Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 190 Kita undur saja


__ADS_3

"Bagaimana Zack pencarianmu. Apakah kau sudah menemukan cucuku di mana. Kenapa kau tidak memberikanku informasi sedikitpun. Apakah sekarang kerjaan sudah melemah dan apakah anakku Adi harus menggantimu dan mencari yang lain"


"Maaf tuan saya sudah mencari kemana-mana keberadaan Cempaka, tapi kami semua tidak bisa menemukannya. Bukan karena pekerjaan saya sudah melemah sepertinya bukan hanya satu orang yang telah menculik Cempaka tapi mereka komplotan dan sengaja ingin menghancurkan Tuan Adi "


"Di mana Sera"


"Sera masih mencari keberadaan Cempaka, dia belum pulang dan masih berkeliling untuk mencari Cempaka Tuan "


"Suruh dia menghadap padaku sekarang juga"


"Baik Tuan "


Zack segera keluar dari ruangan Tuan Anggabaya, rumah Tuan Adi juga sekarang sedang direnovasi, banyak sekali bangunan-bangunan yang roboh mereka sepertinya memborbardir rumah makanya banyak sekali korban jiwa.


Baru juga Zack akan menelpon Sera dia sudah muncul, Sera sama sekali tidak menyapanya dia langsung masuk ke ruangan Tuan Anggabaya. Apakah Sera marah padanya.


...----------------...


"Anda memanggil saya Tuan "


"Yah saya memanggil mu, siapa lagi kalau bukan kamu, kamu adalah orang kepercayaan saya Sera tapi kamu sudah mengecewakan saya, cucu saya sampai hilang kamu melepaskan pengawasan yang saya suruh, kenapa


apa alasannya saya ingin tahu alasan dari kamu"


"Mungkin ini sedikit konyol jika saya ceritakan pada Tuan. Tapi Zack menyatakan perasaannya pada saya, lalu saya meminta padanya untuk langsung bicara pada ibu panti, karena semua keputusan ada di tangan ibu panti. Saya ingin langsung menikah dan Zack juga mau, saya juga tidak tahu kalau pada akhirnya akan seperti ini saya sudah kecolongan Tuan "


"Karena sebuah cinta cucu saya bisa hilang seperti ini dan sulit untuk ditemukan. Jadi saya harus memberikan hukuman apa padamu Sera. Apa yang harus saya berikan padamu. Selama ini kau sudah mengabdi padaku bertahun-tahun lamanya, tapi dengan satu kesalahan. Kau membuat aku kecewa dan tidak percaya lagi padamu Sera"


"Saya akan menerima hukuman apapun darimu Tuan, saya pun siap jika Tuan ingin memecat saya dan mengasingkan saya ke manapun. Saya akan menerima semuanya. Saya tidak akan membantah dan saya tidak akan melawan ataupun balas dendam pada Tuan di kemudian hari"


"Kalau begitu kau lepas tangan lagi, kau tidak mencari cucuku aku mengasingkan mu dan cucuku tidak ketemu sama saja bohong, lebih baik sekarang kau pergi ke rumah sakit dan jaga dua cucuku lagi. Jangan sampai dia hilang aku kembali mempercayakan kedua cucuku lagi padamu untuk kali ini, karena aku harus sendiri yang turun ke lapangan dan mencari Cempaka"


"Baik Tuan. Saya akan menjaga Andaru dan juga Aksa dengan baik. Saya berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama jika itu sampai terjadi anda boleh membunuh saya, nyawa saya taruhannya Tuan "


"Baiklah pergi dari ruanganku dan pergi ke rumah sakit sekarang, jangan menunda-nunda lagi dan jangan mengurusi cinta lagi, kau itu bekerja untukku maka tidak ada kata cinta dalam pekerjaan dan itu yang telah membuatmu lalai dalam pekerjaan"


"Saya mengerti Tuan. Saya permisi"


Sera keluar dari ruangan Tuan Anggabaya. Ternyata Zack masih ada di sana dia menunggu Sera untuk keluar, karena dirinya juga ingin bicara pada Sera. Kenapa Sera malah membiarkannya dan mendiamkannya juga.


