Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 154 Menangis terus


__ADS_3

"Ya ampun kenapa kalian bertiga ini, kenapa kalian ini menangis terus, Cempaka kamu diam ya, aduh aduh Aksa, Andaru kamu juga jangan nangis lagi ya "


Rizki begitu binggung dengan anak anak Bella kenapa mereka bertiga tiba tiba saja menangis, tak biasannya kan, " ya ampun diam ya sayang, kalian kenapa "


Rizki mengais satu persatu bayi bayi itu dengan bergantian tapi meraka tak ada yang mau berhenti menangis.


"Ada apa Ki, kenapa meraka "


Rizki melihat kearah pintu kamar " aku juga tidak tahu mereka tadi sedang nyenyak-minyaknya tidur tiba-tiba saja mereka bertiga dengan serentak menangis, aku juga tidak tahu kak Sera kenapa dengan mereka"


Sera segera mendekati bayi bayi itu dan mengais salah satu, menimang nimangnya tapi tetap saja mereka menangis tak ada yang diam.


"Ya ampun Aksa panas Ki "


"Ya ampun kenapa aku tak mengeceknya "


Sera menyimpan Aksa dan berlari keluar dari kamar dan tak lama kemudian Sera membawa baskom dan juga alat kompres, dengan cepat pula Sera mengompresnya.


"Ada apa yang dengan mereka apakah mereka merasakan sesuatu "

__ADS_1


Rizki mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Bella tapi tak dijawab dan Rizki pun mencoba untuk menghubungi Adi tapi hasilnya sama saja tak diangkat kemana sebenarnya mereka ini, tak ada satu pun yang menjawabnya.


"Apa ada yang terjadi pada nyonya dan Tuan biasanya anak-anak akan peka dengan keadaan orang tuanya"


"Jangan berkata yang aneh-aneh kau ini ya doakan saja Bella dan juga Tuan Adi baik-baik saja"


"Ya aku hanya berbicara saja memangnya salah ya, aku hanya mengatakan apa yang aku pikirkan "


"Iya makanya kau jangan berpikir yang aneh-aneh. Sudahlah kita harus mendiamkan mereka bertiga tidak mungkin kan mereka menangis sampai pagi nanti yang ada mereka sakit" .


Sera menganggukan kepalanya dan segera melakukan apa yang Rizki katakan, dan untungnya dengan perlahan satu persatu bayi bayi itu terlelap dengan nyenyak.


Sera dan juga Rizki berjalan dengan perlahan dan duduk dikursi dengan hati yang tenang.


Rizki menatap sekilas Sera dan kembali menatap bayi bayi yang sedang tertidur itu "memangnya kau tidak tahu kalau Bella dan juga Tuan Adi sedang pergi ke sebuah pertemuan dan mereka memintaku untuk menjaga bayi-bayian, aku tahu Bella sudah tidak percaya lagi padamu makanya kau jangan macam-macam sudah dipercaya satu kali oleh orang itu harus dipertahankan, bukan malahnya seperti ini mengecewakannya. Ada apa sebenarnya denganmu"


"Aku hanya menyelamatkan temanku saja. Apakah salah aku menyelamatkan Serena dia juga butuh hidup dia juga punya ibu yang dia harus urus, kenapa harus mengurung dia seperti itu dia juga kakaknya nyonya kan. Nyonya seharusnya bisa memaafkan kesalahan dari Serena"


Rizki malah tersenyum "renyah sekali kata-katamu itu kau tidak tahu masa lalu Serena dan juga Bella seperti apa. Kau hanya seorang teman kan dan mungkin saja Serena sudah mengatakan sesuatu padamu, kau tidak tahu masa lalu tentang mereka berdua jika kau ingin tahu aku akan memberitahu semuanya. Kalau Serena itu sangat membenci Bella adik tirinya itu menurutku itu terbalik ya, seharusnya Bella yang membencinya karena Serena sudah merebut ayahnya ibunya juga. Serena itu ingin kasih sayang ibunya dan juga Ayah tirinya hanya untuknya saja tidak untuk Bella makanya dulu Bella sangat nakal dia selalu membantah semua perkataan dari orang tuanya, karena dia ingin diperhatikan seperti Serena tapi apa nyatanya Bella tidak mendapatkan itu semua dan pada akhirnya Bella malah dijual kan oleh ibunya dan juga Serena. Apakah kau masih bisa mengasihani temanmu itu dia sudah menjahati adiknya sendiri dia sudah merebut apa milik dari adiknya seharusnya Serena itu adil dia tidak usah cemburu kalau ibunya atau Ayah tirinya itu perhatian pada Bella karena dia juga masih anaknya, Bella juga masih anaknya kenapa harus ada rasa cemburu"

