Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 231 Jangan sampai kau suka pada Ayu


__ADS_3

Sinta yang seperti biasa melemparkan ponselnya mencoba untuk mengambilnya, tapi sangat sulit sekali. Bahkan kursi rodanya itu hampir terjatuh.


Dan benar saja Sinta terjatuh, Sinta langsung membenarkan kursi rodanya, lalu tanpa banyak bicara diambilnya ponselnya itu dan dia merangkak kearah tempat tidurnya.


Meskipun sulit tapi Sinta terus saja berusaha untuk bisa naik ketempat tidur. Meskipun sangat melelahkan untuk hanya ingin duduk ditempat tidurnya.


Sinta membuka akun yang satunya lagi, dan mencari foto Andaru dan juga Aliya yang tadi. Lalu dengan menggebu-gebu Sinta segera mengetik sesuatu.


"Lihat saja apa yang sudah terjadi akan terungkap, apa yang telah kalian lakukan akan terungkap. Suatu saat nanti kecelakaan itu akan ketahuan ingat itu dan kalian harus bertanggung jawab"


Setelah menulis itu Sinta membaringkan tubuhnya. Rasannya hari ini sangat melelahkan sekali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ayu yang sedang belajar mendengar pintunya diketuk, itu pasti mamahnya, dirinya tahu dan benar saja saat dirinya menengok kearah belakang itu mamahnya.


"Ayo ini makan dulu sayang, belajar tanpa makan dulu akan membuatmu pusing "


"Tidak, aku nanti juga akan langsung tidur "


"Ayu ayo makan dulu, kenapa kau tak mau makan. Apakah mau mamah bikinkan susu double, hemm "


"Tidak, terimakasih mah Ayu akan langsung tidur saja. Mamah lebih baik belajar dulu untuk tak terus membentak ku, mamah harus lebih sabar dan jangan apa-apa marah" .


"Maafkan mamah, mamah terbawa emosi sayang, jangan marah ya "


"Aku tidak marah, aku mau tidur "


Ayu melangkah kearah saklar dan segera mematikan lampunya "Lebih baik mamah tidur saja "


Ayu langsung saja berbaring tak menghiraukan mamahnya yang masih ada dikamarnya, Ayu menarik selimutnya sampai kepalanya menutupi seluruh tubuhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan disebuah cafe Aliya dan teman-temanya sedang merayakan kemenangan Aliya yang bisa mendapatkan kembali Andaru.


"Kau hebat Aliya, bisa mendapatkan Andaru kembali. Satu lagi tentang perundungan yang kau lakukan pada Ayu sukses besar " puji Abigail.


"Sudah aku bilangkan Andaru akan kembali lagi padaku, dia akan bersamaku kembali. Dia akan terus disampingku. Ini belum seberapa yang diterima Ayu aku akan kembali mempermainkannya tunggu saja"


"Ya kau memang terhebat " puji Abigail lagi.


"Oh ya kenapa saat tadi siang kau ditampar oleh Ayu diam saja kenapa kau tak melawan sedikitpun Aliya. Banyak orang yang menatapmu tapi kau malah langsung pergi " tanya Cassandra yang penasaran.

__ADS_1


"Aku tidak mau sampai kepala sekolah tahu, makannya aku membiarkannya saja. Bisa saja kan masalah perundungan Ayu ini makin kacau kalau kepala sekolah tahu "


"Iya juga ya, kita tak bisa membiarkannya begitu saja. Permainan apa lagi yang kita akan mainkan untuk Ayu "


"Tenang saja permainannya akan lebih dari ini. Dia akan keluar dari sekolah itu dengan sendirinya tanpa aku mengusirnya "


"Baiklah ayo kita bersenang-senang atas kemenangan Aliya, kemenangannya ada dua berarti harus dirayakan dengan sangat mewah"


"Ya tentu saja seharusnya kalian berdua memberikanku piala, aku sudah menjadi pemenang. Apa yang aku mau sudah menjadi milikku "


Aliya tersenyum pada kedua temannya dan mengangkat gelasnya lalu mereka bersenang-senang. Canda tawa dari mereka membuat orang-orang yang sedang makan terganggu. Tapi itu tak membuat ketiga orang itu untuk berhenti dan membiarkan orang-orang untuk nyaman makan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Andaru apakah kau gila, kenapa kau melakukan ini bersama Aliya "


