
Aliya membenarkan bedaknya dan juga lipglosnya yang berantakan, lalu tiba-tiba saja ada yang berbisik padanya.
"Aliya kau ditunggu kepala sekolah di ruang meeting sekarang juga"
Aliya diam, dia kaget ada apa kepala sekolah memanggilnya. Dengan langkah yang cepat Aliya segera keluar dari kamar mandi dan akan menemui kepala sekolah.
Sama halnya dengan Galang dan Andaru mereka juga dibisiki kalau dipanggil oleh kepala sekolah untuk ruang meeting sekarang juga mereka bertiga. Aliya yang berpapasan dengan kedua temannya langsung menatap Andaru dan juga Galang.
"Jadi kalian juga dipanggil kepala sekolah keruang meeting"
"Iya kami disuruh ke ruang meeting "jawab Andaru
"Ada apa yang sebenarnya. Kenapa tiba-tiba kita dipanggil ke ruangan guru "jawab Aliya lagi.
"Entahlah "
Aliya dan juga Andaru langsung berpegangan tangan, Galang yang melihatnya hanya bisa tersenyum miring. Mereka ini memang tidak bisa dipisahkan terus saja bersama seperti ini.
Saat mereka bertiga sampai di ruang meeting sudah ada kepala sekolah di sana. berdiri dengan tegak dan menatap mereka bertiga.
"Silahkan Kalian bertiga duduk"
"Ada apa ini Pak. Kenapa kami bertiga dipanggil seperti ini, ada masalah apa ini tak biasanya "
"Duduk dulu Aliya nanti saya akan jelaskan pada kalian bertiga. Ayo duduklah"
"Baiklah kalian semua sudah duduk saya akan bicara satu persatu pada kalian bertiga, petisi yang sudah dibuat oleh Pak Farhan sekarang sudah bocor dan kita semua dalam masalah nama-nama kalian ada di bawah sana "
"Untuk apa Pak kita semua takut, dia kan sudah mati, dia sudah tidak ada dunia ini. Maka tidak ada kebenarannya juga kan kalau benar-benar dia yang menulisnya, bisa saja ada yang menirunya. Kita bisa mengelabui mereka Pak "
"Tidak semudah itu Aliya. Aliya kamu harus tahu ayah kamu itu sangat keras padamu, kamu sudah membuat masalah di sini Aliya. Tolong jaga sikapmu itu bagaimana kalau saya bicara pada Ayah kamu
Kamu tahu kan anak beasiswa itu sudah melakukan apa saja dia sudah sangat melampaui batas"
__ADS_1
Lalu kepala sekolah langsung melihat kearah Andaru yang sedang duduk "Dan kamu Andaru, kamu adalah anak dari yang punya sekolah. Kamu juga harus jaga sikap, kalian bertiga itu harus menjauhi anak beasiswa itu, dia sudah sangat keterlaluan dia akan tahu tentang rahasia kita semua. Bisa saja dia tahu tentang tabrak lari yang dialami temannya itu, tahu pelakunya siapa"
"Dan kamu satu lagi Galang, kamu itu adalah anak adopsi jadi kamu tuh harus tahu diri, kamu itu bukan anak mereka jadi kamu harus lebih baik. Saya tidak mau ada yang membuat masalah lagi atau berdekatan dengan Ayu, saya akan memantau kalian bertiga langsung. Jangan pernah dekati anak beasiswa itu jika sampai itu terjadi lihat saja apa yang akan dia lakukan, dia pasti akan menghancurkan kalian semua"
Galang yang seperti di pojokan marah, dia langsung saja keluar dari ruangan itu. Dia tidak terima dihina seperti itu oleh kepala sekolah. Memangnya kalau dirinya ini anak adopsi kenapa.
"Sudah kalian berdua silakan keluar dan belajar kembali"
Aliya dan juga Andaru segera keluar dari ruangan itu untuk mengejar Galang. Galang sudah berjalan dengan cepat sekali tapi Aliya langsung menarik tangan Galang.
"Ada apa denganmu Galang seperti baru mendengar kalau kau itu anak adopsi saja, kau kan sudah tahu dari lama. Lalu kenapa kau marah seperti tadi, ada apa denganmu ini "
"Aliya jangan keterlaluan seperti itu " ucap Andaru agar teman-temannya ini tidak bertengkar.
