Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 56 Maaf aku tak bisa


__ADS_3

Adi masih memikirkan keadaan istrinya Bella bagaimana dia sekarang. Bella tadi mengamuk padanya bagaimana keadaannya apakah dia baik baik saja, apakah dia tak kenapa napa.


Adi kembali meminum alkoholnya dan kembali melamun, pikirannya terus saja tertuju pada sang pujaan hati, Bella seperti sedang rapuh, tapi kenapa ?


Adi melihat jam dan sudah jam 10 malam, pasti Bella sudah tidur, Adi dengan sedikit sempoyongan segera keluar dari ruangannya, sudah 4 botol habis dia minum, karena merasa sangat bersalah dengan keadaan Bella yang sekarang.


Saat dirinya membuka pintu kamar itu, Sera pun keluar dan langsung mundur " bagaimana keadaan istriku "


"Dia sudah baik baik saja tuan, dia sudah tertidur kembali"


"Baiklah kau boleh istirahat "


"Baik tuan "


Adi masuk dan Sera keluar sambil menutup pintunya dengan perlahan, Adi melihat keadaan Bella yang sembab, air mata bahkan masih tersisa di pipinya, Adi duduk dipinggiran tempat tidur.


Mengusap air mata itu dan mengusap rambutnya, " kau kenapa Bella, kenapa kau tiba tiba seperti itu sayang, aku tak membela Ziva aku masih memikirkan apa yang harus aku berikan pada Ziva, permainan apa yang harus aku berikan pada Ziva, aku pasti akan membalaskan apa yang telah Ziva lakukan. Aku tak mungkin membiarkan orang yang telah membuatmu celaka tenang begitu saja sayang"


"Aku tidak suka kau menangis terus menerus, aku tak suka sayang, aku sakit saat melihatmu menangis seperti tadi, aku begitu terluka sayang"


Adi mencium kening Bella perlahan, lalu mengambil pakaian tidurnya menganti pakaiannya dan berbaring di samping Bella.


Adi masih menatap wajah Bella, perlahan tangan Adi memeluk Bella dengan sangat perlahan, takut takut orang yang dirinya peluk bangun.


**


"Sayang akhirnya kau datang "


Piyan langsung memeluk Ziva dan menciumi seluruh wajah Ziva " kenapa kau datang sangat malam sekali sayang, ini sangat malam, apakah kau ingin bermalam dengan ku sayang, "


"Tidak bisa, aku tidak bisa bermalam denganmu, aku harus pulang, aku tak bisa lama lama, aku tadi membeli makanan dulu untuk suamiku, aku harus pulang. Kau harus mengerti posisiku ini seperti apa, kau jangan egois dan membuat dirimu seolah-olah penting dalam hidupku"


"Memangnya selama ini kau tidak menganggap ku penting, memangnya selama ini kau menganggap ku apa Ziva"


"Ingat ini hanyalah hubungan gelap, kita harus memprioritaskan hubungan yang sebenarnya maksudnya hubungan suami istri kita masing-masing, untuk sekarang aku tidak bisa menemuimu dulu kau harus ingat aku ini istri dari Adipramana dan aku tidak bisa terus keluar malam, Adi bisa curiga dan malah memata-mataiku nantinya, tolonglah untuk yang satu ini kau jangan egois jangan kau ancam aku dengan kau ingin datang ke rumahku, kau ingin mati di tangan Adi hah, kau ingin dia membunuhmu iya itu yang kau inginkan hah "


"Lalu harus bagaimana Ziva, aku ingin bertemu denganmu kita sudah tidak bertemu beberapa hari bahkan WhatsApp ku teleponku kau sama sekali tidak membalas chat, tidak mengangkatnya telfon juga kenapa, memangnya sangat sulit untuk mengangkatnya "


"Bukannya sulit, Adi selalu ada di sampingku dia selalu bersamaku tolonglah mengerti aku. Aku juga tidak pernah menelpon mu saat kau sedang bersama istrimu atau sedang di rumahmu, jadi kita harus lebih hati hati saja. Jika kau ingin hubungan ini terus berlanjut maka kau harus selalu mengikuti apa kata kata ku" Ziva mencoba untuk berbohong pada Piyan.

__ADS_1


"Haruskah begitu "


"Ya harus, kau harus bisa mengikuti apa kata kataku, jika kau masih ingin hubungan ini berjalan dengan lancar"


"Baiklah aku mengalah tapi sekarang kita habisi waktu bersama "


"Tak bisa tolong aku tak bisa, aku harus pulang bay Piyan"


Ziva mencium bibir Piyan dan langsung pergi lagi, memeng dirinya sekarang ingin makan romantis dengan suaminya, dirinya sudah membeli makanan kesukaan sang suami.


Pasti sekarang suaminya sedang ada dikamar nya, ya dia pasti sedang menunggunya, Ziva sudah tersenyum senyum membayangkan wajah Adi yang pasti akan senang dirinya datang dan membawa makanan ini.


***


saat Ziva masuk kedalam kamarnya suaminya tak ada, tempat tidurnya selalu saja kosong, suaminya ini yah kemana.


Ziva dengan langkah lebarnya segera menuju kamar Bella dirinya tahu pasti suaminya ada disana, tak bisa dibiarkan ini.