"Melakukan apa Aksa, aku tak melakukan apa-apa "


"Ini foto "


Sambil memperlihatkannya pada Andaru "Ya ampun foto itu, itu hanya untuk diriku memancing Aliya memberikan ponselnya Ayu. Bukannya kau ingin Ayu tak disakiti kan"


"Kenapa kau tak mengajakku "


"Ya ide itu tiba-tiba saja keluar Aksa, yang terpenting kan ponsel Ayu sudah selamat dan Vidio tentang perundungan itu tak akan tersebar "


"Hah memangnya kenapa"


"Seharusnya kau tak membiarkan Aliya meng-upload foto kalian berdua, jadi ada yang memberikan komon seperti ini kan "


Andaru mengambil ponsel sang Adik dan membaca komen itu "Dia sepertinya ingin bermain-main denganku "


"Telfon saja Aliya, suruh hapus komen itu dan juga fotonya cepat "


Andaru segera melakukan apa yang disuruh adiknya, tapi tak diangkat. Sama sekali tak diangkat.


"Kemana perempuan itu "


Andaru kembali menelfon Aliya tapi tetap saja tak diangkat "Sepertinya dia sedang sibuk " ucap Aksa dengan santai.


"Kau sangat santai sekali Aksa, bagaimana kalau orang-orang menyangka ini kau. Wajah kita sama "


"Tidak akan mungkin Andaru, kau berpacaran dengan Aliya dan semua orang sudah tahu. Jadi mana mungkin orang-orang menyangka itu aku"

__ADS_1


"Akhh sial kau "


Aksa malah tertawa dan malah main games bukannya membantu kakaknya untuk menelfon Aliya.


"Apakah kau akan terus begitu dan tak akan membantumu menelfon Aliya ? "


"Ya ampun aku sudah baik hati memberitahumu untuk segera menghubungi Aliya. Tugasku sudah sampai disana saja Andaru "


"Dasar Adik nyebelin "


"Ga apa-apa yang penting ganteng kan "


Andaru tak menghiraukan adiknya dia kembali menelfon Aliya dan diangkat untungnya.


"Ada apa sayangku, cintaku aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku, nanti aku akan datang ke rumahmu. Kau pasti merindukan aku kan "


"Lihat ponselmu, apakah kau tak mengecek dulu komen-komen dari foto itu "


"Komen apa, pasti mereka mendukung kita kan, mereka senang kita sama-sama lagi aku yakin itu "


"Cek dulu ah"


Tak ada jawaban, Andaru menunggu apa yang akan Aliya katakan "Aku sudah menghapusnya, aku yakin Ayu yang melakukannya "


"Kenapa Ayu, kenapa kau yakin sekali bahkan itu bukan akunya "


"Bisa saja dia punya aku lebih dari satu "


"Ya tapi kalau bukan dia siapa lagi yang bisa mengancam kita Andaru "


Aksa yang dari tadi fokus pada ponselnya mengambil ponsel Andaru.


"Jangan apa-apa kau menyalahkan Ayu, kau tak punya buktikan. Jangan gila kau. Awas saja kalau kau berani macam-macam lagi dan membuat Ayu seperti tadi pagi"


Andaru langsung berebut ponselnya kembali "Kita bicarakan besok saja disekolah ini sudah malam. Aku ingin tidur "


"Hemm, jaga kata-kata adikmu itu Andaru aku sakit hati"


Sambungan langsung diputuskan sepihak oleh Aliya "Kenapa kau sangat membela Ayu"


"Karena aku yakin kalau Ayu itu adalah Cempaka. Dia mungkin hilang ingatan atau mungkin dicuci otaknya oleh orang yang menculiknya, aku yakin itu apakah kau tidak merasakannya"


Andaru mengelengkan kepalanya "Aku akan menyelidiki semuanya aku akan lebih dekat lagi pada Ayu "

__ADS_1


"Ya tapi awas jangan sampai kau jatuh cinta pada Ayu, sekarang saja sudah terlihat kalau kau tertarik pada Ayu"


Andaru hanya tersenyum saja. Adiknya sudah bisa menebaknya ternyata. Kita lihat saja apakah dirinya akan mencintai Ayu atau tidak.


__ADS_2