"Sera aku ingin bicara, bisakah kita bicara terlebih dahulu kenapa kamu membiarkanku dan mendiamkan aku seperti ini, apakah kau marah karena aku tidak mengejarmu semalam"


"Sekarang kita profesional dulu saja Zack, aku harus bekerja dan pergi ke rumah sakit. Aku tidak bisa membahas tentang masalah kemarin. Kenapa aku seperti menjauhi mu dan apapun itu sekarang aku harus pergi ke rumah sakit dan mengurus anak-anak. Aku tidak mau mengecewakan Tuan Anggabaya untuk kedua kalinya lagi, kau urus pekerjaanmu dan aku urus pekerjaanku. Untuk masalah kita yang menikah mungkin bisa diundur karena Cempaka juga belum ketemu, maka aku tidak mau bahagia di atas penderitaan Tuhan dan Nyonya "


"Tapi kenapa harus diundur, Nyonya dan Tuan juga akan mengerti, kita juga sama manusia dan kita juga perlu hidup dan perlu pasangan. Kenapa harus menunda-nunda kita bisa menikah, kita menikah biasa saja aku tak masalah asalkan kita sudah menikah Sera"

__ADS_1


"Tidak, aku belum siap nanti saja. Mungkin pada awalnya aku berbicara padamu ingin menikah segera, tapi setelah dipikir-pikir pekerjaanku sangat banyak dan aku pastinya tidak ada waktu untuk mengurus suami. Jika kau merasa tidak suka dengan apa yang aku katakan kau bisa mencari perempuan lain saja yang bisa mengurusmu dan juga menjaga anak-anakmu nanti. Aku permisi"


Sera langsung pergi tanpa mau mendengarkan perkataan dari Zack lagi, Zack juga yang tidak mau mengejar diam saja, kenapa menjadi rumit seperti ini.


Padahal dirinya ingin bahagai seperti orang lain, mempunyai istri dan anak, tapi Sera sekarang malah mengecewakannya.


...---------------...


"Cempaka benar-benar diculik, Paman sungguh menyesal kenapa ini bisa terjadi. Kalau saja kita tidak pulang mungkin semua ini tidak akan terjadi kan"


"Paman juga terluka kan, gara-gara melindungi kami. Tapi yang terpenting sekarang Paman sudah bangun. Mama juga bersama ayah akan segera pulang, mereka akan mencari Cempaka. Mama sudah tahu kalau Cempaka hilang sepertinya ada yang memberitahu Mama kalau tidak ada yang memberitahu Mama juga tidak akan tahu. Kakek sekarang sedang sibuk mencari Cempaka, semua orang sedang sibuk mencari Cempaka, makanya aku meminta pada dokter untuk memindahkan kamarku bersama kau saja. Agar kalau ada apa-apa kita bisa menghadapi sama-sama kan"


"Iya kau benar Andaru. Aku kira aku tidak akan selamat karena saat tembakan itu mengenai tubuhku rasanya perih, sakit sekali rasanya aku tidak bisa berpikir dan hanya bisa merasakan kesakitan itu saja, linu sekali"


"Sama paman, Andaru juga seperti itu panas sekali dan menyakitkan linu pokoknya, untuk pertama kalinya Andaru terluka separah itu dan semenyakitkan itu. Andaru tidak mau ditembak lagi dan Andaru juga tidak mau menembak orang takut mereka merasakan apa yang Andaru rasakan, karena itu perih sekali. Lalu rencana Paman bagaimana untuk kita bisa menemukan Cempaka"


"Paman belum kepikiran apa-apa untuk sekarang. Paman juga bingung harus cari Cempaka ke mana, sedangkan kakek, Kan Zack dan Kak Sera sedang mencari keberadaan Cempaka mereka saja belum menemukannya. Apalagi kita bertiga yang tidak punya pengalaman apa-apa mencari orang hilang, kita pasti akan sangat kebingungan sekali"


"Kenapa kita tidak lapor polisi saja Paman, pasti polisi akan lebih bisa membantu kita dan melacak dimana keberadaan Cempaka. Kenapa kita malah mencari Cempaka sendiri-sendiri seperti ini, maksudnya hanya orang-orang ayah saja yang mencarinya"


"Kau akan tahu Andaru nanti, Kenapa ayah dan semua keluargamu tidak memberitahu polisi atas kehilangan Cempaka. Suatu saat kau akan mengetahui semuanya. Lebih baik sekarang kau istirahat jangan terus bicara kurasa sekarang kau sedikit berubah, mau bicara denganku baik-baik dan tidak melotot lagi dan berteriak padaku"


