Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 326 Aku akan mengatakan semuanya


__ADS_3

Cempaka yang tidak melihat Sinta kembali lagi langsung keluar, ternyata Sinta kabur bukannya bersih-bersih "Sinta kenapa kamu tiba-tiba pergi begitu saja. Bukannya kamu menyuruhku untuk menunggu, kenapa malah kamu yang melarikan diri lalu untuk apa kamu menyuruhku untuk menunggu mu, apakah kamu lupa "


"Sinta berhenti jangan lari dariku, jangan seperti ini kembali lah, jangan lari kemari cepat jangan seperti itu "


Sinta langsung memberhentikan kursi rodanya, lalu menatap Cempaka "Semua ini terjadi karena kamu, seharusnya kita ini tidak saling mengenal. Sudahlah kamu pura-pura saja tidak tahu aku dan pura-pura kalau aku ini sudah. Pasti aku tidak akan terbawa-bawa masalahmu kan, aku sudah muak selalu terbawa-bawa masalahmu, memangnya kamu tidak malu "


"Kamu ini mengatakan apa, tadi kamu baik-baik saja di sana tapi setelah keluar kamu malah maki-maki aku kayak gini. Aku di sini tuh berusaha buat nolongin kamu loh, tapi balasan kamu tetap aja kayak gini nggak pernah nerima apa yang aku lakuin buat kamu. Aku selalu saja salah di depanmu Sinta, aku menjadi binggung sendiri seharusnya apa yang harus aku lakukan. Di satu sisi aku tidak bisa membiarkan kamu, hati kecilku berkata lain "


"Ya karena apa yang terjadi sama aku itu sumber utamanya adalah kamu Ayu, jadi tolong berhenti untuk peduli sama aku. Pura-pura nggak kenal dan pura-pura tidak tahu saja. Intinya kamu pura-pura kalau aku ini sudah tiada sajalah yang paling gampang itu, ingat jangan pernah menyapaku ataupun mengatakan apa-apa lagi padaku "


Sinta langsung membawa kursi rodanya. Dia benar-benar pergi meninggalkan Cempaka "Sialan kan, percuma di pertahanin tapi pada akhirnya gini juga nggak ditolong salah, ditolong juga serba salah. Harus gimana sih sebenernya aku ini. Malah jadi jadi pusing sendiri aku"


...----------------...


"Ini Inspektur"


Pak Ginanjar memberikan semua identitas murid-muridnya "Aku menjamin kalau semua siswa-siswi ku yang sekolah di sini adalah dari keluarga terpandang semua, tidak mungkin mereka melakukan itu kan. Mereka itu baik-baik tidak ada yang nakal sama sekali"


"Itu tidak penting untuk kami semua kami mendapatkan laporan yang sangat serius dan itu tidak bisa didiamkan begitu saja. Kami akan mengikuti semua prosedurnya. Kami tidak akan pernah memberikan hak istimewa kepada siapapun, mau itu anak siapapun kami akan menindaklanjuti semuanya dengan adil"


"Baik tentu saja, aku tidak akan melarangnya Pak. Baiklah saya akan meluruskannya saya akan mendukung apapun yang nanti menjadi keputusan bapak dan yang lainnya, kami disini akan mengikuti semuanya"


"Ya, lagi pula kita akan saling bertemu untuk membahas masalah ini kasus ini. Aku paling tidak suka kalau di sekolah itu ada kasus pembullyan"


Inspektur itu memasukkan semua data-data siswa lalu bangkit dan berkata "Saya ingin masuk ke setiap kelas untuk melihat mereka dan juga sebagai pengamatan saja, itu pun jika anda tidak keberatan saya masuk ke sana"


"Tentu saja, kami sangat tidak keberatan pastikan anda mengecek semuanya dan mengamati siswa-siswi kami inspektur "


"Saya akan mengantarnya Pak "ucap Pak Renaldi


Tapi Pak Ginanjar langsung menahan langkah Pak Renaldi, dia sudah sangat geram dari tadi dengan guru satu ini. Setalah dia masuk dia ikut campur tentang sekolah.


"Bisakah anda untuk tinggal di sini beberapa saat Pak. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu tentang pengajaran mu "


Akhirnya Bu Bahar yang mengantar Inspektur itu untuk mengelilingi setiap kelas. Sedangkan Pak Renaldi akan berbicara dengan kepala sekolah.


