Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 277 Kejujuran Sinta


__ADS_3

"Jadi masih ada di sini kan kepala sekolah dia belum pulang"


"Belum aku sudah menelponnya sebentar lagi dia akan datang kemari, tunggu saja sebentar lagi dia akan datang "


"Terima kasih"


Paman Dion melihat ada kepala sekolah yang berjalan dengan tergesa-gesa. Dia hanya bisa tersenyum padanya dan menghampiri mereka.


"Maaf pak ini ada orang tua murid katanya ada barang ketinggalan punya anaknya "


"Yah kau bisa tinggalkan aku bersamanya, kau bisa berjaga lagi di depan"


"Baik Pak"


Setelah satpam itu pergi, kepala sekolah langsung berbicara kepada Paman Dion "Mau apa kau kemari lagi "


"Apakah kau lupa jangan pura-pura amnesia, kau belum mengirimkan uang padaku. Haruskah aku terus menyusulmu ke sini, apakah kau tidak merasa risih dengan aku yang terus saja begini "


"Tidak ada lagi uang untukmu"


"Begitu ya, tidak ada uang lagi. Baiklah aku akan membagikan video ini mungkin ini akan lebih baik aku sebarkan di sosial media agar semua tahu, kalau pelakunya masuk sini "


Paman Dion langsung memperlihatkan video saat motor-motor itu masuk ke dalam sekolah ini. Lalu menyimpan kembali ponselnya takut tiba-tiba diambil bisa gawat.


"Sialan ternyata kau memang licik. Sudah kubilang kan apapun yang kau punya harus kau lenyapkan, tapi ini kau tidak melakukannya kau licik "


"Hanya untuk jaga-jaga saja, makanya berikan aku uang sesuai perjanjian setiap bulan yang kau katakan, kau akan mengirimkan aku uang. Tapi sekarang mana tidak ada kan kau sama sekali tidak mengirimkan uang padaku, harus selalu saja seperti ini "


"Akan aku pikirkan dulu semuanya. Lebih baik sekarang kau pulang saja. Aku akan menghubungimu"


"Kenapa seperti itu. Aku ingin uangnya sekarang juga, mungkin aku minta dua kali lipat dari yang sebelumnya karena kau sudah telat memberikan aku uang. Aku ingin membeli banyak barang "


"Permintaanmu itu banyak. Aku sudah memberikan segitu pun seharusnya kau bersyukur bukannya malah ingin tambah"


"Aku tidak peduli kalau kau memang tidak mau mengirimkan uang itu, maka aku akan membagikan video ini untuk menjadi viral dan sekolah ini akan menjadi sasaran wartawan dan juga murid-muridnya juga sama akan diselidiki oleh Polisi mungkin"


"Aku pikir-pikir dulu"

__ADS_1


"Baiklah aku beri waktu satu hari. Jika sampai lebih maka video ini akan tersebar oke"


Paman Dion langsung pergi meninggalkan sekolah itu. Sedangkan kepala sekolah menggenggam tangannya dengan erat. Dia sangat marah dengan kelakuan Paman Dion yang makin ke sini makin menjadi-jadi saja. Bisa habis uangnya ini untuk menyogok mulut tuh laki-laki gila uang itu.


...----------------...


Sinta sudah berdandan cantik bahkan rambutnya sudah di curly. Wajahnya sudah dihias dengan sangat cantik sekali dengan cepat Sinta pergi ke arah lemarinya dan mengambil pakaian terbaiknya lalu memakainya dengan bangganya.


Sinta menatap dirinya di cermin lalu dia tersenyum dengan senang "Sekarang tidak akan ada lagi kebohongan Andaru, aku akan jujur semuanya padamu . Kita sudah pernah bertemu kan dan kau juga sepertinya sangat mengagumiku saat kau sudah tahu semuanya pasti kau akan mencintaiku, aku yakin kau akan sangat mencintaiku"


Saat mendengar suara ponselnya Sinta segera mendekati ponsel itu, ternyata pesan dari Ayu sangat tidak penting sekali.


Ayu : Sinta bagaimana kabarmu, kau masih marah ya padaku aku sangat menyayangimu Sinta. Tolong maafkan aku. Maafkan semua kesalahanku ini.


Tapi Sinta malah acuh dan melemparkan ponselnya kembali. Dia membenarkan dulu pakaiannya dan juga riasannya. Hari ini dirinya akan jujur pada Andaru siapakah dirinya yang sebenarnya. Meskipun Andaru sudah tahu namanya tapi kan belum tahu keseluruhan, Andaru belum melihat wajahnya.


Sedangkan Cempaka yang menunggu balasan dari Sinta hanya bisa menghela nafas saja, karena ternyata Sinta hanya membacanya saja, tidak membalasnya. Cempaka membaringkan kepalanya di meja belajar harus dengan cara apalagi dirinya meminta maaf pada Sinta.


Sinta yang sudah selesai dengan penampilannya yang begitu oke dia mencari kontak Andaru dan akan memvideo call-nya, tapi malah tidak diangkat.


"Kenapa tidak diangkat coba, padahal kan aku ingin memperlihatkan kecantikan ini pada Andaru, kenapa ada apa dengan Andaru ini "


Galang : Jangan video call dulu. Lebih baik chat-an saja lebih enak seperti ini, biasanya juga kita cuman chatan saja.


