Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
102 Kebahagian Bella


__ADS_3

Bella yang masih binggung hanya diam saja, pintu kamar terbuka dan itu adalah Rizki "apa sih yang sebenernya terjadi Ki "


"Ini pakaian untuk mu, sepatu dan juga perhiasan pakai oke "


Rizki langsung pergi lagi " ada apa sih sebenernya kenapa coba sama Rizki emangnya ada acara apa coba "


Bella membukanya dan melongo melihat isinya dan benar saja memang isinya adalah pakaian, sepatu dan juga perhiasan. Bella yang melihat sebuah surat mengambilnya.


Saat dibuka ada sebuah pesan.


Aku tunggu kamu, datang ya aku udah siapin semuanya buat kamu, nanti Rizki akan membantumu.


Bella melipat kembali surat itu "dari siapa ya ini, apa dari mas Adi, hemm bisa jadi sudahlah bersiap dulu saja "


***


Rizki yang sudah siap dengan persiapannya segera menepuk dadanya dengan bangga " yes akhirnya selesai juga, tinggal papihnya Bella, kita kurung dimana ya, tapi yang ada aku gak akan bisa kesini lagi kalau lakuin itu "


Rizki dengan cepat menuruni tangga, saat melihat ayahnya Bella membawa nampan dan menuju kamar Bella Rizki menghadangnya.


"Om "


"Ki Bella gak kenapa napa"


"Gak apa apa om, sini biar aku aja yang bawa ke Bella, tadi aku lihat Bella lagi tidur "


"Biar sama om aja, om pengen ketemu sama Bella dan berbicara sama dia "


"Jangan dulu deh om Bella lagi panas-panasnya lagi emosi sama om, lebih baik sama aku aja daripada nanti Bella lempar-lempar barang kan sayang barangnya udah biar sama aku aja. Oh ya om tadi ada kolega om lo nyari siapa tahu ada pembahasan yang penting gitu "


Ayahnya Bella mengerutkan keningnya"kapan kolegaku datang kemari, perasaan om nggak ada orang yang ke sini dari tadi om di luar rumah loh. Kamu kapan ketemu sama dia emang"


"Emm tadi om waktu Rizki keluar terus ada bapak-bapak kucuk kucuk kucuk nanya Tuan Rainya ada nggak katanya mau bahas tentang pekerjaan dan om juga ditunggu tuh di cafe melati yang ada di depan itu loh om yang ada di seberang jalan itu, dia tunggu di sana om coba om ketemu dulu deh takutnya emang penting tadi emang kasih pesan sama aku, biar om susul dia kesana tapi aku lupa namanya siapa "


"Hemm masa sih Ki "

__ADS_1


"Ih om ya nggak percaya sama Rizki sejak kapan Rizki bohong sama om, mending om ke sana dulu sini biar makanannya Rizki anterin sama Bella ya, Rizki jamin Bella gak akan marah lagi sama om, Rizki janji dah om"


Rizki mengambil nampannya dan berjalan dengan cepat masuk kedalam kamar Bella, tak lupa mengunci pintunya dengan cepat.


"Ki sebenernya ada apa sih "


Rizki belum menjawab, menyimpan nampan dan berlari kearah jendela, huff untung saja ayahnya Bella percaya dia pergi menggunakan mobilnya.


"Aman ayo kita keatas loteng rumah kamu Bella "


"Mau apa, memangnya ada apa di loteng "


"Ayo ayo cepet kita kesana "


Rizki menarik tangan Bella mereka perlahan naik kelantai atas loteng rumah Bella yang begitu luas dan cocok untuk digunakan kejutan.


Saat pintu dibuka ada sebuah tayangan, Bella diam dan menatap setiap cuplikannya, alangkah kagetnya saat dirinya melihat itu, karena setiap cuplikan itu memperlihatkan dirinya yang diculik oleh mas Adi, saat ditabrak karena ingin kabur lalu saat dirinya dinikahi bahkan sampai liburan mereka.


Tayangan itu dikemas seperti film dan pemerannya adalah kak Zack dan juga Sera, Bella sampai meneteskan air matanya melihat masa lalunya bersama mas Adi yang begitu menegangkan.


"Kamu suka sayang "


Adi mengambil sebuah kotak beludru dan membukanya didalamnya ada sebuah cincin berlian.


