Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 281 Makin rumit saja


__ADS_3

"Akhirnya Ayu kau datang juga, ayo duduk sini duduk jangan sungkan-sungkan tidak usah takut. Aku tidak akan mempermainkanmu lagi, duduk disini "


Cempaka langsung duduk dan berhadapan langsung dengan Galang, mereka ada disebuah restoran "Mau pesan apa "


"Langsung saja pada intinya "


"Baiklah "


Galang mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Cempaka "Ini aku Andaru, kenapa ada padamu"


"Tentu saja bisa, dia kan temanku. Maka kami selalu berbagi makanya aku bisa tahu sandi dan yang lainnya yang Andaru punya kau harus lihat ini"


Cempaka kaget saat melihat siapa yang selalu chatan dengan Andaru. Kenapa bisa Sinta ini yakin kan Sinta. Cempaka melihat foto yang dikirim oleh Sinta dan benar itu Sinta.


"Kenapa Sinta "


"Kenapa malah bertanya Sinta, memang benar-benar Sinta. Andaru mendekati Sinta hanya untuk dia permainkan, kau harus hati-hati bisa saja temanmu akan jadi korban yang selanjutnya"


"Aku tidak percaya ini Andaru yang melakukannya, bisa saja kau membuat akun fake dan mengaku-ngaku sebagai Andaru"


"Untuk apa aku melakukannya Ayu, tidak ada gunanya juga. Kau tidak tahu bagaimana Andaru, kau juga tidak mengenal Andaru, kau mungkin baru mengenalnya beberapa bulan tapi kau tidak tahu selama ini Andaru seperti apa. Lihat ini aku membawa koran berita yang pasti akan membuatmu percaya padaku"


Kembali Cempaka mengambilnya dan membacanya "Seorang perempuan bunuh diri karena cinta bertepuk sebelah tangan dan di buku diarynya tertulis ada seorang laki-laki yang mendekatinya. Lalu mencampakkannya begitu saja dia frustasi dan bunuh diri"


"Kau yakin ini Andaru yang melakukannya, bisa saja orang lain kan. Di sini tidak disebutkan kalau Andaru yang melakukannya"


"Memang benar itu perempuan yang didekati Andaru, bahkan Andaru diperiksa oleh Polisi, dia di datangi ke sekolah dan juga rumahnya. Kalau kau tidak percaya coba kau tanya Aksa dia tahu segalanya tentang kelakuan Andaru selama ini"


"Sedang apa kau disini "


Cempaka mendongakan kepalanya, kenapa tiba-tiba ada Andaru "Kenapa wajahmu begitu panik "


"Kau ada di sini Andaru, tenang saja Ayu tadi kaget melihat tugas yang begitu banyak. Aku memang disuruh untuk membagikan tugas oleh guru bahasa Inggris dan kebetulan sekali aku bertemu dengan Ayu dan dia kaget melihat tugas itu banyak sekali menumpuk. Makanya dia sampai syok seperti itu tidak terjadi apa-apa kok"


"Mana aku lihat tugasnya "


Cempaka langsung bangkit dan meninggalkan kedua laki-laki itu, "Lihat saja kalau aku tahu apa yang kau lakukan kau akan habis Galang "


"Apa, aku tidak melakukan apa-apa "

__ADS_1


Andaru segera mengejar Cempaka dan menarik tangannya, sampai Cempaka menubruk tembok "Lepaskan "


"Ada apa denganmu ini tiba-tiba seperti ini, kenapa kau tiba-tiba menemui Galang "


"Kenapa kalau aku menemui Galang, ada yang salah tidak kan. Kami teman sekolah lalu apa salahnya sudah lepaskan aku. Aku ingin pulang"


"Ya sudah kita pulang bersama saja, kita satu rumah untuk apa kita berpisah"


"Aku bisa pulang sendiri tanpa kau mengantarku. Ternyata kau memang sama saja dengan laki-laki yang lain Andaru, aku berpikir kau laki-laki baik tapi ternyata tidak kau sama saja dengan mereka. Kau sudah membohongiku kau sudah membodohiku"


"Apa yang sudah aku lakukan, aku sama sekali tak melakukan apa-apa. Jelaskan dulu padaku apa masalahnya jangan seperti ini "


"Intinya aku menyesal mengenalmu "


"Menyesal, tapi kau akan terus bertemu denganku, karena aku adalah kakakmu ingat itu Cempaka "


Cempaka malah tertawa "Kau sudah mengakui ku. Sudah jangan ikuti aku, aku ingin pulang "


Cempaka langsung memberhentikan taksi dan masuk kedalam tanpa mau menghiraukan kembali Andaru yang terus saja mendesaknya.


