Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 53 berkenalan dengan tuan Anggabaya


__ADS_3

"Ayah kau ada disini "


Tuan Anggabaya segera bangkit dan memeluk anaknya dengan erat " kenapa nak apakah ayah mu ini tak boleh datang kerumah anaknya "


"Ya bukan begitu yah, tidak biasannya saja " sambil melepaskan pelukannya.


"Ayo duduk lagi yah "


"Iya iya, mana istrimu ayah ingin bertemu dengannya ada yang ingin ayah bicarakan " sambil duduk


"Sebentar akan Adi panggilkan dulu "


"Aku disini Adi "


Adi hanya melihat sekilas dan istrinya langsung duduk, Adi memeluk bahu sang istri dan mencium keningnya " ayah langsung to the point saja ya, istrimu pernah berjanji pada ayah kalau dia akan hamil dalam waktu 2 bulan kalian ini sudah menikah 7 tahun tapi belum dikaruniai seorang anak juga, jadi bagaimana apakah kau berhasil untuk mengandung Ziva"


Ziva melihat kearah suaminya dan Adi menganggukan kepalanya dengan mantap " ya ayah aku sudah mengandung, kami baru saja pulang dari dokter, kandunganku baru berjalan beberapa Minggu "


Tuan Anggabaya yang senang langsung bangkit dan duduk di samping Ziva " benarkah nak, kau sedang tak membohongi ayah kan "


"Tentu saja tidak ayah, aku berkata jujur benar kan Adi "


"Iya benar ayah, Ziva sudah hamil "


Tuan Anggabaya segera memeluk Ziva dengan senang, namun berbeda dengan Adi, dia merasa bersalah karena tidak memperkenalkan Bella pada ayahnya, padahal Bella yang mengandung bukan Ziva.


Kalau ayahnya bagaimana ya mengetahui dirinya menikah lagi, pasti dia akan marah karena tak dikasih tahu, tapi pernikahannya dengan Bella hanyalah sebuah kontrak saja, Bella ingin pergi dan tak mau ada disampingnya.


Nanti akan ada saatnya dirinya memperkenalkan Bella pada ayahnya, ya untuk sekarang maafkan aku Bella, aku tak bisa memberitahu keluargaku kalau kau adalah istri kedua ku, aku ingin nanti memperkenalkan mu sebagai istri satu satunya.


"Adi kita harus mengadakan sebuah pesta, Ziva hamil dia sudah mengandung nak, penerus dari keluarga kita akan datang "


"Ya ayah nanti kita pikirkan ya"


"Tentu nak "


Tuan Anggabaya segera memeluk kembali Ziva hatinya begitu senang saat mendengar menantunya sudah mengandung anak dari Adi.


**


Bella yang baru saja terbangun langsung bangkit dan mencari seseorang " mana suaminya kak Ziva Sera "


"Tuan ada dibawah "


"Aku ingin bertemu dengan mas Adi "


"Tapi tuan sedang diobati nona "

__ADS_1


"Aku ingin melihatnya "


"Tapi nona kan_"


"Aku baik baik saja " Bella menyela omongan Sera.


Sekarang yang diinginkan Bella hanya bertemu dengan Adi, melihat keadaannya apakah dia baik baik saja, apakah lukanya baik baik saja.


Bella dengan cepat keluar dari kamar menuruni tangga dengan tak sabaran " mas kamu dimana mas "


Bella mengelilingi seluruh rumah saat masuk kedalam ruang tengah ada kak Ziva, mas Adi dan entah dirinya tak tau laki laki paruh baya yang sedang memeluk kak Ziva, namun sekarang mereka menatap kearah Bella.


"Mass " ucap Bella sambil mendekati Adi


Namun tiba tiba tubuhnya dipeluk dan laki laki itu membisikan sesuatu " nona itu adalah ayah dari tuan, dan dia tak tahu tuan menikah lagi dengan anda, kau berpura pura lah menjadi istriku " bisik Zack


Tiba tiba hati Bella terasa perih dan dia langsung menganggukan kepalanya, Bella segera melepaskan pelukan dari Zack dan mendekati laki laki paruh baya itu, menyaliminya dan tersenyum.


"Hallo tuan aku Bella, istri dari kak eh mas Zack, pengawal dari tuan Adi, maaf saya menganggu pembicaraan kalian, aku tidak tahu kalau ada tamu, tadi aku sedang mencari suamiku yang tiba tiba menghilang"


"Hallo Bella ramahnya istri Zack, kapan kau menikah Zack kenapa aku tak kau beri tahu "


Zack maju dan mengaruk kepalanya " maaf tuan semuanya mendadak, aku dan Bella dijodohkan "


"Oh pantas saja oleh ibumu "


"Wahh tapi cocok dengan mu, tapi Bella berapa umur mu sepertinya kau masih muda, ayo sini duduk disampingku"


Tuan Anggabaya segera berpindah kekursi yang lain dan menarik tangan Bella, mau tidak mau Bella segera duduk" emm iya tuan umurku masih 17 tahun senang bertemu dengan mu tuan "


"Wah muda sekali, tak salah Zack ibumu menikah kan mu dengan Bella, tapi sebentar aku seperti mengenal wajah mu Bella "


Bella menatap kearah Adi sekilas lalu kembali bertatapan dengan tuan Anggabaya. " benarkah tuan"


"Jangan memanggilku Tuan seperti itu , dulu aku sangat ingin mempunyai anak perempuan dan sepertinya kau boleh memanggilku Ayah seperti Adi memanggilku dan juga Ziva "


Bella menganggukan kepalanya dan tersenyum ramah dengan tuan Anggabaya " baik ayah "


"Nah begitu bagus " sambil mengusap rambut Bella dengan sayang " Zack kau boleh pergi kau kerjakan saja tugasmu, istrimu biar aku pinjam dulu ya, tenang aku tak akan apa apa akan dia "


Zack tersenyum canggung dia menganggukan kepalanya dan pergi meninggalkan ruang tengah, sedangkan Adi terus saja menatap Bella, takut takut Bella malah berbicara pada ayahnya kalau Bella dibeli olehnya.