"Maaf jika aku melamar mu disini sayang apakah kau mau menjadi pendamping hidupku, mendampingiku di setiap saat dikala senang maupun susah apakah kau bersedia untuk menjadi istriku untuk yang kedua kalinya"


Bella menutup mulutnya dan menganggukan kepalanya "Aku bersedia aku bersedia menjadi istrimu "


Adi dengan perlahan memasangkan cincin itu dijari Bella, rasanya sangat berbeda saat memasangkan cincin pernikahannya dan juga cincin yang sekarang, rasanya bahagia sekali karena dirinya sekarang benar benar mencintai Bella bukan semata mata hanya ingin anak saja.


"Yess berhasil wididit " teriak Rizki yang dari tadi melihat adegan Bella yang dilamar.


"Diam kau, kau mengacaukannya " teriak Adi


Bella hanya bisa tersenyum, begitu bahagianya dirinya saat dilamar seperti ini, "ayo sayang kemari aku sudah menyiapkan hidangan sepesial untuk kita berdua "

__ADS_1


Adi menggeserkan kursinya dan membantu Bella duduk " kenapa kau bisa ada di loteng rumah ku "


"Temanmu yang memberi ide semua ini agar kau tidak usah keluar dan ditanya-tanya oleh papimu, bagaimana kau senang dengan semua kejutan yang aku berikan maaf jika pemerannya tidak sama seperti kita. Aku hanya ingin mengenang saat aku pertama mengenalmu dan aku juga menyesal telah kasar padamu dulu tapi aku sungguh mencintaimu Bella dan aku tidak akan pernah mengulangi apa yang pernah aku lakukan aku berjanji padamu" sambil mengucap tangan Bella yang ada di genggamannya.


Bella menganggukan kepalanya "Ya aku percaya denganmu mas aku percaya bahwa kau tidak akan mengulangi apa yang pernah kau lakukan dulu padaku, aku bahagia karena kau mau serius denganku meskipun papih ku tidak mau menerimamu tapi kau terus berjuang untukku"


"Pasti aku akan terus berjuang untuk mu, ayo sini aku suapin sudah lama aku tidak menyuapimu kita makan sama-sama ya "


Adi memotong motong daging nya dan menyuapkan makan itu kemulut Bella.


Rizki yang dari tadi jadi nyamuk hanya bisa mengusap air matanya terharu dengan mereka berdua, apakah dirinya akan bisa seperti ini bersama kak Fatimah doakan saja ya semoga dirinya juga bisa diterima oleh kak Fatimah.


"Bella kamu dimana Bella "


Bella yang sedang menyuapi Adi berhenti Rizki yang mendengar itu langsung menepuk jidatnya "kalian berdua di sini anteng anteng aja ya biar aku yang mengurus semuanya dan kau Tuan bayar aku dengan mahal, karena aku sudah membantumu oke jangan pernah kecewakan aku semoga kalian bahagia"


Rizky menutup pintunya sedikit keras dan langsung beralih ke bawah dia tahu siapa yang datang dan jika orang itu tahu Bella sedang dilamar di loteng rumahnya, semuanya akan kacau.


"Temanmu itu baik ya ku kira dia suka sama laki-laki karena kasih emot aneh pada aku waktu itu dan juga mengedipkan matanya "


Bella tertawa mendengar ucapan dari Adi " mana mungkin Rizki menyukai laki-laki, dia itu menyukai Kak Fatimah umurnya lebih tua tapi dia sangat menyukainya"


"Kalau dengan Kak fatimahnya bagaimana"


"Dia tidak mau trauma karena Fatimah pernah ditinggalkan oleh kakaknya Rizki"


"Begitu ya sayang apakah kau mau memberikanku sebuah kecupan di sini "ucap Adi sambil menunjuk bibirnya.


"Kita belum sah kita belum menikah jadi kita tidak boleh melakukan itu"


"Tapi aku ingin"


Bella menggelengkan kepalanya menggenggam wajah dari calon suaminya itu dan mengecup keningnya "Sudah itu saja cukup"


"Untuk kali ini cukup tapi nanti setelah menikah kau akan habis olehku"

__ADS_1


Lagi lagi Bella tertawa, ini adalah hari bahagianya dan akan selalu dirinya kenang sampai kapan pun.


__ADS_2