...----------------...


"Mama sama yang lain makan malam duluan aja, Cempaka mau ketemu dulu Sinta, teman lamanya Cempaka nanti juga Cempaka pulang kok. Cuma sebentar mau ngobrol-ngobrol doang setelah itu Cempaka pulang, ga akan lama kok mah "


"Jangan lama-lama ya udah malem sayang, hati-hati dijalannya ya "


"Iya mah pasti "


Sambungan langsung diputuskan oleh Bella, Bella menatap keluarganya "Cempaka dan Andaru tidak akan makan bersama katanya mereka ada urusan masing-masing "


"Ya sudah kita mulai makan saja ya" ucap Adi


Mereka hanya bisa menganggukan kepalanya, makan bersama-sama. Bianca sebenarnya sudah sangat akrab dengan keluar Andaru tapi tetap saja rasannya beda.


...----------------...


"Tante emangnya ga mau tanya Bianca gitu, kenapa Bianca tiba-tiba datang ke rumah ini dan bawa tas gede terus yang lainnya juga"


"Kenapa tante harus tanya, nanti juga kamu pasti mau ceritakan sama tante. Ga usah tante tanya pun nanti kamu akan bicara semuanya, tante ga akan tanyain masalah kamu apa yang terpenting kamu di sini betah dulu aja. Kalau ada apa-apa udah tante bilang kan sini aja pulang sini, ga usah ragu "

__ADS_1


Bianca tersenyum, "Tante setelah Bianca siap, Bianca akan cerita semuanya sama Tante "


"Iya lebih baik kamu sekarang istirahat masuk gih kamar Cempaka, tidur-tiduran"


"Bianca tidur aja di sini di sofa aja deh, ga usah dikamar Tante "


"Kenapa harus di sofa kan ada kamar. Udah sana masuk kamar Cempaka. Cempaka kan tadi udah simpan barang-barang kamu. Kamu beresin aja barang-barang kamu di lemari sama baju-baju kamu beresin semuanya tata semuanya ya"


"Tapi Tan "


"Kenapa sayang, udah sana gih istirahat, Tante tahu kamu perlu istirahat sayang "


Bianca tersenyum dan menganggukan kepalanya "Ya udah aku istirahat dulu ya Tante"


"Iya sayang "


Bianca segera melangkah pergi dan naik kelantai atas, saat masuk kamar Cempaka Bianca menyalakan semua lampu.


Bianca membuka tas ranselnya dan mengeluarkan beberapa gepok uang. Pintu kamar tiba-tiba terbuka.


"Aksa "


"Iya Bianca kenapa kayak yang kaget "


Bianca menutup kembali tasnya dan duduk ditempat tidur "Engga kaget aja tiba-tiba pintu kebuka"


Aksa mendekat Bianca dan duduk disampingnya "Kenapa ga dari dulu aja pulang ke sini. Kenapa harus kerja dan tinggalin sekolah segala, mana jarang masuk sekolah lagi"


"Gimana lagi namanya juga hidup, aku ga mungkin kan terus bergantung sama keluarga kamu Aksa"


"Iya tapi ga usah jauhin gue juga kali, lo tuh ngejauh ga kayak dulu kita kan dulu sama-sama terus"


"Aku cuman takut kalau keluarga kamu nanti malah kebawa-bawa dengan keluargaku yang hancur. Aku ga mau buat kalian semua repot. Makanya lebih baik aku menjauh"


"Tapi sama Andaru masih aja deket "


"Ya karena dia terus datang buat maksa-masa aku pergi sekolah, keluar dari kerjaan tapi aku ga bisa"


"Hemm berat ya "

__ADS_1


Bianca hanya menganggukan kepalanya saja dan melamun, karena Aksa juga tak bertanya lagi padanya.


__ADS_2