Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 173 bermain air


__ADS_3

"Dadah "


Bella melambaikan tangannya juga pada anak-anaknya. Sebenarnya ada rasa tidak rela untuk meninggalkan anak-anaknya, entah kenapa rasanya ada yang mengganjal saja. Seolah-olah akan ada sesuatu yang terjadi saat dirinya pergi bersama suaminya.


"Kenapa sayang, rasanya aku melihat kau tidak bahagia pergi bersamaku apa ada sesuatu yang kau pikirkan ? "


"Aku merasa tak tenang saja meninggalkan anak-anak seperti itu, maksudku ada rasa mengganjal saja saat kita pergi berdua tanpa anak-anak biasanya kita pergi bersama-sama dan membawa mereka tidak biasanya kita pergi berdua seperti ini "


Suamiku langsung membalikkan badanku dan kami berdua berhadap-hadapan "kamu tenang saja semuanya akan baik-baik saja, ini hanya rasa saat kamu pergi meninggalkan anak-anak padahal hanya sebentar, biasanya mereka kita bawa tapi sekarang tidak. Itu tidak akan apa-apa sayang itu hanya perasaanmu saja kau bisa tenang kita hanya beberapa hari kita tidak akan lama. Setelah itu kita akan pulang mungkin satu minggu kita di sana dan nanti kita pulang"


"Iya, semoga saja itu hanya perasaanku saja mas, karena memang aku tidak enak hati semenjak kita memutuskan untuk pergi berdua tanpa membawa anak-anak. Rasanya ada yang kurang saja. Ya mungkin ini hanya perasaanku saja semoga tidak terjadi apa-apa pada anak-anak"


"Doakan yang terbaik saja sayang, aku yakin itu hanya perasaanmu saja anak-anak tidak akan apa-apa banyak penjaga di rumah dan mereka pasti akan menjaga anak-anak dengan baik kau bisa tenang sayang"


"Ya mas "


Aku kembali membenarkan dudukku kembali, menatap sekitar, sudah lama aku tak keluar rumah dan banyak yang berubah juga ternyata.


Aku dan suamiku sudah sampai di bandara, memang kami memutuskan untuk memakai pesawat biasa saja tidak memakai helikopter sendiri ataupun yang lainnya. Karena aku juga ingin merasakan seperti yang lain ya maksudnya berbaur dengan warga lain tidak mau terus begitu.


Aku dan suamiku langsung masuk ke dalam pesawat dan barang-barang pun juga sudah diperiksa. Semuanya sudah aman selama di perjalanan liburan kami, aku masih saja melamun dan suamiku terus saja menghiburku.

__ADS_1


Aku merasa tidak tenang. Aku ingin pulang lagi tapi aku tidak mau mengecewakan suamiku, aku takut terjadi sesuatu pada anak-anakku. Aku mempunyai firasat buruk, tapi aku juga tidak bisa menolak keinginan suamiku untuk pergi berdua untuk berlibur berdua.


Karena memang kenyataannya kami sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama-sama, kami hanya fokus mengurus anak-anak dan rumah ya itu saja tak ada yang lain untuk pertama kalinya aku keluar lagi dari rumah besar itu.


Kalau untuk urusan mengambil raport dan yang lainnya itu urusan suamiku, dia yang selalu mengambilnya. Aku sangat-sangat jarang keluar dan ini aku keluar dari dalam rumah.


...----------------...


"Ayo tembak paman Zack, jedor jedor jedor "


Mereka bertiga sedang main tembak-tembakan air bersama Zack, Sera dan juga anak buah Adi yang lainnya. Mereka menikmati permainan itu sesekali canda tawa terdengar dari mereka, anak-anak Bella begitu senang mereka bermain dengan riang tanpa ada beban sedikitpun.


Tanpa ada rasa sedih saat mamah dan ayahnya pergi untuk liburan berdua, mereka semua tidak masalah kalau ayah dan mamanya mau jalan-jalan itu bukan hal besar untuk mereka.


"Sudah sudah, jangan main air lagi mending kalian sekarang mandi ya, ayo cepat-cepat jangan membuat diri kalian sakit dari tadi kalian main air terus dari mamah dan ayah pergi. Kalian main saja ini sudah jam berapa ayo masuk aku pun sudah kedinginan"


"Tapi Tante Sera kami masih mau main, seru sekali kalau ada Mama kadang kami tidak boleh main air terlalu lama, tapi mumpung mamah tidak ada maka kami ingin main air seperti ini ayolah Tante jangan takut. Mama tidak akan pulang lagi, mamah pergi lama bersama ayah mereka akan liburan maka kita di sini harus bersenang-senang" jawab Andaru


"Tidak bisa, ayo sudah masuk mandi lalu makan, besok lagi ya meskipun mamah tidak ada tetap saja tante harus bertanggung jawab atas kalian semua cepat-cepat kalian masuk "


"Yahh Tante ga asih ah " jawab Aksa dengan kesal.

__ADS_1


akhirnya permainan itu selesai anak-anak pergi ke masuk ke dalam rumah tapi tiba-tiba tangan Sera dipegang oleh Zach "ada apa Zack tiba-tiba kau memegang tanganku seperti ini ada yang ingin kau bicarakan ? "


"Bisakah kita mengobrol berdua ada sesuatu yang ingin sekali aku bicarakan dari lama-lama"


"Bicara apa ? Kenapa tidak tadi sebelum kita main air. Aku ingin mandi dulu rasanya aku kedinginan aku tidak bisa lama-lama nanti aku malah flu lagi, kau juga cepat mandi ya "


"Tapi ini penting sebentar saja"


Haciw " Tuh kan aku sudah bersin, nanti saja ya nanti kita bicara aku janji kita akan bicara"


Sera langsung berlari meninggalkan Zack, sedangkan Zack sendiri malah melihat kepergian Sera "Padahal hal penting yang ingin aku bicarakan, tapi Sera tiba-tiba pergi begitu saja. Padahal aku sudah lama memendam semua ini. Aku ingin bicara sekarang dia malah pergi meninggalkan aku"


Akhirnya Zack juga ikut masuk ke dalam rumah, karena di rasa-rasa ternyata dirinya juga sudah kedinginan malahan sangat kedinginan karena mereka main air hampir 3 jam.


Kalau Nyonya tak ada ya beginilah anak-anak kembali nakal dan membuat ulah, sepertinya sebentar lagi di meja makan juga mereka akan membuat ulah.


Sera yang baru saja masuk kedalam kamar memegang dadanya yang tak karuan, jantungnya sudah berdegug dengan kencang rasa-rasanya akan copot gara-gara tadi Zack megang tangannya.


Entah kenapa rasanya aneh saja saat di pegang tangan oleh laki-laki idamannya sejak dulu. Tapi, tak mungkin untuk dirinya gapai atau milikiz rasanya tak akan mungkin sekali.


"Lupakan Sera, kau harus melupakannya dan carilah laki-laki yang memang sepadan denganmu dan memang cocok bersama mu. Zack bukan pilihan utamamu dia tidak akan mungkin suka padamu, berhentilah mencintai laki-laki yang tak mungkin kau miliki kau harus bisa membuka hatimu untuk laki-laki lain tanpa memikirkan hati Zack, karena belum tentu juga dia memikirkan hatiku kan"

__ADS_1


Sera mengambil handuk dan segera masuk kedalam kamar mandi, memang dirinya memiliki kamar yang kamar mandinya didalam, dirinya saja sih yang memilikinya, karena dirinya adalah yang mengatur semuanya maka dari itu kamar pun berbeda dengan yang lain.


__ADS_2