"Dasar kau tidak punya perasaan Aliya, kalau kau ada di posisiku bagaimana, kalau kau menjadi anak adopsi bagaimana. Kau tidak pernah memikirkan perasaan orang lain. Apa kau sebenarnya bukan manusia Aliya, coba kau putar balikan kau yang menjadi anak adopsi di sini. Bagaimana perasaanmu saat dimaki-maki seperti itu, bagaimana perasaanmu hah "
"Kau itu seperti perempuan Galang, hanya kata-kata itu saja kau langsung tersinggung seperti ini "
Galang langsung meninggal Aliya dan pergi begitu saja. Andaru juga langsung meninggalkan Aliya, sudahlah Aliya ini tak bisa diajak serius.
"Terserah kau saja"
"Akhh " teriak Aliya dengan kencang
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Di Indonesia itu banyak sekali sejarahnya, kita akan mengulas satu persatu sejarah di Indonesia. Dan itu pasti akan sangat menyenangkan sekali. Maka aku sudah mempersiapkan semuanya untuk tugas kalian"
Tiba-tiba pintu terbuka, ternyata Aliya dia baru masuk dan langsung duduk. Guru itu pun hanya diam saja tak marah seperti Pak Renaldi. Semua guru sudah tahu bagaimana Aliya.
Sedangkan Galang yang sudah masuk dari tadi langsung menatap Ayu dengan tatapan kebenciannya, sangat benci sekali.
"Baiklah aku sudah mempersiapkan sebuah kelompok, tapi tidak dengan satu kelas. Aku sudah membuat kelompok dengan kelas lain. Maka kalian akan mengerjakan tugas dengan mereka. Agar kalian lebih mengenal saja kelas-kelas yang lain dan juga akan lebih nyaman saat bertemu "
__ADS_1
"Baiklah Casandra tolong bagikan "
Casandra langsung mengambil kertas dari guru itu dan membagikannya pada satu persatu murid, Cempaka yang baru saja mendapatkannya dan melihat dirinya berkelompok dengan siapa langsung menatap Aksa.
Lalu mengelengkan kepalanya kearah Aksa. Kenapa dirinya harus berkelompok dengan Andaru, apakah tidak ada yang lain.
"Semuanya sudah kebagian kan. Nah itu adalah kelompok kalian maka sekarang kalian pergi ke kelas sebelah atau mungkin nanti bertemu di kantin berkenalanlah dengan kelompok kalian tidak bisa diganti lagi ya, harus tetap dengan kelompok itu"
"Kita akhiri pelajaran hari ini, selamat siang "
Guru itu langsung pergi, dan Aina yang dari tadi ingin bicara dengan Ayu langsung mendekatinya dan memegang tangan Ayu dengan erat.
"Kau baik-baik saja kan Ayu"
"Aku baik-baik saja memangnya ada apa denganku Aina"
"Aku begitu khawatir saat rumahmu didatangi oleh berapa orang, banyak sekali orang di sana bahkan katanya tante Nadia menculik seorang anak perempuan. Apakah kau yang diculik"
"Bisa kau rahasiakan "
"Tentu akan aku rahasiakan. Kapan kau akan bicara padaku "
"Nanti kau ikut pulang ke rumahku ya, aku akan ceritakan semuanya. Pokoknya semuanya akan aku ceritakan padamu tapi kau jangan beritahu siapa-siapa"
"Tentu aku akan jaga rahasia mu, tapi kau baik-baik saja kan kau tidak apa-apa "
"Aku baik-baik saja Aina, bisa kau lihat aku baik "
"Syukurlah aku begitu khawatir, aku takut kau apa-apa Ayu, saat itu rumahmu sungguh ramai dan tidak kondusif sekali, dimana-mana ada orang besar berwajah besar. Mereka memakai jas lengkap serta kacamata hitam sangat mengerikan sekali Ayu "
"Benarkah, aku jadi penasaran "
"Jangan ketemu dengan mereka yang ada kau akan takut "
__ADS_1
Cempaka hanya tersenyum saja. Mungkin Aina harus tahu dia adalah temannya yang selalu baik padannya dan tak pernah menghakiminya.