"Kau mengingatkan ku pada seseorang, tapi aku lupa wajah kalian begitu sama, kapan kau dan Zack menikah nak "


"Baru saja ayah, dan aku juga sekarang sedang mengandung " ucap Bella dengan lantang sambil melihat wajah Ziva yang sudah pucat pasi.


"Hebat juga Zack bisa menghamilimu dengan cepat, nanti berarti kau dan juga Ziva akan melahirkan sama sama, aku akan mempunyai dua cucu "

__ADS_1


Bella menganggukan kepalanya " iya ayah , suamiku begitu hebat sampai sampai perutku langsung ada isinya . Emm ayah apakah kau percaya kalau aku dijual "


Benar apa yang Adi khawatirkan malah dibicarakan oleh Bella, tuan Anggabaya malah tertawa dan saat akan menjawab Adi langsung menyela.


"Ayah lebih baik kita makan bagaimana, sudah lama kan kita tak makan sama sama "


"Ide bagus, ayo Bella kita makan bersama pasti anak yang diperutmu kelaparan, ayo anak Perempuanku kita makan "


Tuan Anggabaya malah memperhatikan Bella dibandingkan dengan Ziva, Ziva yang memang membenci Bella makin makin saja membenci Bella, kenapa ayah mertuanya malah menyukai Bella, dan Bella juga kenapa malah keluar dan menemui ayah mertuanya, sialan kenapa malah Bella yang dipuji puji bukan dirinya.


Setelah ada dimeja makan juga sama, Tuan Anggabaya malah mengambilkan makanan untuk Bella dan menyuapinya seperti ayah dan anak, mereka tertawa bersama dan banyak lagi pembicaraan yang mereka lakukan.


"Apa lagi yang kau mau nak "


Bella menggelengkan kepalanya sambil memegang perutnya " tidak ayah aku sudah kenyang, dan anak ku juga pasti sudah kenyang, terimakasih ayah atas makanannya "


"Sama sama nak, kau harus makan yang banyak yah, dan Ziva kau juga makan yang banyak jaga kandunganmu, kau kan baru mengandung anak itu sudah ditunggu tunggu jadi jangan mengecewakan aku, aku tidak mau dikecewakan "


Ziva hanya menganggukan kepalanya sambil menatap Bella dengan tajam, Bella yang ditatap seperti itu malah balik menantang.


"Sebenarnya ayah ingin berlama lama disini, tapi ayah ada pekerjaan, oh ya Bella ayah akan mengadakan sebuah pesta untuk Ziva, untuk kehamilan Ziva kau datang ya, ayah akan merayakan juga atas kehamilan mu nak, kita rayakan sama sama ya "


"Benarkah aku juga ayah "


"Tentu nak, mulai sekarang kau adalah putriku, baik baik disini, jiga Zack galak kau laporkan saja padaku "


"Siap ayah " sambil mengangkat tangannya


Tuan Anggabaya tertawa kecil dan mengecup kening Bella lalu beralih pada Ziva, dan Adi mengikut ayahnya dari belakang, dirinya akan mengantarkan ayahnya sampai kedepan.


***


"Adi aku belum bertanya padamu, kenapa kepala mu diperban apa ada masalah "


"Hanya masalah kecil Ayah tenang saja kau tahu siapa aku, aku ini banyak musuhnya dan pasti banyak yang ingin mencelakaiku ini cuman masalah kecil. Semuanya baik-baik saja kau tidak usah menghiraukanku dan untuk masalah kau yang akan melaksanakan pesta untuk Ziva akan dilaksanakan di mana ayah "


"Ingat sebentar lagi kau akan punya anak Adi, dan kapan-kapan kau bawa Bella ke rumah dia kan belum tahu rumah kita rumah utama, dia anaknya asik dan gampang akrab enak diajak ngobrol. Zack hebat ya memiliki seorang istri yang cantik imut manis lagi dan langsung bisa akrab dengan orang yang baru dia kenal. Kita akan melaksanakan pestanya di rumah utama saja Adi, kalau di sini terlalu berbahaya terlalu banyak musuh" .


Adi yang mendengar pujian ayahnya merasa bangga tapi kesal juga, Bella dianggap istrinya Zack padahal istrinya, ingin rasanya dirinya berteriak pada ayahnya kalau Bella adalah istrinya bukan istri Zack.


"Em baiklah ayah, nanti juga saat pesta itu diadakan Bella akan datang kan "


"Ya ya ayah tahu, kenapa tak kau saja dari dulu yang bertemu dengan Bella dan kau jadikan istri, entah kenapa ayah lebih cocok dengan Bella, tapi ya sudahlah kalian bukan jodoh jaga istrimu baik baik Adi "


"Ya ayah "


Tuan Anggabaya langsung masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah besar Adi.

__ADS_1


__ADS_2