
Pak Ginanjar benar-benar datang kembali, dia datang kesekolah dengan senyum senangnya. Karena misi utamanya sudah selesai.
Yaitu mendapatkan sekolah ini seutuhnya, tidak boleh orang lain yang mendapatkannya. Ini adalah jerih payahnya mendapatkan rumah ini.
Ini adalah impian terbesarnya, dari kecil dirinya ingin sekali mempunyai sekolah dan sekaranglah pembuktiannya dirinya mempunyai sekolah yang begitu besar dan mewah.
Pak Ginanjar menatap banyak banyak barang dan duduk dikursinya dengan sangat banyak sekali "Sekarang ini adalah milikku, tidak akan ada yang mengaturku lagi. Hanya aku yang berkuasa disini. Akulah pemimpin yang senangnya "
Pak Ginanjar menyenderkan tubuhnya, menatap seluruh ruangan, sambil tersenyum, senyum tak akan pernah hilang di bibirnya.
...----------------...
Sedangkan dikantor polisi sedang mencari tahu siapa yang mempunyai sepeda motor itu. Tak butuh waktu lama polisi menemukannya.
"Inspektur"
"Iya "
"Inspirasi sepeda motor yang kemarin itu atas nama Aliya. Aliya anaknya tuan Sena aku sudah benar-benar mengeceknya dengan teliti. Ini juga ada sebuah catatan inspektur"
"Apa punya putri tuan Sena, berarti dia sekolah bersama Ayu kan "
"Iya inspektur"
Inspektur membuka kertas yang diberikan oleh rekaannya membacanya dengan seksama "Baiklah ayo kita kesana kita tanyai dia "
"Baik inspektur"
__ADS_1
Mereka semua segera bersiap dan tiga mobil yang berangkat. Inspektur dengan anak polisi kepercayaannya.
Mereka segera melesat ke tujuan, akan menangkap seseorang "Inspektur apakah yang ada di vidio itu, yang perempuan berlari itu Sinta ?"
"Aku juga tidak yakin tapi kita sekarang akan membuktikannya. Semoga saja ini bisa menyelesaikan kasus yang sempat tertunda lama itu "
"Iya benar inspektur, ini sudah mengarah pada satu orang"
"Hemm kamu benar "
...----------------...
"Mah kapan Andaru sekolah "
"Nanti sayang, sampai tangan kamu sembuh "
"Tidak perlu sembuh tanganku baik-baik saja, aku kan mengunakan tangan kanan "
"Maaf nyonya ada tamu "
"Siapa "
"Nona Aliya dan juga tuan Galang "
"Baiklah suruh kemari"
"Ya sudah mamah tinggalkan dulu ya ada teman-teman kamu. Kamu mengobrol saja dulu dengan mereka ya. Mamah akan kembali lagi sayang nanti "
__ADS_1
"Iya mah "
"Andaru "
Aliya langsung menghampiri Andaru bersama Galang yang mengikutinya dari belakang "Ada apa "
Mereka berdua duduk, tapi duduk menghimpit Andaru "Kita harus membicarakan ini Andaru ini sangat penting sekali. Kita harus membersihkan sekolah "
"Hah maksudnya bagaimana, memangnya ada apa "
"Kita harus membersihkan barang bukti Andaru "tegas Aliya.
"Barang bukti itu masih ada? "
"Masih " jawab Galang dengan enteng.
"Makannya sekarang kamu harus ikut kesekolah Andaru, jangan sampai nanti mereka datang kemari dan orang tua kamu tahu semuanya. memangnya kamu mau mereka mengetahui semuanya tidak kan"
"Baiklah kita pergi kesana sekarang, kita bereskan semuanya "
Wajah Andaru sudah sangat panik sekali, ditambah dengan wajah teman-temannya juga yang sama panik. Sungguh luar biasa.
"Bi tolong bilang pada mamah aku pergi kesekolah, aku tidak akan lama. Nanti aku akan kembali lagi "
"Baik nanti aku sampaikan Andaru "
Andaru langsung saja keluar dari dalam rumah, pergi melesat kesekolah. Mereka harus cepat cepat sampai jangan sampai keduluan dan semuanya hancur.
__ADS_1
Jangan sampai orang tuanya dipanggil nanti, bisa-bisa habis dirinya ini oleh ayahnya yang keras itu. Pasti ayahnya tidak akan pernah mau mendengarkan ucapannya.
Ayahnya pasti akan memukulnya terlebih dahulu, setelah itu baru mendengarkan dirinya, itu pun mungkin.