"Apa yang sedang kamu lakukan sebenarnya, apakah akan sangat menguntungkan kamu bila kamu melakukan ini "


"Kenapa harus bertanya seperti itu Pak, apa anda sekarang takut karena saya bisa melakukannya sedangkan guru yang dulu gagal melakukannya"


"Kenapa kamu melakukan ini, kenapa harus sampai ada Inspektur yang datang ini akan sangat fatal sekali. Kenapa tidak berdiskusi dulu denganku. Kamu tidak memikirkan anak-anak "


"Saya sudah beberapa kali berbicara pada Bapak, kalau di sekolah ini ada pembulian tapi apakah Bapak peduli tidak kan tidak sama sekali peduli. Makanya saya membuat petisi itu dan mengirimnya dan syukurnya langsung diterima dan dia langsung datang kemari. Ya saya melakukan ini untuk anak-anak juga banyak disini yang mendapatkan hal buruk dan perlakuan tidak baik, saya ingin menyelamatkan mental mereka "


"Kamu sadar, kamu telah mempertaruhkan reputasi dan masa depan sekolah ini, bagaimana kalau nanti tidak mau ada yang sekolah lagi di sini. Akan tutup sekolah ini Pak, apakah kamu mau bertanggung jawab atas semuanya "


"Kenapa tidak dari awal Bapak memikirkan itu, harusnya saat saya berbicara pada bapak tentang pembullyan itu bergerak dengan cepat dan jangan memihak satu siswa saja, adil pada semuanya. Saya sudah terlanjur bergerak dan mungkin sekolah ini tidak punya masa depan sampai kapanpun, kalau masih seperti ini cara bekerjanya sekolah dengan pilih kasih maka anda harus menerima dipertanyakan oleh tuan Adi pemilik resmi sekolah ini "


Pak Renaldi langsung pergi meninggalkan ruangan Pak Ginanjar, karena percuma saja dirinya melakukan ini berbicara dengan Pak Ginanjar tidak akan ada habisnya. Dia pasti akan terus membela dirinya enya tidak akan pernah mau disalahkan sampai kapanpun itu.


Setelah Pak Renaldi pergi, pak Ginanjar langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Galang "Galang suruh Aliya dan juga Andaru datang ke mari, sekarang juga. Aku menunggu kamu juga kalian bertiga datang kemari sekarang juga jangan banyak bertanya dulu "


Pak Ginanjar langsung mematikan sambungannya, tak mau mendengarkan jawaban dari Galang, Pak Ginanjar langsung mematikan sambungannya. Dirinya harus berbicara dengan ketiga anak itu yang memang dulu selalu bermasalah dengan pembullyan dan mereka adalah pelakunya.


...----------------...


"Bagus sekali anda langsung melaporkan tentang ini, memang itu sangat tidak baik dilakukan. Pembullyan itu akan menghancurkan mental orang yang di-bully, kasian mereka "


"Benar Pak "


"Kita tidak bisa tergesa-gesa untuk menyelesaikan semua masalah ini, tapi Bu Bahar aku perlu bertemu dengan orang-orang yang pernah dibully. Aku ingin bertanya pada mereka dan lebih menguatkan petisi yang kalian kirim itu, agar semua buktinya lebih lengkap lagi "


"Tapi kami sudah memberikan file-nya tentang siapa-siapa saja dan bukti-buktinya Pak, itu sudah lengkap ada disana semuanya "


"Dengar Bu Bahar untuk membuktikan perundungan ini kita butuh bukti yang lebih lagi, harus ada orangnya langsung yang kita tanyakan agar semuanya terbukti"


"Baiklah Pak" Bu Bahar hanya bisa pasrah saja.

__ADS_1


"Saya akan mengitari sekolah sendiri saja Bu Bahar, tidak perlu mengantarkan saya terima kasih ya"


"Baik terima kasih juga atas tindakan bapa yang langsung datang kemari, aku begitu senang saat bapak langsung menyanggupi dan datang kemari"


Baru juga Pak Inspektur berjalan beberapa langkah, ponselnya sudah berdering.


"Ada apa maaf aku tidak bisa mengangkat telepon, aku sangat sibuk sekali "


"Sepertinya di sini sangat rumit sekali dan akan sulit untuk kita pecahkan kasusnya, sungguh-sungguh di luar pemikiranku"


"Entahlah, aku juga masih bingung tapi aku akan mencari satu-satu aku akan memecahkannya satu-satu kita harus membereskan ya "


"Tentu, ya sudah aku harus bekerja lagi "


...----------------...


