
"Mau kemana kau Aliya "
"Aku ingin jalan-jalan papih, aku sedang marah pada guru bahasa Indonesia, dia sudah semena-mena. Apakah papih sudah mencari tahu siapa dia, aku tak mau diajar oleh dia lagi "
"Sedang papih cari, "
"Ya papih harus berusaha mencari dia siapa, aku tak sudi kalau dia yang mengajar, atau tidak papih berbicara pada om Adi, dia pasti akan mendengarkan papih "
"Iya nanti papih akan bicara, kemana kau akan pergi "
"Entahlah papih aku ingin jalan-jalan dan bersenang-senang papih tak usah tahu kemana tujuanku "
"Aliya kau mulai tak sopan "
Namun Aliya malah acuh dan pergi begitu saja meninggalkan papinya.
"Kenapa Bee kau berteriak seperti itu "
"Lihatlah anakmu Sani, dia begitu tak sopan sudah aku bilangkan jangan terlalu memanjakan dia, pada akhirnya dia seperti ini kan"
"Dia masih dalam masa pertumbuhan, nanti juga dia tak akan seperti itu Bee, "
"Sampai kapan dia akan begitu sayang, coba kau bicara dengannya "
"Iya Bee nanti aku akan bicara, kau mau kopi"
"Tentu boleh sayang jangan terlalu manis "
"Baiklah aku akan membuatnya untuk mu"
...----------------...
"Ayu buka pintunya ada kakek ayo buka pintunya "
Ayu yang mendengar kata kakek segera keluar kamar dan memeluk kakeknya dengan erat.
"Cucu kakek sudah besar seperti ini "
"Iya dong Ayah masa Ayu mau kecil terus " jawab mamahnya Ayu
"Kapan kalian akan pulang, Ayah sudah kangen kalian ada dirumah lagi "
"Aku belum siap pulang Ayah, aku sama Ayu akan tinggal disini dulu, aku juga sudah merasa nyaman kok, memang pada awalnya aku enggan tinggal disini, tapi sekarang aku sudah nyaman "
"Kau yakin Nadia "
"Ya aku yakin Ayah, aku bahagia disini bersama Ayu "
"Baiklah, Ayah lapar bisa kau siapkan makanan "
"Baik Ayah "
"Ayo kita mengobrol disana Ayu "
"Ayo kek "
Ayu dengan senang mengikuti kakeknya yang membawanya keruang tamu, mereka duduk berhadapan.
"Kakek senang kau hidup dengan sehat dan tumbuh dengan cantik, apakah ibumu masih suka kasar "
__ADS_1
"Tidak kakek, mamah tak kasar seperti dulu "
"Ada sesuatu yang kau ingat "
"Tidak ada kakek memangnya kenapa "
"Tidak, syukurlah jika tak ada yang kau ingat, kakek dengar-dengan dari mamah mu kau sekolah di Nusa bangsa merah putih ya " .
"Iya Kek, aku sekolah disana, murid-murid nya aneh-aneh"
Kakeknya malah tertawa mendengarkan ucapan Ayu"Kenapa kakek tertawa "
"Ya lucu kau bilang teman-temanku aneh, apakah kau kesekolah mau bawa mobil "
"Tidak kakek, aku tidak mau mencolok aku senang pergi kesekolah naik bus bersama teman-temanku "
"Kalau kau mau akan kakek bawakan mobil kemari tak lupa dengan supirnya. Mamah Mu selalu tak mau kakek bantu, katanya uang dari butik pun cukup untuk hidup kalian berdua, apakah benar cukup "
"Sangat cukup kakek, kami berdua suka hidup sederhana seperti ini. Apalagi Mamah sekarang sudah jarang marah-marah kakek, aku bahagia sekali mamah bisa menyayangiku "
"Baguslah Kakek tenang kalau begitu, Kakek senang Mamah Mu bisa baik "
"Iya Kakek, tapi ada yang ingin aku tanyakan "
"Apa itu Ayu "
"Luka apa yang ada di kepalaku, apakah aku pernah kecelakaan atau terjatuh "
Wajah Kakeknya Ayu langsung berubah dan bicaranya pun jadi terputus-putus dan seperti binggung "Kenapa Kakek ?" tanya Ayu yang penasaran.
