan adik menghabiskan waktu bersama-sama, kita hanya melakukan bersama-sama mungkin kenapa aku tidak mengajak Aksa, karena memang ini terpikir dengan cepat aku bertemu Cempaka yang berjalan sendiri, maka aku mengajaknya pulang bersama. Mama dan ayah tidak pernah memarahi Aksa jika berdua dengan Cempaka Tapi kenapa saat aku seperti ini kalian langsung menganggap seperti itu dan lebih percaya pada ucapan orang lain "
__ADS_1
"Apalagi kalian mempercayai perkataan Aliya, apakah yang dikatakan perempuan itu benar dia itu selalu mengadu domba. Kenapa harus percaya pada perempuan itu, dia itu tidak perlu dipercayai, dia itu licik Ayah tau sendiri kan, mungkin ayah akan lebih bijak dari mamah "
"Bukannya begitu, mama hanya takut saja Aliya mengatakan itu dengan serius, mama takut kalau kalian memang benar-benar menjalin hubungan. Mama tidak mau kalau kalian harus berpisah dan bermusuhan, karena hal itu Mama juga tidak mau keluarga kita harus berpencar lagi. Mama tidak mau kalau Ayah kamu sampai mengirim salah satu dari kalian untuk sekolah di tempat yang lain atau yang jauh. Mama tidak bisa berpisah dengan kalian berdua ataupun dengan Aksa"
"Begini saja Mah, sekarang mama lebih percaya pada anak mama sendiri atau pada Aliya, itu sih yang harus Mama pikirkan jika mau percaya pada Aliya silakan jika mau percaya pada Andaru dan Cempaka juga silakan"
Andaru langsung pergi ke lantai atas, dia langsung pergi begitu saja sedangkan Cempaka masih duduk menatap kedua orang tuanya dan juga Aksa "Aliya itu sangat benci pada aku mah, dia tidak suka kalau aku dekat-dekat dengan Andaru, dia cemburu jadi dia mengadukan semuanya pada Mama, tapi tidak apa-apa kalau mama lebih percaya pada Aliya karena aku juga di sini baru, aku juga baru kembali datang di keluarga ini tidak masalah aku mengerti posisiku disini mah "
"Apakah sekarang aku boleh istirahat. Aku lelah aku ingin istirahat dan mengerjakan tugasku yang lumayan banyak dan menumpuk "
"Tentu kamu boleh istirahat Cempaka"ucap ayahnya Adi.
Cempaka langsung saja naik lantai atas. Bianca sudah menunggu dan melihat wajah Cempaka yang begitu lesu dan kelelahan.
"Kamu ini sebenarnya ke mana. Kenapa lama sekali datang ke rumah kamu pergi ke mana bersama Andaru. Kamu tidak apa-apakah wajahmu kenapa seperti ini "
"Aku hanya belajar naik kuda saja bersama Andaru dan kami berdua menghabiskan waktu, kita juga berpacaran hanya sehari maksudnya untuk merasakan berpacaran antara aku dan juga Andaru, agar Andaru juga tidak penasaran lagi denganku dan tak mengejarku lagi "
"Apa, lalu apa saja yang kalian lakukan. Kamu tidak melakukan aneh-aneh kan, kamu tidak kekamar atau kemana gitu "
"Aku tidak melakukan aneh-aneh dengan Andaru, kita hanya naik kuda bercanda ya seperti itu seperti orang berpacaran hanya itu saja, tidak lebih kami tidak sampai berciuman atau melakukan apa-apa. Apalagi masuk kedalam kamar mau apa, mau tidur emangnya"
"Tapi aku dengar dari Aksa tadi Aliya mengompori tante Bella, mengatakan kalau kamu dan juga Andaru berciuman makanya aku kaget saat mendengar itu, aku khawatir takut kamu memang benar-benar sudah tergoda oleh Andaru Cempaka, aku sangat ketakutan sekali "
"Sebentar lagi mungkin akan, tapi tidak. Aliya itu sangat menyebalkan ada di manapun. Sepertinya dia mengikutiku dan mobil Andaru juga rusak. pasti dia yang sudah melakukannya. Dia yang sudah merusak mobil itu, aku yakin dia yang melakukannya dia yang mengajak kami untuk satu mobil tapi dia yang mengajak bertengkar di mobil, sampai-sampai mau mencelakakan kami semua"