"Tidak aku sedang tidak punya energi, makanya aku bicara baik-baik padamu Paman. Tapi setelah aku sembuh aku akan kembali seperti dulu, aku akan nakal lagi dan mengganggumu Paman, membuatmu selalu merasa tidak tenang hidupnya"


"Aku sudah memberikan contoh yang baik Paman, kalau sekarang wajar aku nakal karena masih kecil nanti sudah besar aku akan baik kok, tapi tidak menjamin juga sih. Tidak tahu nanti kedepannya aku akan baik atau aku akan tetap nakal. Mama juga tidak marah aku nakal. Rasanya aneh saja tidak ada Cempaka di sini Paman, biasanya dia yang cerewet selalu bicara, selalu menghibur kami semua, tapi sekarang dia tidak ada"


"Iya rasanya sangat berbeda sekali, saat tidak ada Cempaka. Ada yang beda saja, ada yang berubah, kan. Semoga saja Cempaka secepatnya ditemukan dan kita bisa berkumpul lagi bersama-sama ya"


"Iya Paman aku juga ingin bersama-sama lagi, aku ingin kita semua berkumpul lagi "


"Iya kau benar Paman, aku ingin kembali seperti semula lagi. Aksa kenapa dari tadi diam saja, aku dan Andaru dari tadi mengobrol sedangkan kau hanya diam saja melamun seperti itu. Ada apa, apa yang kau fikirkan ayo bicara pada Paman "


"Aku hanya memikirkan keadaan Cempaka saja, bagaimana keadaannya. Apakah dia sudah makan, sudah mandi, sudah sikat gigi. Apakah dia baik-baik saja. Apakah dia tidur di tempat yang nyaman atau tidak, aku takut penculik itu memperlakukan Cempaka dengan tidak baik. Aku tidak akan pernah sanggup"


"Sini ayo semuanya peluk Paman, rasa-rasanya Paman ingin dipeluk oleh kalian berdua"


Andaru dengan Aksa cepat-cepat memeluk Rizki dengan erat "Sepertinya kalian sudah tidak marah-marahan lagi"


"Tante Sera kau datang kemari. Kenapa lama sekali ke mana dulu kau sebenarnya "tanya Andaru.


"Kau tahu kan aku mencari Cempaka, tapi belum ada informasi apa-apa lagi. Sulit sekali mencari Cempaka. Bahkan kami sudah mengecek pelabuhan, penerbangan, pokoknya setiap tempat kami cek. tApi tidak ada tiket atas nama Cempaka ataupun apapun yang berurusan dengan Cempaka. Berarti dia masih di daerah sini, dia tidak pergi kemana-mana, tapi orang itu bisa menyembunyikan Cempaka dengan baik"


"Hemm, kenapa mereka mengusik keluarga kita Tante"


Sera menatap Rizki, mereka saling tatap dan tak tahu harus menjelaskan apa pada anak-anak. Mereka tidak tahu sebenarnya ayah mereka itu siapa. Mereka tidak tahu bagaimana sifat ayahnya dulu, seburuk apa Ayahnya dan mereka juga tidak tahu sebengis apa ibunya, mereka tidak tahu apa-apa dan mereka juga tidak mau menjelaskan tentang masa lalu kedua orang tuanya.

__ADS_1


Takut-takut mereka malah menjadi takut dan menghindari kedua orang tuanya, mereka adalah keluarga bahagia dan semua itu tidak boleh berubah. Cempaka harus kembali dia adalah matahari dalam keluarga kecil ini, kalau Cempaka tak ada semuanya pasti akan terasa aneh dan dingin.


...---------------...


"Ayolah makan Cempaka, di sini ada kakek tenang saja kau tidak usah takut dengan tante itu yang terus saja memelototkan matanya padamu. Ayo cepat makan kau harus tumbuh dengan baik"


"Ayah itu aneh kenapa malah jadi baik pada anak perempuan ini, percuma diculik kalau diperlakukan seperti putri tidak ada bedanya"


"Sudahlah Dania, kau jangan terlalu keras pada Cempaka dia itu hanya anak kecil, dia tidak tahu masalah kita. Sudah aku bilang kan, aku hanya ingin menjauhkan Adi dari putrinya saja jadi tidak usah membuat dia terluka. Kau tahu kan dia masih kecil dan memorinya pasti akan merekam setiap apa yang kau lakukan, jika anakmu ada di posisi Cempaka bagaimana ? Kau sebagai orang tuanya apakah akan menerima semua itu, tidak kan jadi perlakukan dia dengan baik"