"Cempaka"


"Ada apa Andaru, "


"Kamu kenapa bisa mendapatkan pesan itu dan kenapa bisa juga dikunci pintunya , sebenarnya siapa yang ada di dalam sana kamu sama siapa, aku berteriak-teriak tapi kamu ga denger pasti ada seseorang yang menyuruh kamu untuk diamkan siapa orangnya, ayo bicara padaku jangan diam saja "


"Ga tahu mungkin ke kunci sendiri, aku juga dari tadi sendiri. Aku cuman cari Sinta aja tapi nggak ketemu, dia ga ada disana. Terlalu luas ruang teater sampai aku harus mencarinya dengan teliti. Mungkin saat aku mencari kamu berteriak jadi tak terdengar "


"Terus sekarang dia udah ketemu, mana orangnya. Kenapa kalian ga sama-sama seharusnya barengan dong bukan pisah kayak gini "


"Udah, udah ketemu sudah lah "


"Apa dia baik-baik saja, dan kamu bilang tadi ada yang memberikan pesan kan dan itu Sinta. Siapa sebenarnya yang memberikan pesan, Sinta kan disekap masa dia bisa memberikan pesan aneh tidak sih "


"Ya begitulah. Kenapa sih kamu terus saja bertanya, Aku pusing dengan semua pertanyaanmu. Aku juga tidak tahu kenapa pesan itu bisa sampai padaku dan siapa yang memberikan pesan itu, sudahlah jangan urusi itu lagi "


"Aku hanya bertanya padamu, aku hanya khawatir dengan keadaanmu sepertinya ada yang mengancammu disini "


"Andaru aku ingin sendiri bisa kamu tinggalkan aku, dan jangan terus bertanya aku ingin menyendiri aku ingin menenangkan diriku ini. Tolong jangan terlalu banyak tanya padaku, aku pusing sekali terus saja ditanya olehmu stop jangan terus bertanya bisa-bisa aku gila "


Andaru yang akan mengikuti Cempaka dipanggil "Andaru kamu dipanggil ke ruangan kepala sekolah, sekarang juga ditunggu jangan lama katanya "


Cempaka yang sangat lelah dengan semua keadaan ini malah dipanggil oleh guru, ada apa coba. Dengan tergesa-gesa Cempaka segera pergi saja ke sana, lebih baik temui dulu saja.


...----------------...


Sinta yang sudah selesai membersihkan dirinya dan memakai seragamnya dengan benar pergi ke ruangan olahraga. Seperti apa yang direncanakan dirinya dan juga Galang, baru saja masuk di sana sudah ada Aliya juga kenapa ada dia juga.


Padahal dalam rencana tidak ada Aliya, sekarang kenapa ada dia. Sungguh anehkan seharusnya dirinya tak percaya pada Galang apa meraka sudah bekerja sama sekali ini.


Sinta sebenarnya enggak untuk masuk, tapi mau bagaimana lagi dia sudah berjanji, jadi temui saja dulu biarkan saja Aliya jangan hiraukan dia dulu saja "Maaf jika tiba-tiba di sini ada Aliya, tapi kita ini teman kan. Kita ini harus bersama lagi, kita harus selalu bertiga kan "


Galang langsung berjongkok di hadapan Sinta "Semalam yang kita rencanakan sudah berhasil kan Sinta, kita sudah mengelabui Ayu sehebat itu. Rencana kita sudah berhasil. Kamu hanya perlu percaya kalau Aliya bukanlah orang yang telah menabrak mu, dia juga sudah diinterogasi. Semuanya sudah benar-benar beres dan bukan dia pelakunya, bukan Aliya semuanya sudah bener-bener terjawab. Kamu jangan marah lagi ya sama Aliya "


Sekarang Aliya yang berjongkok "Kamu tahu aku sungguh minta maaf, karena telah marah-marah padamu waktu itu. Saat itu aku sedang pusing ditambah Ayu yang seperti itu padaku, aku ditangkap polisi intinya aku sedang pusing sekali. Maafkan aku kita masih teman kan kita ini satu tim, aku juga sudah diberitahu oleh Galang kalau kalian merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan Ayu kamu memang benar-benar teman aku yang bisa aku andalkan Sinta"


"Tapi kamu meninggalkanku kan, kamu membiarkan aku begitu saja. Bahkan kamu membiarkan aku kebingungan sendirian. Apakah itu teman. Apakah itu yang dinamakan teman, seharusnya teman tidak seperti itu kan Aliya "


"Aku minta maaf. Aku tidak akan melakukan itu lagi padamu aku janji padamu, aku waktu itu sangat marah padamu, kamu tiba-tiba marah padaku, siapa yang tidak tersulit emosi, aku sungguh sudah sangat tersulut sekali "