__ADS_1


"Mungkin saat dulu oleh ayah kandungnya Serena tidak terlalu disayangi "


"Tapi jika kau ada di posisi Bella apa yang akan kau lakukan jika kau diperlakukan tidak adil dikesampingkan dan lalu dijual oleh kakakmu sendiri dan ibumu, apa yang akan kau lakukan ini kita berandai-andai saja kalau kau menjadi Bella bagaimana"


Sera diam dia menghembuskan nafasnya "Aku tidak akan pernah bisa memaafkan ibuku dan kakakku aku pasti akan terus membencinya dan takkan pernah mau menemuinya seperti Nyonya Bella yang masih mau menemui ibunya dan kakaknya. Bahkan dia mengurus ibunya yang sekarang sedang sakit"


"Nah kan kau juga tidak akan terima kan tapi Bella dengan lapang dada dia menerima semuanya dan memaafkan kakaknya dan juga ibunya. Apakah ada orang yang akan sebegitu baiknya untuk memaafkan kesalahan orang yang begitu besar telah menghancurkan kehidupannya, mungkin pada awalnya Bella menganggap kalau hidupnya hancur tapi setelah apa yang Bella jalani dengan Tuan Adi mereka malah jatuh cinta kan malah ingin bersama. Aku senang Bella bisa bersama Tuan Adi, Tuan Adi bisa menjadi ibu ayah untuknya dan bisa menjadi suami juga untuk Bella dia bisa mengayomi menyayangi Bella dengan sepenuhnya dan tidak dibagi-bagi kemana-mana"


Sera diam lagi dia menundukan kepalanya "maafkan aku, aku tidak tahu kalau cerita awalnya seperti itu. Aku tidak tahu kalau Serena begitu serakah maafkan aku "


"Jangan minta maaf padaku tapi minta maaflah pada Bella, karena kau harus meminta maaf juga kan padanya karena sudah mau melepaskan Serena dari tahanan Bella, kalau sampai Serena lepas mungkin hidup Bella tidak akan tenang lagi Serena pasti akan merencanakan apapun itu untuk membuat Bella sengsara Serena itu paling ingin Bella itu sengsara"


"Iya aku akan minta maaf nanti saat nyonya pulang aku akan meminta maaf atas apa yang telah aku lakukan. Seharusnya aku tidak melakukan ini"


"Nah gitu dong kamu itu jangan lihat orang karena dia itu temen kamu, belum tentu teman kamu itu baik belum tentu dia itu mau nolongin kamu saat nanti kamu terpuruk jadi kalau mau melakukan apa-apa tuh harus pikir-pikir dulu jangan gegabah ya Kak Sera, hidup ini memang tentang pilihan tapi kita harus bisa memilih mana yang baik untuk kita dan mana orang yang harus kita tolong juga. Memang menolong orang itu perlakuan yang baik, tapi kau malah akan menolong orang jahat sudahlah aku tahu kau ingin menolong temanmu tapi kau juga harus tahu bagaimana dia sebenarnya mungkin kau hanya berteman biasa saja ya tidak terlalu dekat"


"Aku teman dekatnya bahkan sangat dekat Serena bilang kalau adiknya Bella itu yang merebut ibu dan ayahnya"


"Kalau sudah dikibuli olehnya. Sudahlah kita sekarang lupakan saja itu "

__ADS_1


"Ya "


Rizki berjalan kearah kursi sebelah dan berbaring disana tak mungkin kan tidur bersama kak Sera


__ADS_2