
Baru juga Cempaka masuk, kepala sekolah sudah memberikan selembar kertas yang ternyata itu adalah brosur pemutaran film yang dirinya lakukan.
"Untung saja kau tidak jadi keluar Ayu, baru saja kau masuk di sini beberapa bulan tapi kau sudah membuat kekacauan. Lihat apa ini kau membuat film ilegal, ini tidak boleh diputarkan. Seharusnya kau tidak melakukan ini. Kau ini hanya anak beasiswa tapi kelakuanmu sungguh melebihi yang seharusnya, kau harus tahu diri Ayu "
"Memangnya apa yang aku lakukan aku tidak salah"
Brak "Kau bilang tidak salah, kau sudah sangat salah Ayu, di sini kau tidak bisa semena-mena. Di sini sekolah elit bukan sekolah seperti dulu kau di sana, kau tidak bisa seenaknya seperti ini membuat film dan menyiarkannya tanpa ada izin dariku sama sekali. Kau itu sangat keterlaluan. Untung saja aku tidak mengeluarkanmu kan "
"Silakan kalau bapak ingin mengeluarkan saya, di sini saya hanya mencari keadilan saja memangnya salah. Kenapa hanya saya saja yang dipanggil, lalu pembuat onar itu tidak pernah dipanggil oleh kepala sekolah yang terhormat ini. Apa karena saya hanya anak beasiswa, jadi saya diperlakukan semena-mena di sini dan mereka tidak dipanggil. Seharusnya mereka semua juga harus dipanggil Aliya, Galang, Andaru dan yang lainnya harus dipanggil dan diadili "
"Berani ya kamu terus melawan ucapan saya, kamu diskor 3 hari silakan pulang dan jangan ikuti pelajaran, atau mungkin saya akan bilang pada Tuan untuk mengeluarkan mu dari sekolah ini "
"Baik terima kasih Pak untuk hari liburnya yang cukup panjang. Aku akan menikmati liburanku itu. Seharusnya Bapak di sini adil jadi kepala sekolah itu harus adil, jangan membela orang yang salah keadilan itu nomor satu pak"
Cempaka langsung saja pergi dari ruangan kepala sekolah. Sudah muak dirinya melihat wajah kepala sekolah itu. Apakah dirinya harus berbicara pada ayahnya tapi tunggu biar dirinya membongkar semua kebusukan kepala sekolah ini dulu . Lau ayahnya yang akan mengusir dia dari sini.
Baru saja Cempaka akan ke parkiran tangannya sudah ditarik oleh Pak Renaldi "Mau ke mana Ayu, kamu masuk kelas kenapa malah pergi ke parkiran"
"Pak aku ini diliburkan oleh kepala sekolah 3 hari jadi aku mau pulang untuk apa aku di sekolah, tidak ada yang harus aku pelajari. Aku akan liburan "
"Apa karena masalah petisi itu sampai kau diskor seperti ini"
__ADS_1
"Sepertinya tanpa aku menjawab apapun Bapak akan tahu, apa yang terjadi padaku"
"Atau karena kau diam-diam masuk ke ruangan Bu Bahar Cempaka"
Cempaka langsung mengerutkan keningnya saat Pak Renaldi menyebut nama aslinya, kenapa dia bisa tahu. Siapa sebenarnya Pak Renaldi ini.
"Kenapa kau kaget, aku tahu tentang dirimu, aku tahu siapa dirimu. Kau harus mempertanggungjawabkan atas apa yang telah kau lakukan, masuk ke ruangan Bu Bahar dengan menyelinap hanya untuk mendapatkan petisi itu, kau harus mempertanggungjawabkan itu semua ya Cempaka, kau tidak bisa lari dari kenyataan dan tanggung jawab"
"Iya aku mengaku kalau aku masuk ke ruangan Bu Bahar dengan diam-diam. Tapi itu semua ada alasannya, aku hanya butuh keadilan di sini. Kenapa di sekolah ini tidak ada keadilan sama sekali. Kenapa di sini mendukung keadilan kepala sekolah yang tidak pernah benar "
"Semuanya butuh waktu Cempaka, kita tidak bisa dengan cepat membuka kedok dari kepala sekolah kita harus kerja sama. Aku akan bicara dengan kepala sekolah untuk kau tidak diskor dan sekarang lebih baik kau masuk ke kelasmu dan belajar seperti biasa"
"Percuma saja aku tidak mau kerjasama, aku akan melakukannya sendiri lebih baik pulang saja Pak"
"Baiklah terima kasih Pak Renaldi, karena kau mau membelaku dan membantuku "
"Tentu tapi kau harus mengakui tentang kau yang masuk ke ruangan Bu Bahar"
"Dengan senang hati aku akan melakukannya"
Cempaka langsung pergi meninggalkan Pak Renaldi, sekarang dirinya harus masuk sekolah, masuk kelas kita belajar sama-sama bersama teman yang lain.
__ADS_1
Sedangkan Pak Renaldi sendiri dia mencari kepala sekolah untuk memberi keringanan pada Ayu, supaya dia tidak di skor.
Dan kebetulan mereka bertemu "Pak tunggu sebentar Pak, saya ingin bicara sesuatu pada anda "
"Ada apa Pak Renaldi, saya harus meeting apa yang perlu anda bicarakan pada saya"
"Mohon maaf jika saya ikut campur tentang masalah Ayu yang di skor 3 hari. Tapi menurut saya itu sangat keterlaluan, hanya karena hal sepele seperti itu saja, dia kan hanya menyiarkan sebuah film itu kan tidak ilegal itu sah-sah saja, dia kan anak sekolah sini lalu apa yang salah tidak ada yang salah pak "
"Tetap saja dia salah. Bahkan dia membawa orang asing perempuan lumpuh itu dibawa ke mari, seharusnya tidak ada orang asing masuk ke sekolah ini tanpa izinku. Biarkan dia diskor agar dia tahu rasa agar dia jera dengan apa yang dia lakukan"
"Tapi itu keterlaluan Pak. Lebih baik tidak usah diskors biarkan dia sekolah biarkan dia belajar, ini hanya masalah kecil aku jamin dia tidak akan membuat masalah lagi sungguh"
"Kau yakin dia tidak akan membuat masalah lagi, dia saja baru masuk beberapa bulan di sini tapi sudah banyak masalah yang dia buat, dia itu pembuat onar seharusnya aku mengeluarkannya"
"Bapak tidak bisa mengeluarkan Ayu tanpa alasan yang logis. Dan mungkin Tuan juga tidak akan mengizinkan bapak untuk mengeluarkan Ayu dari sekolah ini. Saya minta dicabut kembali skors yang Ayu dapat"
"Baik akan saya cabut tapi kalau dia buat masalah itu tanggung jawabmu, aku akan mencecar mu dan kau akan dipecat dari sini"
"Baik saya setuju jika Ayu membuat masalah lagi maka saya yang bertanggung jawab dan saya akan keluar dari sekolah ini, anda bisa tenang saya tidak mungkin ingkar janji "
"Tepati janjimu itu sampai Ayu membuat masalah lagi kau yang keluar dari sekolah ini Pak Renaldi, kau tidak bisa masuk ke sekolah manapun lagi setelah keluar dari sekolah ini ingat itu "
__ADS_1
"Tentu itu tidak masalah Pak. Terima kasih atas keringanannya. Saya permisi untuk mengajar kelas yang lain"
Kepala sekolah tidak menjawab. Dia langsung saja pergi meninggalkan Pak Renaldi. Sepertinya dia marah karena Pak Renaldi terus saja membela Ayu.