Galang mengusap kepala Sinta "Mungkin dari awal aku tidak bicara ada Aliya. Aku takutnya kamu tidak mau makanya aku sekarang membawanya, kita masih satu tim kan kita masih teman kan kita akan memenangkan semua ini, kita akan bisa menghancurkan Ayu dengan secepatnya. Dia akan menjauh dari sini, dia tak akan sekolah disini lagi "


Sinta hanya bisa diam dan tak tahu harus menjawab apa "Ya sudah kami berdua pergi dulu ya, kamu jangan marah lagi, kami berdua akan memberi kamu waktu. Tenangkan dulu fikiranmu"


Galang dan Aliya meninggalkan Sinta begitu saja di ruang olahraga.Setelah mengatakan itu semua. Mereka berdua tersenyum senang apa yang sudah direncanakan sejak malam terjadi juga kan, ternyata mudah ya membohongi orang seperti ini.


Apalagi orang ini sedang cemburu pada temannya sendiri. Sungguh perempuan yang gampang untuk ditipu dan diperdaya juga. Mau-maunya di fidio seperti itu dan diancam-ancam.


...----------------...


"Ayu kita sudah berhasil, petisi itu sudah terkirim sekolah kita sudah diselidiki dan semuanya akan aman dari pembullyan, tapi ada satu hal yang aku minta padamu, bisa kamu tanda tangan di sini sebagai orang yang pernah di bully. Ini akan sangat membantu sekali Ayu, kita akan menyelesaikannya dengan cepat, seperti apa yang kamu mau "tanya Bu Bahar

__ADS_1


Cempaka diam, dia masih memikirkan tentang tadi Sinta. Apakah video itu benar-benar tidak akan pernah disebarkan, apalagi dirinya sudah berjanji pada Galang bagaimana ini. Bukannya peduli hanya agar dia tak malu dan menyalahkan dirinya .


"Aku tidak bisa, aku tidak bisa menandatangani surat itu, aku benar-benar tidak bisa Bu "


"Kenapa tiba-tiba tidak bisa, bukannya orang yang pertama ingin sekali kasus ini berhasil adalah kamu kan, orang yang pertama ingin sekali petisi itu naik itu kamu kan " Tanya Pak Renaldi yang juga ada di sana.


"Satu-satunya cara adalah mereka berubah, sekarang percuma kita melaporkannya tapi pada akhirnya mereka tidak berubah juga dan kasus yang Sinta alami juga tidak terbongkar kan, jadi semuanya percuma saja sekolah ini juga sudah rusak, pada akhirnya sekolah ini tidak akan pernah maju "


"Tapi kita sedang diberi kesempatan Ayu untuk bisa menyelesaikan semua masalah ini. Kami hanya perlu tanda tanganmu saja "Pak Renaldi terus saja mencoba untuk berdiskusi dengan Ayu. Mencoba untuk merayunya.


"Aku pergi dari sini Bu Bahar ya, aku benar-benar tidak mau Bu Bahar "


"Tentu saja Ayu tak masalah "


PakRenaldi langsung duduk dan berhadapan dengan Bu Bahar, "Kenapa kamu tiba-tiba melepaskannya begitu saja, padahal kita sudah sepakat untuk meminta Ayu membantu kita, kenapa seperti itu "


"Jangan memaksanya kalau kita melakukan itu dengan paksaan kedepannya tidak akan pernah benar, aku yakin nanti juga Ayu akan berubah pikiran dan memikirkan tentang semua ini. Dia pasti akan menemui kita lagi, sudah tenang saja. Ayu adalah anak baik pasti dia akan berbicara dengan kita "


"Sepertinya dari perubahan sikap Ayu, ada sesuatu yang terjadi padanya ada sesuatu yang menimpa padanya tapi kita tidak tahu, apa mungkin dia dibully lagi, kita harus lebih melihat gerak-gerik anak-anak Bu Bahar "


"Semoga saja tidak ada yang terjadi, semoga saja semuanya baik-baik saja. Nanti juga Ayu akan kembali lagi kita beri waktu beberapa hari untuknya, pasti dia akan ke sini lagi. Dia adalah orang pertama yang paling semangat untuk melaporkan semua ini, dia pasti akan kembali lagi "


Pak Renaldi hanya diam, benar juga memaksa juga tidak baik kan nanti malam Cempaka bicara pada ayahnya bisa bermasalah semuanya.


...----------------...