"Tidak Ayu, yasudah ayo kita makan "
"Ayu ayo makan "
"Ehh iya Mah sebentar "
Ayu segera berlari dan menghampiri Mamahnya dan Kakeknya yang sudah ada dimeja makan. Kakeknya diam bahkan dia hanya fokus pada makanan saja.
...----------------...
Sedangkan dikediaman Andaru, mereka juga sedang makan, tapi mereka makan dengan heboh Andaru dan juga Aksa selalu saja membuat lelucon.
Bella dan Adi hanya bisa tersenyum melihat anak-anaknya yang begitu akur "Lihatlah sayang mereka selalu saja begitu "
"Tidak apa mas, aku suka mereka seperti itu, rasannya sangat hangat sekali, aku bahagia mas "
Adi memeluk istrinya dengan erat, tak lupa mencium kening istri tersayangnya. "Kenapa Ayah tak adil, kami tak boleh mencium Mamah tapi Ayah selalu saja mencium Mamah" protes Andaru
"Beda lagi, makannya kau cepat besar Andaru jadi kau akan mempunyai istri, ini adalah istri Ayah maka kalian berdua tak boleh mencium istri Ayah "
"Tapi kan itu Mamah kami, berarti kami boleh dong mencium Mamah "sekarang Aksa yang menjawab.
"Tetap saja tak boleh, iya kan sayang "
Adi memeluk istrinya sambil mencium kembali pipi istrinya " Emm gimana ya, boleh dong kan mereka anakku berarti boleh dong cium "
"Yey tuh kan dibolehin sama Mamah, Ayahnya saja yang pelit "
Andaru dan juga Aksa tertawa senang saat melihat ekspresi Ayahnya yang kalah.
__ADS_1
"Maaf Nyonya Tuan menganggu "
"Iya kenapa Kak Sera "
"Didepan ada Nona Aliya "
Bella menatap wajah anaknya Andaru "Suruh dia kemari" ucap Adi.
Andaru yang kesal dengan jawaban Ayahnya akan pergi dari meja makan, tapi Bella mencoba untuk Andaru tetap dimeja makan.
Akhirnya Andaru diam saja dengan wajah yang malas. Aliya sudah senang sekali dan duduk disamping Andaru.
"Ayo Al makan "
"Iya om makasih, gimana Om sama Tante sehat kan "
"Sehat kok Al, gimana papih dan bunda mu "
"Mereka juga sehat " .
"Yasudah segeralah makan "
"Iya Om "
Aliya menatap Andaru, dia hanya mengambil salad saja. Lalu menyenggol tangan Andaru.
"Aku sedang makan Al "
"Hemm ya aku tahu "
Andaru tak menjawabnya, Andaru pindah tempat duduk disamping Mamahnya dan kembali melanjutkan makannya.
Meja makan menjadi hening tak seperti tadi heboh dan juga penuh canda tawa. Setelah makan juga Andaru langsung naik kelantai 2 tidak lupa Aliya mengekor.
"Ada apa ini, apa mereka sedang bermasalah " tanya Adi pada istrinya dan juga anaknya.
"Namanya juga anak muda, kayak ga pernah muda saja mas "
"Iya iya udah deh Ayah ga akan nanya lagi "
"Iya, habisin mas "
"Siap sayang "
...--------------...
"Aku udah bilang kan Aliya ga ada yang perlu kita bicarain lagi, ngapain juga kamu datang ke rumah ga ada gunanya banget sana keluar di kamar"
"Aku tuh ga mau putus ya sama kamu "
"Tapi aku mau putus, aku udah ga mau sama kamu Aliya, jadi jangan datang ke sini lagi dan jangan merengek kayak gini. Kita udah bicarain semuanya aku udah kasih alasannya kenapa aku mau putus sama kamu, jadi udah kan ga perlu ada yang dibicarain lagi lebih baik kamu pulang saja aku mau istirahat"
"Ga bisa gitu ya Andaru "
"Apanya yang ga bisa, semuanya bisa terjadi kok, kita saja baru pacaran jadi kapan saja bisa putus sana keluar"
"Oke, lihat saja aku akan bilang sama bunda "
"Terserah "
__ADS_1
Aliya keluar dari kamar Andaru dengan marah, tapi Andaru sendiri masa bodoh, dia malah menyalakan lagu yang ceria.