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memperlakukan anak ini dengan baik, ibunya telah merebut Adipramana dari kakakku dan kalaupun Ziva meninggal harusnya aku yang menggantikannya, aku yang menikah dengan Adi seharusnya dia turun ranjang dan menikah denganku ayah, tapi perempuan pengganggu itu telah menghancurkan semuanya, perempuan pelacur itu telah menghancurkan impianku selama ini"


"Jadi kau ingin merebut suami kakakmu, selama ini kau mencintai suami kakakmu sendiri Dania. Apakah ini alasan kau menculik anaknya"


"Tidak juga banyak alasanku untuk mengambil anak ini dari Adi, kau tahu tujuan awal aku menculik anak perempuan Adi yaitu untuk membuat dia tahu bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang tersayang dan Cempaka adalah anak bungsu. Yang pasti akan sangat disayangi di keluarga mereka. Apakah kita bisa langsung makan Ayah atau kita harus terus membahas tentang keluarga mereka, kapan kita akan kenyang"


"Kau yang lebih dulu membahas, maka ayo makan, makanlah makan aku tidak akan membahasnya lagi"


"Kakek bisakah kau mengantarkan aku pulang, pasti mamaku sangat mengkhawatirkan ku, dia pasti akan menangis kalau tahu aku tidak ada di rumah dan aku juga harus melihat keadaan Andaru, apakah kakinya sudah baik-baik saja"


Dania melempar sendok dan garpunya ke arah piring dan menatap Cempaka dengan mata yang seperti akan keluar "Sudah aku bilang kan, di meja makan tidak boleh ada yang berisik. Kau malah berisik aku sedang makan sekarang. Aku tidak mood untuk makan kau ingin pergi ke mamamu maka bermimpi lah, karena sampai kapanpun kau tidak akan menemui mamamu"


Dania mengambil gelas air minumnya dan menyiramkannya ke arah wajah Cempaka.


"Dania kau keterlaluan sekali"


Tapi Dania tidak menghiraukan teriakan ayahnya, dia malah pergi meninggalkan meja makan. Dodi yang melihat Cempaka menangis segera menghampirinya dan mengelap wajahnya yang basah. Makanan Cempaka juga basah lalu Dodi mengganti makanannya dengan yang baru.


"Jangan menangis ya. Kau harus menjadi anak yang kuat Cempaka"


"Tolong antarkan aku pada Mama, aku tidak mau di sini. Aku takut setiap melihat perempuan itu, aku takut tolong kembalikan aku pada Mama. Kakek orang baik kan maka tolong antar aku ke Mama"


Dodi hanya diam dia tidak menjawab, lalu pergi ke arah tempat duduknya lagi dan memakan makanannya tidak menghiraukan Cempaka yang menangis dan merengek ingin pulang ke mamanya.


Semua itu tidak akan pernah terjadi, semua itu mustahil kalau dirinya memberikan Cempaka langsung pada Adipramana maka keluarganya akan terancam dan dia anaknya pasti akan dibunuh oleh Adi.


Adi itu bukan orang sembarangan, dia bisa melakukan apa saja. Bahkan untuk membunuh keluarga mereka saja itu sangat gampang di lakukan.


Adi bisa mengecoh semua orang kalau kejadian yang terjadi pada keluarganya adalah sebuah kecelakaan, seperti pada Ziva. Adi juga membuang tubuh Ziva kan dia bisa melakukan apa saja. Dia bukan laki-laki sembarangan yang bisa diajak damai dalam waktu dekat.


Adi adalah laki-laki berbahaya. Dia adalah seorang mafia dia punya anak buah di mana-mana dan mempunyai koneksi di mana-mana. Meskipun nanti dari keluarganya ada yang selamat dan melaporkannya ke kantor polis. Tapi semua itu percuma karena Adi bisa mengubah semuanya, koneksinya begitu banyak dia bisa melakukan apa saja.


"Kakek tolong antarkan aku pulang "


"Lebih baik kau makan Cempaka, jangan terus merengek dan ingin pulang suatu saat kau juga akan pulang. Ayo habiskan makananmu. Bukannya kau selalu lapar kan ayo cepat nanti setelah itu kita makan siang sama-sama ya. Ayo cepat habiskan makananmu"

__ADS_1


__ADS_2