Tapi saat dirinya membuka pintu itu terkunci, Ziva langsung mengedor ngedor pintu "Adi buka Adi, kau selalu tak adil padaku, buka Adi "


Ziva makin keras berteriak dan tak lama pintu dibuka oleh Adi, dan langsung menutup pintu kamar Bella, untung Bella tidak bangun.


"Kau ini Adi selalu saja tidur di kamar Bella kenapa kau tidak bisa adil denganku kenapa, apa karena dia sedang hamil maka kau selalu menemaninya"


"Ya begitulah kalau dia mau apa-apa siapa yang akan mengambilkannya Ziva kau harus mengerti "


"Cobalah kau bagi waktu untukku dan juga Bella aku juga ingin selalu bersamamu Adi, kau ini suamiku aku butuh dirimu "


"Baiklah ada apa "Adi mencoba untuk sabar dan mengusap rambut istrinya. Memang benar dirinya tak adil sekarang, tapi dirinya juga masih kesal dengan tindakan Ziva yang ingin melenyapkan Bella, apa mungkin sekarang saja dirinya melakukan pembalas pada Ziva, hemm sepertinya bisa juga ya.


"Emm ini lihatlah aku membelikan makanan kesukaan mu, ayo kita makan bersama"


"Disini kah "


"Ya disini, sebentar kau duduk dan aku akan menyiapkan semuanya "


Adi hanya menganggukan kepalanya dan duduk menunggu istrinya sedang merias meja yang ada di balkon, di pasang lilin dan bunga mawar pula, setelah itu Ziva menyusun makanannya.


"Ayo sayang kita makan sekarang"

__ADS_1


Adi hanya diam dan mengikuti Ziva yang mengandeng tangannya " ayo sayang duduklah kau harus makan, hari ini kita harus makan romantis."


Ziva segera menyajikan untuk suaminya, namun Adi masih saja melamun " ayo Adi makan "


Adi menganggukan kepalanya dan segera menyantap makannya entah kenapa rasanya tak seenak dulu " ada apa Adi, apakah tak enak "


"Rasanya agak beda "


"Tapi aku membeli ditempat yang sama "


Ziva segera bangkit dan duduk dipangkuan suaminya, lalu Ziva mengelus wajah sang suami dengan lembur, menjalar ke lehernya, lalu membuka satu persatu kancing baju tidur Adi.


"Apakah kau tak merindukan ku Adi " bisik Ziva sambil mengigit telinga Adi.


Ziva menciumi telinga Adi, lalu menjalan ke leher naik kembali ke dagu dan bibir, awalnya Adi tak membalas namun lama kelamaan Adi membalasnya juga.


Adi yang tak mau melakukan disini langsung memangku Ziva dan membaringkannya ditempat tidur, membuka satu persatu pakaian Ziva dan segera melakukan apa selalu dirinya lakukan saat bercinta.


Ziva yang sudah keenakan dia hanya bisa mendesah saja, bahkan sampai berteriak, namun saat Ziva akan mengeluarkan sesuatu dari intinya Adi langsung memberhentikan ciumannya dan juga burung Adi yang akan masuk kedalam sarangnya tak jadi.


Adi malah bangkit dan memakai kembali pakaiannya " ada apa Adi, kenapa kau berhenti ada apa "


Adi mengusap wajahnya " maafkan aku Ziva, aku minta maaf aku tak bisa "


Adi tanpa banyak bicara langsung keluar dari kamar dirinya dan juga istri pertamanya. Ziva yang ditinggalkan dan tak tahu apa alasannya hanya bisa diam dan melongo "ada apa dengan mu Adi, kenapa kau tiba tiba seperti ini "


"Akhhh Adi "


***


Bella yang terbangun karena mendengar suara ******* kak Ziva yang begitu jelas menembus kamarnya langsung bangkit dan terduduk.


Bella hanya diam, dia terus saja mendengar suara suara itu namun tak lama kemudian suara itu tak ada, malah tergantikan dengan teriakan kak Ziva.


Bella hanya tersenyum, kenapa hatinya merasa perih dan sangat sakit sekali, ada apa dengan dirinya ini, seharusnya tak masalahkan Adi dan juga Ziva adalah suami istri yang sesungguhnya sedangkan dirinya hanyalah perempuan yang dimanfaatkan untuk kepentingan mereka.


Bella menarik nafasnya dan menggelengkan kepalanya "kau harus ingat Bella siapa dirimu dan dimana posisimu di sini dan hatimu juga harus bisa terkontrol, kau tak boleh mencintai laki laki itu, hatimu harus tetap untuk Alvaro yang mungkin tak akan pernah menerima mu, tapi kau juga tak boleh mencintai suami orang. Hatiku sakit seperti saat aku melihat Alvaro selalu perhatian pada Sani, apakah aku cemburu, oh tidak tidak ini tidak mungkin, aku tidak mungkin cemburukan "


Bella terus saja menggelengkan kepalanya, " lebih baik aku tidur lagi saja, "

__ADS_1


Bella kembali membaringkan tubuhnya dan menarik selimutnya, namun tidak bisa tidur malah bolak balik kesana kemari, tubuhnya tak bisa diam, dan matanya terus saja terbuka, kenapa saat bersama suami kak Ziva dirinya bisa langsung tidur tapi saat sendiri seperti ini malah susah, apa ini bawaan dari anak ? atau ibunya yang sudah mulai menaruh hati pada suami kak Ziva ?


__ADS_2