"Dia memang seperti itu, dari dulu. Apalagi saat masih berpacaran dengan Andaru ada perempuan yang mengajaknya mengobrol dia pasti akan marah. Bahkan aku saja teman Andaru akan dimarahi olehnya, karena dekat-dekat dengan Andaru, dia itu terlalu terobsesi dengan Andaru, sebabnya dia tidak mencintai Andaru aku yakin itu "
"Dia mengadukan semuanya, aku begitu kesal padanya aku muak padanya, aku tidak mau lagi bertemu dengannya kalau bisa aku ingin sekali menendangnya dari sekolah"
"Sabar kita akan segera menyelesaikan sekolah ini. Setelah itu kita akan berpisah tapi kamu benar-benar kan tidak melanjutkan hubungan pura-pura kamu itu bersama Andaru "
"Tidak, untuk apa aku meneruskannya aku hanya memberikan kesempatan untuk hari ini saja, maksudku setelah di sana saja setelah itu ya sudah kita seperti ini lagi tidak ada kata pacar lagi, sudah seperti itu tidak lebih"
"Baguslah kamu bersih-bersih dulu agar wajahmu fresh kembali dan tubuhmu juga segar, ayo cepat sana segeralah mandi yang cantik ingat yang cantik ya "
"Iya ih cerewet banget sih"
Cempaka segera masuk ke dalam kamar mandi, mengikuti kata-kata dari Bianca membersihkan dirinya. Karena memang tubuhnya juga sudah sangat lengket sekali.
...----------------...
"Bagaimana ini Mas, kalau itu semua terjadi bagaimana kalau Cempaka juga menyukai Andaru. Bagaimana kalau mereka bersama-sama, aku tidak bisa membayangkannya "
"Itu tidak akan pernah terjadi sayang, kamu hanya perlu percaya pada anak-anakmu, ini hanyalah tipu muslihat Aliya saja untuk mengompor-ngompori kamu dengan anak-anak, mereka pasti berpikir dua kali untuk melakukan itu jangan pernah percaya dengan kata-kata orang lain. Sudah aku bilang kan Anak itu tidak benar, aku sudah bilang untuk jauhi dia dan blokir saja nomornya"
"Aku sangat takut sekali"
Adi langsung memeluk istrinya, "Aku selalu mengawasi mereka, aku tahu apapun yang mereka lakukan. Kamu hanya perlu tanya padaku tidak usah tahu apa yang orang lain katakan dan apa yang mereka katakan. Aliya itu adalah perempuan yang akan mengadu domba siapa saja. Jangan pernah percaya lagi padanya, jangan ingat sayang jangan pernah "
"Iya"
"Mana ponselmu "
Adi langsung mengambil ponsel istrinya dan mengotak-atik ternyata Adi memblokir nomor Aliya, semuanya sosial media Aliya diblokir oleh Adi tak ada yang terlewat sedikit pun.
"Lebih baik kamu tidak usah berurusan dengan ular ini lagi, semakin kamu baik pada dia dan semakin dia akan menghancurkan keluarga kita, kamu lihat saja ayahnya saja seperti itu bisa menjebak orang lain dan kamu juga jangan terlalu dekat dengan istrinya"
"Tapi Sani tidak tahu apa-apa"
"Tetap saja aku melarang kamu untuk bertemu dengan keluarga mereka, siapapun itu tidak terkecuali. Aku tidak mau mereka akan mengotori kepalamu. Kamu ini ya makin kemari makin percaya saja omongan orang lain. Lebih baik kita pulang saja ke rumah kita yang dulu"
"Tidak, itu terlalu terpencil anak-anak juga tidak akan suka kamu ingin kita tinggal di hutan selamanya. Aku tidak mau"
"Ya sudah kamu hanya perlu tanya pada aku jika ada yang mengganjal di hatimu, jika ada sesuatu yang mencurigakan dari anak-anak kamu tanya padaku, karena aku tahu semuanya aku mengawasi semuanya"
__ADS_1
"Baiklah"
Bella mempererat pelukannya pada suaminya, benar juga lebih baik nanti dirinya akan bertanya dulu pada suaminya sebelum mengatakan hal yang tadi pada anak-anaknya.