Sinta : Kenapa, padahal aku ingin memperlihatkan siapa diriku ini. Aku ingin jujur semuanya padamu mungkin selama ini kau tidak pernah melihat wajahku kan.


Galang: Iya pokoknya jangan video call, aku sedang berkumpul dengan keluargaku.


Sinta segera mengambil beberapa fotonya dengan cantik dia mengirimkan foto itu pada Andaru KW, Sinta mencoba untuk menunggu jawabannya tapi tidak ada jawaban hanya dilihat saja.


Sedangkan Galang yang sedang berbaring alangkah kaget saat melihat foto Sinta perempuan lumpuh itu. Ini kan temannya Ayu kenapa tiba-tiba dia mengirimkan foto, jadi selama ini yang dekat dengan Andaru dan suka chattingan bersama Andaru ternyata perempuan lumpuh ini.


"Gila gila gila ternyata Sinta ini adalah Sinta yang lumpuh itu, temannya Ayu. Ini bisa dimanfaatkan senang sekali rasanya aku bisa menghancurkan Ayu secepatnya"


"Hebat hebat hebat aku akan memberitahu Aliya tentang rencana aku yang tiba-tiba saja muncul. Sinta cantik juga, tapi sayang dia lumpuh. Aku tak berminat"


"Lebih baik sekarang aku tidur dan pergi ke rumah Aliya untuk memberitahu ide ini. Pasti dia akan senang sekali saat musuh terbesarnya akan hancur dan sahabat musuhnya ini akan bersekongkol dengannya. Pasti akan sangat menyenangkan nantinya"

__ADS_1


Sinta masih menunggu balasannya, tapi sudah beberapa menit belum juga ada balasan. Sudah terlewat setengah jam tapi belum ada juga belasan dari Andaru.


"Tenang Sinta, tenang semuanya pasti akan baik-baik saja. Mungkin Andaru sedang mengagumimu, mungkin Andaru tidak percaya kalau kau adalah perempuan yang dulu sangat dekat dengannya. Dia tidak mungkin marah padaku dia akan mencintaiku, tidak mungkin dia tiba-tiba saja menjauhiku kan"


"Kamu harus senang Sinta, semuanya akan baik-baik saja, semuanya akan berjalan dengan lancar. Tak akan ada hambatan sedikitpun. Tak akan ada halangan apapun kau harus senang semuanya baik-baik saja. Andaru pasti akan menemuimu nanti pagi dan berbicara padamu, kita tunggu balasannya pasti dia sedang mengagumi aku yang cantik"


...----------------...


Pagi-pagi sekali Aliya sudah jogging dia melihat ke arah samping ternyata ada Galang. Ada apa dia ikut dengannya tapi Aliya pura-pura tidak melihatnya saja.


"Halo Tuan Putri kau jogging pagi ini"


"Hemm"


"Kau sudah memaafkanku kan, kita sudah imbang 1 banding 1"


Aliya hanya tersenyum lalu membentangkan kakinya dan membuat Galang terjatuh, lalu dia tersenyum dan berlari berbalik lagi "Ayo kejar aku"


"Sudah aku bilang kau tidak akan bisa marah padaku Aliya "


Aliya hanya tersenyum dan Galang mengejar Aliya yang sudah cukup jauh meninggalkan. Dirinya senang Aliya bisa memaafkannya dengan cepat.


Galang dan Aliya duduk di kursi paling pojok, dengan pohon yang rindang. Lalu Galang segera mengutarakan apa yang selama ini dia pendam, maksudnya malam tadi dia rencanakan.


"Kau tahu aku sudah mempunyai ide yang cemerlang untuk menghancurkan seorang Ayu"


"Ide apa lagi yang kau punya"


"Aku sudah mengatakan padamu kalau Ayu itu kelemahannya adalah Sinta, sahabatnya yang lumpuh itu. Kau tahu ternyata perempuan yang selama ini dekat dengan Andaru dan sekarang aku yang meneruskannya ternyata itu adalah Sinta yang lumpuh, kemarin dia mengirimkan fotonya padaku kita bisa dengan mudah kan untuk mengelabuinya kita pakai saja Sinta untuk menghancurkan Ayu"


"Ide yang bagus, itu ide yang sangat bagus aku setuju dengan idemu itu. Ayu akan lebih hancur bila sahabatnya yang melakukannya bagus bagus aku suka ide mu"


"Kita lakukan itu sekarang dan jangan sampai Sinta lepas dari kita, kita harus mendapatkannya kita harus membuat dia percaya pada kita dan kita harus membuat drama yang begitu dramatis, sampai-sampai Sinta percaya pada kita. Seperti biasa kau baik-baikin dulu Sinta agar dia percaya pada kita "


"Itu hal gampang untukku, yang terpenting kita harus membujuk perempuan itu untuk bertemu denganku dulu mana nomor ponselnya biar aku hubungi"


"Ini silakan tuan putri"

__ADS_1


Galang segera memberikan nomor Sinta, mungkin selama ini Andaru dan juga Sinta hanya berkomunikasi di Instagram saja, tapi Galang pernah meminta nomor Sinta dan ternyata ini memang nomor dia bukan nomor fake.


__ADS_2