"Sudah aku peringatkan pada kalian bertiga beberapa kali kan, tentang masalah ini. Tapi masih saja ada yang seperti itu. Aku sudah melindungi kalian sebisaku, tadi Inspektur datang kemari dia sudah mencurigai sekolah kita. Bahkan dia sudah membawa data-data kalian semua "


"Mau apa Inspektur kemari. Kenapa dia bisa datang "ucap Galang dengan polos, dia masih saja belum mengerti.


"Apalagi Pak Renaldi melaporkan dan memberikan petisi kalau sampai ini diketahui oleh seluruh orang, bahkan seluruh dunia kita akan hancur. Kalian bertiga akan diadili. Kalian sudah banyak melakukan kesalahan. Sangat banyak sekali "


"Ya maka dari itu kita lawan saja, kita harus membuat rencana untuk melawannya, kita tidak bisa diam saja mungkin nanti ada yang takut tapi aku akan terus maju dan melawan semua ini "Jawab Aliya dengan angkuh sekali.


"Jangan gegabah Aliya, sudah aku bilang kan diam dan jangan lakukan itu lagi. Kalau kamu melakukan itu lagi maka apa yang disampaikan oleh Pak Renaldi ke Inspektur adalah kebenaran. Maka semua itu akan membuktikan kalau sekolah kita ini memang selalu melakukan pembullyan, sudah kamu diam menjadi anak baiklah jangan terus semena-mena kamu ini"


"Apakah sudah tidak ada yang dibicarakan lagi "ucap Andaru yang dari tadi diam saja.


"Tentu tidak ada, semuanya sudah selesai "


Andaru langsung keluar dari ruangan kepala sekolah, rasanya tak penting untuknya. Dirinya sudah lama tidak melakukan pembullyan pada teman-temannya, toh yang sekarang selalu aktif melakukan itu hanya Galang dan Aliya.


Meskipun nanti dirinya ditanyai, Dirinya akan jujur dengan semua apa yang pernah dirinya lakukan. Kenapa harus takut mengakui kesalahan. Dirinya tidak akan pernah lari dari masalah.


...----------------...


"Andaru"


"Ada apa lagi, jangan mengikutiku "


"Kenapa sikapmu seperti itu, sikapmu itu tidak seperti dulu. Lihatlah Pak Renaldi sudah melakukan ini dia sudah mengirimkan petisi itu, bagaimana kita akan habis kita akan diadili disini bagaimana Andaru"


"Aku tidak peduli, aku sudah tidak terlibat lagi dengan kalian. Di sini yang aktif adalah kalian berdua kan, bahkan masalah polisi itu saja aku kan yang menjadi tersangka, hanya aku saja sendiri aneh sekali kan "


"Itu masalah kita semua, itu masalah kita Andaru bukan masalah kamu saja "ucap Galang


"Masalah kita semua, kalau masalah kita semua Aliya tidak akan berkata seperti itu, berarti dia ingin keluar dari masalah ini dan menjatuhkan aku di hadapan polisi. ingat itu. Dia membela dirinya sendiri dan menumbalkan aku, aku yang dia tumbalkan disini demi menyelamatkan dirinya sendiri"


Andaru yang akan pergi tidak jadi, dia penasaran dengan Cempaka yang tadi dikurung "Ngomong-ngomong tentang Cempaka yang dikurung di ruang teater. Apa kalian pelakunya, apa kalian yang sudah merencanakan itu semua "


"Adik kamu dikurung di ruang teater, sama siapa kapan Andaru "tanya Galang pura-pura tidak tahu.


"Benarkah bukan kalian pelakunya hah"


"Kami tidak tahu mana mungkin kami berdua berani melakukan itu pada Cempaka, kami sudah tahu siapa dia. Dia adalah adikmu Andaru aku tidak mungkin melakukan itu pada calon iparku ya kan. Aku dan Galang dari tadi hanya diam di kelas kami tidak melakukan apa-apa, kami menjadi anak baik Andaru"


"Begitu ya, baiklah tapi ada satu yang ingin aku katakan jangan pernah macam-macam pada siapapun. Karena Inspektur tidak akan diam saja dan tidak akan memperdulikan kalian itu siapa. Aku juga akan memberikan kesaksian dan jujur atas apa yang aku lakukan. Aku tidak akan menyembunyikan apa-apa lagi "

__ADS_1


Barulah setelah mengeluarkan semua unek-uneknya Andaru pergi dari hadapan mereka berdua, rasanya dirinya tidak percaya kalau masalah Cempaka yang dikurung itu bukan kelakuan mereka.


Bisa saja kan mereka berdua memang merencanakan semua ini, karena tidak ada lagi orang yang bisa melakukan hal semacam itu selain mereka berdua. Meraka sangat licik sekali.


__ADS_2