Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 140 kacau


__ADS_3

Bella menatap suaminya, dia mengusap pipi suaminya " mas kamu kapan bangun, aku pengen bicara sama kamu, aku pengen kamu yang sedia kala lagi, bangun mas, aku gak bisa tanpa kamu " .


Bella mengusap air matanya dan menggenggam tangan suaminya dengan erat, dan menciumnya beberapa kali, "kau tahu mas, ku kira setelah kita menikah tidak akan ada masalah tidak akan ada musuh yang mengejarmu atau ada yang balas dendam, ku kira semuanya akan baik-baik saja mas tapi kenapa saat kita baru saja menikah mereka berdatangan untuk menyerangmu. Sebenarnya apa yang kau lakukan di masa lalu mas bukannya aku menyalahkan semua tentang masalah ini padamu tapi aku hanya bingung saja harus melakukan apalagi"


Bella menatap sekilas suaminya, masih tak ada pergerakan, kata dokter harus selalu diajak bicara dan sekarang dirinya mengajak bicara suaminya tapi tetap saja tak bangun bangun kapan bangun.


"Bella makan dulu ya "


"Ayah mana mungkin aku nafsu makan saat suamiku sedang seperti ini aku tidak mau makan, aku ingin menunggu mas Adi dulu sadar"


"Jangan seperti itu, kau harus makan ya, Adi pasti akan bangun tapi kita harus sabar "


"Sampai kapan ayah aku harus sabar, aku tak bisa terus sabar seperti ini ayah, aku tak bisa melihat mas Adi seperti ini "


Tuan Anggabaya mendekati Bella dan menggenggam tangannya dengan erat " Ayah mengerti Ayah juga tidak sabar untuk menunggu Adi bangun tapi bagaimana lagi dokter sudah mengusahakan segalanya, tapi belum juga bangun"

__ADS_1


Bella segera bangkit dan melepaskan pegangan ayah mertuanya ditangannya " aku butuh waktu sendiri ayah, aku akan ke kantin dulu "


Tuan Anggabaya membiarkan Bella pergi, untuk sekarang dirinya membiarkan Bella pergi. " Adi kau segeralah bangun kau harus berusaha untuk bangun jangan seperti ini, kasian istrimu dia menunggu mu bangun, dia sangat terpukul atas apa yang menimpa dirimu, ayah tahu siapa yang mau kecelakaan seperti ini, tapi tolong bangunlah demi istrimu Bella demi dia "


Tuan Anggabaya menatap tangan Adi yang bergerak, dengan senyum yang bahagia tuan Adi memencet tombol darurat untuk memangil dokter, tapi lambat laun tubuh anaknya malah kejang kejang..


"Adi Adi kau kenapa "


Tuan Anggabaya yang panik langsung keluar dan berteriak pada orang orang yang menjaga ruangan ini " panggil dokter cepat panggil "


***


Bella tak memesan apa apa hanya diam saja menatap kearah luar jendela, fikirannya kosong tapi dirinya melihat ada anak buah suaminya yang berlari lari, ada apa.


Bella segera bangkit dan akan mendekati mereka tapi keburu mereka yang mendekati Bella "nyonya tuan nyonya"

__ADS_1


"Ada apa dengan suamimu kenapa dia " panik Bella


"Ayo nyonya kita harus kesana tuan tuan keadaannya sungguh __" belum juga dia beres berbicara Bella sudah berlari terlebih dahulu.


Ada apa dengan suaminya, kenapa dia tapi bruk, Bella bertabrakan dengan seorang laki laki dan perutnya tiba tiba saja sakit, dirinya terjungkal dan menghantam lantai dengan keras " akhh sakit sekali, aww "


"Nona maafkan aku, maaf aku terburu buru "


"Aduh sakit "


Bella mengusap perutnya, dia melihat kearah kakinya yang tiba tiba saja berdarah.


"Bella "


"Ki sakit Ki akhh, sakit "

__ADS_1


Rizki segera memangku Bella dan berlari dengan cepat untuk segera mendapatkan penangan.


__ADS_2